Connect with us

Kabar Kampar

Paripurna Masa Sidang I, DPRD Kampar Bentuk 3 Pansus

Published

on

Bekawan.com -DPRD Kampar menggelar Rapat Paripurna Masa Sidang I dengan agenda pembentukan 3 Panitia Khusus (Pansus) Senin (5/7/2021). Tiga Pansus tersebut antara lain Pansus Aset, Pansus Penyertaan Modal (Riau Air Line, Kamparicom, kerjasama Plaza Bangkinang) serta Pansus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Wakil Ketua DPRD Kampar Toni Hidayat bersama Asisten III Samsul Bahri saat menyanyikan lagu Indonesia raya.

Sesuai dengan Surat Keputusan DPRD kampar Nomor 02/KPTS/DPRD/2021 tertanggal 5 Juli 2021, Panitia Khusus Aset diketuai Muhammad Anshar, Pansus Penyertaan Modal diketuai Ropi Siregar dan Pansus BUMD diketuai M. Yuli Akmal.

Wakil Ketua DPRD Kampar Toni Hidayat usai memimpin rapat berharap pembentukan Pansus ini menjadi pendorong bagi Pemerintah Provinsi Riau karena yang dilakukan DPRD Kampar sebagai pilot project
karena sejauh ini belum ada Pansus yang dibentuk guna membahas penyertaan modal Pemprov maupun pemda lainnya pada armada pesawat Riau Air Line (RAL) dan Pansus Aset lainnya.

Wakil Ketua DPRD Kampar Toni Hidayat SE.

Ketua Pansus BUMD Yuli Akmal menjelaskan Pansus dibentuk berdasarkan keputusan rapat pempinan diawali dengan Banggar terkait Ranperda Pertangungjawaban Pelaksanaan (RPP) APBD 2020. Salah satu rekomendasi pembahasan pembahasan Banggar terkait RPP mengusulkan ke pimpinan untuk membentuk 3 Pansus.

“Pansus sudah disahkan dalam Paripurna, kemudian diskorsing 10 menit untuk memilih Ketua Pansus, kemudian saya dipilih sebagai Ketua Pansus III terkait BUMD,” ungkap Yuli Akmal.

Ketua Pansus Asset M. Anshar.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat internal untuk menentukan langkah-langkah, melakukan pembicaraan seperti scedule pansus, memperkuat Pansus dengan data-data seperti Perda terkait perusahaan daerah dan memanggil Kabag Perekonomian sebab BUMD itu pembina langsungnya adalah Kabag Perekonomian.

“Kedepan perusahaan daerah juga akan kita panggil seperti Kampar Aneka Karya, PDAM, dan perusahaan baru yang dibentuk termasuk Bank Sarimadu agar kita tahu mana BUMD yang masih beroperasi dan memberikan kontribusi terhadap PAD, mana Perunda yang mati suri dan yang unfungsional,” papar Yuli Akmal.

Sekwan Kampar Ramlah membacakan SK terkait Pansus.

Ia juga menjelaskan bahwa secara umum yang mengemuka saat rapat bersama TAPD diantaranya terkait aset, seperti fakta bahwa sekitar 2000 mobil dinas itu tidak semuanya terverifikasi dengan baik.

“Siapa yang memegang, apakah orang dan tempatnya tepat atau kondisinya seperti apa, itu tidak jelas, selanjutnya ada sekitar 60 rumah dinas yang merupakan milik daerah tapi banyak disewa oleh anak cucu mantan pejabat Kampar,” paparnya.

Anggota DPRD Kampar Mahmud Zainuri dan Aswinda.

Wakil Ketua DPRD Kampar Toni Hidayat usai memimpin rapat berharap pembentukan Pansus ini menjadi pendorong bagi Pemerintah Provinsi Riau karena yang dilakukan DPRD Kampar sebagai pilot project
karena sejauh ini belum ada Pansus yang dibentuk guna membahas penyertaan modal Pemprov maupun pemda lainnya pada armada pesawat Riau Air Line (RAL) dan Pansus Aset lainnya.

Kepala OPD Setda Kampar mengikuti Paripurna.

Sementara itu Asisten III Setda Kampar Samsul Bahri yang hadir mewakili Bupati Catur mengucapkan terimakasih kepada DPRD Kampar yang akan melakukan pembahasan dan berharap semoga semua panitia pansus bisa bekerja dengan baik dan selesai tepat waktu.

“Dimana dalam hal ini dijadwalkan akan disampaikan nantinya pada Paripurna Senin 4 Oktober 2021 mendatang, atas nama pemerintah melalui OPD kita tentu akan lakukan kerjasama yang baik terkait pansus ini,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kepala Bapenda Kampar Zamhur Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD

Published

on

Kepala Bapenda Zamhur saat memimpin rapat percepatan penerimaan PAD Kabupaten Kampar.

Bekawan.com – Pemkab Kampar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menyusun kajian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MM dalam rapat Percepatan Penerimaan PAD kabupaten Kampar yang berlangsung di Aula Bapenda, Selasa (8/9/2026) siang.

“Pemkab Kampar melalui Bapenda sedang menginisiasi sebuah kajian bagaimana potensi daerah kita tergarap maksimal dan masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada, jadi kita bikin kajian itu baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah,” papar Zamhur.

Dengan kajian potensi ini, Kepala Bapenda menyebut akan ada perubahan metode dalam menentukan jumlah target PAD masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya.

“Jika selama ini kita selalu berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, jika tercapai target di tahun sebelumnya, maka tahun ini di tingkatkan, jika tidak tercapai, lalu diturunkan tergetnya, kedepan tidak seperti itu lagi. Ketika kita sudah tahu potensi pajak dan retribusi daerah, tercapai atau tidak hanya satu satu indikator, ada indikator utama yaitu potensi pajak dan retribusi daerah,” papar Zamhur didepan perwakilan OPD Penghasil PAD.

Sejumlah perwakilan OPD saat mengikuti rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Kampar.

Langkah ini, lanjut Zamhur juga akan berdampak terhadap penilaian kemampuan kepala OPD dalam memimpin instansinya. Bahwa khusus bagi OPD penghasil PAD akan sangat mudah menentukan apakah Kepala OPD tersebut berhasil atau tidak memimpin instansinya.

“Salah satunya indikatornya adalah keberhasilan merealisasikan target yang tetapkan, Bapenda Kampar juga telah memastikan bahwa saat ini target yang diberikan ke masing-masing OPD sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga apabila tercapai, itu ada prestasi bagi kepala OPD, namun jika tidak tercapai ini tentu akan ada evaluasi dari pimpinan, karena kita telah menetapkan sesuai potensi yang ada sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut masing-masing OPD juga memaparkan persentase target yang telah dicapai hingga peluang peningkatan PAD, mulai dari penyewaan Billboard di Diskominfo Kampar, Tenaga Kerja Asing (TKA) hingga memaksimalkan potensi wisata di Kawasan Danau Rusa.

Continue Reading

Kabar Kampar

Terpilih Aklamasi, Sekda Ardi Mardiansyah Pimpin Korpri Kampar

Published

on

Sekda Kampar Ardi Mardiansyah.

Bekawan.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Korpri Kabupaten Kampar periode masa sisa 2025 – 2030 dalam Muskablub Korpri Kabupaten Kampar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (2/9/2026). Ia mendapat dukungan dari seluruh unsur Korpri kecamatan, OPD serta pengurus Korpri Kabupaten Kampar setelah ketua Korpri sebelumnya Refizal mengundurkan diri.

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Ardi Mardiansyah. Ia menilai, secara ex officio Sekda memang memiliki posisi strategis dalam kepengurusan Korpri dan diyakini mampu membawa organisasi tersebut menjadi lebih aktif serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Kami yakin Pak Sekda dapat membawa Korpri bekerja secara profesional, menjadi tempat mengadu dan tempat bernaung bagi seluruh ASN dan PPPK. Rangkul semuanya, jangan ada yang merasa ditinggalkan. Mari kita besarkan rumah kita bersama ini,” tegasnya.

Ia meminta kepengurusan segera disusun dengan melibatkan seluruh unsur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja yang menyentuh kebutuhan anggota.

“Segera susun kepengurusan dan program kerja. Setelah itu kita lakukan pelantikan. Saya berharap Korpri ke depan semakin aktif, semakin besar manfaatnya dan kegiatan-kegiatannya dapat dirasakan langsung oleh anggota,” katanya.

Di balik harapannya terhadap masa depan Korpri, Ahmad Yuzar juga memberikan perhatian khusus terhadap para ASN yang memasuki masa purnabakti.

Ia mengapresiasi kepengurusan sebelumnya di bawah Ketua Korpri Refizal yang telah menghidupkan berbagai kegiatan, termasuk pemberian penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama anggota.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilanjutkan secara berkala. Sebab, setiap hari selalu ada ASN yang mengakhiri masa tugasnya setelah puluhan tahun mengabdikan diri untuk negara dan masyarakat.

“Kegiatan seperti penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama ini harus terus dilanjutkan. Bahkan kalau bisa dilakukan secara berkala, karena setiap hari ada ASN yang memasuki masa pensiun,” ujarnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Ekspos Kejari Kampar: Perkara Dugaan Manipulasi Hasil Pemeriksaan di Inspektorat hingga Lanjutan KUR BRI

Published

on

Kajari Kampar didampingi)Ara Kasi saat ekspos Kinerja Kejari Kampar.

Bekawan.com – Kepala Kejaksaan Negeri Kampar memimpin ekspos Capaian kinerja selama Tahun 2026 yang digelar Rabu (2/9/2026) sore. Sejumlah perkara diungkapkan Kajari didampingi Para Kasi di instansinya, mulai dari Perkara KUR BRI hingga perkara dugaan manipulasi hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Kampar.

“Di tahun 2026 kita lakukan 2 sprin penyidikan, pertama dugaan tindak pidana korupsi manipulasi pelaporan hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Pemkab Kampar, dan saat ini kita dalam penyelesaian perkara KUR BRI, ditahap pertama kita telah sidangkan KUR dengan terdakwa AH cs, sebagian besar sudah inkrah, dan masih ada yang upaya hukum, akan kita selesaikan,” papar Kajari.

Kajari Kampar Dwianto Prihartono, SH, MH juga memaparkan bahwa dari kasus KUR BRI, pihaknya berhasil melakukan penyelamatan sebesar Rp. 331 juta rupiah, dan uang pengganti sebanyak Rp. 190 juta rupiah.

Namun ditanya lebih jauh terkait manipulasi laporan keuangan di Inspektorat, Kajari Kampar belum berkenan menjelaskan lebih jauh, hanya menyebut dugaan manipulasi terjadi di tahun 2025.

“Mungkin sekarang, hanya itu dulu informasi yang kami berikan. itu (perkara) di tahun 2025,” ungkap Kajari.

Selain dua kasus diatas, Kajari juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dari bidang-bidang yang ada di instansinya, mulai dari legal asisten, LO maupun tindakan hukum lain sebanyak 4 kegiatan yaitu dengan Bapenda, termasuk pelayanan hukum lain, seperti layanan hukum gratis sebanyak 10 kegiatan serta 3 kegiatan MoU.

“Sedangkan untuk penyelamatan pemulihan keuangan negara sebesar sekitar Rp. 754 Juta rupiah,” papar Kajari.

Continue Reading

Trending