Connect with us

Hiburan

Bahaya Dibalik Aplikasi FaceApp #AgeChallenge

Published

on

Aktris Dian Sastro ikut demam #AgeChallenge, namun terlihat cantik meski sudah menua.

Bekawan.com -Jagat dunia maya kembali heboh dengan tantangan #AgeChallenge, laman media sosial seperti Facebook dan Instagram dihiasi foto wajah yang sudah menua berkat aplikasi FaceApp.

Bagi anda yang sudah mengikuti atau bahkan yang ingin mencoba, harus lebih berhati-hati lagi menggunakan aplikasi “pengubah wajah” ini, karena ternyata Aplikasi FaceApp bisa saja menyebarkan, menyimpan bahkan menjual foto anda untuk tujuan komersil meski foto tersebut sudah anda hapus.

Penyanyi Indonesia Agnes Mo juga ikutan #AgeChallenge tetap cantik ya..

Seperti dikutip dari Kompas com, kemungkinan itu tertuang dalam bagian persetujuan dan ketentuan pemakaian dari aplikasi FaceApp. Bagian tersebut biasanya memang jarang dibaca karena kebanyakan pengguna cenderung buru-buru menekan tombol agree.

Di sini, tepatnya di bagian ketentuan user content, FaceApp mengatakan, “Anda memiliki semua hak konten. Selanjutnya FaceApp tidak mengklaim kepemilikan atas konten pengguna yang diposting melalui layanan.”
Kalimat tersebut memang terdengar seolah melindungi konten-konten milik pengguna. Namun, yang perlu diperhatikan adalah kalimat “Kecuali untuk lisensi yang Anda berikan di bawah ini” yang tertulis pada awal ketentuan.

Pada bagian selanjutnya, FaceApp menjelaskan bahwa lisensi yang dimaksud tak lain berupa lisensi penuh dan tidak dapat dibatalkan. 

So.., lebih hati-hati lagi ya kawan menggunakan aplikasi apapun, baca baik-baik ketentuannya agar diri kawan tidak dirugikan..

Continue Reading

Hiburan

Kondisi Candi Muara Takus kian Memprihatinkan

Published

on

Bekawan.com – Kondisi Candi Muara Takus yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang terletak di Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar, #Kabupaten #Kampar, #Riau kian memprihatinkan.

Bangunan penunjang situs Purbakala berbentuk candi satu-satunya di Provinsi Riau ini terlihat mengalami kerusakan diberbagai sudut, parahnya lagi keadaan ini semakin di perburuk oleh banyaknya ternak yang berkeliaran di kawasan perkarangan Candi Muara Takus.

Beberapa ekor kerbau terlihat berkeliaran di kawasan candi, bahkan menjadi penghuni bangunan seperti pusat jajanan oleh-oleh yang tak terurus.

Hampir 30 ekor kerbau setiap harinya menjadi “pengunjung” tetap di candi yang pembangunannya masih menuai perdebatan para ahli sejarah ini.

Salah seorang pengunjung, Azmi mengatakan bahwa keberadaan ternak di kawasan Candi Muara Takus sangat di sayangkan, namun menurutnya keberadaan hewan kerbau ini sebetulnya bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri apabila dapat di manfaatkan dengan baik dan dikelola dengan baik.

“Sebetulnya apabila pengelola Candi Muara Takus dapat bekerja sama dengan peternak, tentu nya hal yang selama ini mengganggu bisa berubah menjadi daya tarik, ditambah lagi hal itu tidak akan menimbulkan kerugian kepada salah satu pihak,” ungkapnya Jumat (29/5/2020).

Salah satu sudut kawasan Candi Muara Takus.

Selain mengganggu kenyamanan pengunjung, kotoran kerbau yang banyak terdapat di sepanjang jalan utama di kawasan komplek Candi juga sangat merusak pandangan mata.

Menyikapi hal ini, Kepala Bidang (Kabid) bagian pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar David Mahendra mengadakan rapat di Aula Kantor Desa Muara Takus dalam rangka membahas nasib Candi Muara Takus ke kedepannya, Jumat (29/5/2020).

Kabid David Mahendra memberi arahan dalam rapat membahas tempat wisata Candi Muara Takus.

Dalam kesempatan ini, Kabid Dinas pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar yang baru beberapa waktu yang lalu di lantik pun mengajak dan mengingatkan masyarakat desa Muara Takus untuk meningkatkan kesadaran dan pelayanan mengingat persaingan pariwisata di kabupaten Kampar yang semakin ketat.

“Sehingga apabila hal ini di biarkan maka candi Muara Takus akan terlupakan karena tidak memiliki daya tarik baru untuk menarik wisawatan. Candi Muara Takus memang sudah di kenal Nasional dan mendunia tapi hari ini minat pengunjung semakin turun karena tidak adanya daya tarik baru yang di tawarkan Candi Muara Takus,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut David juga mengajak masyarakat Desa Muara Takus memanfaatkan lahan disekitar kawasan candi untuk membuat dan mengembangkan tempat wisata baru sebagai penunjang agar Candi Muara Takus dapat bersaing di tengah bermunculan nya objek wisata baru di Kabupaten Kampar.

Continue Reading

Hiburan

Ayo Dukung Bujang Dzikri dan Dara Nurwinda diajang Bujang Dara Riau 2019

Published

on

Bekawan.com – Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar mengajak Masyarakat Kabupaten Kampar untuk mendukung Bujang Dzikri Armansyah dan Dara Nurwinda yang  yang tengah mengikuti Bujang Dara Riau 2019.

Ajakan ini disampaikan Kadisparbud Kampar Zulia Darma melalui akun Instagram @disparbudkampar. Bujang Dzikri dan Dara Nurwinda merupakan pemenang Bujang Dara Kampar 2019.

Bujang Dzikri Armansyah.

“Kepada seluruh masyarakat riau dan Khususnya masyarakat  Kampar dukung Bujang Dzikry dan Dara nurwinda di Pemilihan Bujang Dara Riau 2019. Dengan cara follow akun instagram budar riau, like dan share foto no.7 dan 8. Atau Kirim Sms Ketik ketik BUDAR B7 Kirim ke 3937 untuk Bujang Dzikry & ketik BUDAR D8 Kirim ke 3937 Untuk Dara Nurwinda,” ungkap Kadis.

Dara Nurwinda.

Sementara itu Kabid Promosi Pariwisata Nur Azman menyebut dukungan Warga Kampar sangat dibutuhkan agar wakil Kampar tersebut bisa meraih Bujang Dara Riau 2019.

“Dukungannya hingga besok malam pukul 20.00 Wib, Jumat 9 Agustus, sebelum Grand Final Bujang Dara Riau yang akan digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru,” ungkapnya Kamis (8/8/2019) siang.


#Pesonaindonesia
#Kampartheuniqueplace
#BujangdaraKampar
#BujangdaraRiau
#PemilihanbujangdaraRiau2019

Continue Reading

Hiburan

Dituding Tak Miliki Izin, Pengelola DeKotoz : Kami Sudah Urus Sejak 2017

Published

on

Ilustrasi/MediaIndonesia.com.

Bekawan.com – Keberadaan Villa deKotoz yang tidak jauh dari Danau PLTA Koto Panjang, sekitar 500 meter dari jalan lintas Riau – Sumbar tepatnya di Kelurahan Batu Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar, akhir – akhir ini menjadi perbincangan hangat.

Salah satu sudut deKotoz Villa.

Tak hanya keindahan yang disuguhkan DeKotoz yang menjadi pembicaraan hangat, status izin Villa juga dipertanyakan, karena diduga tidak berizin.

Menanggapi informasi tersebut, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Zulia Dharma menjelaskan saat ini proses perizinannya tengah diproses dan berada di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kampar.

“Villa deKotoz saat ini perizinannya tengah diproses dan sudah berada di Dinas PM-PTSP dan semua persyaratan sudah lengkap,” ungkap, Kamis (11/7/2019).

Sementara itu, Pengelola DeKotoz I Wayan Widiarsika menyebut kepengurusan perizinan ini sudah dilakukan sejak awal 2017 lalu.

“Namun surat-surat kita direvisi terus, ada aja yang salah, padahal proses perijinan itu kita udah mulai 2017 silam, ditambah lagi karena salah orang yang ngurus makanya mentok dan kita ganti,” ungkapnya.

Ia juga menyebut izin dari RT/RW Lurah, Camat, BPN, PUPR dan DLH semuanya sudah lengkap dan statusnya sekarang di DPM-PTSP Kampar, “ini memang memakan waktu lama karena satu – satu mesti kita runut, kita sudah mulai sekitar 6 bulan lalu,” ujarnya.

Lebih lanjut Wayan menjelaskan bahwa Villa ini didesain bukan untuk umum melainkan untuk pribadi, “kalau pun ada yang mau masuk harus rombongan bukan sendiri – sendiri alias by request dan inipun sudah direservasi jauh – jauh hari,” terang Wayan.

Ia juga menjelaskan bahwa status areal tempat dibangunnya villa ini adalah APL (Areal Pengunaan Lain) dan bukan hutan lindung serta status tanahnya pun milik pribadi, “makanya surat rekomendasi dari BPN, PUPR dan DLH bisa keluar,” pungkasnya.

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending