Connect with us

Kabar Kampar

Pemkab Kampar MoU dengan STIS

Published

on

. Bupati Hambali didampingi Ketua DPRD Kampar dan PJ. Sekda memperlihatkan MoU yang ia teken bersama Direktur Politeknik Statistika STIS Dr. Erni Tri Astuti.

Bekawan.com – Penjabat Bupati Kampar Hambali melakukan Penandatanganan MoU dengan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) di Kampus Politeknik Statistika Jakarta dan untuk pertama kalinya se-Indonesia, Kamis (14/11/2024).

Hadir dalam kesempatan itu diantaranya Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Taridi, Pj. Sekda Kampar Ramlah, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Khairuman, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kampar Ir. Azwan, Kepala BPS Kampar Ir. Budianto, Kepala Bapedda Ardy Mardiansyah, Plt. Disnaker Sasminedi, Kepala Bagian Kerjasama Zaki Helmi.

Pj. Bupati Hambali dan rombongan disambut Direktur Politeknik Statistika STIS, Dr. Erni Tri Astuti, Wakil Direktur I, Prof. Setia Pramana, Wakil Direktur II, Prof. Hardius Usman, Wakil Direktur III, Yunarso Anang Kabag Umum, Bambang Nurcahyo, Kabag Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Nurseto Wisnumurti, Ketua Program Studi D III Statistika dan pejabat lainnya.

Usai melakukan Nota kesepahaman antara Pemda Kampar dan STIS, Pj. Bupati Kampar menyebut dengan disetujuinya permohonan dari Pemerintah Kabupaten Kampar, tentang usulan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Kampar, maka akan melahirkan SDM Kampar yang menguasai bidang statistik.

“Dengan ditandatanganinya Nota kesepahaman, akan lahir SDM yang menguasai bidang Statistik di Kabupaten Kampar, kami mengusulkan kerjasama ini adalah bentuk kesadaran dari Pemerintah Kabupaten Kampar yang memiliki peran strategis sebagai penyelenggara pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya,” ucap Hambali.

Hambali juga menyampaikan peningkatan kinerja pemerintah daerah kabupaten menjadi hal yang sangat penting dalam rangka mencapai tujuan tersebut, mencakup sejumlah indikator yang mencerminkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam menjalankan fungsi pemerintahan dari setiap tahapan memerlukan data, termasuk data statistik, yang lebih dikenal dengan Data Statistik Sektoral untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan.

Disisi lain Hambali menjelaskan, sumber daya manusia di Pemerintah Kabupaten Kampar bidang statistik saat ini masih sangat terbatas, baik yang ada di Diskominfo maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang menyelenggarakan urusan statistik terutama statistik sektoral.

“Tujuan kerjasama ini memberikan peluang yang lebih besar kepada putra putri asal Kabupaten Kampar yang memiliki kemampuan tidak kalah dari daerah lain untuk dapat melaksanakan pendidikan di politeknik statistika STIS ini melalui pola pembibitan daerah,” tambahnya.

Hambali juga merinci bahwa Kabupaten Kampar telah diberi kesempatan untuk mengusulkan formasi pola pembibitan daerah yakni program D4 statistik terapan 4 orang dan D4 komputerisasi statistik, masing-masing 4 orang, total 8 orang mulai tahun 2025, yang nantinya diharapkan dapat mengisi jabatan di Pemkab Kampar r pada jabatan Penata Muda Statistis (Statistisi Ahli) dan Penata Muda Pranata Komputer Statistik.

Sementara itu Direktur Politeknik Statistika STIS, Dr. Erni Tri Astuti menjelaskan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis yang diprakarsai dan inisiasi dari Pemda Kampar, Ia juga mengapresiasi semangat Pemda Kampar dalam pengembangan SDM Statistik untuk Kabupaten Kampar.

“Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang unggul dan siap terjun ke dunia pekerjaan khususnya yang memerlukan mandat data statistik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar,” ungkap Dr. Erni.

Ia menambahkan dengan lahirnya generasi yang unggul dapat bersinergi dengan BPS Kabupaten Kampar sebagai pembina sektoral dan lulusan Poltek STIS dapat menjadi talenta-talenta digital sebagai jabatan fungsional dan pranata komputer yang nanti siap menghadapi tuntutan informasi digital dimasa mendatang. (Adv)

Kabar Kampar

Didampingi Kacab Mandiri Taspen Bangkinang, Ketua Korpri Serahkan Santunan dan JKM ke Ahli Waris

Published

on

Penyerahan santunan kepada Ahli waris Muhammad Yulizar.

Bekawan.com – Ketua Korpri Kampar Refizal, S.STP, M.P didampingi Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Bangkinang Yudi, menyerahkan Santunan, THT (Tabungan Hari Tua) dan JKM (Jaminan Kematian) kepada Ahli Waris Alhamrhum Muhammad Yulizar, Rabu (24/6/2026) pagi.

Ketua Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kampar pada kesempatan tersebut menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya salah seorang ASN Kampar tersebut, Pria yang juga Kepala DPMPTSP Kampar itu juga mengucapkan terimakasih atas dedikasi Almarhum selama mengabdi sebagai ASN Kampar.

“Kami turut berduka cita atas kepulangan Almarhum, kami juga mengucapkan atas dedikasi dan sumbangsih tenaga pikiran selama menjadi ASN Kabupaten Kampar, mudah-mudahan diampunkan dosanya, ditempatkan ditempat yang terbaik di sisi Allah,” ucap Refizal saat menyerahkan santunan Korpri ke Ahli Waris.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan Kacab Bank Mandiri Taspen Yudi, ia juga mendoakan agar Almarhum Husnul Khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.

“Sebagai wujud empati kebersamaan dan kekeluargaan Korpri serta Mandiri Taspen, pada kesempatan ini, Korpri menyerahkan santunan, kami dari Mandiri Taspen menyerahkan Tabungan hari tua dan JKM kepada ahli waris. Semoga santunan ini dapat membantu keluarga yang ditinggalkan dan menjadi penguat dimasa duka,” harap Yudi.

Continue Reading

Kabar Kampar

Baru Ditinggal Suami, Rumah Mualaf 3 Anak di Kampar Ludes Terbakar

Published

on

Kondisi rumah warga Desa Gunung Bungsu yang terbakar Jumat sore.

Bekawan.com – Cobaan berat menimpa seorang warga Desa Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar, Reni (31) Mualaf sekaligus janda 3 anak yang kehilangan suaminya beberapa bulan yang lalu, kembali berduka karena rumahnya hangus dilalap si jago merah, jumat (5/6/2026) sore.

Api dengan cepat menghanguskan bangunan rumah semi permanen beserta seluruh isinya sekitar pukul 16.00 Wib saat kejadian, didalam rumah hanya ada 3 orang anak Reni, sedangkan dirinya sedang mencari nafkah.

“Saat kejadian Reni tidak berada di rumah karena mencari nafkah, dirumah hanya ketiga anaknya yang masih kecil, material bangunan yang di dominasi kayu membuat api membesar dalam hitungan menit,” ucap Sekdes Gunung Bungsu Hamdani.

Sisa-sisa bangunan dan barang-barang pasca kebakaran.

Beruntung, ketiga anaknya yang masih kecil berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan cepat tetangga sekitar.

Janda 3 anak itu, tak kuasa menahan tangis saat mendapati rumahnya sudah rata dengan tanah, begitu juga dengan harta benda termasuk dokumen penting dan perlengkapan sekolah anak-anaknya tidak ada yang bisa diselamatkan.

Tidak ada barang dan harta benda yang selamat dari kebakaran rumah termasuk pakaian dan peralatan dapur maupun perlengkapan sekolah anak.

Saat ini pihak desa dan masyarakat sekitar menempatkan janda yang ditinggalkan suami karena sakit dan ketiga buah hatinya di salah satu rumah warga. mereka juga melakukan penggalangan dana untuk meringankan Reni dan ketiga buah hatinya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Soroti Turunnya Harga TBS Sawit, Disbun Kampar Minta PKS Patuhi Aturan dan Harga Pemerintah

Published

on

Bekawan.com – Penurunan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar.

Kondisi tersebut dikeluhkan petani karena terjadi di tengah biaya produksi yang terus meningkat, sementara harga komoditas sawit di pasar internasional justru relatif stabil bahkan menunjukkan tren menguat.

Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar melalui Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan pasar global, harga minyak sawit mentah (CPO) internasional tidak mengalami penurunan yang signifikan.

Bahkan dalam beberapa periode terakhir harga CPO dunia cenderung bergerak stabil dan sesekali mengalami penguatan seiring meningkatnya kebutuhan pasar global terhadap minyak nabati.

“Oleh karena itu, masyarakat mempertanyakan mengapa harga pembelian TBS di tingkat petani justru mengalami penurunan. Pertanyaan ini wajar muncul karena kondisi pasar internasional tidak menunjukkan adanya penurunan yang drastis,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan harga pembelian TBS, seperti kebijakan tata niaga, biaya operasional pabrik, biaya logistik, kualitas bahan baku, hingga strategi pemasaran produk turunannya. Namun demikian, faktor-faktor tersebut harus tetap mengacu pada mekanisme penetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah guna menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan petani.

Pemerintah pusat sendiri terus melakukan pembenahan tata kelola perdagangan komoditas strategis nasional, termasuk sektor sumber daya alam dan perkebunan. Kebijakan penguatan peran negara melalui badan usaha milik negara (BUMN) dalam pengelolaan dan perdagangan komoditas strategis bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, nilai tambah, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan kebijakan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Setiap kebijakan yang diterbitkan pemerintah pada prinsipnya dilakukan melalui kajian yang komprehensif dan terbuka, sehingga seluruh pelaku usaha dapat memahami tujuan dan dampaknya terhadap sektor pertanian dan perkebunan nasional.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kebijakan yang bertujuan menekan harga TBS petani. Sebaliknya, pemerintah terus berupaya menciptakan tata niaga yang sehat, transparan, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga negara.

Di sisi lain, petani sawit saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Harga pupuk terus mengalami kenaikan, biaya pemeliharaan kebun semakin besar, sementara upah tenaga kerja untuk panen dan perawatan kebun juga meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menyebabkan biaya produksi perkebunan rakyat menjadi semakin tinggi.

“Ketika harga TBS turun sementara biaya pupuk, tenaga kerja, dan operasional kebun meningkat, maka pendapatan petani tentu akan tergerus. Karena itu harga yang diterima petani harus mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar telah mengambil berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan menyurati seluruh PKS yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar agar membeli TBS masyarakat sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah melalui mekanisme tim penetapan harga TBS.

Surat tersebut sekaligus menjadi pengingat kepada perusahaan agar menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak melakukan pembelian di bawah harga yang dapat merugikan petani. Disbun Kampar juga terus melakukan komunikasi, koordinasi, dan pembinaan kepada pihak perusahaan serta menyampaikan berbagai aspirasi petani yang berkembang di lapangan.

Selain itu, Disbun Kampar akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, asosiasi perusahaan kelapa sawit dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan terciptanya hubungan yang harmonis antara petani dan perusahaan serta menjaga stabilitas harga TBS di Kabupaten Kampar.

Pemerintah Kabupaten Kampar berharap seluruh PKS dapat menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan petani sawit dengan menerapkan harga pembelian yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Langkah ini dinilai penting mengingat sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah dan sumber penghidupan bagi puluhan ribu kepala keluarga di Kabupaten Kampar.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan petani, diharapkan tata niaga kelapa sawit dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berkelanjutan sehingga manfaat pembangunan sektor perkebunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Kadisbun Kampar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue Reading

Trending