Connect with us

Kabar Rohil

Bertemu Warga, Bupati Suyatno Dengarkan Curhatan Masyarakat

Published

on

Bekawan.com – Bupati Rokan Hilir (Rohil) H. Suyatno menanam bibit jagung sekaligus meninjau sekolah dasar di kepenghuluan Kecamatan Pekaitan, Selasa (7/7/2020).

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Rohil juga menyerahkan bantuan bedah rumah dari Baznas Rohil serta bantuan alat penyemprotan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Camat Pekaitan Taryono dalam kesempatan ini mengatakan sejumlah keluhan masyarakat Pekaitan kepada Bupati Rohil.

Hadir saat itu Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto,SIK,SH, yang mewakili Dandim 0321/Rohil, Ketua DPRD Rohil Maston, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian HM Ruslio Syarief, S.Sos, Kadis Perkim Zulfahmi ST, plt Kadis Kominfotiks Hermanto,S.Sos, Kadisdikbud HM Nurhidayat,SH,MH, sejumlah pejabat pimpinan pratama di lingkungan Pemkab Rohil lainnya, upika kecamatan dan datuk penghulu se-Kecamatan Pekaitan, babinsa dan bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat desa.

Camat Pekaitan Taryono menjelaskan bahwa Kecamatan Pekaitan berdiri sejak 20 Oktober 2010 dengan jumlah penduduk 16.680 jiwa yang terdiri dari 10 kepenghuluan.

“Kepenghuluan Pekaitan ini merupakan kepenghuluan yang tertua di Kecamatan Pekaitan. Menurut ceritanya ada kerajaan di areal kepenghuluan ini, makanya sejak pemekaran dahulunya dengan nama Pedamaran yang berubah dengan nama Kecamatan Pekaitan. Karena mengingat sejarah Pekaitan,” tuturnya.

Camat Pekaitan ini juga mengatakan terimakasih kepada Bupati Suyatno yang pada hari ini bisa hadir ditengah-tengah masyarakat di Kepenghuluan Pekaitan ini.

“Alhamdulillah pada hari ini tokoh masyarakat, tokoh agama yang berada di Kecamatan Pekaitan hadir saat ini, yakni RT, RW, kadus dan perangkat desa menyaksikan kehadiran Bupati Rohil H. Suyatno. Mudah-mudahan kehadiran bupati dan rombongan membawa berkah bagi masyarakat Pekaitan khususnya Kepenghuluan Pekaitan ini,” katanya.

Dijelaskannya, ada beberapa usulan masyarakat melalui dirinya, diantaranya permasalahan tentang sekolah dasar dimana ada SD 006 dan sekolah fillial ke arah Panipahan, Kecamatan Kuba.

“Kondisi sekolah itu sangat memprihatinkan sehingga agenda hari ini bupati diharapkan dapat meninjau sekolah tersebut. Sekolah ini berdiri sejak tahun 2011 namun saat ini sekolah masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” katanya.

Kemudian itu, lanjutnya, masalah tapal batas antara Kecamatan Pekaitan dengan Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba) yakni antara Desa Pekaitan dengan Desa Sungai Panji-panji.

“Mohon dinas terkait nantinya dapat menyelesaikan permasalahan tapal batas ini,” tuturnya.

Selanjutnya, masalah infrastruktur jalan, jalan kampung lama dimana bupati pernah mengunjunginya pada tahun 2005 lalu saat ke Kubu I melewati dermaga. Jalan tersebut yang panjangnya 1,5 km berbatasan dengan Kubu.

“Tinggal hanya beberapa meter saja yang masih bisa dilewati,” jelasnya.

Karena kerusakan jalan tersebut, katanya, banyak korban yang jatuh ke sungai.

“Pernah kita usulkan namun hingga hari ini belum juga dapat terealisasi usulan perbaikan jalan tersebut,” tuturnya.

Kemudian itu, lanjutnya menjelaskan tentang potensi pertanian yang ada di Kepenghuluan Pekaitan seluas 1220 hektar dimana pertanian di daerah sini sangat bagus.

“Lokasi dari sini ke kantor Camat Pekaitan sekitar 4 km,” ujarnya.

Kemudian masalah kependudukan, ada beberapa keluarga yang masih belum memiliki identitas kependudukan.

“Sudah puluhan tahun tinggal disini yang dulunya tidak mengantongi surat pindah hingga hari ini belum bisa memiliki KK maupun KTP. Oleh sebab itu mohon dinas terkait dapat membantu masyarakat kami agar dapat memiliki identitas domisili sebagai warga Rohil,” ujarnya.

Selanjutnya tentang di depan dermaga Kuala Sungai Besar yang dahulunya ada boting namun sekarang telah menjadi daratan yakni hutan. Hal ini hampir sama keadaannya dengan Rokan Baru Pesisir. (Adv)

Continue Reading

Kabar Rohil

Persoalan Konflik Budidaya Kerang, Dinas Perikanan Rohil : Itu Kewenangan Provinsi

Published

on

Bekawan.com – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengaku kalau pihaknya tidak memiliki kewenangan terhadap pengelolaan ruang laut. Pasalnya, pengelolaan terhadap laut itu wewenangnya DKP Provinsi Riau.

“Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah pada lampiran Y, kelautan pesisir dan pulau terkecil, pengelolaan ruang laut di atas 12 mil dan strategis nasional itu wewenang Pusat. Sedangkan pengelolaan ruang laut sampai dengan 12 mil di luar minyak dan gas bumi wewenangnya Provinsi,” kata Kadiskan Rohil, M Amin SPi MSi, Senin (6/7/2020) di kantor nya.

Amin mengatakan jika Diskan kabupaten sifatnya hanya pemberdayaan nelayan. Misalnya dari yang tidak punya modal diberikan modal. Baik itu berupa bantuan boat, bibit ikan maupun bibit kerang. “Yang jelas dari dulu para nelayan sudah kita berikan pembinaan,” ucapnya.

Untuk budidaya kerang sebutnya Diskan Rohil janya sebatas Pemberdayaan. Dimana beberapa tahun terakhir telah melakukan pembinaan kepada kelompok penambak kerang. Ia juga menerangkan, pembinaan kelompok penambak kerang telah dilakukan pihaknya sejak Rohil masih memiliki wewenang pengawasan laut.

Diakuinya, selama ini memang sering terjadi konflik antara kelompok budidaya dan pembudidaya kerang maupun dengan para nelayan.

Namun sebutnya, untuk permasalahan konflik, pihaknya tidak memiliki wewenang dalam penanganannya. Dinas Perikanan katanya, hanya sebatas pemberdayaan. Sehingga, ia sangat mendukung dengan adanya penertiban yang akan dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau.

“Kita hanya sebatas koordinasi dengan Pusat dan Provinsi karena kebijakan laut itu kewenangan Provinsi dan Pusat sesuai dengan UU Nomor 23 pada lampiran y,” terangnya.

Amin juga menambahkan, dari keterangan yang ia terima, Dinas Perikanan Provinsi akan ke Kabupaten Rohil pada Rabu (8/7/2020) mendatang untuk membahas permasalahan konflik budidaya kerang.(ibnusina) adv.

Continue Reading

Kabar Rohil

Hari ini, Bupati Rohil H Suyatno Semahkan Taman Hutan Kota

Published

on

Bekawan.com -Bupati Rokan Hilir (Rohil) H.Suyatno, pj sekdakab Rohil HM Job Kurniawan, S.Ap, kepala Dinas Lingkungan Hidup Suwandi,S.Sos, Kepala BPKAD Syafruddin dan pejabat lainnya mendapat undangan acara syukuran sekaligus serahterima (Semah) lokasi taman hutan kota karena merupakan kawasan hutan yang belum pernah di lalui manusia.

“Harapan saya khususnya kepada kepala DLH agar pekerjaan-pekerjaan yang murni 2020 segera dituntaskan. Karena kegiatan lainnya akan dilanjutkan. Karena kita ini masih menunggu lagi APBD P. Kerjakan dan tuntaskan secepatnya kegiatan APBD 2020 murni,” tuturnya, Senin (6/7/2020).

Dikatakannya, masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan untuk membenahi taman hutan kota. Dia menyatakan taman hutan kota cukup asri yang berada dijantung kota seluas 4 hektar.

“Ini paling menarik dan menambah ikon daerah Rokan Hilir,”ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya bahwa hutan kota ini akan senantiasa dipertahankan ke lestariannya nanti. Dia mengharapkan kepada kadis DLH untuk mencari pelbagai jenis pohon hutan yang ada di dunia khususnya hutan tropis untuk ditanam di taman hutan kota ini.

“Kita akan melakukan pembibitannya disini. Kemudian jalan masuk harus ada jalan lainnya lagi. Tidak sebatas hanya jalan satu saja. Sehingga akses masuk taman hutan kota tidak hanya satu pintu saja,” katanya.

Hal ini sedang dirancang oleh dinas lingkungan hidup. Kemudian ditaman hutan kota juga akan dijadikan objek pariwisata keluarga diantaranya taman bunga, taman bermain, taman burung dan tempat lesehan.

“Nantinya kebersihan dan kelestarian taman hutan kota agar dijaga dan dirawat bersama-sama,” pungkasnya. (Ibnusina )

Continue Reading

Kabar Rohil

Bupati H Suyatno Buka Seminar Umum Tentang New Normal di Era Pandemi Covid-19

Published

on

Bekawan.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Rokan Hilir menggelar seminar umum di gedung serbaguna Misran Rais Jalan Gedung Nasional Bagansiapiapi, Kamis (18/6/2020). Acara tersebut di buka oleh Bupati Kabupaten Rohil H.Suyatno.

Seminar tantangan hidup new normal di era pandemi Covid-19 tersebut di hadiri Ketua DPRD Rohil Maston, Dandim 0321 Rohil Letkol arh Agung Rachman Wahyudi,SIP, MIPol, Kajari Rohil Gaos Wicaksono, mewakili Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto,SH, SIK kapolsek Bangko Sasli Rais, SH, para dokter, tenaga kesehatan, organisasi kesehatan, masyarakat, ormas dan para media.

Narasumber pada seminar itu diantaranya Dr Moris S Nst, SpP, Dr Mawardi, SpPK, Dr Mahmoud Fauzy, SpPD, FINASIM. Kegiatan tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak, ukur suhu tubuh dan cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

Acara tersebut live on zoom meeting dengan meeting ID 952 931 1576 dengan menggunakan password 05052015.

Acara seminar umum new normal.

Bupati Rokan Hilir H.Suyatno menjelaskan saat ini daerah Rohil satu-satunya Kabupaten Kota di Provinsi Riau yang zona hijau. Oleh sebab itu banyak hal yang disampaikannya pada saat ini mengharapkan kepada semua elemen masyarakat, pemerintah, TNI Polri, gugus tugas, petugas kesehatan dan lainnya harus terus mempertahankan jalinan kerjasama selama ini dalam mengatasi pandemi corona virus disease 2019 atau Covid 19 ini.

“Kita harus kerjasama antara pemerintah daerah dengan seluruh komponen masyarakat. Kita harus bertahan di zona hijau ini,” ujarnya Suyatno.

“Kalau kita ikuti dalam melakukan beraktifitas dengan mengikuti petunjuk dan aturan protokol kesehatan maka negeri kita akan aman. Kita harus patuh dengan mengikuti aturan protokol kesehatan. Mudah-mudahan dengan mengikuti aturan protokol kesehatan daerah Rokan Hilir tetap bertahan pada zona hijau. Harapan saya agar kerjasama yang baiklah,” tuturnya.

Suyatno mengapresiasi kepada gugus tugas Covid 19, para dokter, para tenaga kesehatan, TNI Polri yang bekerja siang hingga malam melayani masyarakat. Dia juga tahu situasi dilapangan. Karena banyak hal yang ditemukan tidak berkenan dihati.

“Tetapi kita jangan mundur, kita tetap terus berjuang bagaimana daerah Rokan Hilir ini bisa bertahan di zona hijau,” tuturnya.

Sedangkan terkait dengan new normal, kata bupati Rohil, diakuinya pemerintah sekarang ini telah memberikan kelonggaran-kelonggaran untuk melakukan aktifitas sehari-hari khususnya terhadap pelaku ekonomi. Karena selama pandemi covid 19 ekonomi kita terasa menurun namun. Oleh sebab itu new normal ini untuk memulihkan ekonomi daerah dengan mematuhi aturan protokol kesehatan.

“Kalau aturan protokol ini dilaksanakan oleh seluruh komponen masyarakaty maka masyarakat kita akan selamat. Ditekankan lakukan aktifitas ekonomi dengan ikuti aturan sesuai protokol kesehatan, sesuai aturan dan anjuran dari petugas. Karena ini hal yang terbaik untuk kita semua,” katanya. (ibnusina)

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending