Connect with us

Kawan Ngopi

Karena Corona, MTQ ke 39 Riau 2020 di Tunda

Published

on

.

Pekanbaru ; Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an ke 39 tahun 2020 yang mana Kabupaten Pelalawan Selaku tuan rumah di tiadakan ini mengingat masih mewabahnya Covid-19 di Riau. Sementara untuk saat ini kita tetapkan pelaksanaan pada tahun 2021 dengan Tuan Rumah Kabupaten Pelalawan.

Hal ini diketahui saat rapat koordinasi Pemerintahan Provinsi Riau yang diwakili oleh Asisten I Setda Riau Ahmadsyah Harrofie dengan Bupati/walikota se Provinsi Riau pada hari Jum’at 26/06 di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru. Rapat juga di hadiri oleh kakanwil Kemenag provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, Kepala Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Riau H. Zulkifli syukur, Ketua LPTQ Provinsi Riau dan Ketua LPTQ, Kabag Kesra Kabupaten/kota se Provinsi Riau.

Sementara itu Asisten I Pemerintah Kabupaten Kampar Ahmad Yuzar Pemerintah Kabupaten Kampar menyatakan bahwa Pemkab Kampar akan menyesuaikan dengan apa yang telah di tetapkan oleh Provinsi Riau, yang mana untuk tuan rumah pelaksanaan MTQ ke 39 Provinsi Riau tahun 2021 tetap kabupaten Pelalawan, sedangkan waktu pelaksanaannya diperkirakan di bulan Mei tahun 2021″ Kata Ahmad Yuzar.

“Tentunya semua keputusan yang diambil tadi kita menunggu surat keputusan gubernur Riau baik waktu pelaksanaan maupun kabupaten kota yang akan menjadi tuan rumah mulai tahun 2021 s/d 2025” ujar Ahmad Yuzar yang didampingi Kabag Kesra Kampar Yurnalis.

Hal senada juga disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LOTQ) Kabupaten Kampar H. Yurmailis Saruji menyatakan bahwa rapat ini membahas terkait pelaksanaan MTQ ke 39 sekaligus penetapan tuan rumah MTQ tahun 2021s/d 2025.

“Setelah mendengarkan penjelasan dari bupati Pelelawan dan masukan, saran, dan pendapat dari peserta rapat termasuk dari kakanwil Kemenag provinsi Riau Dan dikaitkan dengan situasi dan kondisi saat ini maka bersepakat pelaksanaan MTQ provinsi Riau yang ke 39 ditunda pelaksanaannya menjadi tahun 2021 artinya pelaksanaan MTQ provinsi Riau tahun 2020 ditiadakan” Kata Yurmailis.

Pada kesempatan Tersebut juga ditetapkan secara berurutan tuan rumah MTQ tahun 2021 s/d 2025 Provinsi Riau yakni Kabupaten Pelalawan MTQ ke 39 tahun 2021, Kabupaten Rokan Hilir MTQ ke 40 tahun 2022, Kabupaten Inhu MTQ ke 41 tahun 2023, Kabupaten Inhil MTQ ke 42 tahun 2024 dan kabupaten Kepulauan Meranti untuk MTQ Provinsi Riau ke 43 pada tahun 2025″ Kata Yurmailis Saruji.(Diskominfo Kampar).

Continue Reading

Kawan Ngopi

DPPKBP3A, APSAI dan Forum Anak Kampar Berbagi Sembako

Published

on

Bekawan.com – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) APSAI dan Forum Anak Kampar (FAK) menggelar kegiatan berbagi Sembako ke anak – anak kurang mampu serta anak dari keluarga yang terdampak Covid -19 di wilayah Kabupaten Kampar, Senin (18/5/2020).

Dikatakan Kepala DPPKBP3A Edi Afrizal, kegiatan yang dilaksanakan di 5 kecamatan yang dimulai pada tanggal 18 sampai 19 mei 2020 ini bertujuan untuk meringankan beban anak dan keluarga yang kurang mampu yang terdampak Covid-19.

“Selain pembagian sembako kita juga membagikan masker yang kita langsung bagikan ke rumah penerima,” jelasnya.

Ditambahkan Kadis, ia berharap dengan adanya bantuan ini setidaknya bisa meringankan beban mereka yang terdampak Covid-19 serta memberikan motivasi kepada anak – anak.

“Mesti dirumah saja namun tetap belajar, yang terpenting tetap jaga kesehatan, selalu cuci tangan dan tetap jaga jarak. Mari kuta bersama – sama melawan Covid -19 dengan mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Kadis.

Continue Reading

Kawan Ngopi

Jalan Sontang Duri-Rohul Memprihatinkan, H. Syafaruddin Poti, SH : Pemerintah Jangan Tutup Mata

Published

on

Bekawan.com – Kondisi yang sangat memperihatinkan terlihat di ruas jalan raya Sontang Duri-Rohul tepatnya di Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Selain digenangi Banjir, badan jalan ini rusak parah, putus bahkan sudah tidak bisa dilalui kendaraan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Riau Syafaruddin Poti, Selasa (5/5/2020) menyampaikan bahwa jalan tersebut sudah dianggarkan di APBD Provinsi Riau tahun 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), Ia menanyakan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau dan meminta agar segera melakukan perbaikan dan kapan pekerjaan bisa dilaksanakan.

Lebih lanjut H. Syafaruddin Poti menegaskan jika memang anggaran tidak ada dan pekerjaan tidak dapat dilaksanakan, ia berharap Dinas PUPR Riau untuk melakukan pemeliharaan rutin dan mencari alternatif lain agar jalan ini segera pulih, secepatnya karena sangat berpengaruh bagi masyarakat banyak.

Kondisi jalan yang tergenang banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau melalui Bagian Perencanaa Bina Marga Teza Darsa membenarkan anggaran untuk ruas jalan raya sontang duri – rohul ini memang sudah dianggarkan di APBD Provinsi Riau melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, Anggarannya berkisar lebih kurang 26 Miliyar, Namun ia mengatakan bahwa anggaran tersebut di cancel dan tidak dapat dicairkan karna kewenangan pusat dana DAK di alihkan pusat untuk kebutuhan COVID-19.

“Untuk pemeliharaan nanti baru bisa kita lakukan kalau banjirnya sudah selesai, kita akan coba usahakan secepatnya mekanisme nya, kita juga akan cari alternatif untuk memperbaikinya, nanti kita juga akan komunikasikan lansung dengan kepala dinas, untuk saat ini kita hanya bisa menunggu banjirnya selesai, gak bisa apa-apa walaupun adapun dana nya, namun tetap kita akan cari mekanisme untuk tangani secepatnya,” terang Teza.

Syafaruddin Poti juga menghimbau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu agar segera melakukan pengecekan karena dugaan terjadinya banjir disebabkan oleh tembok bendungan atau kanal air yang dibuat oleh perusahaan-perusahan tempatan untuk membatasi air yang masuk ke areal perkebunannya.

Kadis DLH Rohul Suparno saat dikonfirmasi mengatakan bahwa memang diduga penyebab banjirnya itu disebabkan oleh kanal-kanal air milik beberapa perusahaan tempatan, sehingga menghalangi air untuk masuk dan menyebar ke sisi hilir, volume air lebih besar dari luas area yang dilalui, lanjut ia menyampaikan bahwa kanal air perusahaan ini tidak masuk dalam kajian amdal sewaktu kepengurusan dokumen amdal dulu.

“Seharusnya setiap perusahaan sewaktu melakukan kepengurusan dokumen amdal, kalau mau melakukan pembuatan kanal itu seharusnya dimasukin didalam itemnya, namun sejauh yang saya ketahui, namun belum saya pelajari secara keseluruhan karna saya masih baru di DLH, saya cek dalam amdal nya tidak ada item untuk pembuatan kanal. dan memang harus di kaji ulang dan di evaluasi lagi, apakah sudah masuk dalam kajian atau belum, saya rasa belum, seharusnya pihak perusahaan memberi tahu ke DLH agar dapat dilakukan pembinaan,” ucap Kadis.

“Kami akan segera menindaklanjuti, dan segera melakukan pengecekan ke lokasi areal untuk dilakukan evaluasi dan kajian ulang lebih lanjut terhadap kanal air perusahaan ini, dan kami akan panggil dan komunikasikan lansung dengan pihak perusahaan untuk membahas itu, besok pagi kami akan perintahkan staf dan tim dan segera mencari waktu dalam minggu ini untuk turun,” tutupnya.

*** (mzi)

Continue Reading

Kabar Kampar

Kasus 29 Kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi Masuki Tahap II di Kejari Kampar

Published

on

Kajari Suhendri SH, MH didampingi Kasi Intel Silfanus Rotua Manulang SH, MH

Bekawan.com – Kejaksaan Negeri Kampar menggelar tahap II pegungkapan (sudah P2) kasus narkoba 29 Kg Sabu dan 30 ribu ekstasi hasil pelimpahan dari Mabes Polri dan Kejagung, Rabu (5/2/2020).

Kajari Kampar Suhendri SH, MH dalam keterangannya mengungkapkan kelima tersangka berinisial SD, R,SY, B dan B ditangkap dibeberapa lokasi.

“Tersangka SD ditangkap di wilayah Pandau Kecamatan Siak Hulu, tanggal 7 Oktober 2019, sehari setelahnya ditangkap lagi 3 orang tersangka berinisial R, SY dan B disalah satu penginapan di Pekanbaru, setelah itu baru ditangkap inisial B di Inhil tanggal 11 Oktober 2019,” ungkap Kajari didampingi Kasi Intel Silfanus Rotua Manulang SH, MH, Rabu sore.

Kasi Pidum Sabar Gunawan SH, MH memasang borgol ke tersangka usai diperiksa.

Kajari memaparkan, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan
SD di Pandau Jaya, dari pengambangan kasus, kemudian ditangkap 3 orang lainnya di Pekanbaru dilanjutkan tersangka B di Inhil dengan barang bukti berjumlah 29 Kg sabu dan 30 ribu pil ekstasi.

“Sabu-sabu kurang lebih 29 Kg dan pil ekstasi kurang lebih 30.000 butir ekstasi dengan logo burung hantu, Minion dan berlogo kodok, hari juga kita lakukan pemeriksaan dan lakukan penahanan terhadap kelima orang tersebut. Kelimanya terancam hukuman mati,” beber Suhendri.

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending