Connect with us

Kabar Asik

Munculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga

Published

on

Rekor ikan Tapa terbesar yang ditanggap warga Gunung Bungsu.

Bekawan.com – Selain menjadi salah satu sungai terbersih di Provinsi Riau, tempatnya Surga tersembunyi Gulamo, ternyata Sungai Kampar juga menjadi habitat bagi ikan-ikan monster air tawar.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Desa Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Seorang warga berhasil menangkap ikan Tapa berukuran jumbo. sumber : Fb Taslim alim

Nelayan Desa Gunung Bungsu dihebohkan dengan munculnya puluhan Ikan Tapa dan Patin yang berukuran besar, hal menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat.

Menurut keterangan Defri Nur yang merupakan salah seorang warga Desa Gunung Bungsu mengatakan bahwa setiap tahunnya fenomena ini selalu terjadi.

Ikan Tapa, salah satu ikan endemik Sungai Kampar.

“Setiap tahunnya puluhan ikan besar selalu kesini, hal ini terjadi karena di sini ada sebuah sungai kecil yang menjadi tujuan ikan-ikan raksasa itu untuk bertelur,” bebernya, Minggu (1/12/2019).

sebulan terakhir ini saja, sudah sekitar 25 ekor Tapa dengan berat 10 hingga 35 Kg dan ikan Patin sekitar 20 ekor dengan berat 10 sampai 25 Kg berhasil ditangkap masyarakat.

Ikan Patin berukuran jumbo juga banyak ditangkap warga.

Rekor ikan terbesar yang berhasil ditangkap masyarakat Gunung Bungsu yaitu ikan Tapa seberat 115 Kg pada tahun 2017 yang lalu. (Aldi Irpan).

Continue Reading

Kabar Asik

Waduh, Ada LSM yang Ingin Merubah Nama Kabupaten Kampar

Published

on

Bekawan.com – Bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Kampar Ke-71 yang jatuh hari ini, Sabtu (6/2/2021), Redaksi Bekawan.com mendapatkan sebuah proposal yang diduga milik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bernama Lasykar Pantugho (Panjago Tuah Naghoi).

Dalam proposal tersebut, secara terang-terangan LSM ini mengungkapkan keinginannya untuk mengganti nama Kabupaten Kampar menjadi Kabupaten Kenegerian Kedatu’an Kampar dengan berbagai pertimbangan melalui kongres anak kemenakan Kenegerian Kedatu’an Kampar.

LSM ini menilai bahwa kongres anak kemenakan Kenegerian Kedatu’an Kampar merupakan solusi untuk merapatkan barisan anak kemenakan di 21 kecamatan dan 251 desa demi merumuskan sistem pemerintahan Kabupaten Kampar yang merujuk pada sistem pemerintahan kedatu’an.

Didalam proposal ini juga ditemukan petata petiti adat seperti “tali bapilin tigo”, “ma ambiok tuah ka nan monang, manengok ka nan la suda, baguru ka alam takombang”, serta sebuah semboyan “NKRI harga mati, Kenegerian Kedatu’an Kampar adalah hakiki”.

 

Sampul proposal Lasykar Pantugho.

Proposal tersebut juga berisi rincian tahapan-tahapan dan mekanisme perubahan nama Kabupaten Kampar tersebut, mulai dari pembentukan panitia kongres, sosialisasi, lobi-lobi tokoh, pembentukan panitia kongres desa, kecamatan dan Kabupaten hingga sosialisasi hasil kongres ke pusat.

Sebagai sebuah lembaga, Lasykar Pantugho juga mencantumkan jajaran kepengurusan, mulai dari Payung Panji, Pembina, Penasehat, Panglimo tinggi hingga Panglimo kecamatan.

Namun salah seorang Panglimo Kecamatan yang dihubungi Bekawan.com mengaku tidak tahu menahu tentang LSM tersebut, ia juga mengaku tidak tahu akan posisi di Lasykar Pantugho.

“Saya tidak tahu tentang itu, juga soal jabatan saya,” ungkap Nanang, salah satu nama yang tertulis sebagai nama Panglimo di proposal tersebut.

Continue Reading

Kabar Asik

Kriuk Kerupuk Kang Agus

Published

on

 

Bekawan.com – Kepulan asap dan panasnya kuali serta tungku penggorengan menjadi kawan setia Kang Agus (50) selama 10 tahun, namun bak panasnya kuali yang tak berani disentuh siapapun, usaha Kang Agus juga tak pernah tersentuh bantuan permodalan maupun pembinaan dari dinas terkait.

Keluh kesah Kang Agus terdengar saat dikunjungi Ocu Repol, Wakil Ketua DPRD Kampar, Ahad (11/10/2020) di kediamannya Desa Pulau Permai Kecamatan Tambang. Kepada Cu Repol ia berkisah meski tanpa bantuan modal dan pembinaan, aktivitas sebagai “Penggoreng” kerupuk sudah ia tekuni dari menyewa sebidang tanah milik salah seorang warga hingga membuka usaha di tanah miliknya sendiri seluas 2400 m².

Meski dalam merintis usaha, jalan Kang Agus tak se “Kriuk” kerupuknya, namun berkat kegigihan usaha yang dirintis Kang Agus dari nol itu sudah mampu mempekerjakan 4 orang karyawan dan beberapa orang ibu-ibu warga sekitar yang membantu dalam proses membungkus kerupuk.

Kepada Repol, Kang Agus juga bercerita produksi kerupuk ia jalani hingga bagaimana pemasaran hasil produknya yang tanpa Brand atau merek itu.

“Sekali produksi saya menghabiskan sekitar 200 kg bahan baku, lalu kerupuk saya jual sendiri ke pasar-pasar tradisional seperti Pasar Kuok, Bangkinang, Air tiris, Rumbio, Kampar dan Pasar Danau bingkuang,” papar Kang Agus sambil sibuk membolak-balik spatula miliknya.

Kegigihan Kang Agus untuk terus berusaha meski beberapa kali gagal dan terkendala modal menuai decak kagum dari Wakil Ketua DPRD Kampar Ocu Repol S.Ag, Politisi Golkar itu berharap muncul sosok-sosok baru penggiat Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) dibidang kuliner dan berbagai bidang lainnya.
“Sehingga dengan begitu bisa membuka lapangan kerja baru ditengah pandemi ini, semoga ada keprihatinan pemerintah daerah untuk usaha-usaha semacam ini,” harap Ocu Repol.

Continue Reading

Kabar Asik

Umbai Island, Syurga Baru Wisata Kampar

Published

on

Bekawan.com – Objek wisata seperti tak pernah kehabisan stok di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Seperti Umbai Island atau Pulau Umbai misalnya, kawasan wisata yang terletak di Desa Ranah Sungai ini bak syurga baru yang hadirkan sejumlah view menarik, mulai dari birunya hamparan danau PLTA Koto Panjang, hijaunya pepohonan asri hingga bukit-bukit yang menjulang.

Penasaran ?!, yuk kita lihat keseruan Wakil Ketua DPRD Kampar H. Fahmil SE, ME didampingi Kabid David Hendra, Ketua PWI Kampar Akhir Yani SE dan rombongan yang mengeksplor syurga wisata Umbai Island.

Umbai Island, syurga baru pariwisata kampar
Continue Reading

Trending