Connect with us

Kabar Kampar

Kepala Perpustakaan Terima Buku Profil Kwarcab Kampar

Published

on

Bekawan.com – Kepala Perpustakaan Kampar, Mahadi menerima buku Profil Kwarcab Kampar berjudul “Kembalikan Kejayaan Pramuka Kampar” yang ditulis Netty Mindrayani di ruang kerjanya, Senin (2/8/2021).

Usai menerima buku, Mahadi menyampaikan rasa terima kasih karena mendapat sumbangan buku langsung dari penulisnya, “kami mengucapkan terima kasih atas sumbangan buku ini, mudah-mudahan memberi informasi dan manfaat kepada pembaca,  karena ini menyangkut ilmu pengetahuan tentang kepramukaan di Kampar,”  ungkap Mahadi.

Mantan Kadishub Kampar mengungkapkan keberadaan buku tentang dunia Pramuka Kampar akan menambahkan jumlah koleksi bacaan di Perpustakaan Kampar, “saat ini ada 92 ribu eksemplar jumlah buku dengan 19 ribu judul yang dbeli dengan dana APBD Kampar dan DAK yang ada di Perpustakaan Kampar. Selain itu ada juga sumbangan buku sari komunitas lain pecinta buku,” jelasnya.

Sementara itu, Sang Penulis Netty Mindrayani menjelaskan dalam bukunya juga menjabarkan tentang sejarah Pramuka sampai pada seluruh kegiatan dan perjalanan Gerakan Pramuka Kampar yang telah dilaksanakan oleh pengurus Kwarcab Kampar selama tahun 2011-2016 semasa kepemimpinan Hj. Eva Yuliana yang saat ini adalah Anggota DPRD Provinsi Riau.

“Ketika itu saya sebagai Wakil Ketua Abdi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat di Kwarcab yang baru bergabung pada 2014 sebagai pengganti antar waktu pejabat sebelumnya,” kata Netty.

Dewan Penasehat PWI Kampar ini menyebutkan bahwa buku yang ia tulis merupakan buah rangkuman kisah selama 50 tahun berdirinya pramuka Kampar, “selama ini belum ada yang mendokumentasikan kegiatan pramuka dalam bentuk buku seperti ini, maka sayang jika cerita kisah perjuangan sesepuh Pramuka Kampar tidak dituliskan sebagai cerita buat generasi penerus untuk diketahui masa-masa kejayaan pramuka ketika itu,” papar Netty.

Netty juga menjelaskan, bahwa bukunya berisi wawancara langsung dengan  sejumlah sesepuh pramuka yang saat ini sudah meninggal dunia seperti Alm. Kak Usman Husein, Alm. Kak Azwar, Alm. Kak Nasrul, Alm. Kak Nelly T dan Alm. Kak M. Zen yang belum lama meninggal.

“Kak Abbas Bay hanya dimintai keterangan dari pihak keluarga karena lebih dahulu wafat sebelum buku ditulis. Termasuk wawancara dengan Kakwarda Riau saat ini, Kak Azaly Johan dan sesepuh lainnya seperti Kak Maka Hamid, Kak Ismail Husein,” tambah Netty.

Netty mengaku beruntung karena buku ini telah lama dicetak sebelum para sesepuh Pramuka Kampar satu persatu tiada, jika tidak, maka tidak akan didapatkan informasi langsung dari mereka dan tidak bisa dituliskan kisah perjuangan mereka itu.

“Meski terlambat diserahkan, namun mudah-mudahan ini memberikan manfaat kepada pembaca yang membutuhkan informasi tentang gerakan Pramuka Kampar,” pungkas Netty.

Continue Reading

Kabar Kampar

Realisasi Pajak Daerah Kampar Meningkat Tajam Tahun 2025

Published

on

Aplikasi SAPA HATI jadi andalan terbaru Bapenda Kampar dalam meningkatkan PAD dari sektor Pajak.

Bekawan.com – Realisasi pajak daerah Kabupaten Kampar meningkat drastis di tahun 2025, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, peningkatannya mencapai 102, 95 persen. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kampar Zamhur, ST, MM melalui Kabid Pendataan dan Pendaftaran Zamzul Azmi, SE, MM saat dijumpai diruang kerjanya, Rabu (22/4/2026).

“Tahun 2021 realisasi hasil pajak daerah diangka Rp.146,1 Miliar, di tahun 2022 Rp.142,3 Miliar, tahun 2023 Rp.153,8 Miliar, tahun 2024 Rp.155,2 Miliar, sedangkan di tahun 2025 mencapai 303,6 Miliar rupiah,” ungkap Zamzul.

Ia mengakui bahwa terdapat realisasi peningkatan penerimaan pada beberapa jenis penerimaan, serta ada penurunan disisi lainnya, baginya penurunan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Bapenda dalam mengoptimalkan penerimaan di tahun berikutnya.

“Sesuai arahan Pimpinan, beliau selalu menyampaikan agar intens dan optimal dalam tata kelola pemungutan pajak daerah, karena merupakan salah satu ruang fiskal dalam menunjang penerimaan daerah untuk menunjang kegiatan pembangunan di Kabupaten Kampar,” jelas Zamzul.

Kabid Zamzul Azmi.

Untuk itu, lanjutnya Bapenda Kampar terus berupaya melakukan tugasnya secara optimal sesuai dengan sumber daya yang ada dalam tata kelola pemungutan pajak daerah, “barangkali ada potensi yang belum optimal, maka akan terus dimaksimalkan, melalui seluruh bidang maupun bersinergi dengan OPD pengelola PAD dalam rangka pemungutan pajak dan retribusi daerah.

Ia juga memaparkan, pemungutan objek pajak tentu berdasarkan aturan yang berlaku tidak bisa dilakukan tanpa ada aturan yang jelas, “seperti di tahun 2021 dan 2022, ada sektor hiburan, yakni wahana air maupun Water Park yang belum bisa dilakukan pemungutan, berdasarkan informasi yang kami dapat dari pihak Kementerian Keuangan RI di tahun 2021 bulan Januari melalui teleconference yang menyebutkan bahwa wahana air dan Water Park tidak termasuk objek hiburan, sehingga tidak dilakukan pemungutan,” jelasnya.

Setelah terbitnya UU No. 1 Tahun 2022, barulah Wahana air maupun Water Park masuk kategori Pajak Hiburan, sekarang namanya Pajak Barang Jasa tertentu, didalamnya ada sektor makanan dan minuman (dulu restoran,red), perhotelan, parkir, tenaga listrik dan hiburan (Wahana air maupun water park masuk di hiburan,red).

Setelah adanya aturan yang jelas, penerimaan daerah dari sektor pajak hiburan selalu mengalami peningkatan di Kabupaten Kampar, dari 2024 diangka Rp. 495.020.562 meningkat menjadi Rp. 578.065.159 di tahun 2025.

Ia juga menegaskan bahwa Bapenda Kampar selalu menjadikan kritikan dan masukan sebagai pelecut semangat dalam mengoptimalkan dan menggali potensi pajak, “semua upaya terus dilakukan Pemda melalui Bapenda mulai dari intensifikasi, ekstensifikasi, sosialisasi sesuai regulasi dan uji petik ke masing masing objek pajak yang ada di Kabupaten Kampar, termasuk memudahkan para wajib pajak dalam mengurus kewajiban perpajakan, termasuk membentuk 5 UPT Bapenda yang tersebar di wilayah Kampar.

“Dengan keberadaan UPT Bapenda ini, maka dapat memperpendek jarak, dan mempermudah wajib pajak untuk tidak harus datang ke kantor Bapenda di Bangkinang, namun cukup melalui UPT Bapenda yang ada masing-masing wilayah UPT. Kemudian kemudahan lainnya dengan adanya aplikasi “SAPA HATI” yang merupakan program inovasi dari Kepala Bapenda Kampar, Bapak Zamhur untuk mendukung dan menunjang kemudahan pelayanan pajak daerah di Kabupaten Kampar” pungkasnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Jadi Narsum Dialog Hari Kartini, Ini yang Disampaikan Wabup Misharti 

Published

on

Bekawan.com – Mengangkat tema “Semangat Kartini Inspirasi Lintas Generasi”, Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menjadi Narasumber di acara dialog interaktif di luar studio dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun 2026.

Acara tersebut terselenggara berkat kerja sama antara Radio Republik Indonesia (RRI) dan Universitas Pahlawan Bangkinang, Selasa (21/4/2026) pagi ini dilaksanakan di kampus Universitas Pahlawan (UP) Bangkinang dan dihadiri oleh mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum.

Dalam dialog tersebut, Misharti menekankan bahwa perempuan masa kini memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi di berbagai bidang. Menurutnya, perempuan dapat memainkan peran sesuai dengan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki.

“Zaman sekarang, bagaimana kita sebagai wanita memainkan peran sesuai dengan talenta dan kesukaan kita. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkarya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa perempuan memiliki tanggung jawab ganda yang tidak ringan. Selain berkiprah di ranah publik, perempuan juga memiliki peran penting dalam keluarga.

“Seorang perempuan adalah ibu bagi anak-anaknya dan istri bagi suaminya. Peran ini harus dijalankan dengan seimbang, sehingga perempuan mampu menjadi inspirasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tambahnya.

Dialog interaktif ini diharapkan mampu menjadi wadah berbagi inspirasi serta memperkuat semangat perjuangan Kartini bagi generasi muda, khususnya perempuan, agar terus berdaya, mandiri, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.

Continue Reading

Kabar Kampar

Gandeng BPKP Demi Optimalkan PAD dan Perbaikan Tata Kelola Keuangan Daerah 

Published

on

Bekawan.com – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menggelar pertemuan strategis dengan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau, Dr. Evenri Sihombing, beserta jajaran di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Kampar, Selasa (21/4/2026).

Audiensi ini dilakukan guna membahas percepatan Tindak Lanjut Laporan Eksekutif Daerah serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kampar.

Dalam arahannya, Ahmad Yuzar menekankan bahwa kehadiran BPKP sangat krusial sebagai mitra pengawasan demi menjamin tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. “Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi laporan eksekutif agar administrasi daerah semakin akuntabel,” tegasnya di hadapan jajaran kepala dinas.

Selain perbaikan administrasi, fokus utama pertemuan tersebut adalah penggalian potensi PAD. Ahmad Yuzar menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk melakukan inovasi dalam memungut pajak dan retribusi daerah secara efektif dan efisien.

Kepala BPKP Riau, Dr. Evenri Sihombing, menyambut baik langkah proaktif Pemkab Kampar. Ia menyatakan kesiapan BPKP dalam memberikan asistensi dan pengawalan agar target peningkatan PAD dapat tercapai tanpa menabrak regulasi yang berlaku.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat teras Pemkab Kampar, mulai dari Asisten II, Inspektur, hingga 22 kepala dinas beserta perwakilannya dan badan terkait, termasuk Kepala BAPPEDA, BPKAD, BAPENDA. Kehadiran seluruh elemen pimpinan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kampar dalam membenahi sektor keuangan dan pembangunan daerah secara menyeluruh untuk masa sekarang dan mendatang.

Diakhir arahan Bupati mengingat kembali kepada seluruh kepala OPD “Saya ingatkan kembali kepada seluruh Kepala OPD, tujuan kita meningkatkan PAD dan memperbaiki laporan daerah ini hanya satu yakni, agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat. Jika pendapatan daerah sehat, kita punya ruang lebih luas untuk membangun infrastruktur, meningkatkan fasilitas kesehatan, dan memperbaiki pendidikan,” pungkas Bupati Ahmad Yuzar.

Continue Reading

Trending