Connect with us

Kabar Kampar

Ini Sejumlah Kades Terpilih Di Tapung dan Tapung Hulu

Published

on

Ilustrasi (sumber:internet)

Bekawan.com -Sebanyak 54 desa se Kabupaten Kampar menggelar Pilkades serentak, Selasa (26/11/2019).

Berdasarkan data yang diterima Bekawan.com sejumlah nama meraih suara terbanyak seperti di Kecamatan Tapung dan Tapung Hulu.

Kades Terpilih merayakan kemenangan dengan suka cita bersama pendukungnya.

Seperti di Desa Tri Manunggal Kecamatan Tapung misalnya, suara terbanyak diraih Edi Bambang Purnomo nomor urut 1 dengan raihan 1.343 suara unggul jauh dari calon nomor urut 2 Sukadi 159 suara dan calon nomor urut 3 Bonari 325 suara, sedangkan suara tidak sah sebanyak 10 suara.

Sedangkan di Desa Sei Putih Kecamatan Tapung, Pilkades dimenangkan oleh calon nomor 4 Bambang Rubianto dengan 666 suara, disusul
Sampir Wiyoto 220 suara, Darmaji 206 suara dan Bukhari 36 suara, sedangkan sebanyak 15 suara dinyatakan tidak sah, dengan total suara sah dan tidak sah berjumlah 1.143 suara.

Kades Perempuan yang berhasil unggul di Desa Rimba Beringin.

Sedangkan Pilkades Desa Rimba Beringin Kecamatan Tapung Hulu, Etti Ariani meraih suara terbanyak dengan 725 suara mengalahkan 3 calon kades lainnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kejari Kampar Musnahkan Narkoba, HP hingga Pupuk Subsidi

Published

on

Bekawan com – Kejaksaan Negeri Kampar menggelar pemusnahan barang bukti tindak pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inchracht) di depan Kantor Kejari Kampar, Kamis (5/12/2019).

Kasi Barang Bukti yang juga Ketua Tim Pemusnahan BB Sri Madona SH, MH mengungkapkan dari perkara narkotika, jenis Barang Bukti (BB) yang dimusnahkan diantara ganja, sabu, ekstasi yang merupakan BB dari 77 perkara dari Juli hingga Oktober 2019.

“Selain 77 perkara narkotika, juga dimusnahkan BB 18 tindak pidana umum lainnya, seperti pencurian dan judi, BB narkoba kita akan musnahkan dengan cara di blender, sedangkan kartu remi, domino dan juga sejumlah Hp kita musnahkan dengan cara dibakar, ada juga bahan bukti pupuk kita musnahkan dengan cara di timbun,” ungkap Dona.

Kajari dan tamu undangan menyaksikan BB yang akan dimusnahkan.

Sementara itu, Kajari Kampar Suhendri SH, MH menyebut bahwa pemusnahan barang bukti merupakan kewajiban seorang jaksa di setiap kejaksaan, Suhendri juga menyebut bahwa BB yang dimusnahkan Kejari merupakan penyisihan BB yang ada dari kepolisian.

“Seorang jaksa setelah menerima kasus perkara (P16) dimulailah kewajiban menyelesaikan sebuah kasus sampai Inkrah, tapi persoalan tidak sampai hakim mengetuk palu, tapi sampai pemusnahan Barang Bukti,” ungkap Suhendri.

Pemusnahan pupuk subsidi.

Kasi Pidum Kejari Kampar Sabar Gunawan SH, MH mengulas Pupuk Poska NPK yang dimusnahkan merupakan Pupuk subsidi dari Sumbar yang mau dijual di wilayah Kampar.

Berdasarkan pantauan dilapangan, tampak hadir dalam pemusnahan BB tersebut Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Drs. Ali Sabri, Perwakilan Kapolres Kampar, BNK, dan tokoh masyarakat yang juga Ketua Baznas Kampar Buya Basri Rasyid.

Continue Reading

Kabar Kampar

Korban Harimau di Kampar Hoax

Published

on

gambar ilustrasi (sumber: Imgflip.com)

Bekawan.com – Media sosial dihebohkan dengan kabar ada korban jiwa yang meninggal dunia akibat diserang oleh harimau sumatera, Rabu (4/12/2019) tak pelak, kabar tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya di wilayah Desa Karya Indah.

Padahal berdasarkan keterangan dari Sekdes Karya Indah M. Noer bahwa berita yang beredar tentang adanya korban jiwa akibat serangan Harimau Sumatera tersebut di wilayah Desa Karya Indah adalah Hoax atau tidak benar adanya.

Kapolsek Tapung Kompol Sumarno saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan yang diduga jejak telapak kaki hewan jenis Harimau Sumatera itu, namun untuk korban hingga saat ini tidak ada.

Kompol Sumarno juga mengimbau warga di daerah sekitar penemuan jejak ini untuk waspada agar tidak menjadi korban dari hewan buas tersebut, pihak BKSDA saat ini masih melakukan pencarian.

“Kepada masyarakat juga dihimbau untuk tidak memposting berita hoax tentang adanya korban yang dikaitkan dengan penemuan jejak hewan ini, yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya jejak kaki yang diduga sebagai jejak Harimau Sumatera ini ditemukan pada hari Minggu (1/12/2019) sekira pukul 20.00 Wib, di Jalan Perumahan BSD (Bumi Sibam Damai) RT 14 RW 09 Dusun I Desa Karya Indah Kecamatan Tapung.

Jejak Kaki diduga Harimau Sumatera.

Penemuan ini pertama kali oleh Ketua RT setempat Sapriadi, kemudian Sapriadi menghubungi Sekdes Karya Indah M. Noer dan Babhinkamtibmas Desa Karya Indah Brigadir Wilyan Fantri.

Selanjutnya bersama warga yang lain mereka datang ke lokasi melihat penemuan jejak telapak kaki hewan tersebut dan melakukan penelusuran, namun hewan yang diduga Harimau Sumatera tersebut tidak ditemukan.

Kemudian pada hari Selasa (3/12/2019) sekira pukul 07.00 wib, kembali ditemukan oleh warga Lukman Hakim jejak Telapak Kaki yang diduga dari hewan yang sama di Jalan Rajawali km 09 Rt 10 Rw 01 Dusun II Desa Karya Indah.

Atas informasi tersebut Sekdes Karya Indah M. Noer langsung menghubungi Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau.

Sekitar satu jam kemudian sekira pukul 08.00 wib, Tim dari BKSDA Provinsi Riau Ujang Holisudin bersama Babhinkamtibmas tiba di Desa Karya Indah dengan membawa alat Camera Drone.

Kemudian bersama masyarakat Tim BKSDA melakukan pencarian dan penelusuran di sekitar Jalan Rajawali Desa Karya Indah namun hewan yang diduga Harimau Sumatera itu tidak ditemukan juga.

.

Continue Reading

Kabar Kampar

2 Desa Banjir Di Kampar Kiri

Published

on

Bekawan.com -Desa Padang Sawah dan Desa Kuntu di Kecamatan Kampar Kiri tergenang banjir sejak Selasa (3/12),
ketinggian air mencapai mata kaki orang dewasa ini merendam 25 rumah di Desa Kuntu dan 35 rumah di Desa Padang Sawah.

Berdasarkan Informasi dari Kalaksa BPBD Kampar Tarmizi menyebut banjir yang menggenangi 2 desa tersebut akibat tingginya curah hujan dihulu sehingga Sungai Subayang meluap.

kondisi banjir yang menggenangi rumah warga.

“Tingginya curah hujan sehingga tingginya debit air dari sungai-sungai kecil yang bermuara ke Sungai Subayang menyebabkan
air sungai meluap ke perkampungan,” ungkap Tarmizi, Rabu (4/12).

kondisi sungai yang meluap.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan informasi dari aparat desa, 2 desa tersebut memang menjadi langganan banjir setiap tahun saat musim hujan karena selain berada di pinggiran sungai, desa tersebut juga berada didataran rendah.

“Tapi Alhamdulillah saat ini airnya sudah mulai surut, sehingga banjir tidak menggangu aktifitas warga, saat ini sudah mulai aman, namun kita tetap siaga,” ungkap Mantan Kepala DPM-PTSP.

Continue Reading

Trending