Kabar Kampar
Benarkah Tidur saat Puasa Bernilai Ibadah?
Bekawan.com – Ustadz Dr. Johari, MA membagi tidur menjadi 2 kategori, yang pertama tidur Qoilulah adalah tidur sejenak di siang hari, biasanya sebelum atau sesudah zuhur, yang merupakan sunah Nabi SAW.
Kemudian, tidur yang kedua adalah Failullah, itu adalah tidur yang dilarang oleh nabi, yakni waktu tidur setelah subuh dan tidur sesudah sholat Ashar.
“Yang dilarang itu, bahkan secara medis juga tidak baik,” ucap Ustadz Johari.
Penjelasan tidur yang dianjurkan dan yang dilarang oleh Nabi itu, dipaparkan Ustadz Johari saat menjadi Narasumber dalam Tausiah Interaktif di Radio Swara Kampar 103,8 FM, Kamis (26/2/2026) yang mengangkat tema “Fiqih Puasa”.

Jalannya tausiah interaktif MUI MENJAWAB di Radio Swara Kampar.
Penceramah yang juga Ketua Bidang Pengkajian Fatwa MUI Kampar itu menjawab pertanyaan pendengar Radio Swara Kampar terkait tidur orang yang berpuasa adalah ibadah.
Disaat puasa ramadhan, lanjut Ustadz Johari, waktu tidur yang paling enak bagi orang yang tidak berkegiatan pagi, adalah setelah sholat subuh. Fenomena ini menurutnya adalah kebiasaan yang tidak baik karena waktu tidur yang dilarang oleh nabi.
“Jadi jika ditanya, tidur apa yang menjadi bahagian ibadah?, itu adalah tidur Qailullah (tidur sebelum atau sesudah Sholat Zhuhur,” jelas Dosen Fakultas Syariah UIN Suska Riau ini.
Program Tausiah “MUI MENJAWAB” yang disiarkan radio Swara Kampar merupakan hasil kerjasama MUI dan Diskominfo Kampar yang diteken Kadiskominfo Lukmansyah Badoe, S.Sos, MSi bersama Sekjen MUI Kampar Dr. H. Mendra Siswanto, M. Sy, Kamis (12/2) lalu.
Program Tausiah Interaktif yang dipandu host Ari Amrizal ini merupakan salah satu program Talkshow religi yang mengundang pendengar radio terlibat aktif untuk bertanya melalui sambungan telepon maupun melalui media sosial, menghadirkan Ustadz-ustadz dari MUI Kampar dengan pembahasan yang berbeda setiap minggunya.
Kabar Kampar
Bupati Sambut Kunker Dandim 031/WB di Balai
Bekawan.com – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kampar menyambut kunjungan kerja Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, dalam rangka agenda kerja ke Kodim 0313/KPR, Kamis (19/2).
Penyambutan dilaksanakan secara khidmat dan penuh kehangatan di Balai Bupati Kampar. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kampar dengan jajaran TNI, khususnya Korem 031/Wira Bima dan Kodim 0313/KPR.
Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Yuzar menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas kunjungan kerja Danrem 031/WB ke Kabupaten Kampar. Ia menegaskan bahwa sinergitas antara pemerintah daerah dan TNI selama ini telah terjalin dengan baik, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan daerah, serta membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Kami menyambut baik dan merasa terhormat atas kunjungan kerja Danrem 031/WB ke Kabupaten Kampar. Semoga silaturahmi ini semakin memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kampar dan jajaran TNI dalam membangun daerah serta menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Bupati.
Sementara itu, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.
“Saya mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang begitu khidmat dan ikhlas di Kabupaten Kampar ini. Semoga kebersamaan dan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah,” ungkap Danrem.
Kunjungan kerja ini juga menjadi ajang koordinasi dan komunikasi strategis antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung program-program pembangunan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Kampar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, serta Dandim 0313/KPR, Letkol Czi Satriady Prabowo.
Kabar Kampar
Makna Balimau Kasai di Mata Bupati Ahmad Yuzar
Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengajak masyarakat Kampar untuk tidak hanya menjadikan momen Mandi Balimau sebagai ajang mandi-mandi saja, namun juga ajang silaturahmi dan saling maaf-memaafkan sebagai langkah awal menyambut bulan suci ramadhan.
“Mari kita sucikan diri dan hati melalu Balimau kasai, menyambut bulan dan memasuki bulan Ramadan yang suci ini,” ajak Bupati Ahmad Yuzar dalam sambutannya saat pembukaan acara Balimau Kasai yang digelar di Lapangan Sepakbola Desa Batu belah, Rabu (18/2/2026) sore.
Bupati Kampar mengakui, sebagai anak jati Kampar yang hidup dan besar di aliran Sungai Kampar, daya tarik dari pelaksanaan Balimau Kasai atau tradisi Potang Balimau sungguh luar biasa, menjadi pemanggil sanak saudara yang jauh hidup dikota-kota besar di Indonesia bahkan yang merantau keluar negeri untuk pulang kampung.
“Tradisi ini menjadi ajang saudara kita perantau untuk bertemu bersilaturahmi dengan sanak saudara yang ada di kampung halaman, salah satu momennya salah adalah menyambut bulan puasa Ini dengan Balimau kasai, satu lagi di tradisi Rayo Zora atau tradisi ziarah kubur,” papar Ahmad Yuzar.
Dalam acara yang digelar persis di tepian sungai Kampar Desa Batu Belah itu, Bupati Ahmad Yuzar juga berkomitmen bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus melanjutkan tradisi baik yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut, dan telah menjadi ciri khas daerah.
“Jika orang dengar nama Batu belah, orang akan ingat Balimau. Kita boleh modern, tapi kita tidak akan pernah tercabut dari akar budaya kita, kebudayaan kita, tradisi kita yang telah dilaksanakan oleh nenek moyang kita, yang harus selalu kita lestarikan hingga ke anak cucu kita,” pungkas Bupati Ahmad Yuzar.
Kabar Kampar
Harapan Panitia Balimau Kasai untuk Bupati Kampar
Bekawan.com – Setiap tahunnya, Desa Batu Belah Kecamatan Kampar menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Iven tradisi Balimau Kasai, tak terkecuali untuk menyambut Ramadhan 1447 H kali ini, didepan Bupati dan jajaran serta tamu undangan lainnya, Ketua Panitia Jufri menyampaikan harapannya yang menjadi representasi harapan dari masyarakat Batu Belah.
“Balimau Kasai perlu tetap dilestarikan agar nilai tetap terjaga dan dipertahankan, kami berharap Bupati memiliki sudut pandang dengan kami,” ungkap Jufri memulai sambutannya, Rabu (18/2/2026) sore.
Ia menambahkan bahwa mandi dengan menggunakan jeruk, Kasai dan bahan bahan wewangian lainnya merupakan tradisi turun-temurun yang melekat ditengah kehidupan masyarakat, memberikan kontribusi nilai-nilai sosial masyarakat serta menjadi momentum pulang dan berkumpulnya sanak famili dari rantau.
Untuk melestarikan tradisi syarat makna ini, Jufri berharap agar kegiatan tahunan ini dapat dianggarkan di APBD Kampar setiap tahunnya.
Didepan Bupati H. Ahmad Yuzar S.Sos, MT, Jufri juga merinci bahwa, penyelenggaran Balimau Kasai di Batu Belah tidak hanya soal Mandi Balimau, tapi juga disandingkan dengan perlombaan sampan hias, piala bergilir Pangdam XIX/Tuanku Tambusai.
“Iven sampan hias diikuti oleh desa dari Kecamatan Bangkinang dan Kecamatan Kampar, dengan start di Kelurahan Pulau Bangkinang dan finish di Desa Batu belah, sampan hias menjadi hiburan tersendiri baik bagi masyarakat yang mandi disetiap tepian sungai, maupun masyarakat yang menonton dipinggir sungai,” jelas Jufri.
Ketua Panitia Balimau Kasai 2026 ini juga mengungkapkan bahwa ada perbedaan lokasi acara jika dibandingkan dengan balimau Kasai di tahun-tahun sebelumnya.
“Jika sebelumnya digelar di Dermaga, saat ini kita gelar di Lapangan Sepak bola Desa Batu Belah, ini juga bukan tanpa alasan Pak Bupati, mengingat lokasi sebelumnya yang berjarak I KM dari sini, tidak bisa lagi menampung membludaknya masyarakat yang hadir setiap Iven Balimau Kasai,” terang Jufri.
Menanggapi harapan masyarakatnya, Bupati Ahmad Yuzar langsung memerintahkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kampar untuk memasukkan Iven Balimau Kasai ke kalender Iven Kabupaten Kampar.
“Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Pariwisata ke depan berkomitmen untuk hadir memelihara kebiasaan dan kebudayaan baik yang kita miliki ini, Pak Kadis Pariwisata hadir?, masukkan ya pak,” perintah Bupati Ahmad Yuzar.
Anak Jati Kampar ini juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan tradisi Balimau dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Batu Belah adalah yang paling terbesar.
“Terimakasih kepada seluruh masyarakat memelihara tradisi baik kita ini, jadi wujud hadirnya pemerintah nantinya, tentu ada beberapa hal yang nantinya menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk membiayainya, sebagaimana keinginan dari panitia tadi sebab budaya itu tidak bisa dibuat ketika tetapi merupakan tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat kita,” ucap Bupati.
“Pemerintah hadir untuk memelihara dan melestarikannya untuk sampai ke anak cucu nantinya, dan kalau perlu sandingkan Iven pariwisata ini dengan membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat nanti mungkin kita akan buka stand-stand untuk produk untuk UMKM.
Usai memberikan arahan dan menyerahkan piala kepada para pemenang lomba sampan hias, Bupati dan rombongan serta tamu undangan lainnya langsung menaiki sampan hias sembari menyapa warga yang tengah mandi Balimau.
-
Kabar7 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Asik6 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik2 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik6 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
