Connect with us

Kabar Asik

Ternyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA

Published

on

Bekawan.com -Seragam Sekolah di Indonesia khususnya sekolah negeri dari dulu hingga sekarang tak berubah dari segi warna, baju berwarna putih sedangkan celana dan rok warnanya merah untuk SD, biru untuk SMP dan abu-abu untuk SMA.

Dan ternyata, warna disetiap tingkatan sekolah tersebut memiliki filosofi tersendiri, seperti dikutip dari wowmenariknya.com dan IG @Wowfakta, berikut filosofi warnanya.

Untuk tingkat dasar, warna yang digunakan adalah warna merah. Warna merah menggambarkan keceriaan, dengan menggunakan warna merah, diharapkan siswa-siswi tingkat dasar belajar di sekolah dengan ceria serta bersemangat.

Untuk tingkat menengah pertama, warna yang digunakan adalah biru. Warna biru ternyata menggambarkan percaya diri. Dengan menggunakan warna biru, diharapkan siswa-siswi SMP lebih percaya diri dan mandiri.

Siswa-siswi yang telah lulus dari tingkat dasar akan memasuki suasana baru di tingkat pertama. Mereka akan sedikit demi sedikit dituntut untuk percaya diri dan mandiri karena tentu saja sistem belajar mengajar akan berbeda dari saat mereka berada di tingkat dasar.

Yang terakhir adalah tingkat atas. Tingkat atas atau yang kita kenal SMA memilih warna abu-abu sebagai warna seragam. Warna abu-abu menggambarkan kedewasaan. Sudah bisa ditebak jika siswa-siswi SMA harus lebih dewasa bukan hanya dari pemikiran maupun dari perbuatan mereka.

Tingkat SMA akan menuntut siswa-siswinya untuk lebih dewasa dalam berbagai aspek. Hal ini karena tingkat SMA merupakan tingkat terakhir sebelum memasuki dunia perkuliahan. Setelah lulus dari SMA tentu saja namanya bukan lagi siswa tapi mahasiswa.

Sumber: wowmenariknya.com/IG @Wowfakta/wofficlothing

Continue Reading

Kabar Asik

Anggota TNI-Polri Minta Maaf usai Sebut Es Kue Pak Sudrajat Berbahan Spon

Published

on

Ilustrasi penjual es sumber : AI

Bekawan.com – Sebuah video menampilkan Anggota TNI-Polri mengintrogasi Penjual Es Kue dan menuduh bahan kue tersebut berbahan spon viral media sosial. Dalam video tersebut terlihat penjual es juga disuruh untuk memakan jualannya setelah diperas menggunakan tangan oleh oknum tersebut.

Menyikapi viralnya kejadian tersebut, Anggota TNI dan Polri dalam video tersebut menyampaikan permintaan maaf. Ucapan maaf ini disampaikan lantaran dari hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses yang dijual Sudrajat dipastikan aman serta layak dikonsumsi.

Seperti dikutip dari cnninonesia.com, keduanya diketahui anggota TNI selaku Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan penyesalan atas kekeliruannya dan meminta maaf kepada penjual es kue tersebut.

“Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” kata Ikhwan dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Ikhwan mengatakan tindakan yang dilakukannya itu merupakan merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir ada peredaran makanan berbahaya di lingkungannya. Kata dia, sebagai petugas di lapangan, dirinya harus merespon setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.

Ikhwan mengaku dirinya semata-mata hanya ingin memberikan edukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman.

Continue Reading

Kabar Asik

Becak Bangkinang : Hidup Segan, Mati Pun (masih) Enggan

Published

on

Becak Pak Eman.

Bekawan.com – Tukang Becak Bangkinang mencoba bertahan ditengah banyaknya kendaraan dan transportasi online didaerah. Alat transportasi yang pernah jaya pada masanya, kini seakan “hidup segan matipun (masih) enggan,” karena sejumlah becak masih terlihat-lalu lalang di tengah Kota Bangkinang namun jumlahnya tidak seberapa.

“Kini la banyak uwang ba honda (sepeda motor) kamano-mano, tamasuok anak sekolah,” ungkap Herman, Rabu (14/1/2026) pagi.

Pria Paruh baya yang akrab disapa Pak Eman ini mengaku rutinitas yang ia jalani sebagai tukang becak sudah berjalan sejak 7 tahun silam, dan masih menjadi mata pencahariannya hingga kini.

Fenomena banyaknya transformasi online menurut Pak Eman bukan menjadi “lawan” dirinya dalam mencari nafkah, tapi banyaknya kendaraan roda 2 menjadikan warga Bangkinang tidak lagi menggunakan “servisnya” dalam bepergian.

“Kalau dulu, ngantar anak sekolah, ngantar jemput orang ke pasar, kalau sekarang anak SMP dan SMA sekolah la naik honda, kalau SD diantar orang tua, jadi jarang penumpang,” akunya sambil tertawa kecil.

Jika dulu, setiap Rabu-hari pasar Bangkinang-menjadi hari “panen” Pak Eman dan kawan-kawan, namun kini fenomena itu tidak terjadi lagi, seolah “gagal panen” kayak jagung ketahanan pangan.

“Ibu-ibu yang ke Pasar pun sudah diantar anaknya pake honda, kalau belanjanya banyak baru naik becak,” terang Pak Eman.

Jadi tidak heran banyak kawan-kawan Pak Eman yang beralih profesi, atau sekedar mensiasati kondisi minimnya penumpang dengan sistem “tumpang sari”.

“Ada yang betukang, dan kerjaan lainnya yang bersifat sementara, setelah itu membecak lagi,” jelasnya.

Meski senyum dan tawa Pak Eman selalu menghiasi selama perjalanan, namun pahit dan getirnya kehidupan mencari nafkah, terpampang ditulisan gerobaknya “hidup ini tak seinda yang kau dibayangkan”.*

*Ya tulisan indah tanpa hurup “H”, seolah berbisik, jangankan mencicipi indahnya kehidupan, menulis kata “Indah” aja aku gak sanggup.

Continue Reading

Kabar Asik

Hadang Mobil Suami, Istri Sah Babak Belur Dianiaya Pelakor 

Published

on

Bekawan.com – Seorang Perempuan bernama Nopita (30), bersama anaknya yang masih berusia dua tahun membuntuti suaminya, FE, yang tengah mengendarai mobil bersama seorang wanita yang diduga seorang Pelakor berinisial TI.

Peristiwa itu terjadi pada hari Ahad (21/12/2025) dini hari, setibanya di Jalan Lintas PT RAPP, Desa Gunung Sari, korban berhasil mengadang mobil tersebut dan meminta suaminya untuk pulang. Namun, permintaan tersebut berujung cekcok.

“Pelaku TI keluar dari mobil dan langsung menyerang korban dengan menarik rambutnya hingga korban terjatuh dari sepeda motor bersama anaknya,” ungkap Kapolres Kampar diwakili AKP Gian Wiatma Jonimandal, Jumat (26/12/2025).

Pelakor/Pelaku penganiayaan istri sah ditangkap Polres Kampar.

Tak berhenti di situ, pelaku diduga menghimpit tubuh korban dan membenturkan kepala korban ke sepeda motor berulang kali. Aksi kekerasan ini baru berhenti setelah dilerai oleh suami korban.

“Pasca-kejadian, korban langsung melaporkan tindakan pelaku ke Polres Kampar,” kata AKP Gian.

Tim Unit PPA ( Perlindungan Perempuan Anak) yang dipimpin Aipda Syamsul Bahri bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya melacak keberadaan pelaku di Kabupaten Kuantan Singingi. Pelaku ditangkap di rumah kontrakannya di Desa Sei Paku, Kuantan Singingi, pada Rabu (24/12).

Penganiayaan yang dipicu dugaan perselingkuhan ini mengakibatkan korban mengalami luka robek di bagian kepala sehingga mendapatkan tujuh jahitan, serta luka lebam di sekujur tubuh.

“Pelaku merupakan pihak ketiga dalam rumah tangga korban. Setelah barang bukti lengkap, tim langsung melakukan penangkapan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Gian.

Continue Reading

Trending