Connect with us

Kabar Kampar

Tingkatkan Mutu UMKM, GOW Kampar Taja Pelatihan Pengemasan di Stanum

Published

on

Ketua GOW Kampar Erni Haerani Repol foto bersama Pengurus dan Peserta Pelatihan Packing usai membuka acara. Foto : Aldi/Bekawan.com

Bekawan.com – Gabungan Oraganisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kampar melakukan Kegiatan Pelatihan Pengemasan (Packing) bagi Usaha Kecil dan Menengah Tahun 2023 yang dilaksanakan di Aula Stanum Bangkinang Kota, Selasa (23/5/2023).

Hal ini merupakan kegiatan nyata yang dilakukan GOW untuk mendukung program kerja Pemerintah Kabupaten Kampar dalam meningkatkan kualitas UMKM di Kabupaten Kampar. Kegiatan ini di ikuti oleh 52 orang perwakilan dari 26 organisasi yang tergabung di dalam GOW, dimana setiap organisasi mengirim 2 perwakilannya.

Dalam sambutannya, Ketua GOW Kabupaten Kampar Erni Haerani Repol, S.Pd., MM menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan mutu, kualitas dan tampilan UMKM agar lebih memikat para konsumen dan meningkatkan nilai penjualan.

“Tentu harapan kami dengan adanya kegiatan ini ibu-ibu yang sudah mempunyai usaha, mampu menambah ilmunya lagi agar usahanya makin berkembang. Kami berharap selesai kegiatan ini, ibu-ibu pulang membawa ilmu yang diberikan oleh pemateri yang kemudian bisa diterapkan dalam usaha sehingga mampu meningkatkan mutu, kualitas dan nilai jual produk di pasaran,” jelasnya.

Kemudian istri dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar Repol, S.Ag., M.IP ini juga menekankan agar para peserta tetap mendahulukan perannya sebagai seorang ibu dan istri.

“Kita adalah ibu-ibu yang awalnya biasa dan berjuang untuk menjadi luar biasa, saya berpesan kepada kita semua agar apapun yang sedang kita lakukan tidak pernah membuat kita lalai terhadap kewajiban utama kita yaitu adalah sebagai seorang ibu rumah tangga, ibu dan istri,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Ir. Ninik Sumartini menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari, yaitu dari tanggal 23 s/d 24 Mei 2023.

“Kita lahir di sini, besar di sini dan mengabdi di sini. Mari kita tingkatkan UMKM kita, Kampar ini sekarang sudah di lirik oleh orang-orang dari luar Kampar karena keindahan wisatanya, jadi kita harus bisa mengimbangi itu. Jika tidak kita hanya akan menjadi penonton di daerah kita sendiri,” ajaknya.

Kegiatan ini dijadwalkan akan diisi 4 narasumber dari UPT Industri Pangan Olahan Dan Kemasan (IPOK) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasidan UKM Prov Riau, Pimpinan Percetakan Kemasan Berkah Andalas Pekanbaru, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMK Kabupaten Kampar, serta Direktur Halal Center Cendikia Muslim.

Turut hadir dalam acara ini Kadis PPKBP3A yang diwakili Sekretaris PPKBP3A drg Awal Harniwati, Wakil Ketua I Nur Asma, Sekretaris Ambar Rustantini, Bendahara Debby Ricardo dan Erti Syofia berasal dari Kabupaten Kampar dan Dedi Irawan dari Provinsi Riau yang merupakan narasumber.

Kabar Kampar

Dinkes Kampar Gelar Sosialisasi Pengisian RUP dan RAK Tahun 2024

Published

on

Sosialisasi pengisian RUP dan RAK Tahun 2024 yang ditaja Dinas Kesehatan Kampar. Foto : Humas Dinkes Kampar

Bekawan.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menggelar sosialisasi Pengisian Rencana Umum Pengadaan (RUP) dan Rencana Aksi Kegiatan (RAK) Tahun 2024 yang digelar di Aula Dinkes Kampar, Rabu (21/2/2024). Kegiatan ini digelar untuk mencapai tujuan pengadaan barang/jasa yang cepat dan mudah dengan rencana pengadaan yang matang.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan Kampar Arianto ini menghadirkan Narasumber Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar sekaligus Administrasi LPSE (ADMIN PPE) Herry Indra Mulya dan diikuti Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Kampar.

Dalam paparannya, Herry Indra Mulya memaparkan bahwa Rencana Umum Pengadaan (RUP) adalah daftar rencana Pengadaan Barang atau Jasa yang akan dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah (K/L/PD) Kabupaten Kampar, Pengguna Anggara (PA) memiliki peranan yang besar dalam proses pengadaan barang/jasa, termasuk yang menyusun dan menetapkan RUP.

“RUP mulai diumumkan setelah tersedia anggaran dalam DIPA/DPA dan RKA-KL/RKA-DPA dibahas dengan DPR/DPRD. Sesuai Perpres 16/2018 Pasal 22 disebutkan jika RUP telah diumumkan dan terjadi perubahan pada saat DIPA/DPA disahkan, maka RUP yang telah diumumkan dapat dilakukan perubahan/perbaikan (edit paket-paket pekerjaan dengan melalui penyedia dan kegiatan swakelola). RUP sendiri paling lambat diumumkan pada pada awal bulan Januari. Hal ini untuk memastikan proses pengadaan barang/jasa agar dapat segera dilaksanakan untuk mencegah terjadinya keterlambatan penyelesaian pekerjaan,” ulasnya.

Mantan Sekretaris Kominfo Kampar ini menambahkan bahwa Data RUP diinput ke dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa (SiRUP) yang dibangun oleh LKPP dan ditayangkan melalui portal pengadaan nasional. SIRUP disini merupakan sebuah aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan berbasis Web (Web based) yang fungsinya sebagai sarana atau alat untuk mengumumkan RUP.

“Dengan adanya SIRUP, maka akan dapat mempermudah pihak PA/KPA dalam mengumumkan RUP-nya dan sebagai sarana layanan publik terkait RUP sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses secara langsung Pengadaan Barang/Jasa secara Nasional,” pungkasnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kepala DPPKBP3A Edi Afrizal Hadiri Peluncuran BAAS

Published

on

Penyerahan bantuan untuk anak Stunting oleh Pj. Bupati Hambali dan jajaran. Foto : Prodokpim

Bekawan.com – Kepala DPPKBP3A Kampar Edi Afrizal mengikuti acara peluncuran Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang diadakan di Lapangan Puskesmas Kubang Jaya Kecamatan Siak, Jum’at (16/2/2024) yang dibuka Pj. Bupati Kampar H. Hambali, SE,MBA, MH.

Kegiatan ini merupakan langkah besar dalam upaya mengatasi masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia termasuk di Kabupaten Kampar.

Kehadiran Pj. Bupati Kampar didampingi juga didampingi Penjabat Sekda sekaligus Ketua TPPS Kabupaten Kampar Drs. H. Yusri, Pj Ketua TP-PKK Ricana Djayanti Hambali, Kadis Dinas Kesehatan dr. Asmara Fitrah Abadi, Kepala DPPKBP3A Drs. Edi Afrizal, Kepala Bappeda Ardi Mardiansyah dan Kedis PMD Lukmansyah Badoe.

Kepada wartawan Edi Aprizal menuturkan bahwa Program BAAS sendiri merupakan program kerjasama EMP Bentu Limited dengan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam penanggulangan Stunting dan Gizi buruk dengan mengajak semua pihak turut bertanggung jawab dalam memastikan pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak. Melalui pendekatan ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak, baik dari segi gizi, kesehatan, maupun pendidikan.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Kampar menyampaikan betapa pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam memerangi stunting, “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga masalah pembangunan yang dapat menghambat potensi generasi masa depan kita,” ujar Hambali.

Dalam acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan komitmen oleh para bapak peserta program BAAS, yang akan menjadi mentor dan teladan bagi orang tua lainnya dalam memastikan anak-anak mereka terbebas dari stunting.

Hambali juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ini dengan menyediakan berbagai fasilitas dan dukungan yang diperlukan.

“Kami akan terus mendukung setiap langkah yang diambil dalam upaya memastikan setiap anak di Kabupaten Kampar tumbuh sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

UPT PPA Paparkan Jumlah Kasus Terhadap Anak

Published

on

Kepala UPT PPA Lindawati

Bekawan.com  – Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Kampar pada tahun 2023 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Meskipun jumlah keseluruhan kasus sama dengan tahun 2022 139 kasus, terdapat peningkatan signifikan dalam kasus pencabulan. Pada tahun 2023, terdapat 57 kasus pencabulan dibandingkan dengan 46 kasus pada tahun 2022.

Meskipun beberapa jenis kasus mengalami penurunan, Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lindawati mengungkapkan bahwa peningkatan kasus pencabulan ini menunjukkan perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih intensif.

“Sosialisasi ke desa-desa, peningkatan pola asuh orang tua, dan pengawasan penggunaan media sosial menjadi beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan,” ungkapnya, Kamis (15/2/2024).

Ia menekankan bahwa perlindungan anak adalah tugas bersama seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya tanggung jawab DPPKBP3A atau UPTD PPA. Ia juga mengungkapkan beberapa faktor yang memicu kasus ini, seperti kurangnya iman dan takwa, ekonomi yang rendah, dan tingkat pendidikan yang rendah.

Satpol PP Kampar sering mengamankan anak-anak yang berkeliaran di jalanan dan selalu berkoordinasi dengan UPTD PPA. Namun, salah satu kelemahan dalam menangani kasus ini adalah tidak adanya rumah aman di Kampar. Ketika anak-anak diamankan, mereka sering dikembalikan kepada orang tua yang berpotensi melakukan pelanggaran yang berulang.

Linda Wati, menegaskan bahwa Kampar sangat membutuhkan rumah aman untuk melindungi anak-anak yang mengalami kekerasan. Hal ini juga telah disampaikan kepada Sekda Kampar dan diharapkan dapat segera diwujudkan.

“Pembentukan rumah aman ini membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, LSM, media, dan pemuka agama” jelasnya.

Linda Wati, juga mengungkapkan bahwa saat ini, anak-anak yang berstatus sebagai pelaku kekerasan di Kampar harus dikirim ke rumah aman di Provinsi Riau. Namun, rumah aman tersebut tidak di bawah naungan perlindungan anak, melainkan di bawah Kementerian Sosial dan memiliki keterbatasan kapasitas.

“Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa Kampar membutuhkan rumah aman untuk melindungi anak-anak dan mencegah terulangnya kasus kekerasan di masa depan,” jelasnya.

Continue Reading

Trending