Connect with us

Kabar Asik

Makna Ayo Onam Dimata Bupati Ahmad Yuzar

Published

on

Bapati Ahmad Yuzar memberikan sambutan dalam kegiatan ziarah kubur Ayo Onam hari ini, Sabtu 28/3/2026).

Bekawan.com – Hari Raya Enam atau dikenal juga dengan Hari Raya Ziarah (Ayo Zora) tidak bisa lepas dari sosok Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos, MT. Dalam ingatnya sejak kecil hingga Tahun 2026 ini, tradisi ini terus diperingati setiap tanggal 7 Syawal, atau seminggu setelah Puasa Ramadhan.

“Berbicara tentang Hari raya onam, atau bahasa kita-nya Ayi Ayo Onam, ingatan kita langsung tertuju kepada Kecamatan Bangkinang lama, sebab satu-satunya di Provinsi Riau, yang saya ketahui daerah yang merayakan hari raya, setelah melaksanakan puasa 6 hari adalah di Kecamatan Bangkinang ini, dulu, Bangkinang lama terdiri atas Kecamatan Bangkinang tempat kita berada sekarang dan Kecamatan Bangkinang kota,” ungkap Bupati Kampar ke-17 ini saat membuka acara Festival Lomang Ayo Onam yang dipusatkan di depan Kantor Desa Pulau Lawas, Jumat (27/3/2026).

Anak jadi Kampar ini mengungkapkan bahwa Ayi Ayo Onam adalah tradisi, kearifan lokal dan kebiasaan baik yang diturun-temurunkan oleh nenek-moyang dari sejak dahulu, “saya kebetulan lahir di sini di kampung ini, tiga rumah jaraknya dari kantor desa ini,” ucapnya sambil nostalgia mengingat kembali kenangan masa kecil.

Lebih dalam, Bupati Ahmad Yuzar juga menjelaskan, bahwa tradisi baik ini hadir berlandaskan sebuah hadist nabi Muhammad, SAW diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshari ini berbunyi :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barang siapa berpuasa ramadhan, kemudian mengikutkannya enam hari dari bulan Syawal, maka seperti puasa satu tahun”.

“Didasari oleh hadis nabi ini, oleh orang Bangkinang dimaknai dengan enam hari puasa itu setelah bulan Ramadan secara berturut-turut, walaupun dalam hadistnya bisa dua sampai 30 syawal nantinya, tapi untuk lebih menjaga, lebih cepat dilaksanakan, makanya dilaksanakan oleh orang tua-tua kita terdahulunya bahwa puasa Sunnah 6 hari setelah bulan Ramadan itu di awal-awal syawal, kemudian dirayakan dan saya ketahui juga bahwa Hari Raya Enam ini lebih besar magnetnya untuk mengumpulkan masyarakat di Kecamatan Bangkinang,” papar Bupati.

Banyaknya orang yang merayakan Raya Enam di Kecamatan Bangkinang, telah menjadi sebuah acara yang dinanti banyak orang, tidak hanya bagi masyarakat tempatan tapi juga menjadi event menarik bagi warga diluar Kampar.

“Uniknya tradisi Ayo Onam dan karena ini merupakan wadah tempat mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar yang juga membawahi urusan kebudayaan jeli melihat ini, kemudian menjadikan Ayo Onam masuk kalender pariwisata, sehingga nantinya kebiasaan baik ini lestari untuk generasi penerus kita untuk masa-masa yang akan datang,” tambah Bupati Ahmad Yuzar.

Mantan Birokrat Kampar yang meniti karir dari bawah hingga menapaki puncak karir sebagai Sekda dan lanjut jadi Bupati ini juga menjelaskan bahwa, tradisi Ayo onam merupakan wadah yang luar biasa untuk mengumpulkan masyarakat terutama masyarakat Bangkinang yang merantau ke daerah lain, “jadi mungkin pada hari raya Idul Fitri mereka tidak pulang kampung tetapi pada Hari Raya Enam ini mereka pulang kampung, maka wajarlah pada saat Hari Raya Enam ini masyarakat kecamatan Bangkinang ini berkumpul bersilaturahmi sambil menziarahi makam leluhur mereka dari satu pemakaman umum ke pemakaman umum lainnya, lalu ditutup dengan makan bajambau (makan bersama,red),” pungkas Bupati Ahmad Yuzar.

Kabar Asik

Terapkan Penghematan Energi, Bupati Pimpin Gerakan Bersepeda Tiap Jumat

Published

on

Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar memimpin gerakan bersepeda setiap hari jumat, seperti yang terlihat tadi pagi, Bupati didampingi Pj. Sekda Ardi Mardiansyah, Kepala BPBD Azwan dan sejumlah pejabat lainnya terlihat melakukan monitoring penerapan Penghematan Energi dan WFH ke sejumlah dinas.

Bupati memeriksa, satu persatu ruangan yang tidak dipakai karena penerapan WFH, mulai dari lampu hingga pendingin ruangan, sembari menyapa sejumlah pegawai yang kebersihan maupun yang melaksanakan gotong-royong seperti di kantor Inspektorat.

Dalam sidak tersebut, Bupati menekankan pentingnya mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, mengoptimalkan pencahayaan alami, serta memastikan penggunaan perangkat elektronik sesuai kebutuhan kerja.

“Kita ingin memastikan bahwa seluruh OPD benar-benar menerapkan prinsip hemat energi. Ini bukan hanya soal penghematan anggaran, tetapi juga bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan,” tambahnya.

Para Kepala Dinas menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Kegiatan ini diawali dengan titik kumpul di Rumah kediaman Bupati, Jumat (10/4/2026) kemudian rombongan bergerak bersama menuju sejumlah kantor OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Dengan penuh semangat kebersamaan, Bupati Kampar tampak memimpin langsung rombongan menggunakan sepeda, diikuti para Kepala Dinas yang turut menggunakan sepeda maupun sepeda motor.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kampar menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya nyata pemerintah daerah dalam mendukung transformasi sistem kerja berbasis Work From Home (WFH) yang lebih fleksibel, efisien, dan ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun budaya kerja yang sehat, hemat energi, serta meningkatkan kedisiplinan ASN dalam memanfaatkan sumber daya secara bijak,” ujar Bupati.

Continue Reading

Kabar Asik

Tumi Lompok Ayam Hadir di Festival Kreatif Lipatkain 

Published

on

Bekawan.com – Kuliner tradisional khas Kampar Kiri, yakni Tumi Lompok Ayam Kacau dan Sambal Kacau hadir di Festival Kreatif Lipatkain 2026, di halaman Kantor Lurah Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Rabu (8/4/2026).

Kedua hidangan ini dikenal sebagai menu khas yang biasa disajikan dalam jamuan penting dan acara adat di wilayah Kampar Kiri. Bahkan Tumi Lompok Ayam berhasil masuk nominasi Makanan Tradisional di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2023 lalu.

Lomba yang diikuti oleh sepuluh peserta ini menghadirkan cita rasa autentik khas daerah yang sarat dengan kekayaan rempah lokal. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengolah bahan-bahan tradisional menjadi sajian yang menggugah selera.

Salah satu juri, Ocu Musa, yang merupakan utusan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar sekaligus owner kuliner khas Kampar Sup Ubi Acu Musa, mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas masakan para peserta.

“Kami melihat hasil masakan dari seluruh peserta sangat luar biasa. Selain penyajiannya menarik, cita rasanya juga sangat lezat,” ujar Ocu Musa usai melakukan penilaian.

Ia juga menambahkan bahwa keunikan dari masakan yang dilombakan terletak pada penggunaan bahan-bahan alami tanpa tambahan penyedap buatan.

“Seluruh peserta menggunakan rempah dan bumbu asli tanpa bahan penyedap. Ini yang membuat cita rasanya benar-benar khas dan otentik,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting dalam menjaga keaslian kuliner tradisional sekaligus mengedukasi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai masakan daerah.

“Inilah tujuan kita melaksanakan lomba ini, bagaimana kita kembali pada cita rasa asli Kampar, khususnya Kampar Kiri,” tutup Ocu Musa.

Melalui kegiatan ini, Ocu Musa berharap kuliner tradisional seperti Tumi Lompok Ayam Kacau dan Sambal Kacau tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat di Kabupaten Kampar.

Continue Reading

Kabar Asik

Pacu Sampan Puga, Perkenalkan Potensi Daerah Kawasan WFC Bangkinang

Published

on

Kawasan Waterfront City Bangkinang.

Bekawan.com – Gelaran Pacu Sampan di Kampuong Godang Desa Pulau Lawas Kecamatan Bangkinang menjadi daya tarik wisata dan memperkenalkan potensi daerah khususnya di Kawasan Water Front City Bangkinang.

Hal itu diungkapkan Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat melepas start lomba pacu sampan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kabupaten Kampar tahun 2026, Sabtu (4/4/2026).

“Selain sebagai ajang kompetisi, lomba pacu sampan ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat serta memperkenalkan potensi daerah, khususnya kawasan Water Front City Bangkinang,” ungkap Bupati.

Dengan digelarnya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah terus tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Kampar, seiring dengan peringatan HUT ke-76 yang menjadi momentum refleksi dan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik.

Kemeriahan acara tampak dari antusiasme masyarakat yang memadati lokasi perlombaan untuk menyaksikan secara langsung jalannya lomba. Sebanyak 25 tim mengikuti perlombaan, Sorak sorai penonton menambah semangat para peserta yang berlaga di atas aliran sungai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj sekda Kampar, Ardi Mardiansyah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat Bangkinang, serta kepala desa Pulau Lawas, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan acara.

Continue Reading

Trending