Connect with us

Kabar Asik

Bazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang

Published

on

Desain Bazar MTQ diatas Jembatan WFC.

Bekawan.com – Kemegahan jembatan Water Front City (WFC) akan menjadi lokasi Bazar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXVIII tingkat Provinsi Riau yang akan berlangsung di Lapangan Merdeka, Bangkinang Kota 23 hingga 30 November 2019 mendatang.

Hal ini diungkapkan Kadiskominfo Kampar Arizon SE saat dijumpai diruang kerjanya, Senin (11/11/2019), ia juga menyebut jembatan yang menghubungkan Kecamatan Bangkinang Kota dan Bangkinang ini akan digunakan untuk menyemarakkan dan menyukseskan MTQ.

“Jadi Jembatan WFC akan digunakan untuk bazar selama MTQ, untuk UMKM yang ingin mempromosikan dan menjual produk mereka di stand bazar silahkan menghubungi DPM-PTSP dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar,” ungkap Arizon.

Desain Bazar MTQ diatas WFC tampak malam.

Ia juga menghimbau masyarakat untuk ikut menyemarakkan dan menyukseskan pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kampar dengan menjadi tuan rumah yang baik selama pelaksaaan MTQ.

“Mari semarakkan dan sukseskan MTQ ke 38 Provinsi Riau, dengan cara menjadi tuan rumah yang baik, semoga Kabupaten Kampar sukses menyelenggarakan MTQ, baik sukses prestasi, sukses ekonomi dan sukses promosi daerah,” harap Arizon.

Continue Reading

Kabar Asik

Waduh, Ada LSM yang Ingin Merubah Nama Kabupaten Kampar

Published

on

Bekawan.com – Bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Kampar Ke-71 yang jatuh hari ini, Sabtu (6/2/2021), Redaksi Bekawan.com mendapatkan sebuah proposal yang diduga milik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama Lasykar Pantugho (Panjago Tuah Naghoi).

Dalam proposal tersebut, secara terang-terangan LSM ini mengungkapkan keinginannya untuk mengganti nama Kabupaten Kampar menjadi Kabupaten Kenegerian Kedatu’an Kampar dengan berbagai pertimbangan melalui kongres anak kemenakan Kenegerian Kedatu’an Kampar.

LSM ini menilai bahwa kongres anak kemenakan Kenegerian Kedatu’an Kampar merupakan solusi untuk merapatkan barisan anak kemenakan di 21 kecamatan dan 251 desa demi merumuskan sistem pemerintahan Kabupaten Kampar yang merujuk pada sistem pemerintahan kedatu’an.

Didalam proposal ini juga ditemukan petata petiti adat seperti “tali bapilin tigo”, “ma ambiok tuah ka nan monang, manengok ka nan la suda, baguru ka alam takombang”, serta sebuah semboyan “NKRI harga mati, Kenegerian Kedatu’an Kampar adalah hakiki”.

 

Sampul proposal Lasykar Pantugho.

Proposal tersebut juga berisi rincian tahapan-tahapan dan mekanisme perubahan nama Kabupaten Kampar tersebut, mulai dari pembentukan panitia kongres, sosialisasi, lobi-lobi tokoh, pembentukan panitia kongres desa, kecamatan dan Kabupaten hingga sosialisasi hasil kongres ke pusat.

Sebagai sebuah lembaga, Lasykar Pantugho juga mencantumkan jajaran kepengurusan, mulai dari Payung Panji, Pembina, Penasehat, Panglimo tinggi hingga Panglimo kecamatan.

Namun salah seorang Panglimo Kecamatan yang dihubungi Bekawan.com mengaku tidak tahu menahu tentang LSM tersebut, ia juga mengaku tidak tahu akan posisi di Lasykar Pantugho.

“Saya tidak tahu tentang itu, juga soal jabatan saya,” ungkap Nanang, salah satu nama yang tertulis sebagai nama Panglimo di proposal tersebut.

Continue Reading

Kabar Asik

Kriuk Kerupuk Kang Agus

Published

on

 

Bekawan.com – Kepulan asap dan panasnya kuali serta tungku penggorengan menjadi kawan setia Kang Agus (50) selama 10 tahun, namun bak panasnya kuali yang tak berani disentuh siapapun, usaha Kang Agus juga tak pernah tersentuh bantuan permodalan maupun pembinaan dari dinas terkait.

Keluh kesah Kang Agus terdengar saat dikunjungi Ocu Repol, Wakil Ketua DPRD Kampar, Ahad (11/10/2020) di kediamannya Desa Pulau Permai Kecamatan Tambang. Kepada Cu Repol ia berkisah meski tanpa bantuan modal dan pembinaan, aktivitas sebagai “Penggoreng” kerupuk sudah ia tekuni dari menyewa sebidang tanah milik salah seorang warga hingga membuka usaha di tanah miliknya sendiri seluas 2400 m².

Meski dalam merintis usaha, jalan Kang Agus tak se “Kriuk” kerupuknya, namun berkat kegigihan usaha yang dirintis Kang Agus dari nol itu sudah mampu mempekerjakan 4 orang karyawan dan beberapa orang ibu-ibu warga sekitar yang membantu dalam proses membungkus kerupuk.

Kepada Repol, Kang Agus juga bercerita produksi kerupuk ia jalani hingga bagaimana pemasaran hasil produknya yang tanpa Brand atau merek itu.

“Sekali produksi saya menghabiskan sekitar 200 kg bahan baku, lalu kerupuk saya jual sendiri ke pasar-pasar tradisional seperti Pasar Kuok, Bangkinang, Air tiris, Rumbio, Kampar dan Pasar Danau bingkuang,” papar Kang Agus sambil sibuk membolak-balik spatula miliknya.

Kegigihan Kang Agus untuk terus berusaha meski beberapa kali gagal dan terkendala modal menuai decak kagum dari Wakil Ketua DPRD Kampar Ocu Repol S.Ag, Politisi Golkar itu berharap muncul sosok-sosok baru penggiat Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) dibidang kuliner dan berbagai bidang lainnya.
“Sehingga dengan begitu bisa membuka lapangan kerja baru ditengah pandemi ini, semoga ada keprihatinan pemerintah daerah untuk usaha-usaha semacam ini,” harap Ocu Repol.

Continue Reading

Kabar Asik

Umbai Island, Syurga Baru Wisata Kampar

Published

on

Bekawan.com – Objek wisata seperti tak pernah kehabisan stok di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Seperti Umbai Island atau Pulau Umbai misalnya, kawasan wisata yang terletak di Desa Ranah Sungai ini bak syurga baru yang hadirkan sejumlah view menarik, mulai dari birunya hamparan danau PLTA Koto Panjang, hijaunya pepohonan asri hingga bukit-bukit yang menjulang.

Penasaran ?!, yuk kita lihat keseruan Wakil Ketua DPRD Kampar H. Fahmil SE, ME didampingi Kabid David Hendra, Ketua PWI Kampar Akhir Yani SE dan rombongan yang mengeksplor syurga wisata Umbai Island.

Umbai Island, syurga baru pariwisata kampar
Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending