Connect with us

Viral

Viral, Petani Asal Pekanbaru tantang Najwa Shihab

Published

on

Najwa Sihab saat video call dengan Ari Jumadi. Foto: Youtube Mata Najwa.

Bekawan.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang petani asal Kota Pekanbaru Viral di media sosial (medsos), dalam video yang berdurasi sekitar 30 detik ini memperlihatkan seorang pria memberikan tantangan kepada Najwa Shihab salah seorang pembawa acara, jurnalis, aktris, feminis, dan aktivis media sosial terbaik di Indonesia, Kamis (10/2/2022).

Video tantangan tersebut juga sudah di posting dalam channel YouTube resminya Najwa Shihab 5 hari yang lalu dengan judul “Harga Pupuk mencekik, Petani Menjerit, Mata Najwa”.

Dalam video yang beredar, pria yang mengaku sebagai petani itu menantang Najwa Shihab supaya menayangkan fenomena kenaikan harga pupuk.

“Untuk mbak Najwa Shihab, yang sering disebut dalam acara Mata Najwa, yang mempunyai acara Mata Najwa, berani tidak mbak membuat judul di acara mbak, “harga pupuk mencekik, petani kecil punah atau menjerit” ,” ungkap pria tersebut.

Selain memberikan tantangan, dalam video ini pria tersebut juga memberikan alasan kenapa ia meminta tolong kepada Najwa Shihab agar menyuarakan keluhan mereka melalui acara Mata Najwa.

“Tolong mbak ya, agar suara kami petani kecil di dengar, kalau belum masuk di acara mbak suara kami tak akan pernah di dengar mbak,” tambahnya.

Tak menunggu waktu lama, tantangan sang petani langsung direspon oleh Mbak Nana sapaan akrab Najwa Shihab

“Saya mendapatkan Video itu tersebar di media sosial dan banyak sekali orang yang dan teman-teman yang mengirimkannya langsung ke saya, saya meminta tim Mata Najwa untuk melacak pembuat video, bapak petani tadi dan tim Mata Najwa menemukan pak Ari Jumadi petani dari Pekanbaru,” ucap Nana.

Melanjuti Tantangan tersebut, mbak Nana langsung menghubungi Ari Jumadi melalui Video Call untuk mendengar keluhannya mengenai pupuk secara langsung

Dalam percakapannya, Ari mengadukan kenaikan harga pupuk yang ia rasa sangat memberatkan dirinya dan para petani lainnya.

“Pupuk dengan herbisida yang biasanya Rp 300 ribu sekarang sudah Rp 680 ribu seperti MPK, urea biasanya Rp 250 ribu sekarang menjadi Rp 550 ribu per karung 50 kg, jadi naiknya itu dua kali lipat,” ungkap Ari.

Dalam Video Call tersebut Ari juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Najwa Shihab karena sudah lancang membuat video yang ditujukan kepada dirinya.

“Mohon maaf mbak ya, mungkin saya lancang membuat video tersebut dan menujukannya kepada mbak karena saya bisa di bilang penggemar mbak, setiap ada acara mbak saya selalu menonton,” terang Ari.

Di akhir video, mbak Nana juga menyampaikan terimakasihnya kepada Ari Jumadi karena telah memberikannya kepercayaan

“Terimakasih pak Ari, terimakasih kepercayaan nya. Karena Mata Najwa lagi  break jadi saya tidak bisa menyampaikannya di Mata Najwa, tapi saya ingin bertemu langsung, ingin dengar langsung. InsyaAllah bisa disampaikan lewat narasi, lewat media sosial supaya suara pak ari yang mewakili suara-suara petani yang lain itu bisa di dengar di publik,” ucap Nana.

Selanjutnya, Ari menyampaikan harapannya kepada pemerintahan terkait mengenai melonjaknya harga pupuk,” tolonglah stabilkan harga kebutuhan petani jadi kami sebagai petani kecil ini masih bisa bertahan, walaupun tidak mencari kaya  setidaknya untuk kehidupan kami sehari-hari dapatlah kami,” ungkas Ari.

Sumber : Channel YouTube Najwa Shihab/Aldi Irpan.

Continue Reading

Kabar Kampar

Bupati Ahmad Yuzar Kembali Lakukan Monitoring Penerapan WFH

Published

on

Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar kembali melakukan monitoring pelaksanaan Work From Home (WFH) di Lingkungan Pemkab Kampar, Jumat (17/4/2026) pagi, sejumlah OPD menjadi pilihan acak Ahmad Yuzar dalam menindaklanjuti SE Kemendagri tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kampar didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr.Ardi Mardiansyah, Inspektur Kabupaten Kampar, Muhammad Irsyad, Kepala BKPSDM Riedel Fitri serta sejumlah Kepala OPD.

Monitoring dilakukan dengan menggunakan sepeda dan sepeda motor sebagai bentuk implementasi efisiensi sekaligus mendorong pola kerja yang lebih hemat energi, sehat, dan ramah lingkungan.

Adapun OPD yang menjadi lokasi monitoring antara lain Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar, Puskesmas Bangkinang Kota, PTSP, DPPKBP3A, Kantor Camat Bangkinang, serta Puskesmas Laboy Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa pelaksanaan WFH harus tetap mengedepankan produktivitas, disiplin, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, pelayanan publik tetap berjalan optimal dan tidak mengalami penurunan. Transformasi budaya kerja ini harus dimaknai sebagai peningkatan kinerja, bukan sebaliknya,” ujar Ahmad Yuzar.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan oleh masing-masing pimpinan OPD terhadap pelaksanaan WFH di unit kerjanya.

Sementara itu, Pj. Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menambahkan bahwa monitoring ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan perangkat daerah dalam menyesuaikan pola kerja baru, sekaligus memastikan efisiensi anggaran dapat berjalan seiring dengan peningkatan kinerja.

Dari hasil monitoring, secara umum pelaksanaan WFH di sejumlah OPD berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap terlaksana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Continue Reading

Kabar Kampar

Fungsi Jalan Produksi Perkebunan : Penghubung Utama dan Kelancaran Distribusi

Published

on

Salah satu jalan Produksi Perkebunan yang dibangun Pemkab Kampar.

Bekawan.com – Kadisbun Kampar Marahalim merinci bahwa jalan produksi perkebunan memiliki berbagai berfungsi yakni sebagai Penghubung utama kebun masyarakat dengan pabrik, penentu kelancaran distribusi hasil panen dan menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan harga jual TBS Sawit.

“Dengan kata lain, pembangunan jalan produksi di daerah adalah bagian nyata dari kontribusi daerah dalam memperkuat ekonomi nasional,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Pembangunan ini, lanjut Kadis juga memberikan dampak luas terhadap ekonomi daerah mulai dari meningkatkan pendapatan petani karena distribusi lebih lancar, kualitas terjaga, harga jual lebih baik.

Menekan biaya produksi karena akses yang baik menurunkan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi usaha. Menggerakkan ekonomi lokal dengan mendorong tumbuhnya jasa transportasi, perdagangan hasil kebun dan UMKM di wilayah pedesaan. Serta memperkuat ekonomi daerah secara keseluruhan karena perputaran ekonomi meningkat, daya beli naik, dan kontribusi sektor perkebunan terhadap daerah semakin kuat.

“Oleh karena itu, jika ada narasi yang menyimpulkan program ini tidak bermanfaat maka hal tersebut jelas tidak melihat gambaran besarnya, karena penilaian terhadap suatu program pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari satu sudut pandang atau potongan informasi semata,” terang Marahalim.

Kadisbunnakkeswan Kampar Marahalim.

Kadisbun Kampar juga menegaskan bahwa yang Kampar bangun hari ini dibawah pemerintahan Bupati Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Misharti bukan hanya sekedar infrastruktur jalan semata, tetapi merupakan akses ekonomi masyarakat, berkaitan dengan daya saing sawit rakyat dan merupakan sumber penguatan devisa negara serta fondasi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

“Program jalan produksi yang saat ini dilaksanakan bukanlah program yang muncul secara tiba-tiba atau berdiri sendiri, apalagi tanpa dasar. Program ini melalu rantai perencanaan yang jelas dan terarah dan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat yang disampaikan melalui mekanisme resmi, yaitu mulai dari usulan masyarakat hingga forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten (bottom Up) dan juga mempertimbangkan kebijakan (top down) kemudian diakomodir dan diselaraskan dengan rencana pembangunan daerah, kemampuan anggaran, serta dampak manfaat bagi masyarakat luas,” papar Marahalim.

Continue Reading

Kabar Kampar

Festival Kreatif Season III Lipatkain Momentum Kebangkitan Ekonomi Kreatif Kampar Kiri

Published

on

Bupati Kampar memukul gong tanda dibukanya Festival Lipat Kain Season III.

Bekawan.com – Festival Kreatif Lipatkain Season III Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Rabu (8/4/2026), orang nomor satu di Kabupaten Kampar tersebut berharap kegiatan ini menjadi momentum emas kebangkitan ekonomi kreatif di serantau Kampar Kiri.

Sesuai tema kegiatan “Bersama Menjaga Budaya, Bangun Ekonomi Kreatif dengan Hati”, Bupati Ahmad Yuzar menekan bahwa acara digelar selama 4 hari itu merupakan panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk tidak meninggalkan akar budaya di tengah gempuran modernisasi.

“Kita ingin ekonomi kreatif tumbuh, namun tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang kita miliki. Tema tahun ini adalah pengingat bahwa dalam membangun ekonomi, kita tidak boleh kehilangan jati diri, produk yang lahir dari hati, yang membawa napas budaya Kampar Kiri, akan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar global, mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum emas kebangkitan ekonomi kreatif di serantau Kampar Kiri,” ungkap Ahmad Yuzar.

Acara yang dipadati oleh ribuan masyarakat Lipatkain ini menampilkan berbagai potensi lokal, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner khas. Festival ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi bangkitnya UMKM di sektor ekonomi kreatif yang dikelola dengan semangat kebersamaan.

Kehadiran Bupati Ahmad Yuzar didampingi oleh jajaran pejabat teknis, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, serta Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kampar. Kehadiran para kepala dinas ini bertujuan untuk memastikan pembinaan sektor pariwisata dan pendidikan berbasis budaya dapat berjalan selaras.

Turut hadir dalam prosesi pembukaan, Plt. Camat Kampar Kiri, Lurah Lipatkain, serta jajaran pemuka masyarakat yang terdiri dari Niniak Mamak, Alim Ulama, dan Cerdik Pandai. Kehadiran para tokoh adat ini menegaskan bahwa dukungan moral dan adat menjadi pilar utama kesuksesan festival tersebut.

 

Continue Reading

Trending