Connect with us

Kabar Kampar

Kritik MBG di Medsos, Ibu di Kampar Ngaku Anaknya Dikeluarkan dari Sekolah 

Published

on

Bekawan.com – Seorang Ibu di Kampar mengaku mendapatkan intimidasi hingga anaknya dikeluarkan dari sekolah akibat dirinya memposting menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima anaknya.

Melalui akun medsosnya, @Nurul Oriana mengungkapkan bahwa sang buah hati dikeluarkan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) karena postingannya mengkritik menu MBG yang diterima anaknya saat libur.

“Untuk anak ku AIRA, gpp kita gx sklh dulu ya nak… maafkan bunda imbas nya ke kamu. Bunda pun gtw kesalahan bunda entah dimana? toh tidak pernah menyenggol nama/menyebut merek. Bunda kena ancaman dan kamu di keluarkan disekolah. Doakan mereka yg telah menzholimi kita. Love you syg bunda zunaira alessia afrina😘❤” tulisnya di akun Facebook miliknya, Jumat (26/12/2025) malam.

Ia pun menjelaskan kronologi ancaman yang ia terima melalui telepon selulernya. “Awal mulai kena ancaman dan dilarang memposting menu MBG:

HARI KAMIS TANGGAL 26-12-225 PUKUL 14.30 NELPON VIA WA TETAPI TIDAK TER ANGKAT dan juga tidak terdengar di saat HP BERBUNYI. PukUL14.30 saya memberanikan diri untuk menelpon nomor tsb karena mana tau org tsb memesan lemari kami. Setelah tersambung, terjadilah percakapan dan perdebatan di via tlpn tsb dengan dia berkata yg jauh dimata tp dekat di telinga dgn inti pembicaraan “jangan posting lagi ttg mbg tsb jk masih berlanjut jangan sampai hidup sy hancur krna kebodohan sy sendiri, katanya”

Dan sy pun menjawab: “oh, brrti sy di bungkam yaa?! Terima sj brrti apa ada nya, bentuk dan berapapun itu? Kata sy”

Disaat sy masih brbcra masih cerita² dia nya, sy pun gtw juga lgsg lah di matikan tlpn nya. Begitulah awal cerita nya” tambah Nurul.

Kepada bekawan.com, Nurul juga bercerita anaknya dikeluarkan oleh guru sekaligus pemilik PAUD tempat anaknya bersekolah melalui grup WA. Ia juga membenarkan bahwa postingannya terkait menu MBG itu yang membuat pemilik PAUD murka.

Sebelumnya, Dua hari lalu akun Nurul Oriana memposting sebuah gambar menu MBG yang terdiri dari susu kotak, roti dan kacang goreng (kacang tujin, red), dengan caption “Rapelan MBG untuk 5 hari”.

Pasca postingan pertamanya, ia lalu memposting gambar menu MBG yang sama, Jumat (26/12/2025) namun caption mengingatkan sekaligus menjelaskan bahwa dirinya menerima ancaman karena postingannya terkait menu MBG dalam bahasa daerah (bahasa Kampar) lengkap dengan terjemahannya menggunakan bahasa Indonesia.

“PENGUMUMAN UNTUK KASODO NYO:

HATI² UNTUK YANG MEMPOSTING TENTANG MBG,🤭 JEN SAMPAI CONDO DEYEN. DEYEN PRIBADI ALA KONEI GERTAK(ANCAMAN) DEK MEMPOSTING MBG POTANG. KONEI BUNGKAM DEYEN KINI DU. NDAK BULIO MEMPOSTING LE.. APO YANG DAPEK TERIMA APA ADANYA, BAPO PUN NOMINAL NYO😁

translate Indonesia RAYA:

PENGUMUMAN UNTUK SEMUANYA:

HATI² UNTUK YANG MEMPOSTING TENTANG MBG🤭JANGAN SAMPAI SEPERTI SAYA. SAYA PRIBADI SUDAH KENA ANCAMAN KARENA MEMPOSTING MBG KEMAREN. TIDAK BOLEH MEMPOSTING NYA LAGI. APA YANG DAPAT TERIMA SAJA APA ADANYA, BERAPAPUN NOMINAL NYA😁

pak probowo

pak dedi mulyadi

TOLONGGGG!!!

SAYA PRIBADI DAPAT ANCAMAN😭😭😭” tulisnya mengiba.

Tidak hanya itu, sebuah video yang diduga dirinya sedang berlinang air mata meminta ke Presiden Prabowo terkait nasib dirinya dan anaknya usai memposting menu MBG.

“Kepada Presiden Prabowo, kalau memang MBG itu tidak boleh diposting, tolong buat aturannya pak, agar kami yang tidak memposting dan menjadi korban,” ucapnya menggunakan bahasa Kampar sembari mengusap air matanya.

Kabar Kampar

Kepala Bapenda Kampar Zamhur Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD

Published

on

Kepala Bapenda Zamhur saat memimpin rapat percepatan penerimaan PAD Kabupaten Kampar.

Bekawan.com – Pemkab Kampar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menyusun kajian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MM dalam rapat Percepatan Penerimaan PAD kabupaten Kampar yang berlangsung di Aula Bapenda, Selasa (8/9/2026) siang.

“Pemkab Kampar melalui Bapenda sedang menginisiasi sebuah kajian bagaimana potensi daerah kita tergarap maksimal dan masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada, jadi kita bikin kajian itu baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah,” papar Zamhur.

Dengan kajian potensi ini, Kepala Bapenda menyebut akan ada perubahan metode dalam menentukan jumlah target PAD masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya.

“Jika selama ini kita selalu berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, jika tercapai target di tahun sebelumnya, maka tahun ini di tingkatkan, jika tidak tercapai, lalu diturunkan tergetnya, kedepan tidak seperti itu lagi. Ketika kita sudah tahu potensi pajak dan retribusi daerah, tercapai atau tidak hanya satu satu indikator, ada indikator utama yaitu potensi pajak dan retribusi daerah,” papar Zamhur didepan perwakilan OPD Penghasil PAD.

Sejumlah perwakilan OPD saat mengikuti rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Kampar.

Langkah ini, lanjut Zamhur juga akan berdampak terhadap penilaian kemampuan kepala OPD dalam memimpin instansinya. Bahwa khusus bagi OPD penghasil PAD akan sangat mudah menentukan apakah Kepala OPD tersebut berhasil atau tidak memimpin instansinya.

“Salah satunya indikatornya adalah keberhasilan merealisasikan target yang tetapkan, Bapenda Kampar juga telah memastikan bahwa saat ini target yang diberikan ke masing-masing OPD sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga apabila tercapai, itu ada prestasi bagi kepala OPD, namun jika tidak tercapai ini tentu akan ada evaluasi dari pimpinan, karena kita telah menetapkan sesuai potensi yang ada sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut masing-masing OPD juga memaparkan persentase target yang telah dicapai hingga peluang peningkatan PAD, mulai dari penyewaan Billboard di Diskominfo Kampar, Tenaga Kerja Asing (TKA) hingga memaksimalkan potensi wisata di Kawasan Danau Rusa.

Continue Reading

Kabar Kampar

Terpilih Aklamasi, Sekda Ardi Mardiansyah Pimpin Korpri Kampar

Published

on

Sekda Kampar Ardi Mardiansyah.

Bekawan.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Korpri Kabupaten Kampar periode masa sisa 2025 – 2030 dalam Muskablub Korpri Kabupaten Kampar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (2/9/2026). Ia mendapat dukungan dari seluruh unsur Korpri kecamatan, OPD serta pengurus Korpri Kabupaten Kampar setelah ketua Korpri sebelumnya Refizal mengundurkan diri.

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Ardi Mardiansyah. Ia menilai, secara ex officio Sekda memang memiliki posisi strategis dalam kepengurusan Korpri dan diyakini mampu membawa organisasi tersebut menjadi lebih aktif serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Kami yakin Pak Sekda dapat membawa Korpri bekerja secara profesional, menjadi tempat mengadu dan tempat bernaung bagi seluruh ASN dan PPPK. Rangkul semuanya, jangan ada yang merasa ditinggalkan. Mari kita besarkan rumah kita bersama ini,” tegasnya.

Ia meminta kepengurusan segera disusun dengan melibatkan seluruh unsur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja yang menyentuh kebutuhan anggota.

“Segera susun kepengurusan dan program kerja. Setelah itu kita lakukan pelantikan. Saya berharap Korpri ke depan semakin aktif, semakin besar manfaatnya dan kegiatan-kegiatannya dapat dirasakan langsung oleh anggota,” katanya.

Di balik harapannya terhadap masa depan Korpri, Ahmad Yuzar juga memberikan perhatian khusus terhadap para ASN yang memasuki masa purnabakti.

Ia mengapresiasi kepengurusan sebelumnya di bawah Ketua Korpri Refizal yang telah menghidupkan berbagai kegiatan, termasuk pemberian penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama anggota.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilanjutkan secara berkala. Sebab, setiap hari selalu ada ASN yang mengakhiri masa tugasnya setelah puluhan tahun mengabdikan diri untuk negara dan masyarakat.

“Kegiatan seperti penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama ini harus terus dilanjutkan. Bahkan kalau bisa dilakukan secara berkala, karena setiap hari ada ASN yang memasuki masa pensiun,” ujarnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Ekspos Kejari Kampar: Perkara Dugaan Manipulasi Hasil Pemeriksaan di Inspektorat hingga Lanjutan KUR BRI

Published

on

Kajari Kampar didampingi)Ara Kasi saat ekspos Kinerja Kejari Kampar.

Bekawan.com – Kepala Kejaksaan Negeri Kampar memimpin ekspos Capaian kinerja selama Tahun 2026 yang digelar Rabu (2/9/2026) sore. Sejumlah perkara diungkapkan Kajari didampingi Para Kasi di instansinya, mulai dari Perkara KUR BRI hingga perkara dugaan manipulasi hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Kampar.

“Di tahun 2026 kita lakukan 2 sprin penyidikan, pertama dugaan tindak pidana korupsi manipulasi pelaporan hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Pemkab Kampar, dan saat ini kita dalam penyelesaian perkara KUR BRI, ditahap pertama kita telah sidangkan KUR dengan terdakwa AH cs, sebagian besar sudah inkrah, dan masih ada yang upaya hukum, akan kita selesaikan,” papar Kajari.

Kajari Kampar Dwianto Prihartono, SH, MH juga memaparkan bahwa dari kasus KUR BRI, pihaknya berhasil melakukan penyelamatan sebesar Rp. 331 juta rupiah, dan uang pengganti sebanyak Rp. 190 juta rupiah.

Namun ditanya lebih jauh terkait manipulasi laporan keuangan di Inspektorat, Kajari Kampar belum berkenan menjelaskan lebih jauh, hanya menyebut dugaan manipulasi terjadi di tahun 2025.

“Mungkin sekarang, hanya itu dulu informasi yang kami berikan. itu (perkara) di tahun 2025,” ungkap Kajari.

Selain dua kasus diatas, Kajari juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dari bidang-bidang yang ada di instansinya, mulai dari legal asisten, LO maupun tindakan hukum lain sebanyak 4 kegiatan yaitu dengan Bapenda, termasuk pelayanan hukum lain, seperti layanan hukum gratis sebanyak 10 kegiatan serta 3 kegiatan MoU.

“Sedangkan untuk penyelamatan pemulihan keuangan negara sebesar sekitar Rp. 754 Juta rupiah,” papar Kajari.

Continue Reading

Trending