Connect with us

Kabar Asik

Kadisparbud : Festival Ayo Onam Sesuai Visi Misi Bupati Dibidang Wisata

Published

on

Bekawan.com – Kadisparbud Kampar Afdal memaparkan bahwa festival Lomang Ayo Onam Tahun 2026 merupakan kegiatan kedua kalinya digelar, acara perdana digelar tahun 2025 lalu. Ia juga menjelaskan bahwa Kegiatan Festival Lomang sesuai dengan visi misi dan program Bupati dalam pengembangan pariwisata melalui seni budaya tradisi dan kearifan lokal yang memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Event ini kita beri nama festival Lomang kedua hari raya enam, karena ini merupakan event kedua untuk melestarikan tradisi memasak lemang, dasar menetapkan Kampung Gondang atau Pulau Lawas ini sebagai titik kegiatan ini adalah melihat proses memasak makanan Lomang menjadi rutinitas tahunan yang masih bertahan di masyarakat kampung Kodam dan menjadi brand image kuliner tradisi setiap hari raya pada bulan Syawal di Kabupaten Kampar,” jelasnya.

Festival ini digelar selama 2 hari, mulai dari pembukaan di Jumat pagi lalu pukul 16 hingga 17.00 Wib, lemang yang telah dimasak tersebut akan dibagikan gratis ke pengunjung, dan dihari Sabtu akan digelar Makan Bajambau setelah perayaan Hari Raya Enam.

Festival Lomang Ayo Onam mendapat respon positif dari warga sekitar, mereka berharap acara yang digelar dalam rangka melestarikan tradisi ini berlanjut dan semakin besar sehingga bisa mendunia.

“Terimakasih pak Bupati semoga acara ini semakin besar gaungnya, kalau bisa mendunia untuk mengangkat Lomang dan tradisi Ayo Onam, kalau perlu hingga ke mancanegara,” ucap Nur Jannah.

Sebelumnya, Kepala Desa Pulau Lawas Andri Nuras berharap Festival Lomang Ayi Ayo Onam yang telah berlangsung kali kedua di desanya bisa terus digelar dan semakin besar dan populer sehingga memiliki dampak yang luas tidak hanya untuk warga desanya tetapi juga untuk pengunjung festival.

“Festival Lomang Ayo Onam itu udah yang kedua kali di Pulau Lawas ini, kami berharap kedepannya karena tingginya antusias masyarakat mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Kampar ke depannya makin banyak warga yang dilibatkan, sehingga sepanjang jalan desa ada titik-titik pembuatan lemang, jika tahun ini hanya 44 titik, semoga untuk tahun yang akan datang bisa semakin meningkat,” harapnya saat memberikan sambutan di acara Pembukaan Festival Lomang Ayo Onam,” Jumat (27/3/2026) lalu.

Ia menyebut, Festival Lomang bukan hanya sekedar ajak hiburan semata melainkan wujud kekompakan dan semangat gotong royong, serta upaya dalam melestarikan budaya lokal yang telah berlangsung lama dan turun-temurun.

“Kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi dan warga dan ini merupakan penggerak ekonomi yang ada di desa kami, mudah-mudahan kegiatan ini kedepannya bisa semakin besar dan berdampak,” ucapnya.

Kabar Asik

Catet, 17 Oktober Tepak Squad Gelaran Seni di Pekanbaru

Published

on

Bekawan.com – Kabupaten Kampar beruntung memiliki sejumlah anak muda yang tergerak hati untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya disaat kebanyakan orang seolah cuek, mereka adalah Tepak Squad, grup band yang menggabungkan unsur musik etnik daerah dengan aransemen modern.

“Ternyata Kampar kaya akan budaya dan tradisi, kami tergerak untuk mengangkat itu agar anak budaya tidak kehilangan jatidiri dan lebih mengenal daerahnya, karena kami backgroundnya musik, jadi kami angkat budaya itu melalui musik,” ungkap salah satu Founder dan pencipta lagu Tepak Squad Mido Pulma Deslala didampingi Riski Akbar saat berbincang dalam Talkshow di Radio Swara Kampar, Rabu (14/10/2026).

Pria yang akrab Mido ini juga menjelaskan bahwa nama Tepak Squad dipilih karena ingin mengangkat sesuatu yang mencirikan dan identik dengan Kampar. “Tepak itukan artinya wadah, lambang penghormatan,” jelas Mido.

Ia juga menjelaskan bahwa Tepak Squad berdiri sejak 2020 dan terdiri dari 13 personil pemain musik serta dibantu sejumlah personil ” eksternal” lainnya, hingga kini Tepak Squad telah mengeluarkan sejumlah single yang saling kait-mengait satu dan yang lainnya, mulai dari Lawik Ombun Tanah Batuah, Titisan Bumi Syurga (Kuaghan), hingga single Religi Marhaban ya Ramadhan.

“Semua karya kami itu saling kait-mengait, terhubung antara satu dan yang lain, misalnya Lawik Ombun Tanah Batuah menceritakan tentang negeri Kampar secara umum, Kuaghan menceritakan tentang burung Kuaghan, burung ajaib yang hanya di Kampar, kalau lagu marhaban ya ramadhan juga menceritakan tradisi orang Kampar saat menyambut ramadhan, tradisi selama puasa hingga pasca ramadhan seperti tradisi Ayo onam,” terang Mido.

Poster gelaran seni Tepak Squad di Pekanbaru.

Kepada Host Ari Amrizal, Mido juga menceritakan bahwa proses menciptakan lagu memakan waktu yang lama karena mereka butuh riset seperti wawancara kepada para tetua yang faham akan budaya dan tradisi Kampar.

“Seperti lagu tentang burung Kuaghan itu, menghabiskan waktu yang cukup lama karena dalam lagu kami juga memasukkan mantra dalam mencari burung unik ini, karena tidak semua bisa mendapatkan,” paparnya.

Sejumlah keistimewaan Burung Endemik Kampar ini juga dipaparkan pria yang sebelumnya tergabung di grup band Teorema Pitagoras ini, mulai dari bangkai burung yang tidak berbau hingga tidak memiliki jenis kelamin.

Bagi pembaca bekawan.com yang ingin menyaksikan performa Tepak Squad, sepertinya keinginan tersebut bisa diwujudkan dalam waktu dekat, karena Tepak Squad akan menggelar konser tunggal di Pekanbaru tepatnya di Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu 17 Oktober 2026 malam.

Continue Reading

Kabar Asik

Bupati Kampar Dorong Kesadaran Anti-korupsi Lewat Seni

Published

on

Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar mendorong upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya korupsi melalui media kreatif ataupun seni. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara screening film dalam rangka Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) yang digelar di Balai Bupati Kampar, Ahad (19/4/2026) malam.

Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang ditaja oleh Komunitas Film Kreatif Pekanbaru tersebut. Bupati menilai bahwa pendekatan melalui film dan seni merupakan cara efektif untuk menyampaikan pesan moral, khususnya kepada generasi muda.

“Film memiliki kekuatan untuk membangun kesadaran dan membentuk karakter. Melalui kegiatan seperti ACFFEST ini, nilai-nilai anti-korupsi dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh,” ujarnya.

Acara screening ini tidak hanya menghadirkan pemutaran film bertema anti-korupsi, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dari seniman lokal Kampar. Pertunjukan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus memperkaya pesan yang disampaikan dalam film, sehingga audiens dapat merasakan pengalaman yang lebih mendalam.

Festival ini merupakan bagian dari Anti-Corruption Film Festival, sebuah gerakan nasional yang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kampanye anti-korupsi melalui karya audiovisual. Dengan melibatkan komunitas lokal, kegiatan ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi serta menumbuhkan budaya integritas di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kampar Ardi Mardiansyah, Kepala Inspektorat, Plt. Kepala Disdikpora, Kepala Diskominfo, para mahasiswa, serta tamu undangan lainnya yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Continue Reading

Kabar Asik

Dorong Peningkatan PAD, Pemkab Kampar Jadikan Stanum Lokasi Pelatihan

Published

on

Salah satu sudut kawasan wisata Stanum Bangkinang.

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan memberdayakan ekonomi lokal serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Untuk memastikan kesiapan sarana prasarana kawasan wisata plat merah Stanum, Bupati Kampar Ahmad Yuzar melakukan pengecekan dan peninjauan program pelatihan yang dipusatkan di Stanum, Selasa (14/4/2026) kemarin. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan pelatihan berjalan optimal serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Bupati Kampar menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi lokal menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan daerah. Melalui pelatihan yang terarah dan berkelanjutan, diharapkan OPD mampu menciptakan inovasi serta program-program unggulan yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.

“Pelatihan ini tidak hanya sebatas peningkatan kapasitas aparatur, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam mendorong ekonomi lokal agar lebih berkembang dan berdaya saing,” ujar Bupati.

Selain pelatihan bagi OPD, kegiatan di Stanum juga diisi dengan pelatihan bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.

Dengan adanya sinergi antara pelatihan OPD dan pembinaan Paskibraka, diharapkan Stanum dapat menjadi pusat kegiatan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Kampar.

Pemkab Kampar optimis, melalui langkah-langkah ini, peningkatan PAD dapat tercapai seiring dengan tumbuhnya ekonomi lokal dan meningkatnya kualitas aparatur serta generasi muda di daerah.

Continue Reading

Trending