Connect with us

Tips & Trik

Belajar Public Speaking dari Kepala Program Studi Vokasi Humas UI

Published

on

Bekawan.com -Siapapun pasti butuh Public Speaking, mulai dari pelajar, mahasiswa, pengajar, pejabat, presiden hingga rakyat biasa butuh kemampuan berbicara yang baik didepan orang.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menjadi pembicara top disetiap kesempatan, berikut tips dari Kepala Program Studi Vokasi Humas UI..

Continue Reading

Tips & Trik

Kenapa Banyak Orang Takut Tampil Berbicara Didepan Orang Banyak?

Published

on

Foto: Public Speaker DR. Devie Rahmawati, S.Sos, M.Hum, CPR

Bekawan.com -Tak semua orang mampu tampil baik saat mempresentasikan sebuah materi didepan banyak orang, alasannya pun bisa beragam, mulai dari nervous, gak PeDe, gak ada persiapan, malu hingga takut.

Hal itu ternyata diakui oleh salah satu Pembicara yang juga Head Communication Studies Program Universitas Indonesia, DR. Devie Rahmawati, S.Sos, M.Hum.

DR. Devie menjadi Speaker diacara FKPT dan BNPT di Kota Bangkinang, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya dari berbagai alasan orang takut untuk berbicara didepan orang banyak, penyebabnya hanya satu, yaitu takut ditolak, karena sudah menjadi sifat manusia tidak ingin ditolak.

“Bayangkan saja sekian banyak orang yang tidak menerima apa yang kita sampaikan. Ditolak sama satu orang aja udah sakit banget, apalagi ditolak oleh banyak orang dalam satu kesempatan,” ungkapnya kepada Bekawan.com, Kamis (11/7/2019).

Karena rasa takut untuk ditolak, muncullah gugup, tidak PeDe dan lain sebagainya, untuk itu menurut Founder of Klinik Digital ini, banyak hal yang harus dilakukan oleh seseorang jika ingin tampil didepan orang banyak diantaranya :

  1. Persiapan

“Jangan lupa yang pertama itu, Persiapan, persiapan dan persiapan, dan riset bagian dari perisiapan, juga penampilan,” ungkapnya menekan betapa pentingnya persiapan.

2. Jangan telat.

“Jika anda ingin sukses dalam penampilan, jangan sampai telat datang, karena dengan anda datang terlebih dahulu, anda bisa mencuba menaiki panggung, merasakan sensasinya hingga bersalaman dengan beberapa audiens yang hadir untuk membangun kedekatan (Proximity),” terangnya.

3. Jangan cuma fokus pada teks.

“Karena komunikasi tidak hanya sekedar kata-kata yang kita ucapkan, tapi soal mimik dan juga gestur,” bebernya.

4. Jadilah diri sendiri.

“Tapi harus diingat kita harus punya kredibilitas, perhatikan konten yang akan kita sampaikan dan tulislah hal-hal penting, bahkan yang anda rasa menarik sebelum presentasi, ini berguna saat kita mengalami Blank Spot,” ingatnya.

Continue Reading

Tips & Trik

Tips Melatih Anak Menjadi Konsumen Cerdas

Published

on

 

Bekawan.com, Perilaku konsumen cerdas dapat dibentuk sedini mungkin. Ini artinya, setiap orangtua wajib mengajarkan anaknya bagaimana harus menyikapi setiap barang atau jasa yang dijajakan di pasar.

Berikut beberapa tips yang bisa Kawan terapkan seperti dilansir dari Klikdokter.com, yang bisa diajarkan untuk membentuk pribadi konsumen cerdas pada anak.

1. Perhatikan kualitas barang

Ajarkan anak untuk memerhatikan kualitas barang yang hendak ia beli. Ajarkan pula bagaimana ciri-ciri barang yang baik, aman bagi kesehatan dan keselamatan. Perhatikan lebel SNI atau standar teruji lainnya.

Sebagai tambahan kawan dapat memberikan contoh pada anak mengenai barang yang berkualitas baik dan mana yang tidak.

2. Harga bukan segalanya

Harga murah kerap diidentikkan dengan kualitas produk yang kurang baik. Padahal, harga mahal pun tak menjamin bahwa kualitas produk tersebut benar-benar baik.

Atas dasar itu, Kawan sebaiknya mengajarkan kepada si Kecil bahwa harga bukanlah segalanya. Dengan kata lain, jangan menjadikan harga sebagai patokan jika hendak mencari suatu produk atau layanan yang berkualitas.

3. Hemat

Ajarkan si Kecil untuk selalu menghitung uang yang ia miliki sebelum akhirnya membeli suatu produk atau menggunakan suatu layanan. Ajarkan pula untuk selalu mencari barang dengan harga terendah, namun kualitasnya tidak kalah dengan barang yang harganya mahal.

4. Baca fakta nutrisi

Jika anak gemar mengonsumsi makanan atau minuman kemasan, ajarkan dirinya untuk membaca label fakta nutrisi. Hal ini bertujuan agar anak memiliki kemampuan untuk menghidari segala produk makanan atau minuman yang sebenarnya sangat tidak baik atau tidak mendatangkan manfaat untuk dirinya.

5. Pilih penjual yang terpercaya

Sebagai orang tua yang ingin membentuk pribadi anak menjadi konsumen cerdas, Kawan harus membekali diri dengan pengetahuan mengenai beragam penjual maupun toko yang memberikan barang atau jasa dengan kualitas yang baik. Dalam hal ini, Kawan dapat mencari informasinya di Internet, kerabat, atau orang-orang yang paham tentang pasar Indonesia.

Bila Kawan sudah memiliki pengetahuan tentang hal tersebut, beritahukan kepada anak secara rinci dengan bahasa yang mudah dimengerti. Dengan demikian, anak akan sepenuhnya paham dan terhindar dari penjual yang curang.

6. Ajarkan tentang hak konsumen

Sebagai konsumen yang hendak membeli suatu barang atau jasa, beritahukan kepada si Kecil bahwa dirinya memiliki hak-hak yang wajib dipenuhi oleh penjual. Menurut Menteri Perdagangan RI periode 2011-2014, Gita Wirjawan, berikut hak-hak yang dimaksud:

· Hak barang yang dibeli harus aman dan nyaman.

· Hak informasi mengenai produk yang dibeli itu benar, jujur dan tidak diskriminatif atau tidak pilih-pilih.

· Hak untuk memilih.

· Hak untuk mengeluh.

· Hak untuk mendapatkan advokasi.

· Hak untuk mendapatkan pembinaan.

· Hak untuk mendapatkan informasi sepenuhnya.

· Hak untuk minta kompensasi dan ganti rugi.

Menjadi konsumen cerdas merupakan salah satu langkah untuk menjadi pribadi yang baik di masa depan. Pastikan anak Kawan mendapatkan pengetahuan tentang hal ini, agar dirinya tidak menjadi sasaran empuk para penjual yang berbuat curang. (Bs)

(RH/Klikdokter.com)

Continue Reading

Tips & Trik

Tips Mudah Pindahkan Nomor Kontak dari Ponsel Lama

Published

on

Bekawan.com, Jika mengacu pada smartphone modern sekarang, memindahkan data kontak adalah pekerjaan yang mudah. Kalau ponsel berbasis android, data kontak bisa tersimpan atau istilahnya di-sync dengan akun Google. Pada smartphone yang baru, tinggal diisikan lagi akun yang sama, maka data tersebut otomatis dipindah atau di-copy kan lewat cloud.

Kalau kita menggunakan smartphone berbasis android, memang ada 3 tempat penyimpanan kontak utama, pertama ke akun Google, kedua ke memori smartphone, dan ketiga ke dalam SIM card. Agar data kontak tidak kacau, selalu biasakan menjadikan akun Google sebagai tempat penyimpanan kontak saat kita menambah atau mengurangi data kontak.

Data kontak yang ada di dalam ponsel atau di SIM card sekalipun mudah di-copy untuk disatukan dalam akun Google, atau malah kebalikannya. Hanya, data kontak di SIM card ini paling tidak mencukupi karena kapasitasnya terbatas.

Beberapa smartphone seperti Samsung, Lenovo, Xiaomi, dll, sudah menyediakan aplikasi untuk memindahkan data dari smartphone lama, tidak hanya kontak, bahkan lagu, dokumen, hingga aplikasi juga bisa dipindah, baik via kabel maupun koneksi nir-kabel. Bahkan ada yang bisa memindahkan data dari smartphone dengan OS yang berbeda, misal dari iPhone ke android atau malah sebaliknya.

Kalau smartphone kita belum dilengkapi dengan aplikasi ini dan kita tidak terbiasa memindahkan data secara cloud, untuk smartphone android banyak aplikasi lain di playstore yang bisa di-install dengan pencarian aplikasi contact backup. Dengan aplikasi tersebut kita bisa mem-backup data yang diperlukan, biasanya tersedia pilihan kontak dan SMS. Backup data ini bisa disimpan di memory card, dan tinggal dipindah di smartphone yang baru untuk di-restore. (Bc)

(jsn/fyk/Detik.com)
Lucky Sebastian – detikInet

Continue Reading

Trending