Connect with us

Kawan Ngopi

KPID Riau bersama Bupati Talkshow di LPPL Radio Swara Kampar

Published

on

Bekawan.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menggelar talkshow bersama Bupati Kampar H Catur Susanto SH di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Swara Kampar 103,8 FM, Kamis (3/10).

Hadir dalam gelar wicara ini Ketua KPID Riau Falzan Surahman S.Si, Kepala Bidang Kelembagaan KPID Riau M.Asrar Rais, SE, MM, Kadis Kominfo Arizon SE, Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik H. Nurlis dan sejumlah Staf Diskominfo Kampar.

Bupati Kampar H. Catur Susanto SH didampingi Kadiskominfo Arizon SE foto bersama KPID Riau usai Talkshow.

Dalam Talkshow yang mengangkat tema “Wujudkan Penyiaran Sehat, Adil dan Sejahtera” ini, Ketua KPID Riau menjelaskan sejumlah kerjasama yang dilakukan KPID dalam mewujudkan penyiaran sehat, adil dan sejahtera yang juga tertuang dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Terimakasih atas komitmen dari Bupati Kampar, berkat komitmen Bupati tersebut Radio Swara Kampar telah mengantongi izin, Kami juga komit akan memberikan kemudahan terhadap tekad dan kuat dalam mendapatkan izin Radio seperti Radio Komunitas Rimbang Baling, ini berkat dukungan dari Bupati Kampar,” kata Falzan.

Ia juga berharap LPPL Swara Kampar menjadi media penyebar informasi yang akurat dan berimbang, sehingga bisa memberantas hoaxs (berita bohong) ditengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kampar menyebutkan dirinya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Kabupaten Kampar melalui Radio Swara Kampar.

Bupati juga berharap KPID Riau selalu memantau LPPL Radio Swara Kampar sehingga menjadi LPPL yang berkualitas, ia juga berharap LPPL menjadi penyalur informasi bagi masyarakat sehingga Radio Swara Kampar ini mendapat tempat di hati masyarakat Kampar.

“Dengan program-program yang berkualitas, Swara Kampar akan menjadi media informasi yang akurat serta media hiburan yang edukatif bagi masyarakat Kabupaten Kampar,” pungkas bupati.

Continue Reading

Kawan Ngopi

Jalan Sontang Duri-Rohul Memprihatinkan, H. Syafaruddin Poti, SH : Pemerintah Jangan Tutup Mata

Published

on

Bekawan.com – Kondisi yang sangat memperihatinkan terlihat di ruas jalan raya Sontang Duri-Rohul tepatnya di Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Selain digenangi Banjir, badan jalan ini rusak parah, putus bahkan sudah tidak bisa dilalui kendaraan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Riau Syafaruddin Poti, Selasa (5/5/2020) menyampaikan bahwa jalan tersebut sudah dianggarkan di APBD Provinsi Riau tahun 2020 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), Ia menanyakan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau dan meminta agar segera melakukan perbaikan dan kapan pekerjaan bisa dilaksanakan.

Lebih lanjut H. Syafaruddin Poti menegaskan jika memang anggaran tidak ada dan pekerjaan tidak dapat dilaksanakan, ia berharap Dinas PUPR Riau untuk melakukan pemeliharaan rutin dan mencari alternatif lain agar jalan ini segera pulih, secepatnya karena sangat berpengaruh bagi masyarakat banyak.

Kondisi jalan yang tergenang banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau melalui Bagian Perencanaa Bina Marga Teza Darsa membenarkan anggaran untuk ruas jalan raya sontang duri – rohul ini memang sudah dianggarkan di APBD Provinsi Riau melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020, Anggarannya berkisar lebih kurang 26 Miliyar, Namun ia mengatakan bahwa anggaran tersebut di cancel dan tidak dapat dicairkan karna kewenangan pusat dana DAK di alihkan pusat untuk kebutuhan COVID-19.

“Untuk pemeliharaan nanti baru bisa kita lakukan kalau banjirnya sudah selesai, kita akan coba usahakan secepatnya mekanisme nya, kita juga akan cari alternatif untuk memperbaikinya, nanti kita juga akan komunikasikan lansung dengan kepala dinas, untuk saat ini kita hanya bisa menunggu banjirnya selesai, gak bisa apa-apa walaupun adapun dana nya, namun tetap kita akan cari mekanisme untuk tangani secepatnya,” terang Teza.

Syafaruddin Poti juga menghimbau Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu agar segera melakukan pengecekan karena dugaan terjadinya banjir disebabkan oleh tembok bendungan atau kanal air yang dibuat oleh perusahaan-perusahan tempatan untuk membatasi air yang masuk ke areal perkebunannya.

Kadis DLH Rohul Suparno saat dikonfirmasi mengatakan bahwa memang diduga penyebab banjirnya itu disebabkan oleh kanal-kanal air milik beberapa perusahaan tempatan, sehingga menghalangi air untuk masuk dan menyebar ke sisi hilir, volume air lebih besar dari luas area yang dilalui, lanjut ia menyampaikan bahwa kanal air perusahaan ini tidak masuk dalam kajian amdal sewaktu kepengurusan dokumen amdal dulu.

“Seharusnya setiap perusahaan sewaktu melakukan kepengurusan dokumen amdal, kalau mau melakukan pembuatan kanal itu seharusnya dimasukin didalam itemnya, namun sejauh yang saya ketahui, namun belum saya pelajari secara keseluruhan karna saya masih baru di DLH, saya cek dalam amdal nya tidak ada item untuk pembuatan kanal. dan memang harus di kaji ulang dan di evaluasi lagi, apakah sudah masuk dalam kajian atau belum, saya rasa belum, seharusnya pihak perusahaan memberi tahu ke DLH agar dapat dilakukan pembinaan,” ucap Kadis.

“Kami akan segera menindaklanjuti, dan segera melakukan pengecekan ke lokasi areal untuk dilakukan evaluasi dan kajian ulang lebih lanjut terhadap kanal air perusahaan ini, dan kami akan panggil dan komunikasikan lansung dengan pihak perusahaan untuk membahas itu, besok pagi kami akan perintahkan staf dan tim dan segera mencari waktu dalam minggu ini untuk turun,” tutupnya.

*** (mzi)

Continue Reading

Kabar Kampar

Kasus 29 Kg Sabu dan 30 Ribu Ekstasi Masuki Tahap II di Kejari Kampar

Published

on

Kajari Suhendri SH, MH didampingi Kasi Intel Silfanus Rotua Manulang SH, MH

Bekawan.com – Kejaksaan Negeri Kampar menggelar tahap II pegungkapan (sudah P2) kasus narkoba 29 Kg Sabu dan 30 ribu ekstasi hasil pelimpahan dari Mabes Polri dan Kejagung, Rabu (5/2/2020).

Kajari Kampar Suhendri SH, MH dalam keterangannya mengungkapkan kelima tersangka berinisial SD, R,SY, B dan B ditangkap dibeberapa lokasi.

“Tersangka SD ditangkap di wilayah Pandau Kecamatan Siak Hulu, tanggal 7 Oktober 2019, sehari setelahnya ditangkap lagi 3 orang tersangka berinisial R, SY dan B disalah satu penginapan di Pekanbaru, setelah itu baru ditangkap inisial B di Inhil tanggal 11 Oktober 2019,” ungkap Kajari didampingi Kasi Intel Silfanus Rotua Manulang SH, MH, Rabu sore.

Kasi Pidum Sabar Gunawan SH, MH memasang borgol ke tersangka usai diperiksa.

Kajari memaparkan, pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan
SD di Pandau Jaya, dari pengambangan kasus, kemudian ditangkap 3 orang lainnya di Pekanbaru dilanjutkan tersangka B di Inhil dengan barang bukti berjumlah 29 Kg sabu dan 30 ribu pil ekstasi.

“Sabu-sabu kurang lebih 29 Kg dan pil ekstasi kurang lebih 30.000 butir ekstasi dengan logo burung hantu, Minion dan berlogo kodok, hari juga kita lakukan pemeriksaan dan lakukan penahanan terhadap kelima orang tersebut. Kelimanya terancam hukuman mati,” beber Suhendri.

Continue Reading

Karya Kawan

Hutan Mangrove Pesisir Riau dan Sejuta Potensinya

Published

on

foto: Samudranesia.id

Bekawan.com – Ada yg tau luas hutan mangrove di Pesisir Riau?
Kalau ada yg tau itu bagus tapi kalau belum tau cobelah cari tau.
Pentingkah? Tidaklah terlalu penting tapi paling tidak menambah pengetahuan.

Tapi yang lebih penting lagi adalah sudah seberapa besar potensi mangrove ini telah di manfaatkan? Pada umumnya masyarakat pesisir menjadikan hutan mangrove untuk pembalakan liar (teki dalam bahasa Melayu Selatpanjang,red) kemudian di jual kepada tokeh untuk di jadikan arang.

Hutan Mangrove Pesisir Riau.

Salahkah mereka? tidak salah juga, mengapa mereka melakukan hal tersebut sebab itulah salah satu sumber penghidupan mereka. Sebenarnya jika menilik lebih jauh akan potensi dan manfaat mangrove sangat besar. Secara ekologis kehadiran mangrove merupakan tempat perkembangbiakan ikan. Jadi semakin lebat hutan mangrove maka akan banyak ikan.

Kemudian dari sisi ekonomi, banyak olahan-olahan yang bahan dasarnya mangrove misalnya Sirup mangrove, dodol mangrove, bedak mangrove dan baru-baru ini di daerah Banyuwangi telah ada kopi mangrove. Tidak hanyak sampai disitu dengan ide kreatif masyarakat setempat hutan mangrove bisa disulap menjadi tempat wisata. Keren kan..!!!.

Tantangan kedepan adalah bagaimana pemanfaatan hutan mangrove ini bisa di manfaatkan secara maksimal dan siapa yang bisa memanfaatkan potensi ini. Perlunya langkah2 yang strategis didalam memberikan pemahaman kepada masyarakat didalam memanfaatkan mangrove ini.

Kemudian perlu ide-ide kreatif terutama para aktivis akademisi dan lembaga lembaga non pemerintah untuk turut serta. Paling tidak masyarakat di berdayakan dengan program pemberdayaan dari hulu sampai kehilir.
Mudah-mudahan ada orang-orang yang mempunyai niat tulus ikhlas didalam mengerakkan masyarakat. (Ahmad, Penggiat Lingkungan)

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending