Connect with us

Kabar Asik

Digelar Desember, BELANTARA 2 Eksplor Keindahan Alam Kampar Kiri Hulu

Published

on

Bekawan.com – Event olahraga Trail Adventure bertajuk BELANTARA 2 Adventorous Mission akan digelar 6 dan 7 Desember mendatang di Tepian Subayang Desa Gema Kecamatan Kampar Kiri Hulu beriringan dengan Festival Subayang yang berlangsung mulai tanggal 4 dan 5 Desember.

Ketua Pelaksana Letkol. Naharudin menjelaskan bahwa Belantara 2 akan dibuka dalam 2 Class, yakni Private dan reguler serta akan dihadiri langsung Presiden Trail Indonesia Law Agwan bersama Guest star Irma Ferdiana, Papa Roni dan Erin Ruslia.

“Untuk Class Private akan digelar 6 Desember, sedangkan reguler 7 Desember, kita hadirkan jalur yang akan mengekplore keindahan Kampar Kiri Hulu, tidak hanya alamnya tapi juga tradisi ada budayanya,” ungkap Pria yang akrab disapa Bang Nahar disela-sela kegiatan uji coba jalur, Sabtu (15/11/2025).

 

Ia juga menjelaskan bahwa class private pesertanya sudah mendaftar dari berbagai provinsi seperti dari Aceh, Sumatera Utara, Batam, Palembang bahkan dari Pulau Jawa, sedangkan untuk peserta reguler kebanyakan pesertanya dari dalam Riau.

“Untuk jalurnya kita akan bagi dalam 4 zona, dengan rintangan yang siap memacu adrenalin peserta, ditambah lagi kita prediksi Desember juga akan menjadi puncak musim durian di Kampar Kiri Hulu, jadi bagi yang pengen ikutan seru-seruan bisa menghubungi panitia 08222820309,” tambah Naharudin.

Dipilihnya Kampar Kiri Hulu sebagai lokasi berlangsungnya BELANTARA 2 bukan tanpa alasan, Letkol Nahar bahwa Kampar memiliki sejumlah daerah yang memiliki alam yang indah dengan perbukitan yang menantang, termasuk Kampar Kiri Hulu.
“Kampar Kiri Hulu salah satu daerah yang memiliki keindahan alam yang luar biasa, dengan jalur yang tidak kalah menantang dari lokasi BELANTARA yang pertama yang digelar di Siabu, dan di BELANTARA 2 kita juga menyuguhkan gelaran seni budaya bagi peserta” jelasnya.

Kabar Asik

Aksi Jordi Kampar Memukau Juri KDI

Published

on

Penampilan Jordi mendapat Standing applause dan komentar positif berkat penampilannya yang memukau.

Bekawan.com – Penampilan Penyanyi asal Kampar Jordi memukau dewan juri hingga host Kontes Dangdut Indonesia (KDI) Top 5 Kontes yang berlangsung Jumat (27/2/2026) malam.

Dua lagu yang ia bawakan sukses mendapatkan Standing applause (tepuk tangan meriah sambil berdiri) dari para dewan juri. Penampilan memukau dengan suara yang merdu nan stabil diganjar komentar positif dari semua dewan juri, mulai dari Inul Daratista, Iis Dahlia,  Hetty Koes Endang, hingga Elvy Sukaesih.

“Meski bukan giliran saya memberikan komentar, tapi harus saya komentari ini. Dari lagu Laksmana Raja di Laut, notasi kamu nge-tune banget. Lagu kedua Debu Jalanan tidak kalah bagus, notasinya konsisten,” ucap Etty Koes Endang.

Bunda Etty Koes Endang, salah satu juri KDI

Seperti tidak mau kalah memberikan komentar positif untuk Jordi, pendapat Bunda Etty langsung disambar Elvy Sukaesih, Ratu Dangdut pada masanya.

“Cengkoknya pun duduk, suaranya Jordi Masya Allah laki banget,” timpal Elvy Sukaesih.

“Cilik-cilik cabe rawit,” tambah Inul Daratista.

Putra daerah Kabupaten Kampar, Jordi Aldio Kusuma, tampil membawa nama daerah di ajang nasional Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2025. Ia sukses mengambil hati dewan juri dengan penampilan memukau, tidak hanya dewan juri, lagi Debu Jalanan yang ia bawakan di penampilan keduanya juga sukses membuat host OKI Lukman meneteskan air mata.

*Jangan lupa dukung Jordi Kampar perwakilan Riau di ajang KDI dengan melakukan vote sebanyak-banyaknya di Aplikasi RCTI+.

Continue Reading

Kabar Asik

Anggota TNI-Polri Minta Maaf usai Sebut Es Kue Pak Sudrajat Berbahan Spon

Published

on

Ilustrasi penjual es sumber : AI

Bekawan.com – Sebuah video menampilkan Anggota TNI-Polri mengintrogasi Penjual Es Kue dan menuduh bahan kue tersebut berbahan spon viral media sosial. Dalam video tersebut terlihat penjual es juga disuruh untuk memakan jualannya setelah diperas menggunakan tangan oleh oknum tersebut.

Menyikapi viralnya kejadian tersebut, Anggota TNI dan Polri dalam video tersebut menyampaikan permintaan maaf. Ucapan maaf ini disampaikan lantaran dari hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses yang dijual Sudrajat dipastikan aman serta layak dikonsumsi.

Seperti dikutip dari cnninonesia.com, keduanya diketahui anggota TNI selaku Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyampaikan penyesalan atas kekeliruannya dan meminta maaf kepada penjual es kue tersebut.

“Menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” kata Ikhwan dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Ikhwan mengatakan tindakan yang dilakukannya itu merupakan merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir ada peredaran makanan berbahaya di lingkungannya. Kata dia, sebagai petugas di lapangan, dirinya harus merespon setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.

Ikhwan mengaku dirinya semata-mata hanya ingin memberikan edukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman.

Continue Reading

Kabar Asik

Becak Bangkinang : Hidup Segan, Mati Pun (masih) Enggan

Published

on

Becak Pak Eman.

Bekawan.com – Tukang Becak Bangkinang mencoba bertahan ditengah banyaknya kendaraan dan transportasi online didaerah. Alat transportasi yang pernah jaya pada masanya, kini seakan “hidup segan matipun (masih) enggan,” karena sejumlah becak masih terlihat-lalu lalang di tengah Kota Bangkinang namun jumlahnya tidak seberapa.

“Kini la banyak uwang ba honda (sepeda motor) kamano-mano, tamasuok anak sekolah,” ungkap Herman, Rabu (14/1/2026) pagi.

Pria Paruh baya yang akrab disapa Pak Eman ini mengaku rutinitas yang ia jalani sebagai tukang becak sudah berjalan sejak 7 tahun silam, dan masih menjadi mata pencahariannya hingga kini.

Fenomena banyaknya transformasi online menurut Pak Eman bukan menjadi “lawan” dirinya dalam mencari nafkah, tapi banyaknya kendaraan roda 2 menjadikan warga Bangkinang tidak lagi menggunakan “servisnya” dalam bepergian.

“Kalau dulu, ngantar anak sekolah, ngantar jemput orang ke pasar, kalau sekarang anak SMP dan SMA sekolah la naik honda, kalau SD diantar orang tua, jadi jarang penumpang,” akunya sambil tertawa kecil.

Jika dulu, setiap Rabu-hari pasar Bangkinang-menjadi hari “panen” Pak Eman dan kawan-kawan, namun kini fenomena itu tidak terjadi lagi, seolah “gagal panen” kayak jagung ketahanan pangan.

“Ibu-ibu yang ke Pasar pun sudah diantar anaknya pake honda, kalau belanjanya banyak baru naik becak,” terang Pak Eman.

Jadi tidak heran banyak kawan-kawan Pak Eman yang beralih profesi, atau sekedar mensiasati kondisi minimnya penumpang dengan sistem “tumpang sari”.

“Ada yang betukang, dan kerjaan lainnya yang bersifat sementara, setelah itu membecak lagi,” jelasnya.

Meski senyum dan tawa Pak Eman selalu menghiasi selama perjalanan, namun pahit dan getirnya kehidupan mencari nafkah, terpampang ditulisan gerobaknya “hidup ini tak seinda yang kau dibayangkan”.*

*Ya tulisan indah tanpa hurup “H”, seolah berbisik, jangankan mencicipi indahnya kehidupan, menulis kata “Indah” aja aku gak sanggup.

Continue Reading

Trending