Connect with us

Kabar

Bantuan Sapi Hilang, Pengurus Mesjid DPRD Riau Temui Pihak PTPN V

Published

on

 

Bekawan.com – Misteri hilangnya dua ekor sapi Qurban bantuan dari PTPN V untuk hari raya idul adha 1441 H untuk Mesjid DPRD Riau mulai menampakkan titik terang, pasalnya untuk menjawab tanda tanya atas hebohnya pemberitaan disejumlah media online, Panitia Kurban sekaligus pengurus mesjid Darur Abrar DPRD Provinsi Riau meminta keterangan lansung dari Pihak PTPN V, Jum’at(07/08/20).

Anggota DPRD Riau Sugeng Pranoto selaku ketua panitia Qurban dan Ketua mesjid bersama sekretaris dan bendahara mesjid disambut lansung oleh Direktur PTPN V didampingi Kabag Hukum, Humas beserta staff PTPN V lainnya.

Usai bertemu pihak PTPN V Sugeng Pranoto menyampaikan bahwa benar pihak PTPN V memberikan bantuan 2 ekor sapi untuk lembaga DPRD Riau, sugeng mengatakan pihak PTPN V memperlihatkan berita acara penyerahan sekaligus foto-foto pada waktu penyerahan bantuan sapi tersebut, dan diterimah oleh mewakili DPRD Riau Ketua Fraksi Demokrat Agung Nugroho, namun Panitia Kurban tidak ada menerima bantuan tersebut.

“Intinya saya selaku yang dipercaya mengelola korban di mesjid DPRD Riau, merasa bertanggungjawab atas nama pengurus dan panitia atas berita yang menjadi tanda tanya, karna diberitakan bahwa PTPN V menyerahkan 2 ekor sapi kepada lembaga DPRD Riau, ternyata kita selaku pengelola kurban di DPRD Riau tidak menerima, saya sudah cek semua panitia hingga ke satpam/security tidak ada satupun yang menerima dari PTPN V”, Tuturnya.

“Sehingga untuk lebih jelasnya kami berkunjung ke PTPN V, alhamdulillah saya ketemu dengan direkturnya, jadi setelah pertemuan itu kami telah puas menerima penjelasan dari pihak PTPN V, bahwa benar maksud tujuan PTPN V menyerahkan 2 ekor sapi itu memang untuk lembaga DPRD Riau, mereka bilang berita acaranya semua ada, foto fotonya juga semuanya lengkap”, sambungnya.

Sugeng mengatakan bahwa dia dan pengurus lainnya sudah melihat lansung berita acara dan foto-foto penyerahan tersebut pada saat pertemuan dengan pihak PTPN V.

“Dalam berita acaranya saya sudah melihat lansung bunyinya Penyerahan Hewan Kurban 2 Sapi dalam rangka menyambut hari raya idul adha 1441 H di kantor DPRD Provinsi Riau dari PTPN V ke DPRD Riau, bukan dikantor mana mana, berita acaranya seperti itu, dan yang menerima mewakili DPRD Riau adalah pak Agung Nugroho, jadi sudah kita cek, bahkan gak usah kita cek, pak Agung sendiri juga sudah mengakui menerima sapi 2 ekor dari PTPN V, cuma pak agung menerima itu atas perintah dari ketua DPD katanya”, Ungkapnya.

“Artinya bantuan nya ada tapi, tapi sapi nya itu yang tidak sampai, sehinggga panitia kalangkabut, Jadi bersyukur kami sudah mendapat penjelasan yang gamblang yang jelas dari pihak PTPN V, dan mudah mudahan tahun depan siapapun yang mengatasnamakan DPRD Prov Riau kalo menerima bantuan sapi dari pihak manapun paling tidak ada koordinasi dulu dengan panitia kurban, supaya panitia tidak bingung, seperti tapi kenyataannya beda, dan mudah mudahan kejadian ini tidak terulang ditahun yang akan datang”, Tutup Sugeng anggota Fraksi PDI Perjuangan Riau ini.

Sementara Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau Agung Nugroho selaku orang yang menerima bantuan sapi tersebut saat dikomfirmasi melalui whatsApp pribadinya mengirimkan keterangannya di Riaupos.co , ia mengatakan ada miss komunikasi antara pihak DPRD Riau, Fraksi Demokrat dan PTPN V dalam persoalan ini.

“Pertama memang ini ada miss komunikasi di sini. Di mana ketua kami, Bapak Asri Auzar mengirimkan surat ke PTPN V untuk partai. Nah, ternyata DPRD Riau juga berkirim surat meminta bantuan yang sama. Namun yang diberikan PTPN V hanya untuk Demokrat Riau,” tutur Agung.

Ia melanjutkan, dirinya kemudian mendapat perintah dari Ketua DPD Demokrat Riau Asri Auzar untuk menerima sapi bantuan CSR dari PTPN V. Karena saat ini dirinya menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat dan secara kebetulan berada di Pekanbaru. Bersama anggota fraksi PD lainnya, Kelmi Amri, Agung kemudian menerima sapi tersebut.

Namun setelah itu, beredar pemberitaan di media sosial yang menyatakan bahwa sapi tersebut diserahkan untuk DPRD Riau oleh PTPN V. Hal itulah yang dikatakan Agung menjadi penyebab penyerahan sapi tersebut berpolemik. Karena pihak DPRD Riau merasa sapi dari PTPN V merupakan hak lembaga.

Namun di sisi lain, sapi tersebut diterima dia atas perintah partai dan kapasitasnya sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau.

Bahkan ia sempat menunjukkan secarik kertas berupa surat tanda terima yang dibubuhi materai Rp6 ribu. Di mana surat tersebut berisi tentang tanda terima dua ekor sapi dari PTPN V yang merupakan program dari corporate social responsibility (CSR) perusahaan untuk disalurkan ke masyarakat.

Tanda terima itu berbunyi bahwa Agung Nugroho selaku Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau menerima kedua sapi tersebut dengan baik dengan menyatakan keterangan tempat di DPRD Riau.

“Memang benar saya diperintah untuk menerima. Karena memang saya Ketua Fraksi Demokrat berada di DPRD Riau. Jadi di surat itu enggak ada menyatakan saya mewakili lembaga DPRD Riau. Apalagi masjid,” tegasnya.

Jika belakangan muncul pernyataan media bahwa sapi tersebut hilang misterius, bahkan ada yang menyebut sapi itu dibawa ke Kantor DPC Demokrat Pekanbaru, Agung memastikan itu tidak benar. Karena di DPC Demokrat Pekanbaru sendiri, dikatakan dia telah menyembelih 20 ekor sapi. Bahkan dirinya secara pribadi turut menyumbang sebanyak 4 ekor sapi.

(mzi/rilis)

Continue Reading

Kabar Kampar

Didampingi Kacab Mandiri Taspen Bangkinang, Ketua Korpri Serahkan Santunan dan JKM ke Ahli Waris

Published

on

Penyerahan santunan kepada Ahli waris Muhammad Yulizar.

Bekawan.com – Ketua Korpri Kampar Refizal, S.STP, M.P didampingi Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Bangkinang Yudi, menyerahkan Santunan, THT (Tabungan Hari Tua) dan JKM (Jaminan Kematian) kepada Ahli Waris Alhamrhum Muhammad Yulizar, Rabu (24/6/2026) pagi.

Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kampar pada kesempatan tersebut menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya salah seorang ASN Kampar tersebut, Pria yang juga Kepala DPMPTSP Kampar itu juga mengucapkan terimakasih atas dedikasi Almarhum selama mengabdi sebagai ASN Kampar.

“Kami turut berduka cita atas kepulangan Almarhum, kami juga mengucapkan atas dedikasi dan sumbangsih tenaga pikiran selama menjadi ASN Kabupaten Kampar, mudah-mudahan diampunkan dosanya, ditempatkan ditempat yang terbaik di sisi Allah,” ucap Refizal saat menyerahkan santunan Korpri ke Ahli Waris.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan Kacab Bank Mandiri Taspen Yudi, ia juga mendoakan agar Almarhum Husnul Khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

“Sebagai wujud empati kebersamaan dan kekeluargaan Korpri serta Mandiri Taspen, pada kesempatan ini, Korpri menyerahkan santunan, kami dari Mandiri Taspen menyerahkan Tabungan hari tua dan JKM kepada ahli waris. Semoga santunan ini dapat membantu keluarga yang ditinggalkan dan menjadi penguat dimasa duka,” harap Yudi.

Continue Reading

Kabar Kampar

Baru Ditinggal Suami, Rumah Mualaf 3 Anak di Kampar Ludes Terbakar

Published

on

Kondisi rumah warga Desa Gunung Bungsu yang terbakar Jumat sore.

Bekawan.com – Cobaan berat menimpa seorang warga Desa Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar, Reni (31) Mualaf sekaligus janda 3 anak yang kehilangan suaminya beberapa bulan yang lalu, kembali berduka karena rumahnya hangus dilalap si jago merah, jumat (5/6/2026) sore.

Api dengan cepat menghanguskan bangunan rumah semi permanen beserta seluruh isinya sekitar pukul 16.00 Wib saat kejadian, didalam rumah hanya ada 3 orang anak Reni, sedangkan dirinya sedang mencari nafkah.

“Saat kejadian Reni tidak berada di rumah karena mencari nafkah, dirumah hanya ketiga anaknya yang masih kecil, material bangunan yang di dominasi kayu membuat api membesar dalam hitungan menit,” ucap Sekdes Gunung Bungsu Hamdani.

Sisa-sisa bangunan dan barang-barang pasca kebakaran.

Beruntung, ketiga anaknya yang masih kecil berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan cepat tetangga sekitar.

Janda 3 anak itu, tak kuasa menahan tangis saat mendapati rumahnya sudah rata dengan tanah, begitu juga dengan harta benda termasuk dokumen penting dan perlengkapan sekolah anak-anaknya tidak ada yang bisa diselamatkan.

Tidak ada barang dan harta benda yang selamat dari kebakaran rumah termasuk pakaian dan peralatan dapur maupun perlengkapan sekolah anak.

Saat ini pihak desa dan masyarakat sekitar menempatkan janda yang ditinggalkan suami karena sakit dan ketiga buah hatinya di salah satu rumah warga. mereka juga melakukan penggalangan dana untuk meringankan Reni dan ketiga buah hatinya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Soroti Turunnya Harga TBS Sawit, Disbun Kampar Minta PKS Patuhi Aturan dan Harga Pemerintah

Published

on

Bekawan.com – Penurunan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar.

Kondisi tersebut dikeluhkan petani karena terjadi di tengah biaya produksi yang terus meningkat, sementara harga komoditas sawit di pasar internasional justru relatif stabil bahkan menunjukkan tren menguat.

Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar melalui Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan pasar global, harga minyak sawit mentah (CPO) internasional tidak mengalami penurunan yang signifikan.

Bahkan dalam beberapa periode terakhir harga CPO dunia cenderung bergerak stabil dan sesekali mengalami penguatan seiring meningkatnya kebutuhan pasar global terhadap minyak nabati.

“Oleh karena itu, masyarakat mempertanyakan mengapa harga pembelian TBS di tingkat petani justru mengalami penurunan. Pertanyaan ini wajar muncul karena kondisi pasar internasional tidak menunjukkan adanya penurunan yang drastis,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan harga pembelian TBS, seperti kebijakan tata niaga, biaya operasional pabrik, biaya logistik, kualitas bahan baku, hingga strategi pemasaran produk turunannya. Namun demikian, faktor-faktor tersebut harus tetap mengacu pada mekanisme penetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah guna menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan petani.

Pemerintah pusat sendiri terus melakukan pembenahan tata kelola perdagangan komoditas strategis nasional, termasuk sektor sumber daya alam dan perkebunan. Kebijakan penguatan peran negara melalui badan usaha milik negara (BUMN) dalam pengelolaan dan perdagangan komoditas strategis bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, nilai tambah, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan kebijakan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Setiap kebijakan yang diterbitkan pemerintah pada prinsipnya dilakukan melalui kajian yang komprehensif dan terbuka, sehingga seluruh pelaku usaha dapat memahami tujuan dan dampaknya terhadap sektor pertanian dan perkebunan nasional.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kebijakan yang bertujuan menekan harga TBS petani. Sebaliknya, pemerintah terus berupaya menciptakan tata niaga yang sehat, transparan, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga negara.

Di sisi lain, petani sawit saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Harga pupuk terus mengalami kenaikan, biaya pemeliharaan kebun semakin besar, sementara upah tenaga kerja untuk panen dan perawatan kebun juga meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menyebabkan biaya produksi perkebunan rakyat menjadi semakin tinggi.

“Ketika harga TBS turun sementara biaya pupuk, tenaga kerja, dan operasional kebun meningkat, maka pendapatan petani tentu akan tergerus. Karena itu harga yang diterima petani harus mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar telah mengambil berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan menyurati seluruh PKS yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar agar membeli TBS masyarakat sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah melalui mekanisme tim penetapan harga TBS.

Surat tersebut sekaligus menjadi pengingat kepada perusahaan agar menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak melakukan pembelian di bawah harga yang dapat merugikan petani. Disbun Kampar juga terus melakukan komunikasi, koordinasi, dan pembinaan kepada pihak perusahaan serta menyampaikan berbagai aspirasi petani yang berkembang di lapangan.

Selain itu, Disbun Kampar akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, asosiasi perusahaan kelapa sawit dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan terciptanya hubungan yang harmonis antara petani dan perusahaan serta menjaga stabilitas harga TBS di Kabupaten Kampar.

Pemerintah Kabupaten Kampar berharap seluruh PKS dapat menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan petani sawit dengan menerapkan harga pembelian yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Langkah ini dinilai penting mengingat sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah dan sumber penghidupan bagi puluhan ribu kepala keluarga di Kabupaten Kampar.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan petani, diharapkan tata niaga kelapa sawit dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berkelanjutan sehingga manfaat pembangunan sektor perkebunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Kadisbun Kampar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue Reading

Trending