Connect with us

Kabar Kampar

PJ Bupati Firdaus Ajak Warga Jaga dan Pertahanan Lahan Pertanian 

Published

on

Bekawan.com – Pj Bupati Kampar Muhammad Firdaus mengajak masyarakat Kampar untuk menjaga dan mempertahankan lahan pertanian agar Kampar bisa menjadi lumbung padi dan swasembada pangan.

Hal ini diungkapkan Firdaus saat melakukan penanaman perdana padi sawah IP 200 di Kelompok Tani Bonca Kosiok Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang, Selasa (22/8), yang juga dihadiri Ketua KTNA Provinsi Riau Drs. H.Yusri, Pimpinan DPRD Kampar, H. Fahmil, SE, ME, Kadis Pertanian Kampar Nurilahi Ali, Camat Bangkinang Drs. Darusmar, Kepala Desa Muara Uwai Edi Akmal dan masyarakat.

“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kampar untuk menjaga dan mempertahankan lahan pertanian terkhusus di Desa Muara Uwai yang saat ini masih memiliki lahan pertanian yang sangat luas, dengan demikian mari kita pertahankan lahan pertanian ini semoga desa muara uwai menjadi lumbung padi di Kabupaten Kampar,” ucap Firdaus.

Ajakan Pj Bupati Firdaus bukan tanpa alasan, karena berdasarkan laporan Ketua KTNA Provinsi Riau Drs. Yusri, bahwa saat ini kendala terbesar yang dihadapi oleh petani di Desa Muara Uwai yakni air, yang mana air tidak lancar dan sering kali persawahan kurang air bahkan tidak ada air, hal ini juga disebabkan karena adanya galian C yang masih beroperasi di daerah ini yang mengakibatkan lahan pertanian berkurang setiap tahunnya.

“Ini menjadi kerisauan kita semua karena adanya alih fungsi lahan, yang mengakibatkan makin berkurangnya luasan lahan pertanian,” pinta Firdaus.

Dalam sambutannya Pj Bupati juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kampar dan seluruh kelompok petani terkhusus kelompok tani Bonca Kosiok Desa Uwai yang hari ini telah melakukan tanam perdana padi sawah IP 200.

“Secara keseluruhan sekitar 500 Hektar yang akan kita tanam untuk Kabupaten Kampar semoga usaha dan ikhtiar kita bersama dapat untuk meningkatkan hasil panen produksi pertanian,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KTNA Provinsi Riau Drs. Yusri juga mengatakan bahwa lahan pertanian di Desa Muara Uwai ini merupakan lahan adat atau soko yang mana lahan ini tidak boleh diperjualbelikan dan mesti harus dipertahankan.

Kepala Desa Muara Uwai Edi Akmal dalam laporannya menyampaikan bahwa Desa Muara Uwai saat ini masih memiliki lahan pertanian sekitar 81 hektar, yang mana semulanya memiliki lahan seluas 300 hektar, lahan pertanian ini setiap tahunnya berkurang karena kekurangan air.

Edi Akmal juga katakan, lahan persawahan di desanya saat ini banyak yang suda menjadi alih fungsi yang dulunya lahan pertanian saat ini sudah menjadi lahan perkebunan.

“Di Desa Muara Uwai ini juga banyak terdapat galian C yang juga berdampak akan kekurangan air persawahan, dengan demikian para petani kita akibat operasi galian C yang masih beroperasi susah untuk mempertahankan lahan pertanian, hal ini berakibat dapat merugikan masyarakat desa,” pungkasnya.

Kabar Kampar

Bupati Ahmad Yuzar Kembali Lakukan Monitoring Penerapan WFH

Published

on

Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar kembali melakukan monitoring pelaksanaan Work From Home (WFH) di Lingkungan Pemkab Kampar, Jumat (17/4/2026) pagi, sejumlah OPD menjadi pilihan acak Ahmad Yuzar dalam menindaklanjuti SE Kemendagri tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kampar didampingi oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr.Ardi Mardiansyah, Inspektur Kabupaten Kampar, Muhammad Irsyad, Kepala BKPSDM Riedel Fitri serta sejumlah Kepala OPD.

Monitoring dilakukan dengan menggunakan sepeda dan sepeda motor sebagai bentuk implementasi efisiensi sekaligus mendorong pola kerja yang lebih hemat energi, sehat, dan ramah lingkungan.

Adapun OPD yang menjadi lokasi monitoring antara lain Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar, Puskesmas Bangkinang Kota, PTSP, DPPKBP3A, Kantor Camat Bangkinang, serta Puskesmas Laboy Jaya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan bahwa pelaksanaan WFH harus tetap mengedepankan produktivitas, disiplin, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah, pelayanan publik tetap berjalan optimal dan tidak mengalami penurunan. Transformasi budaya kerja ini harus dimaknai sebagai peningkatan kinerja, bukan sebaliknya,” ujar Ahmad Yuzar.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan oleh masing-masing pimpinan OPD terhadap pelaksanaan WFH di unit kerjanya.

Sementara itu, Pj. Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menambahkan bahwa monitoring ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan perangkat daerah dalam menyesuaikan pola kerja baru, sekaligus memastikan efisiensi anggaran dapat berjalan seiring dengan peningkatan kinerja.

Dari hasil monitoring, secara umum pelaksanaan WFH di sejumlah OPD berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tetap terlaksana sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Continue Reading

Kabar Kampar

Ketua PN Bangkinang Sertijab, Ini Harapan Bupati Ahmad Yuzar

Published

on

Bekawan.com – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Soni Nugraha atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang. Bupati menilai, berbagai kontribusi yang telah diberikan sangat berarti dalam menjaga penegakan hukum serta menciptakan sinergi yang baik antara lembaga yudikatif dan pemerintah daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, kami mengucapkan terima kasih atas pengabdian Bapak Soni Nugraha. Semoga segala dedikasi yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan ke depan,” ujar Bupati saat menghadiri acara Sertijab Ketua PN Bangkinang yang digelar, Kamis (17/4/2026) malam.

Kepada Ketua Pengadilan Negeri yang baru, Noviyanto Hermawan, Bupati Kampar menyampaikan ucapan selamat datang dan berharap dapat melanjutkan serta meningkatkan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini.

“Kami menyambut baik kehadiran Bapak Noviyanto Hermawan. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik dan terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan penegakan hukum yang adil dan berintegritas di Kabupaten Kampar,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Soni Nugraha menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Kampar, atas dukungan selama dirinya bertugas. Ia juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan.

Di sisi lain, Noviyanto Hermawan menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang telah ada serta meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kampar, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Continue Reading

Kabar Kampar

Kampar Terbaik Pengelolaan DAK Non-Fisik BOK POM 2025

Published

on

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar meraih penghargaan sebagai Kabupaten dengan Kinerja Terbaik dalam Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Pengawasan Obat dan Makanan Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung di sela-sela kegiatan strategis kesehatan masyarakat yang dipimpin serta dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi, AP, M.Si, di Balai Pauh Janggi, Gedung Daerah Provinsi Riau di Pekanbaru, Kamis, (16/4/2026).

Kegiatan ini juga mengagendakan tiga isu krusial diantaranya, advokasi Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026, Monitoring dan Evaluasi (Monev) DAK Non-Fisik BOK POM, serta koordinasi Pengendalian Resistensi Antimikroba. Acara turut dihadiri oleh Kepala BBPOM Pekanbaru dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Sekda Provinsi Riau, Dr. Syahrial Abdi dalam arahannya mengapresiasi capaian Kabupaten Kampar. Ia menekankan bahwa akuntabilitas dalam mengelola DAK Non-Fisik sangat penting untuk memastikan program pusat bersinergi dengan pengawasan di daerah.

Merespons penghargaan tersebut, Pj Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah menyampaikan rasa syukur dan komitmennya. “Penghargaan ini adalah bukti kerja keras tim dalam mengelola anggaran secara efektif. Kami berkomitmen memastikan setiap bantuan operasional (BOK) terserap tepat sasaran guna mendukung kerja lapangan dalam mengawasi peredaran obat dan makanan demi melindungi masyarakat,” tegasnya.

Selain prestasi anggaran, Dr. Ardi juga menyoroti langkah preventif dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba dan peningkatan standar keamanan pangan melalui program Desa Pangan Aman. “Kami siap membawa standar keamanan ini hingga ke tingkat desa agar masyarakat Kampar lebih sehat dan produktif,” pungkas Sekda.

Continue Reading

Trending