Connect with us

Kabar Kampar

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Tanah Longsor di Kuok dan Banjir di Kampar Kiri Hulu

Published

on

Penampakan material longsor Kilometer 79 Desa Merangin Kuok.

Bekawan.com – Tingginya curah hujan mengakibatkan jalan lintas Sumbar-Riau tepatnya di Desa Merangin Kuok tertimbun tanah longsor Sabtu (11/5/2024) malam.

Bhabinkamtibmas Desa Merangin Polsek Bangkinang Barat Kuok Bripka Wawan Asroi Harahap menyebut longsor terjadi di Kilometer 79 di Desa Merangin Kuok, akibat tingginya curah hujan dilokasi tersebut.

“Untuk material longsor kita sudah bekerjasama dengan PUPR, dan arus lalulintas sudah lancar kembali,” terang Bripka Wawan, Ahad pagi.

Ia juga menghimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati mengingat lokasi jalan di Desa Merangin Kuok menjadi langganan longsor saat musim penghujan tiba.

“Terutama di kilometer 78 sampai 85 di Desa Merangin, karena daerah ini rawan longsor saat musim penghujan,” ingatnya. Ia juga mengingatkan longsor susulan dititik yang sama karena masih adanya material longsor seperti tanah dan batang kayu yang masih tertahan di bekas longsor.

Jembatan gantung penghubung antara desa tidak bisa dilalui usai diterjang banjir Ahad dinihari.

Sementara itu, curah hujan yang tinggi juga menyebabkan banjir di Desa Kebun Tinggi Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Ahad (12/5) dini hari. Berdasarkan informasi dari Tagana dan Dinas Sosial Kabupaten Kampar banjir tidak hanya merendam 115 unit rumah rumah namun juga memutuskan jembatan penghubung antar desa.

“Dari bencana banjir tersebut mengakibatkan jembatan penghubung desa putus dan akses jalan masyarakat juga terputus dan tidak ada korban jiwa,” ungkap Personil Tagana Kampar Eka Surya.

Curah hujan yang tinggi juga menyebabkan naiknya elevasi di Waduk PLTA Koto Panjang sehingga Pengelola melakukan pembukaan 4 Pintu Pelimpah (Spillway Gate) setinggi 50 cm pada pukul 11.00 Wib, Ahad (12/5), sebelumnya UL PLTA Koto Panjang telah membuka 3 pintu setinggi 30 Cm.

Pihak pengelola PLTA Koto Panjang membuka 4 pintu PLTA usai tingginya elevasi di bibir waduk.

“Dikarenakan masih tingginya Curah Hujan di area Waduk PLTA Koto Panjang, yang menyebabkan Kenaikan Elevasi Waduk pagi ini Pukul 07.00 Wib menjadi 83,69 Mdpl, untuk itu kami akan melakukan penambahan pembukaan Pintu Spillway menjadi 4 Pintu kali 50 cm yang sebelumnya 3 Pintu x 30 cm pada pukul 11.00 Wib,” dalam himbauan resmi yang diteken Plh. Manager Tim Leader Pemeliharaan Frans Boyce Patiharauw, Ahad pagi.

Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang memprediksi pembukaan pintu tersebut membuat tinggi permukaan air di hilir Bendungan PLTA Koto Panjang bertambah 30 hingga 50 cm dari permukaan awal.

Kabar Kampar

Universitas Pahlawan Bangun Museum Rumah Lontiok di Kebun Raya Bangkinang

Published

on

Progres pembangunan Rumah Lontiok di Kawasan UP. sumber : FB Univ.pahlawan

Bekawan.com – Rumah adat Lontiok atau Rumah Pancalang yang kini kian langka di Kabupaten Kampar, perlahan mulai dibangkitkan kembali. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) membangun Museum Sejarah dan Budaya khusus Rumah Lontiok di kawasan Kebun Raya Universitas Pahlawan, Jalan Datuk Seribu Garang, Bangkinang.

Langkah ini menjadi upaya konkret menyelamatkan warisan arsitektur tradisional Kampar yang hampir punah tergerus modernisasi.

Rektor Universitas Pahlawan, Prof. Dr. Amir Luthfi Dt. Bandaro Sati, mengatakan museum tersebut akan terdiri dari dua unit bangunan Rumah Lontiok asli. Pembangunan satu unit pertama saat ini dilaporkan hampir rampung, dan akan disusul satu unit lagi di sampingnya.

“Ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah identitas. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat Kampar tidak lupa dengan akar budayanya sendiri. Rumah Lontiok adalah filosofi hidup orang Kampar,” ujar Prof. Amir Luthfi saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2026).

Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di dalam kawasan Taman Kebun Raya bukan tanpa alasan. Selain sebagai ruang edukasi, museum ini nantinya akan menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan destinasi wisata edukasi budaya baru di Bangkinang.

Selama ini, Rumah Lontiok yang beratapkan ijuk dan berbentuk perahu dengan ujung lancip ke atas itu sudah sangat sulit ditemukan di perkampungan Kampar. Padahal, rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai simbol status sosial dan kearifan lokal masyarakat Kampar tempo dulu.

Dengan adanya museum ini, UP berharap generasi muda tidak hanya mengenal Rumah Lontiok dari buku pelajaran, tetapi bisa melihat, menyentuh, dan mempelajari langsung konstruksi serta makna filosofis di balik setiap sudut rumah adat tersebut. (Sumber : FB. Univ.pahlawan) *dikembangkan menggunakan Meta AI

Continue Reading

Kabar Kampar

Satlantas dan OPT Samsat Bangkinang Gelar Ramp Check Operasi Lancang Kuning 

Published

on

Kasatlantas Polres Kampar AKP. Wulan saat melakukan pengecekan Kenderaan di Simpang Panca Salo.

Bekawan.com— Satlantas Polres Kampar bersama UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang (Samsat) dan sejumlah instansi terkait menggelar pemeriksaan kendaraan bermotor atau ramp check di Simpang Panca Salo, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 untuk meningkatkan keselamatan berkendara dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kampar, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar, Dinas Perhubungan Kampar, serta Jasa Raharja. Pemeriksaan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi, meliputi aspek keselamatan kendaraan dan kelengkapan administrasi.

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis, disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan operasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan di jalan raya.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Karena itu, edukasi dan pendekatan humanis menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas,” ujar Wulan.

Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, membawa dokumen kendaraan yang dipersyaratkan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang, Ade Syaputra, S.E., M.Si., mengatakan keterlibatan Samsat dalam kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.

Menurut Ade, kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor sesuai ketentuan merupakan bagian dari tanggung jawab pemilik kendaraan. Sinergi dengan kepolisian dan instansi terkait juga diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pelayanan dan kewajiban administrasi kendaraan.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kampar bersama UPT Samsat Bangkinang berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, menjaga kelayakan kendaraan, dan memenuhi kewajiban administrasi. Upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Kampar.

Continue Reading

Kabar Kampar

Percepat Respons Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Baru untuk Damkar

Published

on

Bupati Kampar menyerahkan bantuan Kenderaan untuk Damkar Kampar.

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat armada penyelamatan. Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyerahkan satu unit mobil rescue baru dan sejumlah sepeda motor kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan di wilayah Kampar.

Penyerahan dilakukan secara simbolis usai apel rutin Senin pagi di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar. Mobil rescue tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kampar, Yuricho Efril, Senin (26/10/2026).

Kepala Dinas Damkar Yuricho Efril bersama Bupati melihat unit Kenderaan untuk operasional.

Bupati Ahmad Yuzar mengatakan, penambahan armada ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas operasional dan keselamatan masyarakat.

Ia menginstruksikan jajaran Damkar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memangkas waktu respons (response time) saat menerima laporan dari masyarakat.

“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat. Fasilitas ini harus dirawat dengan baik dan digunakan secara optimal. Masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan prima,” ujar Ahmad Yuzar dalam amanatnya.

Menurutnya, keberadaan mobil rescue baru ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi personel Damkar di lapangan dalam menjalankan tugas penyelamatan dan penanggulangan bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar.

Continue Reading

Trending