Connect with us

Kabar Kampar

Anggota DPRD Kampar Kecewa Pihak Perusahaan Absen saat RDP

Published

on

RDP yang digelar Komisi I untuk menguak persoalan lahan.

Bekawan.com – Anggota DPRD Kampar Ristanto, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran Perwakilan PT. Tasma Puja dalam Rapat dengar pendapat (RDP) yang difasilitasi Komisi I DPRD Kampar, Senin (28/4/2025) terkait pelepasan kawasan hutan di areal Hak Guna Usaha (HGU).

Turut hadir dalam RDP ini, Ketua Komisi I DPRD Kampar beserta anggota, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kakan BPN Kampar yang diwakili oleh Kasi Penetapan Hak dan Pendaftaran, Camat Kampa, Kepala Desa Padang Mutung, dan Ninik Mamak.

RDP yang difasilitasi Komisi I DPRD Kampar ini hanya dihadiri oleh Yayasan Pelopor dan Pemerintah Desa Padang Mutung yang sebelumnya menyampaikan keberatan terkait pelepasan kawasan hutan oleh PT Tasma Puja.

Mereka menilai proses pelepasan kawasan tersebut tidak dikoordinasikan dengan pemerintah setempat, baik Kepala Desa Padang Mutung maupun Camat Kampar. Selain itu, Yayasan Pelopor Sehati juga menyampaikan kekhawatiran akan dampak buruk pelepasan areal PT Tasma Puja terhadap lingkungan.

Ketua Komisi I DPRD Kampar, Ristanto, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran perwakilan PT Tasma Puja. Karena pihak-pihak terkait telah hadir dalam rapat untuk mendengarkan penjelasan dari perusahaan tersebut.

“Sebagai kelembagaan tentu kami merasa kecewa, begitu juga dengan masyarakat yang telah hadir di ruang rapat Komisi I. Pihak perusahaan juga tidak mengkonfirmasi ketidak hadirannya,” ujar Ristanto.

Agenda utama RDP ini adalah membahas usulan pelepasan kawasan oleh PT Tasma Puja, termasuk kawasan di sekitar Danau Sembat dan perairan perikanan. “Inti dari pembahasan ini adalah usulan pelepasan kawasan oleh Tasma Puja,” tegas Ristanto.

“Namun, sayangnya, tidak ada satu pun perwakilan dari PT Tasma Puja yang hadir, sehingga pertemuan ini akan diagendakan kembali,” pungkasnya.

Kabar Kampar

Percepat Respons Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Baru untuk Damkar

Published

on

Bupati Kampar menyerahkan bantuan Kenderaan untuk Damkar Kampar.

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat armada penyelamatan. Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyerahkan satu unit mobil rescue baru dan sejumlah sepeda motor kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan di wilayah Kampar.

Penyerahan dilakukan secara simbolis usai apel rutin Senin pagi di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar. Mobil rescue tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kampar, Yuricho Efril, Senin (26/10/2026).

Kepala Dinas Damkar Yuricho Efril bersama Bupati melihat unit Kenderaan untuk operasional.

Bupati Ahmad Yuzar mengatakan, penambahan armada ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas operasional dan keselamatan masyarakat.

Ia menginstruksikan jajaran Damkar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memangkas waktu respons (response time) saat menerima laporan dari masyarakat.

“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat. Fasilitas ini harus dirawat dengan baik dan digunakan secara optimal. Masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan prima,” ujar Ahmad Yuzar dalam amanatnya.

Menurutnya, keberadaan mobil rescue baru ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi personel Damkar di lapangan dalam menjalankan tugas penyelamatan dan penanggulangan bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar.

Continue Reading

Kabar Kampar

Perkuat Soliditas Pasca Konferkab, PWI Kampar Siapkan Pelantikan

Published

on

Raker PWI Kampar.

Bekawan.com – Rangkaian pelaksanaan Konferensi Kabupaten (Konferkab) VIII Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar Tahun 2026 resmi berakhir.

Setelah sukses menggelar konferensi yang meliputi pembentukan panitia, penjaringan bakal calon ketua hingga pemilihan Ketua PWI Kabupaten Kampar periode 2026-2029, kini organisasi wartawan tersebut mulai memfokuskan agenda pada persiapan pelantikan pengurus terpilih.

Panitia Konferkab VIII PWI Kabupaten Kampar yang diketuai M. Rio Aldo secara resmi dibubarkan dalam agenda Konsolidasi dan Penguatan Organisasi PWI Kabupaten Kampar dengan mengusung tema Merajut Kebersamaan, Memperkuat Soliditas, Mewujudkan Pers yang Profesional dan Bermartabat.

Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu vila di kawasan Cottage, Padang, Sumatera Barat, Minggu (25/10/2026), dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Pembubaran panitia tersebut menjadi penanda berakhirnya tugas kepanitiaan Konferkab yang telah dilaksanakan di Stanum Resort Bangkinang pada Kamis (15/10) lalu.

Kegiatan itu dihadiri Ketua PWI Kabupaten Kampar terpilih periode 2026-2029, Syawal, jajaran Dewan Penasihat PWI Kampar, yakni Hermansyah, Marhaliman, dan Aprizal, panitia Konferkab, serta Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Provinsi Riau, Bambang Irawan Saputra.

Seiring dengan pembubaran Panitia Konferkab, PWI Kabupaten Kampar langsung membentuk panitia pelantikan pengurus untuk mempersiapkan agenda pelantikan Ketua dan pengurus PWI Kabupaten Kampar periode 2026-2029 yang direncanakan akan digelar pada pertengahan Desember 2026 mendatang

Adapun susunan Panitia Pelantikan PWI Kabupaten Kampar yang telah ditetapkan, yakni Ainul Umayyah sebagai ketua, Ravi Oktafriansyah sebagai sekretaris, dan Harisep Arno Putra sebagai bendahara.

Ketua PWI Kabupaten Kampar, Syawal, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia Konferkab yang telah bekerja maksimal sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua Panitia Konferkab VIII PWI Kabupaten Kampar, M. Rio Aldo, beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras dan menyelenggarakan kegiatan ini secara maksimal hingga berjalan dengan sukses,” ujar Syawal.

Ia menegaskan, setelah Konferkab selesai, seluruh keluarga besar PWI Kabupaten Kampar harus kembali memperkuat kebersamaan dan menjaga kekompakan demi kemajuan organisasi.

“PWI Kabupaten Kampar harus kompak. Kalau satu sakit, kita semua ikut merasakan. Kita harus kembali bersama-sama saling menguatkan, merangkul satu sama lain, dan menghilangkan perbedaan yang mungkin muncul selama proses konferensi. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat persaudaraan dan membangun PWI Kampar yang semakin solid,” tegasnya.

Menurut Syawal, kekompakan dan soliditas merupakan modal penting bagi PWI Kabupaten Kampar dalam menjalankan peran organisasi serta menjaga profesionalisme wartawan di tengah berbagai tantangan dunia pers.

Ia juga menekankan bahwa PWI Kabupaten Kampar harus terus membangun hubungan kemitraan yang baik dengan pemerintah dan berbagai pihak, tanpa mengesampingkan independensi pers dalam menjalankan fungsi jurnalistik.

“PWI pada prinsipnya bermitra dengan pemerintah. Kita harus membangun komunikasi dan sinergi yang baik untuk mendukung pembangunan daerah. Namun, sebagai organisasi profesi wartawan, kita juga tetap harus menjaga independensi, profesionalisme, serta menjalankan fungsi pers secara bertanggung jawab,” tambahnya.

Syawal turut berharap Panitia Pelantikan yang telah dibentuk dapat menjalankan tugas dengan baik, berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, serta mempersiapkan kegiatan pelantikan secara matang.

“Kepada panitia pelantikan yang telah diberikan amanah, saya berharap dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Mari kita bekerja bersama, saling membantu, dan menyukseskan pelantikan pengurus PWI Kabupaten Kampar periode 2026–2029,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan PWI Kabupaten Kampar, Ainul Umayyah, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut dan berupaya menyukseskan pelantikan secara optimal.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya. Insyaallah, saya siap menjalankan tugas dan mempersiapkan kegiatan pelantikan ini dengan sebaik-baiknya. Tentunya, kami juga mengharapkan dukungan, bantuan, serta arahan dari Dewan Penasihat dan Ketua PWI Kabupaten Kampar agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses,” ungkap Ainul.

Dengan berakhirnya tugas Panitia Konferkab dan terbentuknya Panitia Pelantikan, PWI Kabupaten Kampar kini memasuki tahapan baru untuk memperkuat konsolidasi internal, menjaga soliditas organisasi, serta mempersiapkan kepengurusan periode 2026–2029 agar dapat menjalankan program kerja secara profesional dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Continue Reading

Kabar Kampar

Gaji PPPK Paruh Waktu Kampar Dibayar Besok Pagi Senin 26 Oktober

Published

on

Bekawan.com- Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kampar Drs. Dendi Zulhairi, M.Si menjelaskan bahwa gaji PPPK Paruh Waktu akan dibayarkan mulai besok, Senin (26/10/2026).

“Anggarannya ada dan akan kita bayarkan Senin ini, Jika sebelumnya pembayaran dilakukan setiap tanggal 21 setiap bulannya, namun bulan Oktober ini kita bayarkan tanggal 26 karena adanya proses perpanjangan SK, adanya waktu verifikasi karena banyak juga yang mengundurkan diri dan diberhentikan karena tidak melaksanakan tugas,” ungkap Dendi, Ahad (25/10/2026).

Dendi memaparkan keterlambatan pembayaran gaji disebabkan oleh proses verifikasi data administrasi yang mendalam terhadap lebih dari 2 ribuan lebih PPPK Paruh Waktu, karena sekitar 38 orang yang tidak diperpanjang lagi kontraknya karena mengundurkan diri, memasuki masa pensiun dan meninggal dunia sesuai hasil koordinasi dengan kepala BKPSDM Kabupaten Kampar.

“Perpanjangan SK PPPK Paruh Waktu itu kan setiap tahun, dan dibulan ini proses penerbitan SK-nya, karena dari data yang disampaikan OPD, banyak ditemukan pegawai yang mengundurkan diri dan tidak melaksanakan pekerjaan, sehingga verifikasi intensif dan mendalam sangat perlu dilakukan dilakukan,” tambah Dendi.

Kepala BPKAD Kampar Deni Zulhairi.

Kepala BPKAD kembali menegaskan bahwa gaji PPPK Paruh Waktu dimasukkan dalam Belanja Barang dan Jasa sehingga pembayaran gaji dilaksanakan setiap tanggal 21 setiap bulannya, namun dibulan Oktober, karena adanya perpanjangan SK membutuhkan waktu untuk Verifikasi sehingga pembayaran gaji dilakukan tanggal 26. Ia juga memastikan bahwa SK PPPK Paruh Waktu telah ditandatangani oleh Bupati Kampar, “jadi Insyaallah tidak ada kendala,” terang Dendi Zulhairi.

Selanjutnya Dendi menambahkan bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Kampar tidak ada niat melalaikan pembayaran gaji PPPK setiap bulannya, “malahan beliau selalu mengingatkan BPKAD agar pembayaran gaji ASN dan PPPK paruh waktu jangan sampai terlambat karena sekarang ini pemerintah daerah kabupaten kampar sudah menerapkan SIPD RI di bidang penatausahaan,” pungkas Dendi.

Continue Reading

Trending