Connect with us

SOSOK

Tokoh Masyarakat Berharap Kemendagri Tunjuk Tengku Fauzan Tambusai Jadi Bupati Kampar

Published

on

Tengku Fauzan Tambusai. Foto : Ari/Bekawan.com

Bekawan.com – Lahir dari keluarga Birokrat, sikap tegas dan disiplin turun dari Ayah yang lama berkiprah di Kementrian Perindustrian, menjadikan Tengku Fauzan Tambusai pribadi yang tangguh dan pekerja keras, kesuksesannya meniti sejumlah karir dibirokrasi mengetuk hati Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar untuk menjadikannya kandidat Penjabat (Pj) Bupati Kampar bersama 2 orang lainnya.

Trackrecord Putera jati Riau ini dinilai Tokoh Musyarakat Rokan Hulu Taufik Tambusai menjadi berkah tersendiri bagi Negeri Lancang Kuning, ia menyebut semua kapasitas dan kemampuan Tengku Fauzan Tambusai Pilihan yang cukup bagus dari Gubri  Syamsuar memasukkan nama Tengku Fauzan menjadi salah satu kandidat Pj. Bupati di Kampar.

M Taufik Tambusai SE, Datuk Panglima Pukaso. Foto : Ari/Bekawan.com

“Beliau juga tidak asing lagi di Kampar, karena masa remajanya sekolah di Kampar. Pilihan yang bagus dengan pilihan Pak Gubri, tentu kita berharap beliau juga dipilih oleh Kemendagri untuk memimpin Kampar,” ungkapnya, Jumat (12/5/2023) malam.

Kiprah Tengku Fauzan Tambusai di dunia birokrasi memang tidak diragukan lagi, seperti dikutip dari Realistis.co, Diketahui Pria kelahiran Jakarta 4 Juli 1979 ini, sejak lulus kuliah, dengan SK Menteri Dalam Negeri, Tengku Fauzan ditugaskan di Pemerintah Kabupaten Natuna sebagai Kasi Umum Kantor Lurah Ranai tahun 2003-2004.

Kemudian Kasubag Perangkat Daerah Bagian Pemerintahan Kabupaten Natuna tahun 2004-2005. Ditahun 2005 ia menjabat Kasubag Informasi dan Pemberitaan Bagian Humas Kabupaten Natuna.

Pada tahun 2005-2006 ia menjabat Plt Sekretaris Camat Tandun Kabupaten Rokan Hulu. Selanjutnya pada tahun 2006-2007 ia diangkat menjadi Camat Tandun Kabupaten Rokan Hulu.

Tahun 2007-2010 ia menjabat Camat Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, tahun 2010-2011 Camat Tambusai Kabupaten Rokan Hulu dan tahun 2011-2012 Camat Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu.

Selanjutnya, pada tahun 2012-2013 ia menjabat Kabag Umum dan Perlengkapan dan Kabag Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Rokan Hulu. Pada tahun 2013-2015 ia menjabat Camat Bangun Purba dan Camat Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu .

Setelah itu pada tahun 2015-2016 ia menjabat Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Rokan Hulu. Pada tahun 2016-2019 ia kembali ke Kabupaten Natuna sebagai Kepala Dinas Pertanian.

Tahun 2019-2022, Tengku Fauza bertugas sebagai Penyusun Laporan Kebijakan pada seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Kota Pekanbaru. Kemudian sebagai Analis Kemasyarakatan pada seksi Perlindungan Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru dari tahun 2021-2022.

Ditahun 2022 ia menjabat sebagai Penyusun Bahan Informasi dan Publikasi pada sub bagian Kepegawaian dan Umum Sekretariat Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Saat ini ia menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Diketahui Gubernur Riau Syamsuar tidak mengusulkan nama Kamsol sebagai Pj Bupati Kampar. Namun nama Kamsol mencuat dari 3 nama yang diusulkan DPRD Kampar ke Kementerian Dalam Negeri, sementara 2 nama lainnya adalah mantan Sekdakab Kampar Yusri dan Zulkifli Syukur.

 

Kabar Asik

Catet, 17 Oktober Tepak Squad Gelaran Seni di Pekanbaru

Published

on

Bekawan.com – Kabupaten Kampar beruntung memiliki sejumlah anak muda yang tergerak hati untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya disaat kebanyakan orang seolah cuek, mereka adalah Tepak Squad, grup band yang menggabungkan unsur musik etnik daerah dengan aransemen modern.

“Ternyata Kampar kaya akan budaya dan tradisi, kami tergerak untuk mengangkat itu agar anak budaya tidak kehilangan jatidiri dan lebih mengenal daerahnya, karena kami backgroundnya musik, jadi kami angkat budaya itu melalui musik,” ungkap salah satu Founder dan pencipta lagu Tepak Squad Mido Pulma Deslala didampingi Riski Akbar saat berbincang dalam Talkshow di Radio Swara Kampar, Rabu (14/10/2026).

Pria yang akrab Mido ini juga menjelaskan bahwa nama Tepak Squad dipilih karena ingin mengangkat sesuatu yang mencirikan dan identik dengan Kampar. “Tepak itukan artinya wadah, lambang penghormatan,” jelas Mido.

Ia juga menjelaskan bahwa Tepak Squad berdiri sejak 2020 dan terdiri dari 13 personil pemain musik serta dibantu sejumlah personil ” eksternal” lainnya, hingga kini Tepak Squad telah mengeluarkan sejumlah single yang saling kait-mengait satu dan yang lainnya, mulai dari Lawik Ombun Tanah Batuah, Titisan Bumi Syurga (Kuaghan), hingga single Religi Marhaban ya Ramadhan.

“Semua karya kami itu saling kait-mengait, terhubung antara satu dan yang lain, misalnya Lawik Ombun Tanah Batuah menceritakan tentang negeri Kampar secara umum, Kuaghan menceritakan tentang burung Kuaghan, burung ajaib yang hanya di Kampar, kalau lagu marhaban ya ramadhan juga menceritakan tradisi orang Kampar saat menyambut ramadhan, tradisi selama puasa hingga pasca ramadhan seperti tradisi Ayo onam,” terang Mido.

Poster gelaran seni Tepak Squad di Pekanbaru.

Kepada Host Ari Amrizal, Mido juga menceritakan bahwa proses menciptakan lagu memakan waktu yang lama karena mereka butuh riset seperti wawancara kepada para tetua yang faham akan budaya dan tradisi Kampar.

“Seperti lagu tentang burung Kuaghan itu, menghabiskan waktu yang cukup lama karena dalam lagu kami juga memasukkan mantra dalam mencari burung unik ini, karena tidak semua bisa mendapatkan,” paparnya.

Sejumlah keistimewaan Burung Endemik Kampar ini juga dipaparkan pria yang sebelumnya tergabung di grup band Teorema Pitagoras ini, mulai dari bangkai burung yang tidak berbau hingga tidak memiliki jenis kelamin.

Bagi pembaca bekawan.com yang ingin menyaksikan performa Tepak Squad, sepertinya keinginan tersebut bisa diwujudkan dalam waktu dekat, karena Tepak Squad akan menggelar konser tunggal di Pekanbaru tepatnya di Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu 17 Oktober 2026 malam.

Continue Reading

Public Speaking

CEO NoLimit Indonesia Ngisi Kuliah Tamu di S2 Medkom UIN Suska Riau 

Published

on

Bekawan.com – Co-founder & CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa menjadi Narasumber di Kuliah Tamu yang ditaja S2 Medkom UIN Suska Riau, Jumat (18/9/2026).

Acara yang digelar di Gedung Teater Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi ini dibuka Dekan FDIK Prof. Masduki dan dihadiri Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 Magister Media dan Komunikasi (Medkom) Dr. Tika Mutia, Kaprodi PMI Dr. Yefni, para dosen dan civitas akademika FDIK UIN Suska.

Didepan mahasiswa S2 Medkom dan SI Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), CEO perusahaan penyedia teknologi berbasis big data ini memaparkan tantangan terkait produksi dan bersaing dengan informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Peran teman-teman dimasa depan adalah bagaimana mengubah data menjadi sebuah keputusan dan aksi, dan ini strategi. Harapannya teman lulus dari UIN punya mindset itu,” ungkapnya.

Co-founder & CEO NoLimit Indonesia Aqsath Rasyid Naradhipa.

Pria lulusan S3 Manajemen Pemasaran dari Universitas Indonesia ini juga mengingatkan bahwa perkembangan AI harus disikapi bijak oleh mahasiswa, menempatkan pada porsinya sehingga tidak dikendalikan oleh AI.

“Kita sebagai mahasiswa tentu tidak bisa anti kemajuan teknologi, AI dijadikan alat bantu dan kita harus tetap jadi Authority -nya, yang pada akhirnya rasa digantikan oleh mesin atau AI,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kepala Bapenda Kampar Zamhur Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD

Published

on

Kepala Bapenda Zamhur saat memimpin rapat percepatan penerimaan PAD Kabupaten Kampar.

Bekawan.com – Pemkab Kampar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menyusun kajian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MM dalam rapat Percepatan Penerimaan PAD kabupaten Kampar yang berlangsung di Aula Bapenda, Selasa (8/9/2026) siang.

“Pemkab Kampar melalui Bapenda sedang menginisiasi sebuah kajian bagaimana potensi daerah kita tergarap maksimal dan masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada, jadi kita bikin kajian itu baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah,” papar Zamhur.

Dengan kajian potensi ini, Kepala Bapenda menyebut akan ada perubahan metode dalam menentukan jumlah target PAD masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya.

“Jika selama ini kita selalu berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, jika tercapai target di tahun sebelumnya, maka tahun ini di tingkatkan, jika tidak tercapai, lalu diturunkan tergetnya, kedepan tidak seperti itu lagi. Ketika kita sudah tahu potensi pajak dan retribusi daerah, tercapai atau tidak hanya satu satu indikator, ada indikator utama yaitu potensi pajak dan retribusi daerah,” papar Zamhur didepan perwakilan OPD Penghasil PAD.

Sejumlah perwakilan OPD saat mengikuti rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Kampar.

Langkah ini, lanjut Zamhur juga akan berdampak terhadap penilaian kemampuan kepala OPD dalam memimpin instansinya. Bahwa khusus bagi OPD penghasil PAD akan sangat mudah menentukan apakah Kepala OPD tersebut berhasil atau tidak memimpin instansinya.

“Salah satunya indikatornya adalah keberhasilan merealisasikan target yang tetapkan, Bapenda Kampar juga telah memastikan bahwa saat ini target yang diberikan ke masing-masing OPD sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga apabila tercapai, itu ada prestasi bagi kepala OPD, namun jika tidak tercapai ini tentu akan ada evaluasi dari pimpinan, karena kita telah menetapkan sesuai potensi yang ada sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut masing-masing OPD juga memaparkan persentase target yang telah dicapai hingga peluang peningkatan PAD, mulai dari penyewaan Billboard di Diskominfo Kampar, Tenaga Kerja Asing (TKA) hingga memaksimalkan potensi wisata di Kawasan Danau Rusa. (Aldi Irpan)

Continue Reading

Trending