Connect with us

Hiburan

Benda Tanpa Bayang, Bukti Muara Takus Pusat Kerajaan Sriwijaya?

Published

on

Bekawan.com -Juru Pandu Situs Budaya Candi Muara Takus Suhaimi Zen menilai saat ini banyak sejarah tentang Candi Muara Takus yang simpang siur bahkan sengaja dibelokkan kebenarannya, Salah satunya tentang masih diperdebatkannya pusat kerajaan Sriwijaya antara Candi Muara Takus di Kampar, Candi Muaro Jambi dan di Palembang.

Menurutnya, Candi Muara Takus merupakan Pusat Kerajaan Sriwijaya, berdasarkan petunjuk dari Seorang Biksu Tiongkok I-Tsing dalam bukunya Nanhai.

Dalam buku tersebut I-tsing atau Yi jing mengatakan,
pada pertengahan bulan 8 dan pertengahan musim semi (bulan dua), lempeng jam (bayangan tiang) tidak berbayang. Seseorang yang berdiri di tengah hari tidak berbayang (tidak ada bayangannya,red). Matahari tepat di atas kepala 2 kali dalam setahun.

“Saya berani mengatakan begini karena saya sudah membuktikannya sendiri, saya mengikiti petunjuk I-Tsing yang merupakan seorang biksu tiongkok yang mengemukan tentang letak pusat kerajaan Sriwijaya,” ungkap Pria yang akrab di Sapa Ongku Imi ini, Jumat (1/6/2019).

Tiang papan pemberitahuan di Kompleks Candi Muara Takus tak memantulkan bayangan.

Untuk membuktikan kepada Dunia bahwa Candi Muara Takus merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya, Suhaimi mempunyai agenda melakukan aksi 1000 tongkat untuk membuktikan bahwa tempat yang dimaksud I-Tsing dalam bukunya itu adalah memang benar Candi Muara Takus yang berjarak kurang lebih 135 KM dari kota Pekanbaru, Riau.

“Saya sudah melakukannya pada bulan 2 kemaren dan hasilnya positif, dan saya juga menghimbau masyarakat yang masih meragukan Candi Muara Takus (sebagai pusat kerajaan Sriwijaya,red) untuk bisa ikut dalam aksi 1000 tongkat ini, untuk sama-sama memastikan hal ini,” bebernya.

Tiang bendera yang berada di kompleks Candi Muara Takus juga tidak memantulkan bayangan.

Untuk membuktikan apa yang ia kemukakan, Ongku Imi menantang siapapun untuk berdebat tentang sejarah Candi Muara Takus sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya.

“Saya menantang semua kalangan untuk berdebat mengenai sejarah Candi Muara Takus, Meski saya bukan orang yang bergelar tapi saya siap jika ada yang bersedia berdebat dengan saya,” tegasnya. (Aldi Irpan)

Continue Reading

Hiburan

Ayo Dukung Bujang Dzikri dan Dara Nurwinda diajang Bujang Dara Riau 2019

Published

on

Bekawan.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar mengajak Masyarakat Kabupaten Kampar untuk mendukung Bujang Dzikri Armansyah dan Dara Nurwinda yang  yang tengah mengikuti Bujang Dara Riau 2019.

Ajakan ini disampaikan Kadisparbud Kampar Zulia Darma melalui akun Instagram @disparbudkampar. Bujang Dzikri dan Dara Nurwinda merupakan pemenang Bujang Dara Kampar 2019.

Bujang Dzikri Armansyah.

“Kepada seluruh masyarakat riau dan Khususnya masyarakat  Kampar dukung Bujang Dzikry dan Dara nurwinda di Pemilihan Bujang Dara Riau 2019. Dengan cara follow akun instagram budar riau, like dan share foto no.7 dan 8. Atau Kirim Sms Ketik ketik BUDAR B7 Kirim ke 3937 untuk Bujang Dzikry & ketik BUDAR D8 Kirim ke 3937 Untuk Dara Nurwinda,” ungkap Kadis.

Dara Nurwinda.

Sementara itu Kabid Promosi Pariwisata Nur Azman menyebut dukungan Warga Kampar sangat dibutuhkan agar wakil Kampar tersebut bisa meraih Bujang Dara Riau 2019.

“Dukungannya hingga besok malam pukul 20.00 Wib, Jumat 9 Agustus, sebelum Grand Final Bujang Dara Riau yang akan digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru,” ungkapnya Kamis (8/8/2019) siang.


#Pesonaindonesia
#Kampartheuniqueplace
#BujangdaraKampar
#BujangdaraRiau
#PemilihanbujangdaraRiau2019

Continue Reading

Hiburan

Bahaya Dibalik Aplikasi FaceApp #AgeChallenge

Published

on

Aktris Dian Sastro ikut demam #AgeChallenge, namun terlihat cantik meski sudah menua.

Bekawan.com -Jagat dunia maya kembali heboh dengan tantangan #AgeChallenge, laman media sosial seperti Facebook dan Instagram dihiasi foto wajah yang sudah menua berkat aplikasi FaceApp.

Bagi anda yang sudah mengikuti atau bahkan yang ingin mencoba, harus lebih berhati-hati lagi menggunakan aplikasi “pengubah wajah” ini, karena ternyata Aplikasi FaceApp bisa saja menyebarkan, menyimpan bahkan menjual foto anda untuk tujuan komersil meski foto tersebut sudah anda hapus.

Penyanyi Indonesia Agnes Mo juga ikutan #AgeChallenge tetap cantik ya..

Seperti dikutip dari Kompas com, kemungkinan itu tertuang dalam bagian persetujuan dan ketentuan pemakaian dari aplikasi FaceApp. Bagian tersebut biasanya memang jarang dibaca karena kebanyakan pengguna cenderung buru-buru menekan tombol agree.

Di sini, tepatnya di bagian ketentuan user content, FaceApp mengatakan, “Anda memiliki semua hak konten. Selanjutnya FaceApp tidak mengklaim kepemilikan atas konten pengguna yang diposting melalui layanan.”
Kalimat tersebut memang terdengar seolah melindungi konten-konten milik pengguna. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kalimat “Kecuali untuk lisensi yang Anda berikan di bawah ini” yang tertulis pada awal ketentuan.

Pada bagian selanjutnya, FaceApp menjelaskan bahwa lisensi yang dimaksud tak lain berupa lisensi penuh dan tidak dapat dibatalkan. 

So.., lebih hati-hati lagi ya kawan menggunakan aplikasi apapun, baca baik-baik ketentuannya agar diri kawan tidak dirugikan..

Continue Reading

Hiburan

Dituding Tak Miliki Izin, Pengelola DeKotoz : Kami Sudah Urus Sejak 2017

Published

on

Ilustrasi/MediaIndonesia.com.

Bekawan.com – Keberadaan Villa deKotoz yang tidak jauh dari Danau PLTA Koto Panjang, sekitar 500 meter dari jalan lintas Riau – Sumbar tepatnya di Kelurahan Batu Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar, akhir – akhir ini menjadi perbincangan hangat.

Salah satu sudut deKotoz Villa.

Tak hanya keindahan yang disuguhkan DeKotoz yang menjadi pembicaraan hangat, status izin Villa juga dipertanyakan, karena diduga tidak berizin.

Menanggapi informasi tersebut, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Zulia Dharma menjelaskan saat ini proses perizinannya tengah diproses dan berada di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kampar.

“Villa deKotoz saat ini perizinannya tengah diproses dan sudah berada di Dinas PM-PTSP dan semua persyaratan sudah lengkap,” ungkap, Kamis (11/7/2019).

Sementara itu, Pengelola DeKotoz I Wayan Widiarsika menyebut kepengurusan perizinan ini sudah dilakukan sejak awal 2017 lalu.

“Namun surat-surat kita direvisi terus, ada aja yang salah, padahal proses perijinan itu kita udah mulai 2017 silam, ditambah lagi karena salah orang yang ngurus makanya mentok dan kita ganti,” ungkapnya.

Ia juga menyebut izin dari RT/RW Lurah, Camat, BPN, PUPR dan DLH semuanya sudah lengkap dan statusnya sekarang di DPM-PTSP Kampar, “ini memang memakan waktu lama karena satu – satu mesti kita runut, kita sudah mulai sekitar 6 bulan lalu,” ujarnya.

Lebih lanjut Wayan menjelaskan bahwa Villa ini didesain bukan untuk umum melainkan untuk pribadi, “kalau pun ada yang mau masuk harus rombongan bukan sendiri – sendiri alias by request dan inipun sudah direservasi jauh – jauh hari,” terang Wayan.

Ia juga menjelaskan bahwa status areal tempat dibangunnya villa ini adalah APL (Areal Pengunaan Lain) dan bukan hutan lindung serta status tanahnya pun milik pribadi, “makanya surat rekomendasi dari BPN, PUPR dan DLH bisa keluar,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending