Kabar Kampar
(Refleksi) Tour de Muara Takus: Bersepeda Menapaktilasi Kejayaan Nusantara
Oleh: Benni Ihsan
“Ketika sebuah perjalanan (perjuangan) dalam kehidupan akan sampai di tujuan, rute yang dilewati terasa berat. Namun, keindahan dan riak-riak kesuksesan sudah mulai terasa. Siapa yang menyerah maka kalah dan yang bertahan akan menuai keberhasilan.”
Sport tourisme merupakan olahraga yang dikombinasikan dengan kegiatan kepariwisataan. Selain untuk berolahraga, sport tourisme juga bertujuan memperkenalkan atau mempromosikan wisata di suatu negara atau daerah. Dalam pelaksanaannya, sport tourisme akan melibatkan berbagai sektor usaha guna menggeliatkan perekonomian. Misalnya, perhotelan atau usaha serupa, transportasi, kuliner, cendera mata atau khazanah budaya yang bisa dipertontonkan, destinasi wisata dan juga olahraga itu sendiri.
Dalam pelaksanaannya, sport tourisme mensyaratkan adanya perpindahan orang dari tempat tinggalnya ke tempat lain guna berolahraga sembari berinteraksi dengan berbagai khazanah yang dimiliki oleh daerah tujuan, seperti keindahan alam, seni dan budaya, kuliner, bahkan sejarah.
Dalam beberapa hari terakhir jelang pelaksanaan Tour de Muara Takus (12/11/2022), pembaca sudah disuguhi dengan informasi tentang manfaat positif dari iven ini. Seperti, promosi wisata, ajang kebangkitan industri UMKM Kab. Kampar, tersedianya wadah bagi para seniman untuk menggelar karya dan kreatifitasnya, serta berbagai manfaat positif lainnya yang disampaikan oleh panitia dan juga pemerintah daerah. Karena itu, redaksi bekawan.com mencoba menyoroti dari perspektif berbeda.
Bersepeda Menapaktilasi Kejayaan Nusantara
Sukses penyelenggaraan Tour de Muara Takus tidak lepas dari jalinan kerjasama yang baik antara Pemkab Kampar sebagai tuan rumah, Pemprov Riau, Pemko Pekanbaru, Polda Riau, Pengurus Ikatan Sepeda Indonesia (ISSI) Prov. Riau dan Kab. Kampar serta sejumlah sponsor.
Pagi 12 November 2022, ratusan peserta Tour de Muara Takus dilepas Gubernur Riau, Syamsuar, bersama Kapolda Riau, Irjen Pol. Muhammad Iqbal, Danrem 031 Wira Bima, Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung dan Pj Bupati Kampar, Dr. H. Kamsol , MM, dari halaman Mapolda Riau menuju garis finish di Candi Muara Takus.
Sepanjang perjalanan yang menempuh jarak 125 Km, para peserta disambut dengan lambaian tangan dan senyum ramah dari masyarakat Kab. Kampar yang terlihat antusias menyemangati para peserta yang melintas di depan mereka.
Sebagaimana yang telah dijelaskan di awal tulisan ini, perpindahan orang dari tempat tinggal mereka ke tempat lain guna berolahraga sembari berwisata menjadi syarat dalam sport tourisme. Dalam iven Tour de Muara Takus ini, perpindahan yang terjadi bukan sekadar perpindahan fisik para peserta dari tempat tinggal mereka lalu bersepeda dari Pekanbaru menuju Candi Muara Takus. Lebih dari itu, dalam iven ini, para peserta juga diajak untuk melakukan perpindahan ingatan dari masa sekarang menuju masa lalu.
Tour de Muara Takus bukan wisata olahraga biasa. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya mengenalkan kembali situs-situs yang melambangkan kejayaan nusantara di masa silam. Setelah melakukan start dari halaman Mapolda Riau, peserta kemudian mengayuh sepedanya menuju pitstop pertama di Istana Kesultanan Kampa yang terletak di Desa Koto Prambahan, Kabupaten Kampar.

Kapolda Riau Irjen M.Iqbal foto bersama Sekda Drs. H. Yusri MSi Datuok Bandaro Mudo an Niniok Mamak di Istana Kampa.
Di pitstop 1, sebagaimana juga yang tampak di pit stop 2, 3 dan di garis finish, para peserta disambut oleh hampir seluruh elemen masyarakat, mulai dari panitia penyelenggara, unsur pimpinan daerah kabupaten, unsur pimpinan kecamatan hingga pemerintahan desa, pemuka masyarakat, dan ninik mamak. Berbaurnya pemuka masyarakat, ninik mamak bersama pemerintah merupakan simbol bahwa Kabupaten Kampar masih erat memegang identitasnya sebagai masyarakat yang bahu membahu dalam seluruh aspek kehidupan, sejak masa lalu hingga hari ini.
Di halaman Istana Kesultanan Kampa, para peserta dimanjakan dengan sajian kuliner khas Kab. Kampar. Kuliner yang disajikan adalah produk usaha kecil dan menengah yang dikelola oleh masyarakat tempatan. Beberapa dari kuliner tersebut merupakan makanan tradisional yang resepnya berasal dari masa lalu yang bertahan hingga sekarang. Ini merupakan simbol betapa masyarakat Kampar menjaga erat warisan budaya yang mereka miliki. Hal ini juga dapat terlihat dari hiburan yang disuguhkan berupa musik tradisional calempong oguong.
Dari pitstop 1 peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju pitstop 2 di ibukota Kabupaten Kampar, Bangkinang, yang juga pernah menjadi ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dibawah pimpinan Syafruddin Prawiranegara.
Saat terjadinya agresi militer Belanda 1948 yang melumpuhkan ibukota negara di Yogyakarta dan tertangkapnya Presiden Soekarno bersama Wakil Presiden Mohammad Hatta, Syafruddin Prawiranegara yang saat itu menjadi Menteri Kemakmuran RI membentuk Kabinet Darurat dan menjadikan Bukit Tinggi sebagai ibukota negara sementara sejak 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949.
Meski ditetapkan di Bukit Tinggi, pemerintahan tidak menetap di satu tempat, melainkan berpindah-pindah menghindari kejaran Belanda. Dalam menjalankan pemerintahan darurat di pedalaman Sumatera, Syafruddin Prawiranegara bergerak melalui Bangkinang ke Kampar hingga akhirnya sampai ke Sumpur Kudus dan menetap di sana.
Di kota yang pernah menjadi ibukota negara pada masa pemerintah darurat, bertempat di Balai Bupati Kampar, peserta Tour de Muara Takus kembali disambut oleh unsur pemerintah daerah, pemuka masyarakat dan ninik mamak dalam sambutan yang hangat dan bersahabat dengan suguhan kuliner khas.
Peserta kemudian melanjutkan perjalanan menuju pitstop 3 di Desa Batu Bersurat. Menuju pitstop 3, para peserta menyeberangi sungai Kampar melalui bentangan jembatan Rantau Berangin. Jembatan ini merupakan Jembatan Pra Tekan yang tidak memerlukan tiang penyangga di tengah sungai. Pada saat diresmikan oleh Presiden Soeharto, 2 Mei 1974, jembatan yang memakan biaya sebesar Rp. 450 juta ini merupakan jembatan dengan bentangan terpanjang di Indonesia pada masa itu. Pembangunan jembatan Rantau Berangin direncanakan dan diawasi oleh putra-putri terbaik Indonesia. Hal ini menjadi kebanggaan Presiden Soeharto yang ia sampaikan dalam pidatonya saat meresmikan jembatan Rantau Berangin.
“Ini adalah bukti bahwa pikiran dan akal putera-puteri Indonesia bukan hanya tidak beku, melainkan dapat mengerjakan hal-hal yang baru,” ungkap Presiden Soeharto.
Melewati jembatan Rantau Berangin, para peserta kemudian memasuki rute berkelok dan mendaki hingga ke pitstop 3 di Dermaga Gulamo, Desa Batu Bersurat. Batu Bersurat sendiri, sebagaimana cerita yang turun temurun diyakini oleh masyarakat Kampar, berupa prasasti bertuliskan aksara lama. Namun sayang, batu tersebut tidak dapat terselematkan saat pelaksanaan proyek pembangunan PLTA Koto Panjang. Selama perjalanan yang berkelok dan mendaki tersebut, para peserta disuguhi pemandangan alam berupa bukit-bukit hijau dan asri serta bentangan Danau PLTA Koto Panjang. Beratnya rute dengan suguhan alam nan elok seakan menyuguhkan nilai falsafah hidup yang sangat penting.
“Ketika sebuah perjalanan (perjuangan) dalam kehidupan akan sampai di tujuan, rute yang dilewati terasa berat. Namun, indahnya kesuksesan sudah mulai terasa. Siapa yang menyerah maka kalah dan yang bertahan akan menuai keberhasilan.”
Ya, Tour de Muara Takus bagai sebuah perjalanan yang dimulai dari akhir menuju awal; dari pusat kota yang merupakan perjalanan termutakhir bangsa ini di Kota Pekan Baru, menuju awal peradaban di Candi Muara Takus. Para pesepeda seolah sedang menapaktilasi perjalanan bangsa dengan berbagai kejayaannya di masa lalu hingga hari ini; perjalanan yang seakan maju tetapi seolah kembali ke masa lalu.
Bila kita cermati lebih mendalam, Tour de Muara Takus pada esensinya bukan sekadar iven wisata olahraga biasa yang bermanfaat bagi kesehatan. Tour de Muara Takus merupakan sebuah gerbang informasi yang menghubungkan masa lalu dan sekarang pada sepanjang rute yang dilewati. Informasi yang berupa sejarah betapa bangsa ini, dengan pasang surutnya tetap bertahan dan bergerak maju tanpa meninggalkan dan melupakan jasa-jasa para pendahulunya.
Tour de Muara Takus merupakan gerbang informasi yang yang menyajikan secara langsung tentang khazanah budaya, pariwisata berupa pesona alam dan sejarah kejayaan nusantara, serta suguhan kuliner dan kesenian tradisional khas Kabupaten Kampar kepada para pesepeda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.
Para pesepeda mendapatkan pengalaman nyata betapa ramah dan bersahabatnya seluruh elemen masyarakat di Kab. Kampar. Iven ini merupakan wadah silaturahmi budaya antar warga negara yang datang dari berbagai daerah yang mencerminkan kebhinnekaan serta persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.
Tour de Muara Takus merupakan penanda bahwa pandemi tidak menyurutkan langkah dan mematahkan semangat putra-putri bangsa Indonesia untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat serta tetap berkarya. Tour de Muara Takus menjadi penanda industri pariwisata dan UMKM di Kab. Kampar akan terus menggeliat dan bangkit menuju masa depan yang gemilang dan mampu mengangkat derajat ekonomi masyarakat.
Sekembalinya para pesepeda usai Tour de Muara Takus ke kediaman dan aktifitas masing-masing, tentu kita semua berharap kenangan yang telah mereka kantongi dalam pikiran masing-masing berupa keramahan dan sikap bersahabat dari pemerintah, ninik mamak dan masyarakat Kab. Kampar; juga khazahah budaya dan pesona wisata serta sejarah kejayaan nusantara di masa silam; akan memanggil mereka kembali bersama keluarga dan koleganya untuk berwisata dan mengenal lebih banyak lagi pesona yang belum mereka lihat dan rasakan yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Kampar.*
Kabar Kampar
Demi Program Pembebasan Pajak Kendaraan, Samsat Bangkinang Tambah Jam Operasional
Bekawan.com – UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang (Samsat Bangkinang) resmi melaksanakan Program Pembebasan Pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Terutang dan Penghapusan Sanksi Administrasi PKB yang berlangsung mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026.
Program ini merupakan tindak lanjut Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts. 511/VII/2026 tanggal 20 Juli 2026, dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Riau ke-69 sekaligus meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.
Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang, Ade Syaputra, SE., M.Si, mengajak seluruh masyarakat di wilayah kerja Samsat Bangkinang untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Riau kepada masyarakat. Kami mengimbau seluruh wajib pajak yang memiliki tunggakan agar segera datang ke Samsat Bangkinang selama periode program berlangsung. Jangan lewatkan kesempatan ini karena cukup membayar kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku, masyarakat dapat memperoleh pembebasan pokok pajak terutang dan penghapusan sanksi administrasi,” ujar Ade Syaputra, Sabtu (1/8/2026).
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program, Samsat Bangkinang juga melakukan penyesuaian jam pelayanan sebagai berikut:
* Senin–Kamis: Pelayanan pukul 08.00–15.00 WIB.
* Jumat: Pelayanan pukul 08.00–11.30 WIB.
* Sabtu: Pelayanan pukul 08.00–13.00 WIB.
Samsat Bangkinang telah menyiapkan seluruh petugas pelayanan agar proses pembayaran pajak kendaraan dapat berlangsung cepat, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Melalui program ini, diharapkan tingkat kepatuhan wajib pajak semakin meningkat, jumlah kendaraan yang menunggak dapat berkurang, serta penerimaan daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor dapat terus dioptimalkan untuk mendukung pembangunan Provinsi Riau.
Ayo manfaatkan kesempatan emas ini!
Datang ke Samsat Bangkinang mulai 1–31 Agustus 2026 dan segera lunasi kewajiban pajak kendaraan Anda. Jangan sampai kesempatan pembebasan pokok pajak terutang dan penghapusan sanksi administrasi ini terlewat.!!
Kabar Kampar
Pemkab Kampar akan Suguhkan Produk Khas Kampar di APKASI Expo 2026
Bekawan.com – Pemda Kampar menggelar rapat persiapan untuk mengikuti gelaran Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026, yang digelar di Ruang Rapat Kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Rabu (29/7/2026).
Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah produk unggulan dari Kabupaten Kampar akan boyong di acara pameran tahunan nasional yang ditaja APKASI untuk promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi yang akan berlangsung 27–29 Agustus 2026 di Hall 3 & 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang.
Kabid Promosi Dinas Perikanan Kampar Jhon Mainir menyebut sejumlah produk dari perikanan siap diboyong ke Iven AOE 2026 seperti kerupuk kulit patin, rendang ikan salai, Kokek Maco, Abon Patin, Kerupuk ikan hingga ikan salai asap.
Selain itu, Dinas Perdagangan dan Koperasi Kampar juga membawa produk Tepung kelor, kerupuk lomang, kerupuk ikan, singkong panggang hingga kerupuk kulit original.
Tidak hanya produk makanan, Stand Kampar juga akan diisi dengan sejumlah kerajinan seperti Songket Candi, batik ditambah kerajinan lainnya, termasuk produk UMKM pandai besi yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kepala DPMPTSP Kampar, Refizal, S.STP, M.IP saat memimpin rapat berharap persiapan Kabupaten Kampar harus maksimal meski penyelenggaraan akan berlangsung sebulan mendatang.
“Termasuk soal keterangan setiap produk yang akan kita tampilkan, begitu juga di Dinas Pariwisata, kita mintakan juga video atau banner untuk kita tampilkan di stand kita, kan banyak itu capaian lokasi wisata Kampar yang meraih penghargaan nasional,”
papar Refizal.
Kabar Kampar
Mandiri Taspen Kampar Gelar Olahraga Bersama dan Cek Kesehatan Gratis
Bekawan.com -Dalam rangka memberikan kontribusi positif, serta terciptanya lingkungan masyarakat Indonesia, khususnya pensiunan yang sehat, aktif dan sejahtera, Bank Mandiri Taspen menelurkan program Tiga (3) Pilar Mantap Indonesia.
Program mantap indonesia bertujuan memberikan kontribusi positif dalam rangka terciptanya lingkungan dan masyarakat yang mantap dan sejahtera,
Salah satu 3 pilar program Mantap Indonesia adalah Mantap Sehat.
Di Kabupaten Kampar mantap sehat diwujudkan dalam bentuk olahraga dan cek kesehatan gratis yang dipusatkan di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini bekerjasama dengan Pemkab Kampar dan RS Aulia Hospital.
Kacab Mandiri Taspen Kampar Yudi menyebut bahwa kegiatan bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan masyarakat khususnya pensiunan untuk mencapai kondisi sehat optimal.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya atas partisipasi Bapak-Ibu Pensiunan yang luar biasa, dalam acara Mantap Sehat yang di adakan di lapangan pelajar Kampar, terimakasih juga dukungan RS Aulia Hospital dan Pemda Kampar atas lancarnya kegiatan senam sehat ini,” papar Kacab Mandiri Taspen Kampar.
Ia juga mengajak peserta untuk mewujudkan gaya hidup sehat melalui kegiatan senam sehat bersama Mantap dan menjadikan momen kegiatan Mantap sehat sebagai ajang menjaga kebugaran, mempererat silaturahmi, serta menikmati berbagai hadiah menarik terutamanya tebus murah.
“Saya akan berikan satu buah pantun buat bapak-ibu pensiunan,
Burung merpati terbang beriringan, Hinggap sebentar di pohon randu. Selamat menikmati masa pensiunan, Semoga sehat, bahagia selalu,” pungkas Yudi dalam sambutannya.
-
Kabar7 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik8 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik7 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona







