Connect with us

Kabar Kampar

Tingkat Perceraian di Kampar 1.457 Perkara, Tertinggi Ke dua Di Riau dan Ini Penyebabnya

Published

on

Foto : ilustrasi/Lxf.vn

Bekawan.com – Tingkat perceraian di Kabupaten Kampar terhitung tinggi di Provinsi Riau, Kampae menempati peringkat kedua setelah Kota Pekanbaru.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Bangkinang menjelaskan bahwa tingginya perceraian di Kampar disebabkan banyak faktor, faktor ekonomi menjadi penyebab terbesar yakni sekitar 60 persen.

“Perkara gugatan perceraian di Pengadilan Agama Bangkinang termasuk yang tertinggi setelah Pekanbaru. Banyak yang mengajukan perceraian berbagai macam faktor,” sebut Burhanuddin, Rabu (14/12/2022).

Selain faktor ekonomi, tingginya perceraian di Kampar juga disebabkan pengaruh dari pihak ketiga. Pihak ketiga bisa mertua, orang tua, bisa orang lain atau disebabkan perselingkuhan, faktor ini menjadi penyebab terbanyak kedua, dengan presentasi sekitar 25 persen.

“Kemudian tidak ada tanggung jawab dan KDRT sekitar 15 persen,’’ jelas Burhanuddin di Kantor Pengadilan Agama Bangkinang.

Angka perceraian yang tinggi juga disebabkan karena wilayah Kabupaten Kampar yang cukup luas,

Kalau di Kota Bangkinang angka perceraian tidak terlalu banyak. Yang paling banyak itu di daerah Tapung dan daerah di Kampar Kiri.

‘’Mungkin pengaruh minimnya penyuluhan hukum keluarga. Ada juga pengaruh Undang-Undang, dengan UU KDRT itu, dipelototi saja sudah bisa masuk ke pengadilan,’’ jelas Burhanuddin.

Selain itu kata Burhanuddin, penyebab perceraian juga karena faktor kematangan dalam berumah tangga, tidak dikasih nafkah tiga bulan sudah masuk ke Pengadilan Agama (PA).

“Kalau orang tua kita dulu, berumah tangga apapun akibatnya di tahan.Sekarang tidak, tiga bulan saja tidak dikasih nafkah sudah masuk PA,’’ kata Burhanuddin.

Burhanuddin menyampaikan upaya memutuskan pernikahan ini, tidak serta dikabulkan oleh hakim ada proses mediasi, kalau kedua belah pihak datang melalui upaya damai dalam persidangan. Karena dalam hukum acara keluarga khusus perceraian batal demi hukum. Hakim yang memutuskan perkara itu tanpa upaya damai.

‘’Itulah sebabnya beragam-ragam penyebab perceraian.Tetapi yang paling banyak karena masalah perekonomian. Yang banyak gugatan perceraian umumnya kalangan menengah ke bawah. Kalau dari kalangan PNS untuk 2022 ini tidak sampai 60 kasus perceraian. Yang banyak gugatan adalah istri cerai gugat,’’ jelas Burhanuddin.

Petugas di PA Bangkinang tengah melayani pengunjung. Foto: Bekawan.com

Burhanuddin menambahkan, usaha yang dilakukan Pengadilan Agama Bangkinang menekan semakin tingginya angka perceraian dengan penyuluhan hukum kerja sama dengan biro hukum Setda Kampar.

‘’Saya ditunjuk sebagai narasumber, tetapi ini tidak terlalu efektif karena wilayah Kabupaten Kampar yang sangat luas,’’ jelas Burhanuddin.

Burhanuddin Dari Januari sampai Desember 2022 ini tercatat perkara 1.457 perkara. Yang paling banyak mengajukan gugatan adalah istri sebanyak 1.084 perkara, dan suami yang mengajukan gugatan sekitar 385 perkara.

Dari ribuan perkara gugatan ini, hanya nol koma sekian persen yang bisa disatukan lagi.Dari mediasi hanya sekitar 100 perkara gugatan yang dicabut.

Burhanuddin menjelaskan, dalam hukum acara itu mengatur pasal 148 sidang bisa sekali putus, apabila tergugat dipanggil secara resmi dan patut. Karena di Pengadilan Agama ini memakai hukum keluarga, diputus tanpa hadirnya lawan, dilakukan dua kali sidang. Kalaupun diputuskan sekali sidang, PA tidak salah. Karena hakim berharap dipanggil kedua itu, kedua belah pihak yang mengajukan gugatan dimediasi, ada yang tidak hadir.

‘’Hakim bisa memutuskan perkara gugatan tersebut apabila tergugat dipanggil secara resmi dan patut. Saya berharap ke masyarakat tidak langsung membuat gugatan ke Pengadilan Agama. Rumah tangga mana yang tak menghadapi masalah. Sebaiknya diselesaikan saja,’’ pungkasnya.

Kabar Kampar

Suksesnya Pergelaran Lawik Ombun Tanah Batuah Tepak Squad

Published

on

Tepak Squad saat manggung di Anjung Indrus Tintin Pekanbaru.

Bekawan.com – Grup Musik Ethnic Modern asal Kampar Tepak Squad sukses menggelar konser tunggal yang diberi nama Pergelaran Lawik Ombun tanah Batuah di Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu (17/10/2026) malam.

Dengan menggabungkan unsur tradisi dan alat musik modern, Tepak Squad mengangkat tradisi dan budaya Kampar kedalam setiap penggalan lirik yang penuh makna dan berhasil membius penonton yang hadir.

Selain masyarakat umum, gelaran seni Tepak Squad juga dihadiri Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, PAPPRI, Balai Bahasa Provinsi Riau, Diskominfo kabupaten Kampar, Yayasan Palangka Swarna Nusantara, Bujang dan Dara Kampar, Sekolah Musik Mutiara serta berbagai sanggar dan komunitas.

Pergelaran Lawik Ombun Tanah Batuah ini disupport langsung oleh kementrian kebudayaan Republik Indonesia dalam program dana Indonesiana tahun 2025 dan dilaksanakan pada tahun 2026.

“Kami sangat berterima kepada seluruh komponen yang telah mensupport sehingga terlaksana pergelaran lawik Ombun tanah Batuah ini,” ucap Mido Pulma Deslala selaku penerima manfaat dana Indonesiana.

Dalam wawancara dengan Radio Swara Kampar, Founder sekaligus Pencipta lagu Tepak Squad ini juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan mengeluarkan single tentang Pahlawan asal Kampar.

“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan single tentang Pahlawan asal Kabupaten Kampar,” jelas Mido.

Continue Reading

Kabar Kampar

Perkuat Kepatuhan Pajak Kendaraan, Samsat Bangkinang Sambangi PT Virajaya

Published

on

Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang, Ade Syaputra saat menyambangi PT. Vira Jaya

Bekawan.com — Upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan terus dilakukan UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang. Kali ini, sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menyasar kalangan dunia usaha melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) di PT Virajaya Riau Putra.

Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi perpajakan kepada pelaku usaha, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor sebagai salah satu kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Kedatangan tim UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang disambut langsung oleh General Manager (GM) PT Virajaya Riau Putra, Armaini, S.T., M.T., didampingi Manager Pabrik Bambang Yutrawendi, S.T.

Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang, Ade Syaputra, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa sosialisasi langsung kepada pelaku usaha merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan informasi perpajakan sekaligus meningkatkan pemahaman wajib pajak mengenai pentingnya memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor.

Menurutnya, peningkatan kepatuhan wajib pajak membutuhkan edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan, termasuk melalui pendekatan langsung kepada perusahaan yang memiliki kendaraan untuk mendukung kegiatan operasionalnya.

“Kami terus berupaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat, termasuk kalangan dunia usaha, terhadap kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor. Melalui sosialisasi ini, kami berharap informasi perpajakan dapat dipahami dengan baik sehingga tumbuh kesadaran untuk memenuhi kewajiban pajak secara tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ade Syaputra.

Ia juga menegaskan bahwa dunia usaha merupakan salah satu mitra penting dalam mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta perlu terus diperkuat melalui komunikasi, edukasi, serta penyebarluasan informasi yang mudah diakses dan dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, tim UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang menyampaikan informasi mengenai Pajak Kendaraan Bermotor, pentingnya ketepatan waktu pembayaran pajak, serta kewajiban perpajakan kendaraan yang digunakan untuk menunjang aktivitas operasional perusahaan.

Pendekatan langsung kepada pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai kewajiban perpajakan sekaligus membangun hubungan komunikasi yang positif antara pemerintah daerah dan sektor industri.

Melalui kegiatan ini, UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang berharap semakin banyak pelaku usaha yang berperan aktif dalam mendukung kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Kepatuhan tersebut tidak hanya mencerminkan tanggung jawab wajib pajak, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam mendukung pembangunan daerah.

UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang berkomitmen untuk terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi perpajakan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk dunia usaha, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak serta mendukung optimalisasi pendapatan daerah Provinsi Riau.

Continue Reading

Kabar Kampar

Badikiu Gubano Asal Kampar Pukau Menteri Kebudayaan Fadli Zon

Published

on

Usai tampil, anak SD pemain Badikiu Gubano foto bersama Mentri Kebudayaan Fadli Zon.

Bekawan.com – Sejumlah anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar terlihat memainkan musik sambil melantunkan syair-syair, memukau Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan tamu undangan yang hadir dalam acara puncak Peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 yang digelar Ahad (18/10/2026) di Pekanbaru.

Anak-anak dari UPT SDN 016 Bukit Ranah dibawah pimpinan Dina Susanti ini tengah menampilkan tradisi lisan Badikiu Gubano yang masih dijaga dan dilestarikan, lirik dari gubano merupakan zikir dan puji-pujian kepada Allah dan memberikan pesan semangat bergotong-royong dalam bermasyarakat.

“Suatu kebanggan bagi kami dan anak-anak bisa tampil didepan Menteri Kebudayaan RI Bapak Fadli Zon,” ungkap Dina Susanti.

Menurutnya, selaku pimpinan Gubano BERKAT, pengaplikasian budaya memang harus diterapkan di lintas generasi dan generasi muda ini lah tunas yang harus kita mulai dan jaga untuk keberlangsungan kebudayaan kelak.

Foto bersama tim asal Kampar bersama Fadli Zon.

“Semoga di tahun depan kita bisa menampilkan arak-arakan keberagaman budaya yang lebih meriah dari tahun ini dan bisa menampilkan keberagaman budaya yang lebih unik yang ada di Kampar,” harapnya.

Dalam rangka memperingati hari Kebudayaan Nasional, Provinsi Riau juga mengadakan pawai arak-arakan keberagaman yang diadakan di gedung LAMR Kota Pekanbaru dan dihadiri langsung Menteri kebudayaan Fadli Zon.

Selain menampilkan Badikiu Gubano, dalam kegiatan ini kabupaten Kampar membawakan keberagaman budaya, seperti parade baju adat Kampar yang langsung diwakili para Datuk-datuk dari Kampar beserta tim Palangka project, Himpunan Siompu Kampar (HSK), dan Bujang Dara Kampar sebagai mempelai.

Continue Reading

Trending