Connect with us

Kabar Kampar

Dugaan Korupsi 1,1 Miliar Rupiah, Kades Mentulik Jadi Tersangka

Published

on

Tersangka Mantan Kades Mentulik saat dimintai keterangan oleh jaksa.

Bekawan.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar menerima tersangka serta barang bukti (tahap II,red) dugaan Tindak Pidana Korupsi penyalahgunaan dalam jabatan terhadap APBDes  Tahun 2019 dari tim tipikor Polres Kampar, Senin (26/7/2021) sore.

Penyerahan tersangka dan barang bukti diterima Plh Kasi Pidsus Kejari Kampar Gugi Doliansyah ini atas nama Afrizal Zein alias AZ Mantan Kades Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir Kabupaten Kampar.

Saat dikonfirmasi awak media Kajari Kampar Arif Budiman melalui Plh Kasi Pidsus Gugi Doliansyah membenarkan bahwa Kejari Kampar telah menerima tersangka dan barang bukti dari Penyidik Polres, “benar pada hari ini kita dari tim Pidsus Kejari Kampar telah menerima tahap II perkara dugaan Tipikor dengan tersangka AZ mantan Kades Mentulik Kecamatan Kampar Kiri Hilir dari tim tipikor Polres Kampar,” ujar Gugi yang didampingi Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang.

Gugi menjelaskan kasus yang didugakan ini berasal dari APBDes Mentulik Tahun anggaran 2019 lalu, berdasarkan dari keterangan tersangka saat  tahap II beberapa hal telah dibenarkannya bahwa anggaran desa yang dicairkan tidak sesuai peruntukannya.

“Pada saat dimintai keterangm tadi AZ mengakui beberapa hal dan dana yang dicairkan dan penggunaannya tidak sesuai dengan aturan yang tertuang pada juknis dan juklak  yang ada di Desa Mentulik,” kata Gugi.

Atas perbuatan tersangka tersebut negara dirugikan sekira Rp 1.144.066.176,00 (satu milyar seratus empat puluh empat juta enam puluh enam ribu seratus tujuh puluh enam rupiah).

Gugi menjelaskan sejumlah kegiatan yang tidak sesuai aturan yang dilakukan tersangka, seperti pembelian ambulance, gaji  pegawai, pembelian pakaian desa dan lain – lainnya.

“Perbuatan yang dilakukan tersangka dengan mencairkan anggaran dibuatkan administrasinya yang memerintahkan tersangka AZ sendiri setelah lengkap admistrasi, beliau juga yang mencairkannya. Perkara ini akan sesegera mungkin kita limpahkan ke Pengadilan,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kampar Segera Miliki Perda Kawasan Tanpa Rokok, Ada Sanksi Penjara dan Denda

Published

on

 

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kampar menggelar pertemuan terkait dengan wacana pembentukan Perda Kawasan Tanpa Rokok.

Kabid Kesehatan Masyarakat Afrida Yanti menjelaskan bahwa selama ini Kampar baru memiliki Perbup Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang belum berjalan maksimal, padahal menurutnya Kampar sudah harus memiliki Perda karena hal ini sudah diatur dalam Permenkes dan berdasarkan undang-undang kesehatan terkait zat adiktif termasuk rokok.

“Kami diundang Pak Dewan untuk usulan Perda Kawasan Tanpa rokok, sebenarnya kita tertinggal dalam hal ini karena daerah lain sudah punya (perda,red),” ungkap Afrida Yanti didampingi Kasi Promosi Kesehatan dr. Yudi Susanto usai rapat dengan Bapemperda, Senin (20/9/2021).

Sementara itu, Ketua Bapemperda Kampar Juswari Umar Said mengungkapkan sejumlah kawasan yang diatur dalam rancangan Perda KTR ini diantaranya fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, rumah ibadah, angkutan umum, tempat kerj, tempat umum serta fasilitas olahraga.

“Larangan-larangan ini tentu ada dampak dengan PAD, karena ada juga larangan untuk tidak berjualan atau mempromosikan rokok di KTR nantinya, tapi kita nilai aturan ini baik maka kita lanjutkan,” papar Juswari.

Politisi Demokrat juga mengungkapkan sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar Perda ini diantaranya denda dan kurungan penjara minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan kurungan.

“Untuk besaran dendanya masih dibahas. Minggu ini agenda kita perbaikan redaksi, dan minggu depan kita serahkan Kemenkumham, dari sana kalau ada perubahan kita perbaiki, baru nanti kita Paripurnakan,” jelas Juswari.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kejari Kampar Bidik Pengadaan Alkes RSUD Bangkinang

Published

on

Kajari Kampar Arif Budiman melakukan pemeriksaan saksi dari Irjen Kemenkes.

Bekawan.com – Kejaksaan Negeri Kampar tengah membidik dan mendalami dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Kedokteran yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, Tim Penyidik Kejari Kampar juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Kesehatan.

Guna menggali informasi  pengadaan Alkes Kedokteran dan KB di RSUD Bangkinang pada Tahun Anggaran 2012 itu, Penyidik Kejari Kampar melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari Irjen Kementrian Kesehatan tersebut, bertempat di gedung bidang Pidana Khusus (Pidsus) Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (17/9/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kampar Arif Budiman turun tangan melakukan pemeriksaan bersama dengan Kasi Pidana Khusus Amri Sayekti Rahmanto.

“Pemeriksaan itu dilakukan ada dua orang dari Itjen Kemenkes, perkara ini sudah kita tingkatkan ke penyidikan yang sudah ditetapkan pada tanggal 8 September lalu),” ujar Kajari Kampar Arif Budiman melalui Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jumat (17/9/2021).

Kasi Intel Silfanus R. Simanullang didampingi sejumlah jaksa menjawab pertanyaan sejumlah wartawan.

Lebih lanjut, dikatakan Silfanus, bahwa perkara ini sudah ditingkatkan ke tahapan penyidikan, berdasarkan hasil setelah sebelumnya Kejari melakukan gelar perkara pada tahap hasil penyelidikan.

“Sebelumnya kita menggelar perkara, baik itu penyidikan, ekspos maupun pimpinan kita berkesimpulan ini dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya, di tahapan penyelidikan beberapa pihak sudah kita lakukan untuk meminta keterangan yang ada sekitar delapan orang,” terang Silfanus.

Mantan Penyidik Pidsus di Kejati Riau ini menambahkan sejumlah pihak yang sudah dimintai keterangan diantaranya pejabat pengadaan, panitia penerima hasil pekerjaan, PPK dan pihak – pihak yang berkaitan langsung dengan kegiatan pengadaan alat kesehatan.

Continue Reading

Kabar Kampar

Pasca Dikunjungi Menteri Sandiaga Uno, Wisata Puncak Kompe Semakin Ramai

Published

on

Masterplan Pembangunan Kawasan Wisata Puncak Kompe.

Bekawan.com – Pasca dikunjungi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Kawasan Wisata Puncak Kompe yang berada Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar semakin ramai dikunjungi wisatawan.

Menurut Ketua Pokdarwis Puncak Kompe Ocu Imus, peningkatan pengunjung ke tempat wisata yang berada di Kawasan PLTA Koto Panjang ini mencapai 50 persen.

Menparekraf Sandiaga Uno saat berkunjung di Puncak Kompe.

“Peningkatannya signifikan sampai 50 persen, Alhamdulillah ramai pengunjung, apalagi diakhir pekan,” ungkap Imus, Kamis (16/9).

Sebelumnya, Manparekraf Sandiaga Uno mengunjungi Kawasan Puncak Kompe Hari Minggu (12/9/2021) lalu, didampingi Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar dan Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, kunjungan Mantan Wakil Gubernur DKI ini dalam rangka penilaian langsung terhadap Desa Koto Mesjid yang masuk dalam 50 besar Nominasi Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2021.

Para pengunjung saat menikmati durian diatas Puncak Kompe, eh.. ada Pak Bupati juga.

Dalam kunjungannya Papa Online berharap, kreatifitas warga Desa Koto Masjid ini juga semakin membuka peluang untuk mencintai destinasi-destinasi wisata di Riau. Sebab, menurut Sandiaga, obyek wisata Puncak Kompe tak kalah menarik dengan Raja Ampat di Papua.

“Mari kita cintai destinasi-destinasi wisata kita, termasuk di Riau. Tidak perlu keluar negeri untuk berwisata, dan kalau kangen Raja Ampat bisa ke Kampar,” ajak Sandi.

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending