Connect with us

Kabar Kampar

Pj. Bupati Kampar MoU Bersama Walikota Pekanbaru Terkait Perhubungan dan DLH 

Published

on

PJ. Bupati Hambali meneken MoU terkait Perhubungan dan DLH dengan Kota Pekanbaru.

Bekawan.com – Penjabat Bupati Kampar Hambali melakukan penandatanganan Kesepakatan bersama (MoU) bersama Pemerintah Kota Pekanbaru terkait kerjasama Bidang Perhubungan dan bidang-bidang lainnya. MoU tersebut digelar diruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (4/9/2024).

MoU itu ditandatangani oleh Pj. Bupati Kampar selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, dan Pj. Walikota Pekanbaru, Riswanda Mahiwa dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Reflzal.

Hadir dalam kesempatan itu diantaranya Pj. Walikota Pekanbaru Riswanda Mahiwa, Sekda Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Maskur Tarmidzi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ingot Ahmad Hutasuhut Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Firmansyah Eka Putra Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Yuliarso Kepala Dinas Perhubungan, Tengku Ahmad Reza Pahlevi Plt Kepala Dinas Lhk, Dedi Damhudi, Kabag Kerjasama, Reza Aulia Putra Kabag Prokopim, Kepala BPTD Kelas II Riau atau yang mewakili, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau atau yang mewakili dan Kepala OPD Kabupaten Kampar.

Dalam arahannya usai menandatangani Kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, Hambali menyampaikan bahwa MoU ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru dalam mengoptimalkan layanan untuk masyarakat dikedua wilayah.

“Kesepakatan ini merupakan salah satu upaya kita untuk meningkatkan pelayanan yang prima bagi masyarakat dikedua wilayah ini,” ujarnya.

Hambali juga menjelaskan bahwa program Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan) sudah lama digagas oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dan Pemko Pekanbaru, MoU ini adalah tindak-lanjut dari Program Pekansikawan.

Penjabat Bupati Kampar berharap dengan dilakukan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru semakin mempererat jalinan persaudaraan antara kedua wilayah ini.

Lebih jauh Hambali menjelaskan, Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar merupakan 2 wilayah Administrasi Pemerintah Kabupaten/ kota yang berada di Provinsi Riau, memiliki historis, dan hubungan kewilayahan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Pada awal terbentuknya Kabupaten Kampar pada tahun 1949-1956, Pekanbaru merupakan Ibukota Kabupaten Kampar.

Ditambahkan Pj. Bupati Kampar secara geografis hampir 75% daerah perbatasan kota pekanbaru merupakan wilayah kabupaten kampar, pola permukiman di wilayah perbatasan tidak bisa dipisahkan antara wilayah permukiman Kota Pekanbaru terutama dengan wilayah 3 (tiga) Kecamatan yakni Kecamatan Tapung, Tambang dan Siak Hulu.

“Hal ini yang menyebabkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik di 3 (tiga) Kecamatan ini, diantaranya adalah layanan transportasi aglomerasi di daerah hinterland,” kata Hambali.

Sementara itu Pj. Walikota Pekanbaru Riswanda Mahiwa dalam arahannya mengatakan konsep keterikatan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten sekitarnya disebut selama ini dengan Pekansikawan dengan motor utamanya adalah Pemerintah Provinsi Riau.

“Sebelum ini, pemerintah kabupaten kampar dengan Pemerintah Kota Pekanbaru sudah melakukan perjanjian kerja sama bidang perdagangan melalui opd yang membidangi perdagangan dari kedua belah pihak,” jelasnya.

Ditambahkannya dengan beroperasinya layanan Trans Metro Pekanbaru sebagai Bus Rapid transit yang melayani di wilayah Kota Pekanbaru, diharapkan dapat langsung melayani wilayah perbatasan Kabupaten Kampar, dengan kerja sama yang terukur berdasarkan kajian bersama antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar.

Penjabat Walikota itu juga mengatakan yang tidak kalah pentingnya harus ditangani segera adalah tentang pengelolaan sampah di wilayah perbatasan, yang memerlukan kolaborasi dan sinergi antar daerah melalui kerja sama pengelolaan sampah meliputi pengurangan dan penanganan sampah di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar ini.

“Sebagai langkah awal, diperlukan dokumen kesepakatan bersama tentang kerja sama daerah yang saat ini sudah ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama teknis pelaksanaan antara organisasi perangkat daerah terkait transportasi dan pengelolaan persampahan,” pungkasnya. (Ade)

Kabar Kampar

Wabup Misharti Resmikan Jembatan Perintis di Gajah Bertalut Bantuan Presiden

Published

on

Peresmian jembatan di Desa Gajah Bertalut oleh Wabup Misharti.

Bekawan.com – Wakil Bupati Kampar Dr. Misharti meresmikan jembatan gantung perintis garuda wilayah Kodim 0331/KPR di Desa Gajah Bertalut Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (11/7).

Menurut Wabup. pembangunan jembatan ini adalah wujud nyata perhatian Presiden RI terhadap masyarakat di Desa Gajah Bertalut yang pembangunannya di laksanakan oleh Kodim 132 KPR.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik, tetapi penghubung harapan. Dengan adanya akses jalan, tentunya akan lebih memudahkan masyarkat dan anak-anak untuk beraktifitas tanpa harus menyeberangi sungai, petani bisa membawa hasil panen dan pelayanan kesehatan bisa lebih cepat menjangkau warga,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kampar menyempatkan diri berdialog dengan warga, mendengarkan aspirasi masyarakat mengenai kebutuhan lain seperti listrik, air bersih dan fasilitas lainnya. Di akhir acara Wakil Bupati Kampar bersama Forkopimda dan perangkat Kecamatan serta Desa memberikan bantuan 20 paket sembako untuk masyarakat sekitar.

“Saya selaku perwakilan Pemerintah Daerah berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan Kodim 132 KPR atas pembangunan jembatan ini, mari kita sama-sama jaga jembatan ini dan semoga dapat membantu masyarkat serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Gajah Bertalut,” tutup Misharti.

Turut hadir dalam kegiatan ini di antaranya Dandim 0331 KPR di wakili oleh Mayor Inf Hendri, Kapolres di wakili oleh Baitul Muadis, Camat Kampar Kiri Hulu Bustamar. S.Pd, Kepala Desa Gajah Bertalut B. Zubir. S.Pd, seluruh tamu yang menghadiri kegiatan ini dan seluruh masyarakat Desa Bertalut.

 

Continue Reading

Kabar Kampar

Bahas Penanganan Batas Wilayah dan Tambang Emas Ilegal Pemkab Kampar Sinergi dengan 50 Kota

Published

on

Bupati Kampar Ahmad Yuzar saat bertemu Bupati 50 Kota dalam agenda membahas sejumlah persoalan tapal batas dan tambang emas ilegal.

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Pemerintah Kabupaten 50 Kota menggelar pertemuan Jumat (10/7/2026), koordinasi ini guna membahas berbagai persoalan di wilayah perbatasan kedua daerah, khususnya terkait aktivitas tambang emas ilegal yang berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Bupati Kabupaten 50 Kota tersebut dihadiri oleh Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, Bupati Kabupaten 50 Kota, Safni Sikumbang, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, Camat Koto Kampar Hulu Ahmad Begab, Danpos Koramil Koto Kampar Hulu Sersan Mayor Mulyadi, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam pembahasan tersebut, kedua pemerintah daerah menyoroti persoalan batas wilayah Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan Kampar Kiri Hulu dan Koto Kampar Hulu, dengan wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat.

Bupati Kampar menyampaikan bahwa, salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah masuknya alat berat yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan perbatasan, terutama di wilayah Kampung Gelugur, Koto Tongah, dan Tanjung Jajaran.

Aktivitas tersebut dinilai telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, khususnya pencemaran aliran sungai yang dirasakan masyarakat hingga ke wilayah Rantau Larangan, Kabupaten Kampar.

“Meskipun lokasi aktivitas penambangan berada di luar wilayah administrasi Kabupaten Kampar, namun dampak kerusakan lingkungan dan pencemaran air sungai turut dirasakan oleh masyarakat Kampar yang menggantungkan kebutuhan hidup dari aliran sungai tersebut” jelas Ahmad Yuzar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah harus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam agar tetap dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, kedua pemerintah daerah sepakat bahwa penyelesaian persoalan ini memerlukan koordinasi lintas kabupaten, lintas provinsi, serta melibatkan pemerintah pusat mengingat adanya kawasan hutan dan persoalan penetapan batas wilayah yang masih menjadi kendala dalam pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum.

Continue Reading

Kabar Kampar

Bupati Ahmad Yuzar Dampingi Kapolri Serahkan Peralatan Waspada Karhutla

Published

on

Bupati dan Kapolri berjabat tangan dalam acara pemberian bantuan peralatan siaga Karhutla.

Bekawan.com – Bupati Kampar, Ahmad Yuzar mendampingi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam agenda Apel Kesiapan dan Penyerahan Bantuan Peralatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau. Kegiatan krusial ini dalam rangka mitigasi bencana tahunan, kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Upacara Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Rabu (8/7/2026).

Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata institusi Polri bersama pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan personel serta modernisasi sarana prasarana dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah rawan, khususnya Provinsi Riau.

Dalam gelaran tersebut, Kapolri menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan peralatan mutakhir penanggulangan karhutla. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah armada taktis dipersiapkan secara matang, mulai dari kendaraan roda dua berspesifikasi trail untuk penembus medan sulit, truk Korps Brimob dan Korps Sabhara, mobil pemadam Bima Sakti, kendaraan taktis Extended Range Lanud RSN, hingga alat berat ekskavator untuk pembuatan sekat kanal. Selain itu, dipamerkan pula berbagai perlengkapan perorangan dan tim seperti pompa air portable bertekanan tinggi miliki Kodam XIX/TT, selang pemadam, tangki air portable, baju pelindung, hingga masker respirator khusus gas beracun.

Di sela-sela acara, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri atas atensi dan bantuan peralatan yang diberikan untuk Provinsi Riau, “khususnya yang nantinya akan sangat berdampak pada wilayah Kabupaten Kampar,” ungkap Bupati Ahmad Yuzar. Acara yang berlangsung dengan khidmat dan disiplin tinggi ini ditutup dengan peragaan kesiapan personel dan pengecekan fungsi alat deteksi dini Karhutla.

Continue Reading

Trending