Connect with us

Kabar Kampar

Kakak Beradik Ini Kompak Harumkan Nama Kampar di MTQ ke XXXVIII

Published

on

Bekawan.com – Dua orang kakak beradik Sumarni dan Rizky Alwi kompak mengharumkan nama Kabupaten Kampar diajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXVIII yang baru saja usai digelar di Lapangan Merdeka Bangkinang Kota.

Mereka ikut andil mengantarkan Kampar sebagai juara umum sehingga Kabupaten Kampar tidak hanya sukses menyelenggarakan event berskala provinsi tersebut, tapi juga sukses dalam hal prestasi.

Sama-sama turun di cabang golongan Qira’at As-sab’ah Mujawwad Dewasa, Sumarni tampil menjadi Qori’ah terbaik dengan nilai 96 poin, ia pun dipercaya melantunkan ayat suci Al-Qur’an dalam acara penutupan MTQ yang berlangsung, Sabtu (30/11/2019) malam.

“Alhamdulillah dipercaya melantunkan ayat suci Al-Qur’an dalam acara penutupan tadi malam, padahal sebelumnya tidak ada persiapan, karena tiba-tiba Kabag ngasih tahu untuk tampil,” ungkap perempuan yang akrab disapa Marni ini saat dijumpai usai acara jamuan makan siang bersama Bupati dirumah Dinas Bupati Kampar Ahad (1/12/2019) siang.

Perempuan kelahiran dan warga Desa Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar ini sudah berkiprah dan malang melintang diajang MTQ, tampil sebagai peserta MTQ saat usianya masih 13 tahun, hingga saat ini berbagai prestasi sudah ia raih.

“Alhamdulillah sejak usia 13 tahun sudah ikut MTQ hingga saat ini. Alhamdulillah 2014 juara I di Rohul, juara I di Provinsi Riau, 2015 juara I juga, ikut 2017 juara I juga Alhamdulillah, 2016 saya tampil di tingkat Nasional ke Lombok dan Medan,” ulasnya.

Qori’ah terbaik Sumarni foto bersama Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto.

Ia berharap generasi muda di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Kabupaten Kampar umumnya agar mau menjadikan capaian yang ia raih sebagai motivasi untuk terus istiqomah membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan selalu mengasah kemampuan agar menjadi qori-qoriah, hafizh-hafizah terbaik.

Seperti ingin mengikuti jejak sang kakak, sang Adik Rizky Alwi juga tampil dalam MTQ ke XXXVIII tingkat Provinsi Riau Tahun 2019, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Abdurrab ini meraih harapan III dianjang tahunan tersebut.

Sementara itu, Bupati Kampar dalam sambutannya dihadapan Kafilah Kampar mengucapkan ribuan terimakasih kepada peserta dan ofisial yang telah mengantarkan Kabupaten Kampar sebagai Juara umum pada MTQ XXXVIII Riau tahun 2019 di Kabupaten Kampar.

“Suatu prestasi dan keberhasilan yàng patut kita syukuri bersama karena setelah sekian tahun baru tahun ini 2019, piala MTQ tingkàt Provinsi dapat kita raih kembali, untuk itu saya berharap prestasi yang diraih ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada perlombaan MTQ di tahun-tahun mendatang,” ungkap Catur.

Ia juga menyampaikan ucapanterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan MTQ, Bupati Catur Sugeng Susanto juga berharap dengan berakhirnya pelaksanaan MTQ, Kampar menjadi Kabupaten yang lebih damai, masyarakat Kampar menjadi insan yang qur’ani dan religius.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kejari Kampar Musnahkan Narkoba, HP hingga Pupuk Subsidi

Published

on

Bekawan com – Kejaksaan Negeri Kampar menggelar pemusnahan barang bukti tindak pidana umum yang sudah berkekuatan hukum tetap (Inchracht) di depan Kantor Kejari Kampar, Kamis (5/12/2019).

Kasi Barang Bukti yang juga Ketua Tim Pemusnahan BB Sri Madona SH, MH mengungkapkan dari perkara narkotika, jenis Barang Bukti (BB) yang dimusnahkan diantara ganja, sabu, ekstasi yang merupakan BB dari 77 perkara dari Juli hingga Oktober 2019.

“Selain 77 perkara narkotika, juga dimusnahkan BB 18 tindak pidana umum lainnya, seperti pencurian dan judi, BB narkoba kita akan musnahkan dengan cara di blender, sedangkan kartu remi, domino dan juga sejumlah Hp kita musnahkan dengan cara dibakar, ada juga bahan bukti pupuk kita musnahkan dengan cara di timbun,” ungkap Dona.

Kajari dan tamu undangan menyaksikan BB yang akan dimusnahkan.

Sementara itu, Kajari Kampar Suhendri SH, MH menyebut bahwa pemusnahan barang bukti merupakan kewajiban seorang jaksa di setiap kejaksaan, Suhendri juga menyebut bahwa BB yang dimusnahkan Kejari merupakan penyisihan BB yang ada dari kepolisian.

“Seorang jaksa setelah menerima kasus perkara (P16) dimulailah kewajiban menyelesaikan sebuah kasus sampai Inkrah, tapi persoalan tidak sampai hakim mengetuk palu, tapi sampai pemusnahan Barang Bukti,” ungkap Suhendri.

Pemusnahan pupuk subsidi.

Kasi Pidum Kejari Kampar Sabar Gunawan SH, MH mengulas Pupuk Poska NPK yang dimusnahkan merupakan Pupuk subsidi dari Sumbar yang mau dijual di wilayah Kampar.

Berdasarkan pantauan dilapangan, tampak hadir dalam pemusnahan BB tersebut Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Drs. Ali Sabri, Perwakilan Kapolres Kampar, BNK, dan tokoh masyarakat yang juga Ketua Baznas Kampar Buya Basri Rasyid.

Continue Reading

Kabar Kampar

Korban Harimau di Kampar Hoax

Published

on

gambar ilustrasi (sumber: Imgflip.com)

Bekawan.com – Media sosial dihebohkan dengan kabar ada korban jiwa yang meninggal dunia akibat diserang oleh harimau sumatera, Rabu (4/12/2019) tak pelak, kabar tersebut menimbulkan keresahan bagi masyarakat khususnya di wilayah Desa Karya Indah.

Padahal berdasarkan keterangan dari Sekdes Karya Indah M. Noer bahwa berita yang beredar tentang adanya korban jiwa akibat serangan Harimau Sumatera tersebut di wilayah Desa Karya Indah adalah Hoax atau tidak benar adanya.

Kapolsek Tapung Kompol Sumarno saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan yang diduga jejak telapak kaki hewan jenis Harimau Sumatera itu, namun untuk korban hingga saat ini tidak ada.

Kompol Sumarno juga mengimbau warga di daerah sekitar penemuan jejak ini untuk waspada agar tidak menjadi korban dari hewan buas tersebut, pihak BKSDA saat ini masih melakukan pencarian.

“Kepada masyarakat juga dihimbau untuk tidak memposting berita hoax tentang adanya korban yang dikaitkan dengan penemuan jejak hewan ini, yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya jejak kaki yang diduga sebagai jejak Harimau Sumatera ini ditemukan pada hari Minggu (1/12/2019) sekira pukul 20.00 Wib, di Jalan Perumahan BSD (Bumi Sibam Damai) RT 14 RW 09 Dusun I Desa Karya Indah Kecamatan Tapung.

Jejak Kaki diduga Harimau Sumatera.

Penemuan ini pertama kali oleh Ketua RT setempat Sapriadi, kemudian Sapriadi menghubungi Sekdes Karya Indah M. Noer dan Babhinkamtibmas Desa Karya Indah Brigadir Wilyan Fantri.

Selanjutnya bersama warga yang lain mereka datang ke lokasi melihat penemuan jejak telapak kaki hewan tersebut dan melakukan penelusuran, namun hewan yang diduga Harimau Sumatera tersebut tidak ditemukan.

Kemudian pada hari Selasa (3/12/2019) sekira pukul 07.00 wib, kembali ditemukan oleh warga Lukman Hakim jejak Telapak Kaki yang diduga dari hewan yang sama di Jalan Rajawali km 09 Rt 10 Rw 01 Dusun II Desa Karya Indah.

Atas informasi tersebut Sekdes Karya Indah M. Noer langsung menghubungi Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau.

Sekitar satu jam kemudian sekira pukul 08.00 wib, Tim dari BKSDA Provinsi Riau Ujang Holisudin bersama Babhinkamtibmas tiba di Desa Karya Indah dengan membawa alat Camera Drone.

Kemudian bersama masyarakat Tim BKSDA melakukan pencarian dan penelusuran di sekitar Jalan Rajawali Desa Karya Indah namun hewan yang diduga Harimau Sumatera itu tidak ditemukan juga.

.

Continue Reading

Kabar Kampar

2 Desa Banjir Di Kampar Kiri

Published

on

Bekawan.com -Desa Padang Sawah dan Desa Kuntu di Kecamatan Kampar Kiri tergenang banjir sejak Selasa (3/12),
ketinggian air mencapai mata kaki orang dewasa ini merendam 25 rumah di Desa Kuntu dan 35 rumah di Desa Padang Sawah.

Berdasarkan Informasi dari Kalaksa BPBD Kampar Tarmizi menyebut banjir yang menggenangi 2 desa tersebut akibat tingginya curah hujan dihulu sehingga Sungai Subayang meluap.

kondisi banjir yang menggenangi rumah warga.

“Tingginya curah hujan sehingga tingginya debit air dari sungai-sungai kecil yang bermuara ke Sungai Subayang menyebabkan
air sungai meluap ke perkampungan,” ungkap Tarmizi, Rabu (4/12).

kondisi sungai yang meluap.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan informasi dari aparat desa, 2 desa tersebut memang menjadi langganan banjir setiap tahun saat musim hujan karena selain berada di pinggiran sungai, desa tersebut juga berada didataran rendah.

“Tapi Alhamdulillah saat ini airnya sudah mulai surut, sehingga banjir tidak menggangu aktifitas warga, saat ini sudah mulai aman, namun kita tetap siaga,” ungkap Mantan Kepala DPM-PTSP.

Continue Reading

Trending