Connect with us

Kabar

Kades Petapahan Serahkan Dokumen Usulan Hutan Adat Imbo Putui

Published

on

Bekawan.com  -Kepala Desa Petapahan Said Aidil Usman, SE menyerahkan dokumen usulan registrasi hutan adat Imbo Putui di kenegerian Petapahan Kecamatan Tapung kepada Bupati Kampar H. Azis Zaenal, Kamis  (13 September 2018) pagi.

Penyerahan dokumen ini langsung dilaksanakan di kawasan jantung Imbo Putui yang disaksikan Ninik Mamak kenegerian Petapahan, Kadis DLH Kampar Cokroaminoto, Camat Tapung, Dinas Kehutanan, Kapolsek Tapung Kompol Indra Rusdi, Kades se Tapung serta undangan lainnya.

Dalam keterangannya Bupati Azis mengaku bahagia dan gembira karena masih dapat melihat hutan yang masih terjaga dan utuh dan  masih dapat merasakan segarnya udara di hutan yang asri dan ditumbuhi pohon besar nan subur.

“Hal ini karena masih adanya diantara kita yang peduli akan kelestarian hutan, dan Kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada ninik mamak, tokoh masyarakat, pemuda, maupun lembaga yang sangat peduli terhadap tetap lestarinya hutan adat, masyarakat adat dan hukum adat dinegeri kita ini,” ungkap Azis Zaenal.

Sementara itu, Kades Petapahan Said Aidil Usman berharap agar hutan adat ini tidak disentuh tangan – tangan jahat yang ingin menguasai hutan yang sebagai mana menjadi paru – paru untuk menyaring udara yang akan diwariskan untuk generasi dimasa yang akan datang.

“Kalau tanaman Sawit menyerap air yang berada di sekitarnya, namun kalau kita bisa memelihara serta menjaga hutan untuk kelangsungan kehidupan dan membawa nama kabupaten Kampar ke tingkat nasional hingga internasional,” terang Kades yang akrab disapa SAU ini.

Dirinya juga mengajak semua pihak khususnya generasi muda untuk menjaga kelestarian hutan adat yang telah diwariskan nenek moyang terdahulu. Sementara itu Ninik Mamak dari Kenegarian Petapahan H. Yusran menyampaikan, penyerahan hutan adat Imbo Putui Desa petapahan seluas 270 Ha.

“Kita berkumpul di tengah hutan Imbo Putui yang awalnya terputus-putus namun berkat keinginan anak kemanakan dalam menyisip sehingga telah menjadi satu seperti yang kita lihat sekarang ini, kita berharap dengan adanya penetapan oleh Pemerintah RI nanti maka makin terjamin kelestarian Hutan adat di Kenegerian Petapahan ini,” ucapnya.

Tokoh masyarakat, Khalil pada kesempatan yang sama menyampaikan hutan adat dan sudah berumur lebih dari 1000 tahun dari para leluhur, mereka memelihara hutan secara adat sehingga dapat terjaga sampai saat ini.

“Masyarakatlah yang menjaganya, jika ada yang mengambil kayu lebih dari 20 meter akan dikenai denda  200 sak semen,” tutur Kholil.

Dalam acara tersebut juga diserahkan 3 dokumen hutan adat lainnya yakni dari Ninik Mamak Kenegerian Batu Sanggan, Kenegerian Gajah Betalut dan Kenegerian Kuok.

  • Bupati Kampar. H. Azis Zaenal, SH, MM menerima dokumen Hutan Adat.

  • Kepala Desa Petapahan Said Aidil Usman bersama Bupati Azis Zaenal.

  • Bupati Kampar foto bersama Ninik mamak dan Kades usai penyerahan dokumen Hutan Adat.

  • Bupati dan rombongan didampingi pemuka adat menuju jantung Imbo Putui.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar

Stadion Utama Riau berbenah sambut Piala Dunia U20

Published

on

ilustrasi (id.wikipedia.org)

Bekawan.com -Stadion Utama Riau merupakan sebuah arena lapangan sepak bola bertaraf Internasional. Stadion itu dibangun menelan dana Rp1, 8 triliun. Pengerjaan stadion megah yang berdiri di kawasan Panam itu dilakukan sejak tahun 2009 dan rampung pada 2012.

Dalam persiapan menjadi salah satu stadion yang di percaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2021, Pemerintahan Provinsi Riau mulai melakukan perbaikan-perbaikan, di mulai dari renovasi Gerbang Stadion Utama Riau yang sudah berlangsung sekitar 1 bulan terakhir ini, Sabtu 7 Desember 2019.

Pekerja proyek perbaikan Gapura Stadion Utama Riau.

“Pengerjaan gapura ini belum di ketahui kapan rampungnya, namun kami memiliki waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya,” ungkap Baba Pengawas lapangan proyek tersebut, Sabtu (7/12/2019).

Sebelumnya  FIFA telah menetapkan 6 stadion dari 10 stadion yang telah disiapkan sebagai venue pertandingan Piala Dunia U-20 tahun 2021. Keenam stadion adalah Stadion GBK Jakarta, Stadion Pakansari, Stadion Patriot Candrabhaga, Stadion Wibawa Mukti, Stadion Sijalak Harupat, dan Stadion Bandung Lautan Api.

Gapura Stadion Utama Riau dari kejauhan.

Keenam stadion tersebut dipilih FIFA karena memiliki lima stadion pendamping sebagai tempat latihan tim dari berbagai negara peserta Piala Dunia U-20. (Aldi Irpan).

Continue Reading

Kabar Kampar

Kejari Kampar Musnahkan Narkoba, HP hingga Pupuk Subsidi

Published

on

Bekawan com – Kejaksaan Negeri Kampar menggelar pemusnahan barang bukti tindak pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inchracht) di depan Kantor Kejari Kampar, Kamis (5/12/2019).

Kasi Barang Bukti yang juga Ketua Tim Pemusnahan BB Sri Madona SH, MH mengungkapkan dari perkara narkotika, jenis Barang Bukti (BB) yang dimusnahkan diantara ganja, sabu, ekstasi yang merupakan BB dari 77 perkara dari Juli hingga Oktober 2019.

“Selain 77 perkara narkotika, juga dimusnahkan BB 18 tindak pidana umum lainnya, seperti pencurian dan judi, BB narkoba kita akan musnahkan dengan cara di blender, sedangkan kartu remi, domino dan juga sejumlah Hp kita musnahkan dengan cara dibakar, ada juga bahan bukti pupuk kita musnahkan dengan cara di timbun,” ungkap Dona.

Kajari dan tamu undangan menyaksikan BB yang akan dimusnahkan.

Sementara itu, Kajari Kampar Suhendri SH, MH menyebut bahwa pemusnahan barang bukti merupakan kewajiban seorang jaksa di setiap kejaksaan, Suhendri juga menyebut bahwa BB yang dimusnahkan Kejari merupakan penyisihan BB yang ada dari kepolisian.

“Seorang jaksa setelah menerima kasus perkara (P16) dimulailah kewajiban menyelesaikan sebuah kasus sampai Inkrah, tapi persoalan tidak sampai hakim mengetuk palu, tapi sampai pemusnahan Barang Bukti,” ungkap Suhendri.

Pemusnahan pupuk subsidi.

Kasi Pidum Kejari Kampar Sabar Gunawan SH, MH mengulas Pupuk Poska NPK yang dimusnahkan merupakan Pupuk subsidi dari Sumbar yang mau dijual di wilayah Kampar.

Berdasarkan pantauan dilapangan, tampak hadir dalam pemusnahan BB tersebut Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Drs. Ali Sabri, Perwakilan Kapolres Kampar, BNK, dan tokoh masyarakat yang juga Ketua Baznas Kampar Buya Basri Rasyid.

Continue Reading

Kabar Kampar

Korban Harimau di Kampar Hoax

Published

on

gambar ilustrasi (sumber: Imgflip.com)

Bekawan.com – Media sosial dihebohkan dengan kabar ada korban jiwa yang meninggal dunia akibat diserang oleh harimau sumatera, Rabu (4/12/2019) tak pelak, kabar tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya di wilayah Desa Karya Indah.

Padahal berdasarkan keterangan dari Sekdes Karya Indah M. Noer bahwa berita yang beredar tentang adanya korban jiwa akibat serangan Harimau Sumatera tersebut di wilayah Desa Karya Indah adalah Hoax atau tidak benar adanya.

Kapolsek Tapung Kompol Sumarno saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan yang diduga jejak telapak kaki hewan jenis Harimau Sumatera itu, namun untuk korban hingga saat ini tidak ada.

Kompol Sumarno juga mengimbau warga di daerah sekitar penemuan jejak ini untuk waspada agar tidak menjadi korban dari hewan buas tersebut, pihak BKSDA saat ini masih melakukan pencarian.

“Kepada masyarakat juga dihimbau untuk tidak memposting berita hoax tentang adanya korban yang dikaitkan dengan penemuan jejak hewan ini, yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya jejak kaki yang diduga sebagai jejak Harimau Sumatera ini ditemukan pada hari Minggu (1/12/2019) sekira pukul 20.00 Wib, di Jalan Perumahan BSD (Bumi Sibam Damai) RT 14 RW 09 Dusun I Desa Karya Indah Kecamatan Tapung.

Jejak Kaki diduga Harimau Sumatera.

Penemuan ini pertama kali oleh Ketua RT setempat Sapriadi, kemudian Sapriadi menghubungi Sekdes Karya Indah M. Noer dan Babhinkamtibmas Desa Karya Indah Brigadir Wilyan Fantri.

Selanjutnya bersama warga yang lain mereka datang ke lokasi melihat penemuan jejak telapak kaki hewan tersebut dan melakukan penelusuran, namun hewan yang diduga Harimau Sumatera tersebut tidak ditemukan.

Kemudian pada hari Selasa (3/12/2019) sekira pukul 07.00 wib, kembali ditemukan oleh warga Lukman Hakim jejak Telapak Kaki yang diduga dari hewan yang sama di Jalan Rajawali km 09 Rt 10 Rw 01 Dusun II Desa Karya Indah.

Atas informasi tersebut Sekdes Karya Indah M. Noer langsung menghubungi Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau.

Sekitar satu jam kemudian sekira pukul 08.00 wib, Tim dari BKSDA Provinsi Riau Ujang Holisudin bersama Babhinkamtibmas tiba di Desa Karya Indah dengan membawa alat Camera Drone.

Kemudian bersama masyarakat Tim BKSDA melakukan pencarian dan penelusuran di sekitar Jalan Rajawali Desa Karya Indah namun hewan yang diduga Harimau Sumatera itu tidak ditemukan juga.

.

Continue Reading

Trending