Connect with us

Kabar

Tingkatkan PAD dari Sektor Parkir, Dishub Kampar Gelar Pertemuan dengan Camat dan Pengelola

Published

on

Kadishub Kampar memberikan reward kepada Ketua Parkir di Kampar. Foto : Ari/Bekawan.com

Bekawan.com – Untuk mensukseskan program pemerintah daerah serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) khususnya dari bidang retribusi parkir, Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar menggelar pertemuan dengan para camat dan pengelola parkir yang ada di wilayah Kabupaten Kampar, Kamis (4/1/2024).

Pertemuan yang dilaksanakan di Aula Kantor Perhubungan Kampar ini dihadiri Kadis Perhubungan Refizal, Sekretaris Kholis Febriyasmi, Kabid Prasarana Dessy Eka Sari, para camat dan ketua parkir.

Kadishub Refizal mengatakan, hingga saat ini retribusi parkir masih berlaku yang artinya pemerintah daerah masih diberi kewenangan untuk memungut retribusi parkir yang bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

“Untuk tarif masih seperti tahun lalu belum ada perubahan, truk dan bus Rp. 3.000, sedan, pick up dan sejenis Rp. 2.000, sedangkan roda dua Rp 1.000 (seribu rupiah),” kata Refizal.

Lebih lanjut Refizal menekankan kepada ketua parkir agar memberi pemahaman kepada para jukirnya, apa yang dimaksud parkir dan apa yang dimaksud dengan berhenti sementara (stop) hal ini untuk menghindari kesalahpahaman yang terjadi saat bertugas di lapangan.

“Mari kita berikan pemahaman kepada para jukir kita tentang mana posisi parkir atau mana posisi stop, dan yang terpenting lagi memakai rompi yang sudah diberikan serta memberikan karcis parkir pada pemilik kendaraan saat mereka parkir,” sambungnya.

Untuk meningkatkan potensi parkir, Refizal menyebutkan bahwa untuk saat ini lebih dari 10 titik parkir baru yang akan difungsikan dan yang tak kalah pentingnya adalah kepatuhan atau ketepatan waktu para pengelola parkir untuk menyetor kewajiban bulanannya setiap tanggal 5.

Sementara itu, Kabid Prasarana Dishub Kampar Dessy Eka Sari mengatakan, pertemuan yang digelar sebagai ajang silaturahmi Dishub dengan para camat dan para Ketua Parkir yang ada di Kabupaten Kampar. Selain itu menggelar diskusi yang dilanjutkan dengan pemberian reward kepada ketua parkir yang tepat waktu menyetor kewajibannya.

“Selain ajang silaturahmi sambil diskusi bersama kita juga membuat terobosan baru dengan memberikan reward kepada ketua parkir yang selalu tepat waktu menyetorkan kewajibannya setiap bulan. Ada dua ketua parkir yang kita berikan reward, yaitu Bu Efrita dan Pak Sutopo dari Bangkinang Kota,” sebut Dessy.

Ia berharap penghargaan yang diberikan bisa menjadi motivasi bagi para ketua parkir agar bisa selalu tepat menyetor kewajibannya sesuai kontrak menyetorkan PAD melalui Dinas Perhubungan.

“Di Tahun 2023 PAD kita melalui retribusi Parkir Alhamdulillah melebihi target yang sudah ditetapkan yang semula 350 juta Rupiah, per 31 Desember 2023 realisasinya mencapai Rp. 545.700.000, kita yakin di tahun 2024 ini target PAD kita dari retribusi Parkir bisa tercapai sesuai dengan angka pencapaian selama 2023,” pungkasnya.

Kabar Kampar

Kepala Bapenda Kampar Zamhur Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD

Published

on

Kepala Bapenda Zamhur saat memimpin rapat percepatan penerimaan PAD Kabupaten Kampar.

Bekawan.com – Pemkab Kampar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menyusun kajian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MM dalam rapat Percepatan Penerimaan PAD kabupaten Kampar yang berlangsung di Aula Bapenda, Selasa (8/9/2026) siang.

“Pemkab Kampar melalui Bapenda sedang menginisiasi sebuah kajian bagaimana potensi daerah kita tergarap maksimal dan masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada, jadi kita bikin kajian itu baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah,” papar Zamhur.

Dengan kajian potensi ini, Kepala Bapenda menyebut akan ada perubahan metode dalam menentukan jumlah target PAD masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya.

“Jika selama ini kita selalu berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, jika tercapai target di tahun sebelumnya, maka tahun ini di tingkatkan, jika tidak tercapai, lalu diturunkan tergetnya, kedepan tidak seperti itu lagi. Ketika kita sudah tahu potensi pajak dan retribusi daerah, tercapai atau tidak hanya satu satu indikator, ada indikator utama yaitu potensi pajak dan retribusi daerah,” papar Zamhur didepan perwakilan OPD Penghasil PAD.

Sejumlah perwakilan OPD saat mengikuti rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Kampar.

Langkah ini, lanjut Zamhur juga akan berdampak terhadap penilaian kemampuan kepala OPD dalam memimpin instansinya. Bahwa khusus bagi OPD penghasil PAD akan sangat mudah menentukan apakah Kepala OPD tersebut berhasil atau tidak memimpin instansinya.

“Salah satunya indikatornya adalah keberhasilan merealisasikan target yang tetapkan, Bapenda Kampar juga telah memastikan bahwa saat ini target yang diberikan ke masing-masing OPD sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga apabila tercapai, itu ada prestasi bagi kepala OPD, namun jika tidak tercapai ini tentu akan ada evaluasi dari pimpinan, karena kita telah menetapkan sesuai potensi yang ada sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut masing-masing OPD juga memaparkan persentase target yang telah dicapai hingga peluang peningkatan PAD, mulai dari penyewaan Billboard di Diskominfo Kampar, Tenaga Kerja Asing (TKA) hingga memaksimalkan potensi wisata di Kawasan Danau Rusa.

Continue Reading

Kabar Kampar

Terpilih Aklamasi, Sekda Ardi Mardiansyah Pimpin Korpri Kampar

Published

on

Sekda Kampar Ardi Mardiansyah.

Bekawan.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Korpri Kabupaten Kampar periode masa sisa 2025 – 2030 dalam Muskablub Korpri Kabupaten Kampar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (2/9/2026). Ia mendapat dukungan dari seluruh unsur Korpri kecamatan, OPD serta pengurus Korpri Kabupaten Kampar setelah ketua Korpri sebelumnya Refizal mengundurkan diri.

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Ardi Mardiansyah. Ia menilai, secara ex officio Sekda memang memiliki posisi strategis dalam kepengurusan Korpri dan diyakini mampu membawa organisasi tersebut menjadi lebih aktif serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Kami yakin Pak Sekda dapat membawa Korpri bekerja secara profesional, menjadi tempat mengadu dan tempat bernaung bagi seluruh ASN dan PPPK. Rangkul semuanya, jangan ada yang merasa ditinggalkan. Mari kita besarkan rumah kita bersama ini,” tegasnya.

Ia meminta kepengurusan segera disusun dengan melibatkan seluruh unsur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja yang menyentuh kebutuhan anggota.

“Segera susun kepengurusan dan program kerja. Setelah itu kita lakukan pelantikan. Saya berharap Korpri ke depan semakin aktif, semakin besar manfaatnya dan kegiatan-kegiatannya dapat dirasakan langsung oleh anggota,” katanya.

Di balik harapannya terhadap masa depan Korpri, Ahmad Yuzar juga memberikan perhatian khusus terhadap para ASN yang memasuki masa purnabakti.

Ia mengapresiasi kepengurusan sebelumnya di bawah Ketua Korpri Refizal yang telah menghidupkan berbagai kegiatan, termasuk pemberian penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama anggota.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilanjutkan secara berkala. Sebab, setiap hari selalu ada ASN yang mengakhiri masa tugasnya setelah puluhan tahun mengabdikan diri untuk negara dan masyarakat.

“Kegiatan seperti penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama ini harus terus dilanjutkan. Bahkan kalau bisa dilakukan secara berkala, karena setiap hari ada ASN yang memasuki masa pensiun,” ujarnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Ekspos Kejari Kampar: Perkara Dugaan Manipulasi Hasil Pemeriksaan di Inspektorat hingga Lanjutan KUR BRI

Published

on

Kajari Kampar didampingi)Ara Kasi saat ekspos Kinerja Kejari Kampar.

Bekawan.com – Kepala Kejaksaan Negeri Kampar memimpin ekspos Capaian kinerja selama Tahun 2026 yang digelar Rabu (2/9/2026) sore. Sejumlah perkara diungkapkan Kajari didampingi Para Kasi di instansinya, mulai dari Perkara KUR BRI hingga perkara dugaan manipulasi hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Kampar.

“Di tahun 2026 kita lakukan 2 sprin penyidikan, pertama dugaan tindak pidana korupsi manipulasi pelaporan hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Pemkab Kampar, dan saat ini kita dalam penyelesaian perkara KUR BRI, ditahap pertama kita telah sidangkan KUR dengan terdakwa AH cs, sebagian besar sudah inkrah, dan masih ada yang upaya hukum, akan kita selesaikan,” papar Kajari.

Kajari Kampar Dwianto Prihartono, SH, MH juga memaparkan bahwa dari kasus KUR BRI, pihaknya berhasil melakukan penyelamatan sebesar Rp. 331 juta rupiah, dan uang pengganti sebanyak Rp. 190 juta rupiah.

Namun ditanya lebih jauh terkait manipulasi laporan keuangan di Inspektorat, Kajari Kampar belum berkenan menjelaskan lebih jauh, hanya menyebut dugaan manipulasi terjadi di tahun 2025.

“Mungkin sekarang, hanya itu dulu informasi yang kami berikan. itu (perkara) di tahun 2025,” ungkap Kajari.

Selain dua kasus diatas, Kajari juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dari bidang-bidang yang ada di instansinya, mulai dari legal asisten, LO maupun tindakan hukum lain sebanyak 4 kegiatan yaitu dengan Bapenda, termasuk pelayanan hukum lain, seperti layanan hukum gratis sebanyak 10 kegiatan serta 3 kegiatan MoU.

“Sedangkan untuk penyelamatan pemulihan keuangan negara sebesar sekitar Rp. 754 Juta rupiah,” papar Kajari.

Continue Reading

Trending