Connect with us

Kabar Kampar

Dinas PPKBP3A Serahkan Bantuan Telur kepada Keluarga Beresiko Stunting

Published

on

Kadis PPKBP3A Edi Afrizal menyerahkan telur. Foto : Dir/Bekawan.com

Bekawan.com – Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar bersama Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) terus berupaya mempercepat penurunan Stunting di Kabupaten Kampar.

Satgas yang terbagi dalam 479 Tim dengan jumlah anggota 1.479 orang ini terdiri dari tenaga Kesehatan, Kader KB dan Kader PKK. Tim ini bertugas di desa dalam mendampingi keluarga beresiko Stunting.

Adapun yang beresiko Stunting, seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu Nifas dan anak di bawah umur dua tahun.

“Itulah yang kita lakukan Tim untuk pendampingan kepada yang beresiko Stunting tersebut,” kata Kadis (PPKBP3A) Kampar, Edi Afrizal saat dikonfirmasi, (1/11/2022).

Saat ini lanjutnya, prevalensi Stunting mencapai 25,7 persen, DPPKBP3A Kampar membagikan 600 telur ayam kepada keluarga berisiko stunting.

Sementara itu, Koordinator Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Perwakilan Riau Sri Wahyuni mengatakan, bahwa dengan prevalensi stunting sebesar 25,7 persen itu menempatkan Kampar berada pada posisi keempat tertinggi di Riau, dengan rata-rata prevalensi stunting di Riau sebesar 22,3 persen

Ia menuturkan, upaya percepatan penurunan stunting tugas bersama setelah keluar Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Berdasarkan perpres tersebut, ia mengharapkan, segala upaya dapat menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024.

“Salah satu strategi yang dilakukan adalah pembentukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK dan kader KB. Karena tim ini baru berjalan satu tahun, masih diperlukan pembinaan secara berkelanjutan agar pendampingan kepada keluarga sasaran dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.

TPK yang bekerja di lapangan bersama Satgas Percepatan Penurunan Stunting, juga diarahkan dapat mengoptimalkan pendataan keluarga berisiko stunting, antara lain melalui pengisian data di Google Form dan aplikasi Elsimil.

Pengisian data ini, katanya, untuk memantau sasaran keluarga berisiko stunting yang telah didampingi TPK. Jika di suatu desa prevalensi stunting tinggi, artinya upaya percepatan penurunan stunting belum sukses, sehingga bidan dan kader harus bergerak bersama untuk mendampingi keluarga berisiko stunting.

Sementara itu, Camat Tapung, Sofiandi mengatakan, bahwa dengan terus menggiatkan pembinaan terhadap TPK, agar mereka memiliki keterampilan melakukan pemeriksaan ibu hamil dan makanan bergizi yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil sehingga kasus stunting di daerah setempat dapat diturunkan.

Pembekalan mengenai tata cara pengisian data di Google Form dan aplikasi Elsimil bagi kader TPK diberikan oleh Manager Bidang Program dan Kegiatan Satgas Percepatan Penurunan Stunting Radhina Permata Sari.

Selain itu, didiskusikan cara-cara mengatasi kendala yang dihadapi TPK dalam menginput data karena target menginput data belum tercapai.

Berdasarkan data per 22 Oktober 2022, kasus stunting di Kabupaten Kampar beranjak ke angka 1.300 anak berdasarkan hasil audit 2022 terhadap bayi yang terkena stunting di 21 kecamatan dan 250 desa/kelurahan.

Sekda Kampar Yusri mengemukakan pentingnya komitmen bersama dalam penanganan stunting di daerah setempat.

“Perlu komitmen dan keseriusan seluruh elemen dan instansi maupun pihak swasta dan pengusaha dalam penanganan ini, jangan hanya bersifat kegiatan seremonial tapi dalam bentuk nyata yang ditujukan kepada penurunan stunting yakni remaja yang akan menikah, ibu hamil, ibu menyusui dan balita di bawah dua tahun,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Wabup Misharti Resmikan Jembatan Perintis di Gajah Bertalut Bantuan Presiden

Published

on

Peresmian jembatan di Desa Gajah Bertalut oleh Wabup Misharti.

Bekawan.com – Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti meresmikan jembatan gantung perintis garuda wilayah Kodim 0331/KPR di Desa Gajah Bertalut Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (11/7).

Menurut Wabup. pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata perhatian Presiden RI terhadap masyarakat di Desa Gajah Bertalut yang pembangunannya di laksanakan oleh Kodim 132 KPR.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik, tetapi penghubung harapan. Dengan adanya akses jalan, tentunya akan lebih memudahkan masyarkat dan anak-anak untuk beraktifitas tanpa harus menyeberangi sungai, petani bisa membawa hasil panen dan pelayanan kesehatan bisa lebih cepat menjangkau warga,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kampar menyempatkan diri berdialog dengan warga, mendengarkan aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan lain seperti listrik, air bersih dan fasilitas lainnya. Di akhir acara Wakil Bupati Kampar bersama Forkopimda dan perangkat Kecamatan serta Desa memberikan bantuan 20 paket sembako untuk masyarakat sekitar.

“Saya selaku perwakilan Pemerintah Daerah berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kodim 132 KPR atas pembangunan jembatan ini, mari kita sama-sama jaga jembatan ini dan semoga dapat membantu masyarkat serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Gajah Bertalut,” tutup Misharti.

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Dandim 0331 KPR di wakili oleh Mayor Inf Hendri, Kapolres di wakili oleh Baitul Muadis, Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar. S.Pd, Kepala Desa Gajah Bertalut B. Zubir. S.Pd, seluruh tamu yang menghadiri kegiatan ini dan seluruh masyarakat Desa Bertalut.

 

Continue Reading

Kabar Kampar

Bahas Penanganan Batas Wilayah dan Tambang Emas Ilegal Pemkab Kampar Sinergi dengan 50 Kota

Published

on

Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat bertemu Bupati 50 Kota dalam agenda membahas sejumlah persoalan tapal batas dan tambang emas ilegal.

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Pemerintah Kabupaten 50 Kota menggelar pertemuan Jumat (10/7/2026), koordinasi ini guna membahas berbagai persoalan di wilayah perbatasan kedua daerah, khususnya terkait aktivitas tambang emas ilegal yang berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten 50 Kota tersebut dihadiri oleh Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, Bupati Kabupaten 50 Kota, Safni Sikumbang, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, Camat Koto Kampar Hulu Ahmad Begab, Danpos Koramil Koto Kampar Hulu Sersan Mayor Mulyadi, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam pembahasan tersebut, kedua pemerintah daerah menyoroti persoalan batas wilayah Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan Koto Kampar Hulu, dengan wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat.

Bupati Kampar menyampaikan bahwa, salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah masuknya alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan perbatasan, terutama di wilayah Kampung Gelugur, Koto Tongah, dan Tanjung Jajaran.

Aktivitas tersebut dinilai telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, khususnya pencemaran aliran sungai yang dirasakan masyarakat hingga ke wilayah Rantau Larangan, Kabupaten Kampar.

“Meskipun lokasi aktivitas penambangan berada di luar wilayah administrasi Kabupaten Kampar, namun dampak kerusakan lingkungan dan pencemaran air sungai turut dirasakan oleh masyarakat Kampar yang menggantungkan kebutuhan hidup dari aliran sungai tersebut” jelas Ahmad Yuzar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah harus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam agar tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, kedua pemerintah daerah sepakat bahwa penyelesaian persoalan ini memerlukan koordinasi lintas kabupaten, lintas provinsi, serta melibatkan pemerintah pusat mengingat adanya kawasan hutan dan persoalan penetapan batas wilayah yang masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum.

Continue Reading

Kabar Kampar

Bupati Ahmad Yuzar Dampingi Kapolri Serahkan Peralatan Waspada Karhutla

Published

on

Bupati dan Kapolri berjabat tangan dalam acara pemberian bantuan peralatan siaga Karhutla.

Bekawan.com – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar mendampingi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam agenda Apel Kesiapan dan Penyerahan Bantuan Peralatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau. Kegiatan krusial ini dalam rangka mitigasi bencana tahunan, kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Upacara Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Rabu (8/7/2026).

Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata institusi Polri bersama pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan personel serta modernisasi sarana prasarana dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah rawan, khususnya Provinsi Riau.

Dalam gelaran tersebut, Kapolri menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan peralatan mutakhir penanggulangan karhutla. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah armada taktis dipersiapkan secara matang, mulai dari kendaraan roda dua berspesifikasi trail untuk penembus medan sulit, truk Korps Brimob dan Korps Sabhara, mobil pemadam Bima Sakti, kendaraan taktis Extended Range Lanud RSN, hingga alat berat ekskavator untuk pembuatan sekat kanal. Selain itu, dipamerkan pula berbagai perlengkapan perorangan dan tim seperti pompa air portable bertekanan tinggi miliki Kodam XIX/TT, selang pemadam, tangki air portable, baju pelindung, hingga masker respirator khusus gas beracun.

Di sela-sela acara, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri atas atensi dan bantuan peralatan yang diberikan untuk Provinsi Riau, “khususnya yang nantinya akan sangat berdampak pada wilayah Kabupaten Kampar,” ungkap Bupati Ahmad Yuzar. Acara yang berlangsung dengan khidmat dan disiplin tinggi ini ditutup dengan peragaan kesiapan personel dan pengecekan fungsi alat deteksi dini Karhutla.

Continue Reading

Trending