Connect with us

Kabar

Wakil Ketua KPK: Jangan Sampai Kami Menangkap Kepala Daerah Riau lagi

Published

on

Bekawan.com -Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. Laude Muhammad Syarif di Hotel Arya Duta Pekanbaru Berpesan agar jangan sampai
KPK kembali menangkap kepala daerah dari Provinsi Riau.

“Jangan sampai Kami kembali menangkap kepala daerah dari Riau. Sudah ada 3 gubernur pendahulu di Bumi Lancang Kuning yang berurusan dengan KPK,” ingat Laode ketika menjadi pembicara dalam Forum Sarasehan Kebangsaan yang dilaksanakan Gerakan Suluh Kebangsaan, Sabtu (30/3/2019) seperti dikutip dari Liputan6.com.

Laode menceritakan, Gubernur Riau Syamsuar, dan pasangannya Edy Natar Nasution usai dilantik langsung mendatangi KPK, keduanya berkonsultasi dengan lembaga antirasuah itu untuk menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Kami bilang sudah tak punya niat lagi memenjarakan Gubernur Riau karena sudah tiga kali. Kalau terjadi lagi, seakan-akan pencegahannya nggak jalan, jangan sampai ada gubernur (Riau) ke empat di KPK,” kata Laode.

Laode M Syarif mengingatkan Kepala Daerah Riau saat menjadi Narumber diacara Sarasehan Kebangsaaan.

Ia menambahkan, cendikiawan dan kaum intelektual yang hadir dalam forum Suluh Kebangsaan bisa menjadi pengawas pemerintah daerah. Laode berharap Kaum intelektual tidak menjadi pembiar atau ikut menyalahgunakan wewenang.

“Kita yang bisa mengawasi DPRD dan kepala daerah, kalau jadi bagian dari permainan, kasihan anak cucu Riau ke depan, akan jadi kacau,” tegas Laode.

Wakil Ketua KPK ini menyebut budaya membenci korupsi harus selalu digaungkan dan ditunjukkan dengan sikap. Anak dan cucu harus dididik sejak dini melawan adanya kecurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Laode menyebutkan, Riau sejak adanya tiga gubernur (Saleh Yazid, Rusli Zainal dan Annas Maamun) berturut-turut ditangkap KPK, termasuk kedalam 6 daerah utama yang diawasi KPK.

“Ada 6 seluruh provinsi di Indonesia jadi pengawasan utama. Selain Riau, ada Aceh, Papua, Papua Barat, Sumut, dan Banten,” kata Laode.

Gubernur Riau periode 1999-2003 Saleh Yazid ditahan KPK karena terlibat kasus alat pemadam kebakaran (damkar) senilai 15,2 miliar rupiah. Dalam kasus itu, Saleh divonis 4 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta, subsider 6 bulan penjara.

Kemudian Gubernur Riau 2 periode (2003-2008 dan 2008-2013) Rusli Zainal juga berurusan dengan KPK. Ia tersangkut dugaan korupsi PON dan izin kehutanan di Pelalawan, Riau.

Dalam kasus ini, Rusli divonis 14 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Sewaktu banding ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru, hukumannya dikurangi 2 tahun.

Sementara itu, Mantan Gubernur Riau Annas Maamun divonis oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.
Dia terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus suap alih fungsi lahan kelapa sawit di Kabupaten Kuantan Sengingi, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. (Aldi Irpan)

Sumber: Liputan6.com

Foto: Antara.

Continue Reading

Kabar Rohil

Wabup Misharti Resmikan YPSN di Desa Kualu Tambang

Published

on

Bekawan.com – Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti meresmikan Yayasan Pendidikan Setia Nusa (YPSN) dan melakukan peletakan batu pertama atas pembangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Ahad (19/4/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Masjid Zulkifli, Desa Kualu, Kecamatan Tambang ini juga dibalut dengan acara Halal bi Halal bersama seluruh masyarakat RT 10 dan RT 12.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, menyampaikan rasa bangga atas inisiatif warga yang memprioritaskan pendidikan agama bagi generasi muda. Menurutnya, keberadaan MDTA sangat krusial di tengah tantangan zaman saat ini.

“Pembangunan MDTA ini adalah investasi dunia dan akhirat. Pemerintah Kabupaten Kampar sangat mendukung langkah masyarakat Desa Kualu dalam membangun fasilitas pendidikan yang mandiri dan terorganisir melalui yayasan,” ujar Misharti.

Pembangunan gedung MDTA ini sejalan dengan visi Kampar sebagai “Negeri Serambi Mekkah” di Riau, yang mengedepankan nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat. Pemkab Kampar juga memiliki program “Kampar Cerdas”, salah satunya yaitu Bantuan Seragam Gratis: Diberikan kepada siswa kurang mampu yang terdaftar dalam program Kampar Cerdas untuk meringankan beban ekonomi keluarga dan juga ada pemrogram lainnya yg fokus pada nilai-nilai keagamaan.

“Dibawah kepemimpinan Bupati Ahmad Yuzar dan saya sebagai Wakil Bupati Kampar, Pemerintah Daerah terus mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun sarana pendidikan. Apa yang dimulai oleh warga Perum Setia Nusa hari ini adalah bukti nyata sinergi masyarakat dan pemerintah dalam memajukan sektor keagamaan,” pungkas Wabup Misharti.

Continue Reading

Kabar Kampar

Asisten II Setda Kampar : KAPEMARY Harus Jadi Wadah Produktif

Published

on

Asisten II Setda Kampar Muhamad, MSi

Bekawan.com – Bupati Kampar yang di wakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs.Muhammad berpesan agar Keluarga Alumni Pelajar Mahasiswa Riau Yogyakarta (KAPEMARY) Kampar harus menjadi wadah yang produktif, melahirkan gagasan, serta mendukung program pembangunan daerah.

Hal itu ditegaskan Muhammad saat menghadiri Halal Bi Halal dan Pengukuhan Keluarga Alumni Pelajar Mahasiswa Riau Yogyakarta KAPEMARY Kampar masa bakti 2026-2030 di Resort Stanum (Resto Stanum) Bangkinang Kota, Sabtu (18/4/2026).

“Alumni mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, penggerak pembangunan, dan jembatan komunikasi antara dunia akademik dengan realitas sosial di daerah,” tambah Muhammad.

Ia juga menyebut bahwa acara pengukuhan dan Halal bihalal merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan intelektual muda yang pernah menimba ilmu di Yogyakarta.

Acara inti ditandai dengan prosesi pengukuhan pengurus KAPEMARY Kampar masa bakti 2026–2030. Dengan penuh khidmat, para pengurus baru dilantik untuk menjalankan amanah organisasi. Pengukuhan ini disaksikan oleh ratusan alumni, tokoh masyarakat, serta tamu undangan yang hadir.

Pengurus baru diharapkan mampu melanjutkan tradisi intelektual, memperkuat jaringan alumni, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga sosial budaya. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam acara ini mencerminkan tekad kuat untuk membangun Kampar yang lebih maju.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong. Halal Bi Halal, menurutnya, bukan hanya tradisi, tetapi juga simbol persatuan yang harus dijaga di tengah dinamika masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal yang baik untuk memperkuat ukhuwah, membangun komunikasi yang sehat, dan bersama-sama mendukung pembangunan Kampar,” tambahnya.

Selain itu, ia mengajak alumni untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, baik melalui pemikiran, karya, maupun aksi sosial. Pemerintah Daerah, selalu terbuka terhadap ide-ide segar dari kalangan intelektual muda.

Continue Reading

Kabar Kampar

Sekjen PWI Pusat Meninggal Dunia, Kadis Kominfo Kampar Ucapkan Duka Mendalam 

Published

on

Kadiskominfo Kampar Lukmansyah Badoe.

Bekawan.com – Kadiskominfo Kampar Lukmansyah Badoe mengucapkan bela sungkawa dan duka mendalam atas berpulangnya tokoh Pers Nasional yang juga Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, yang meninggal dunia, Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB di RS Budi Kemuliaan, Jakarta.

“Kami atas nama pribadi dan sebagai Kepala Dinas Kominfo Kampar mengucapkan duka mendalam atas berpulangnya Sekjen PWI Pusat yang juga mantan Ketua PWI Riau Dua Periode, Bapak Zulmansyah Sekedang,” ucapnya Sabtu (18/4/2026) pagi.

Kadiskominfo Kampar juga menyebut kepergian tokoh pers yang telah malang melintang di berbagai media dan organisasi pers ini menjadi kehilangan besar bagi Dunia Pers Indonesia.

“Semoga keteguhan dan dedikasi beliau di dunia pers, menjadi amal jariyah, dan bisa memotivasi wartawan, terkhusus bagi wartawan Kampar. Dan semoga keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tambah Kadis.

Zulmansyah Sekedang lahir pada 2 Juli 1972 di Banda Aceh. Ia merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di Aceh sebelum melanjutkan studi di Universitas Riau, jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Semasa mahasiswa, ia aktif di berbagai organisasi seperti Surat Kabar Kampus Bahana Mahasiswa, Mapala Sakai, serta Senat Mahasiswa. Ia juga aktif di organisasi ekstra kampus seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru.

Dalam dunia profesional, Zulmansyah memiliki rekam jejak panjang di industri media. Ia pernah menjabat Direktur Utama Harian Sumut Pos, Komisaris Utama Posmetro Medan, Komisaris Rakyat Aceh, Komisaris Metro Siantar, hingga Komisaris Pekanbaru Pos. Ia juga pernah menjadi Direktur Utama dan Komisaris Riau Televisi (RTV).

Di bidang organisasi, kiprahnya juga luas, mulai dari Ketua LAPMI HMI Pekanbaru, Ketua Forum Pemimpin Redaksi Jawa Pos Group, Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau, hingga Ketua Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Riau. Ia kemudian memimpin PWI Riau selama dua periode, 2017–2022 dan 2022–2027, sebelum dipercaya di tingkat nasional sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat masa bakti 2023–2028.

Selain itu, almarhum juga dikenal sebagai tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Riau. Ia tercatat pernah memimpin kepengurusan Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Riau. Dalam kepengurusan tersebut, Zulmansyah menjabat sebagai Ketua dengan Fitriady Syam sebagai Sekretaris.

Pelantikan pengurus HIPKA Riau saat itu dilakukan oleh Wakil Sekretaris Jenderal HIPKA Pusat Tengku A Rahman Alba, serta dihadiri sejumlah tokoh seperti Andi Faisal Jollong, Muntoha Ahmad, Plt Sekda Riau Ahmadsyah Harrofie, Yulisman, Mansyur, Muhammad Sahal, serta sejumlah tokoh dan pengusaha lainnya.

Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang tegas, organisatoris, dan vokal dalam menjaga marwah pers serta mendorong profesionalisme wartawan di tengah tantangan era digital dan maraknya hoax.

Continue Reading

Trending