Connect with us

Kabar

5 Fakta Water Front City, Jembatan Termegah di Kampar yang disorot KPK

Published

on

teks foto: Jembatan Water Front City (sumber: Deskgram/internet).

Bekawan.com – Jembatan Water Front City yang menghubungkan Kecamatan Bangkinang Kota dan Kecamatan Bangkinang ini dibangun memakai sistem multi year dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 117,68 miliar.

Berikut sejumlah fakta terkait jembatan Water Front City (WFC) Bangkinang :

  1. Jembatan Termegah di Kampar
Kemegahan Jembatan WFC Bangkinang. (sumber : lancangkuning.com)

Menghabiskan Anggaran sebesar Rp 117,68 miliar menjadikan jembatan yang melintasi Sungai Kampar ini menjadi jembatan termegah se Kabupaten Kampar. Bangunan yang mencolok dengan warna biru dan berbentuk seperti gelombang ini juga dilengkapi lampu-lampu yang selalu berganti warna setiap beberapa detik. Tak heran jembatan ini menjadi salah satu tempat favorit untuk berswafoto atau berselfie ria.

2. Berganti Nama

Jembatan yang membentang diatas Sungai Kampar ini sempat berganti nama dari Water Front City menjadi Bangkinang River Side dimasa Kepemimpinan Bupati Alm. Azis Zaenal, perubahan nama tersebut terpajang di Tugu yang di bangun membentuk haluan kapal.

Tugu Bangkinang River Side.

3. Tugu yang Kontroversi

Tugu Bangkinang River Side juga tak lepas dari kontroversi, banyak yang mengkritik pembangunan haluan kapal, seperti yang diungkapkan seniman ocu Oren Gompo yang menilai tugu tersebut yang seolah-olah menggambarkan kapal tenggelam.

Pekerja jembatan saat menyambungkan kerangka jembatan.

Pencipta lagu Ocu ini juga mengkritik nama bangunam tersebut yang tidak mengangkat nama berbahasa ocu dan tidak melambangkan ciri khas daerah Kabupaten Kampar.

4. Aksi Vandalisme

Kemegahan Jembatan WFC tercoreng dengan banyaknya aksi Vandalisme orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sejumlah coretan terlihat mencolok dibeberapa sisi jembatan.

Sejumlah aksi Vandalisme.

5. Menimbulkan Kerugian Negara, Sejumlah Pejabat Terindikasi Korupsi

KPK menetapkan 2 tersangka dalam kasus Korupsi Proyek Multi Year Water Front City, lembaga anti rausah tersebut menduga proyek ini merugikan negara sebesar Rp. 39,2 miliar.

Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Adnan (ADN) dan Manajer Wilayah ll PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, I Ketut Suarbawa (IKS).

KPK sepertinya masih mendalami kasus korupsi WFC untuk mengetahui siapa saja oknum penjabat Kampar yang terlibat dalam proyek yang dibangun dianggaran 2015-2016 lalu.

Sejumlah Personil Polisi menjaga Bangunan Serbaguna Polres Kampar yang menjadi tempat pemeriksaan pejabat Kampar oleh KPK.

KPK kembali memeriksa sejumlah Pejabat dan Mantan Anggota DPRD Kampar sejak Rabu hingga Kamis (4-5 September 2019).

Seperti Mantan Ketua DPRD 2009-2014 Syafrizal dan Unsur Pimpinan DPRD masa jabatan 2014-2019 dan Ahmad Fikri dan Ir. Sahidin.

Sejumlah Mantan Penjabat di Dinas Bina Marga Kampar juga tak luput dari pemeriksaan, seperti Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Adnan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama Manajer Wilayah ll PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, I Ketut Suarbawa (IKS).

Turut diperiksa di Gedung Serbaguna Mapolres Kampar, Muhammad Katim PPK Perencanaan Proyek Jembatan Water Front City, Kasubag Umum dan Perencanaan Dinas Bina Marga dan Pengairan M Ropi dan staf Roni.

Mantan Sekretaris Dinas Bina Marga Zaini Dahlan, Mantan Kepala Bappeda Azwan, Kasi Jalan dan Jembatan Zainal Arifin serta sejumlah ASN dilingkup Dinas Bina Marga.

Continue Reading

Kabar

Kementerian PUPR Serahkan BSPS Tahun 2020 di Provinsi Riau

Published

on

Bekawan.com – Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau telah melakukan serah terima kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Selasa (11/8/2010).

Serah terima dilakukan langsung di rumah penerima manfaat BSPS di Desa Geringging Baru, Kecamatan Sentajo Raya sebagai perwakilan wilayah Kabupaten Singingi yang mendapatkan alokasi BSPS dari APBN Tahun 2020.

Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Riau, Aldino Herupriawan ST, MT., dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Kuantan Singingi termasuk yang memiliki progress tercepat dalam pelaksanaan BSPS di Provinsi Riau untuk tahun 2020. Sepanjang tahun ini, program BSPS di Kabupaten Kuantan Singingi telah dilaksanakan sebanyak 310 unit yang tersebar di 15 desa dari 7 kecamatan.

Bupati Kuantan Singingi, H. Mursini, yang menghadiri langsung acara serah terima tersebut juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Kementerian PUPR yang telah menyalurkan BSPS kepada masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.

“Bantuan BSPS ini sangat membantu para penerima manfaat sekaligus berhasil meningkatkan kembali budaya gotong royong dan keswadayaan di tengah masyarakat Kuantan Singingi,” kata Mursini.

Disampaikan melalui Kepala Desa Geringging Baru, masyarakat juga sangat berterima kasih atas terlaksananya program BSPS dan berharap pada Kementerian PUPR untuk dapat meningkatkan terus alokasi BSPS baik di Desa Geringging Baru maupun di lokasi-lokasi lainnya.

Program BSPS dari Kementerian PUPR merupakan bentuk perhatian Pemerintah Pusat kepada masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni, terutama bagi mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap. Melalui ketersediaan rumah yang lebih layak, sehat, dan nyaman, diharapkan program BSPS dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat terutama di tengah situasi pandemi yang masih berlangsung. (Rilis)

*(Tim Komunikasi Publik Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Riau / Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR)*

Continue Reading

Kabar Kampar

Peduli Belajar Online, Golkar Kampar Sediakan Tempat Belajar dan Wi-fi Gratis

Published

on

Bekawan.com -Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap kegiatan belajar dalam jaringan (Daring) atau online, Partai Golkar Kampar membuat terobosan dengan menyulap Gedung Sekretariat DPD II Golkar Kampar sebagai tempat belajar dengan dilengkapi fasilitas wi-fi gratis.

Ketua DPD II Golkar Kampar terpilih Repol S.Ag    mengungkapkan terobosan yang diberi nama Rumah Belajar Partai Golkar akan dilounching Senin 17 Agustus 2020 mendatang.

“InsyaAllah launching hari Senin 17 Agustus 2020,
Mulai efektif belajar hari selasa 18 agustus,” ungkap Repol Rabu (12/8/2020) malam.

Wakil Ketua DPRD Kampar ini mengajak kepada pelajar khususnya untuk wilayah Bangkinang Kota dan sekitarnya yang kesulitan belajar online atau membutuhkan jaringan internet untuk dapat memanfaatkan Rumah Belajar Golkar.

“Bagi anak-anak kami yang kesulitan belajar Daring, silahkan manfaatkan Rumah Belajar Golkar, rumah belajar untuk semua, di Jl. A.Yani Bangkinang Kota,” ajak Repol.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kepala DKP Kampar Sosialisasi Ocu Mapan di Desa Gunung Bungsu

Published

on

 

Bekawan.com – Program Optimalisasi Cara untuk Mandiri Pangan atau yang lebih dikenal dengan singkatan Ocu Mapan, terus disosialisasikan secara langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Ir. Cokroaminoto hingga ke desa-desa.

Seperti yang terlihat Selasa (11/8/2020), Kepala DKP bersama rombongan melakukan sosialisasi sekaligus pembentukan pembinaan kelompok wanita tani Desa Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar di Aula Kantor Desa Gunung Bungsu.

Dalam sambutannya, Cokroaminoto mengajak masyarakat untuk merubah image masyarakat ocu yang selama ini dianggap memiliki sifat pemalas menjadi masyarakat yang mandiri pangan, “Jan panjang tulang usuok juo, mari sama-sama kita ubah image orang ocu yang dianggap pemalas menjadi masyarakat peduli pangan,” ajak Cokro memotivasi masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunung Bungsu Ns. Dedi Putra, S.Kep mengatakan dirinya dan jajaran bersama PKK, mengaku siap untuk menjalankan salah satu program unggulan Pemda Kampar tersebut.

“Kami sangat siap melakukan Program Ocu Mapan ini, didukung dengan ketersediaan lahan yang masih banyak dan ditambah dengan kerjasama pemerintahan Desa dengan PKK, kami siap menjadikan Desa Gunung Bungsu sebagai Desa Ocu Mapannya Kabupaten Kampar,” ungkap Kades yang akrab disapa Ade ini.

Kades Gunung Bungsu juga mengatakan harapannya kepada pihak terkait agar selalu memberikan bimbingan dan dukungan untuk kemajuan kelompok wanita tani di Desa Gunung Bungsu. “Harapan kami kepada pihak terkait untuk selalu memberikan bimbingan dan dukungan kepada kami demi majunya kelompok wanita tani di Desa Gunung Bungsu ini, sehingga mampu mendongkrak perekonomian pangan keluarga,” harapnya. (Aldi Irpan)

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending