add_action('wp_footer', function () { echo ''; }, 99); Pengucapan Sumpah/Janji Zulpan Azmi Sebagai Pimpinan Definitif DPRD Kampar – Bekawan.com
Connect with us

DPRD

Pengucapan Sumpah/Janji Zulpan Azmi Sebagai Pimpinan Definitif DPRD Kampar

Published

on

Prosesi Pengambilan sumpah janji Zulpan Azmi sebagai pimpinan defenitif DPRD Kampar.

Bekawan.com – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kampar dengan agenda Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kampar defenitif Zulpan Azmi, ST, MT, MM dari Partai Amanat Nasional (PAN) Masa Jabatan 2024-2029 digelar Rabu (18/9/2024).

Paripurna Pengambilan Sumpah Janji Ketua PAN Kampar ini dipimpin Ketua DPRD Kampar sementara Ahmad Taridi, didampingi Wakil Ketua sementara Safi’i Samosir dan dihadiri Pj. Bupati Kampar Hambali diwakili Asisten II Setda Kampar Suhermi, ST, Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang Soni Nugraha, SH, MH, unsur Forkopimda dan undangan lainnya.

Pimpinan Ketua DPRD Kampar Sementara dari Partai Gerindra Taridi mengungkapkan bahwa sesuai Pasal 36 ayat 1 PP 2018 tentang Tatib DPRD dijelaskan bahwa masa pimpinan DPRD tersebut adalah dimulai saat pengucapan janji hingga berakhirnya masa jabatan DPRD Kampar.

Pada kesempatan tersebut Taridi juga mengucapkan terimaksih kepada seluruh Anggota DPRD dan pihak yang mendukung proses sehingga satu orang pimpinan DPRD Kampar yang definitif bisa diambil sumpah.

“Tugas pimpinan DPRD bukan tugas yang mudah tapi sebuah tanggung jawab yang besar, sebagai pimpinan sementara saya ingin mengingatkan bahwa tugas itu bukan sebatas persoalan Perda saja, tapi soal melayani dengan mendengarkan suara rakyat dan diperjuangkan dengan sebaik baiknya,” papar Taridi.

Taridi juga berharap pimpinan defenitif yang dilantik memegang teguh sumpah janji demi mengedepankan kepentingan rakyat, karena menurutnya Anggota DPRD memiliki tugas bersama menjaga amanah yang telah diberikan masyarakat. Anggota DPRD dari Dapil II ini juga mengucapkan permohonan maaf jika ada kesalahan dan kekurangan selama dirinya menjabat sebagai pimpinan sementara DPRD Kampar. (Ad)

DPRD

Bupati Kampar Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2025

Published

on

Bupati Ahmad Yuzar didampingi Wabup Misharti saat menghadiri Paripurna di DPRD Kampar.

Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengikuti rapat Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertangungjawaban Pelaksana (RPP) APBN Kabupaten Kampar tahun anggaran 2025, pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kampar serta jawaban Pemerintah atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kampar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kampar, Senin (6/7/2026).

Dalam pidatonya, Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa Ranperda RPP APBN Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2025 merupakan bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Daerah atas pelaksanaan anggaran yang telah disetujui bersama DPRD. Ia menekankan bahwa laporan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen Pemerintah untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Ranperda ini kami susun dengan penuh tanggung jawab, berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi penggunaan anggaran. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kampar,” ujar Ahmad Yuzar.

Setelah penyampaian Ranperda, rapat dilanjutkan dengan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kampar. Setiap fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kampar menyampaikan sikap, catatan, serta masukan terhadap pelaksanaan APBN tahun anggaran 2025.

Menanggapi pandangan umum tersebut, Bupati Kampar memberikan jawaban. Ia menyampaikan bahwa seluruh masukan fraksi akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan seluruh program dan sektor.

Selanjutnya, dengan berakhirnya rapat paripurna DPRD Kabupaten Kampar nantinya akan lanjutkan pembahasan Ranperda RPP APBN Tahun Anggaran 2025 ke tahap berikutnya, yakni pembahasan detail bersama Badan Anggaran DPRD. Proses ini diharapkan menghasilkan keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menutup pidatonya dengan harapan agar sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPRD terus terjalin erat. “Mari kita bersama-sama menjaga amanah rakyat, membangun Kampar dengan hati, dan memastikan setiap kebijakan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Taridi, perwakilan Forkopimda, Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti, Sekretaris Daerah Dr. Ardi Mardiansyah, Para Staf Ahli Bupati, Asisten I II III, Kepala OPD, Kepala Bagian dan Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Kampar.

Continue Reading

DPRD

Polemik Limbah Perusahaan, Rizki Ananda : Pilih Mufakat atau Jalur Hukum

Published

on

Bekawan.com – Anggota Komisi IV DPRD Kampar, Rizki Ananda, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah memberikan dua jalur penyelesaian yang jelas bagi perusahaan yakni menempuh jalan mufakat dengan masyarakat atau menghadapi ancaman penegakan hukum (gakkum).

“Kami menyarankan opsi pertama (mufakat), kalau bisa,” ujar Rizki dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kampar, Senin (18/5/2026).

Rizki tak menampik adanya pelanggaran nyata yang dilakukan perusahaan. Ia merujuk pada Surat Keputusan (SK) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar yang menyatakan bahwa PT. BWL telah melanggar ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Intinya kompensasi. Kami meminta secepatnya ada jawaban terkait kompensasi kepada masyarakat,” tegasnya dengan nada lugas.

Senada dengan Rizki, Ketua Komisi IV DPRD Kampar, Agus Risna Saputra, menegaskan bahwa perusahaan harus segera berbenah. Ia memaparkan enam poin rekomendasi yang menjadi catatan keras bagi PT BWL untuk segera dijalankan.

Diantaranya, perusahaan wajib mematuhi aturan izin DLH saat melakukan chipping replanting agar tragedi pencemaran tidak terulang. Kemudian PT BWL diminta proaktif merundingkan kompensasi bagi warga terdampak. DPRD menegaskan bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk menetapkan nominal angka, namun menuntut adanya itikad baik dari perusahaan.

Continue Reading

DPRD

Komisi IV DPRD Jembatani Tuntunan Masyarakat dengan Perusahaan

Published

on

Audiensi Komisi IV dengan warga dan perusahaan.

Bekawan.com – Ketua Komisi IV DPRD Kampar, Agus Risna Saputra, menegaskan bahwa pihaknya berupaya menjembatani kesenjangan antara tuntutan masyarakat dan dengan PT. Buana Wira Lestari (PT BWL). Hal tersebut disampaikannua usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua yang digelar di Gedung DPRD Kampar, Senin (18/5/2026).

“Kita mencari titik temu. Masyarakat nelayan menggantungkan hidup dari Sungai Tapung, sementara perusahaan juga menjalankan aktivitas usaha. Kami ingin ada solusi konkret bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Agus dalam keterangannya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kabupaten Kampar, Refizal, mengungkapkan hasil penelitian lapangan menunjukkan adanya penurunan kualitas air yang signifikan di Sungai Tapung. Meski demikian, pihak DLHK belum berani menyimpulkan bahwa kematian ikan disebabkan secara tunggal oleh aktivitas PT BWL. Kendati belum ada kesimpulan mutlak, DLHK telah menjatuhkan sanksi administratif kepada perusahaan sejak 22 April 2026.

“Sanksi berupa kewajiban pemulihan kualitas air dengan menghentikan sementara operasional replanting,” jelas Refizal.

Selain itu, perusahaan diwajibkan melakukan sterilisasi area replanting sejauh 200 meter dari Daerah Aliran Sungai (DAS). Hingga 12 Mei 2026, progres isolasi aliran air tersebut diklaim telah mencapai 70 persen.

General Manager PT BWL, Ruslan Hasibuan, mengklaim perusahaan telah menindaklanjuti tuntutan masyarakat melalui audiensi di tiga desa terdampak: Desa Sei Kijang, Desa Koto Aman, dan Desa Koto Garo.

Continue Reading

Trending