Connect with us

Hiburan

Melihat Sejarah Candi Muara Takus Dari Kaca Mata Islam

Published

on

Bekawan.com -Situs Candi Muara Takus yang terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau kembali menjadi pusat perhatian nasional bahkan dunia saat menjadi tempat perayaan puncak Hari Raya Waisak 2563 BE/2019 secara nasional di Candi Muara Takus, Sabtu malam (25/5) yang diikuti sekitar 3.500 umat Budha beserta tamu undangan dari berbagai negara.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Bekawan.com, situs candi yang merupakan satu-satunya di Riau ini didirikan oleh Kerjaan Sriwijaya, ditemukan kembali ada Tahun 1860 oleh seorang arkeolog bernama Cornet D. Groot tepatnya 159 tahun yang lalu.

Telepas dari banyaknya misteri yang masih belum bisa terungkap sampai sekarang ini, ternyata selain menjadi pusat kerajaan Hindu-Budha, keberadaan Candi Muara Takus menjadi asal mula berkembangnya Islam di Sumatra tengah (Riau dan sekitarnya).

“Islam dibawa ke Candi Muara Takus oleh Syekh Abdur Rahman Abtullah yang merupakan utusan dari Dinasti Ummayyaah yang berpusat di Damaskus pada akhir abad ke 7 M,” ungkap Juru Pandu Candi Suhaimi Zen, Jumat (1/6/2019).

Menurut pria yang akrab disapa Ongku Imi, hubungan bilateral yang baik antara Kerajaan di Candi Muara Takus dan Dinasti Ummayyah kala itu, menjadi alasan diterimanya utusan ini dengan baik.

“Setelah datangnya Syekh Abdur Rahman Bin Abtullah ke Kerajaan Muara Takus maka Maharaja Indra Brahman memutuskan untuk memeluk Islam, hal ini pun menjadi penyebab berkembangnya islam dikawasan Candi Muara Takus dan sekaligus menjadi awal mula kemunduran kekerajaan Muara Takus ini,” paparnya.

Suhaimi Zen juga menambahkan, jika Maharaja Indra Brahman tidak memeluk islam, maka akan sulit islam berkembang dikerajaan Muara Takus, “dan mungkin kita semua (masyarakat Sumatra Tengah,red) masih memeluk agama Budha,” terangnya. (Aldi Irpan).

Continue Reading

DPRD

DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama PWI dan Anggota Legislatif

Published

on

Bekawan.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Kampar memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Turnamen Mini Soccer Cup 2026 yang terselenggara atas kerja sama antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kampar dan anggota legislatif PKS.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antara masyarakat, insan pers, dan para wakil rakyat. Turnamen ini diikuti oleh berbagai tim dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Kampar yang menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal pembukaan hingga pertandingan final.

Ketua DPD PKS Kampar Fahmil, ME.

Ketua DPD PKS Kampar Fahmil, SE, ME, Datuk Sati Nan Tuo sekaligus Anggota DPRD Kampar menyambut positif kegiatan yang dilakukan dalam membangun kebersamaan serta semangat sportivitas di tengah masyarakat. Ia juga menilai kolaborasi antara PWI Kampar dan anggota legislatif PKS merupakan contoh sinergi yang baik dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi publik.

“Turnamen ini bukan sekadar pertandingan, tetapi menjadi wadah silaturahmi dan memperkuat hubungan antara masyarakat, media, dan wakil rakyat. Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini,” ujarnya Jumat (24/4/2026) malam.

Sementara itu, anggota legislatif PKS DPR-RI Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, LC, MA, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendekatkan insan pers dengan masyarakat melalui kegiatan yang lebih santai namun tetap bermakna. Dukungan dari anggota legislatif PKS dinilai sangat membantu dalam menyukseskan acara tersebut.

Turnamen Mini Soccer Cup 2026 diharapkan dapat menjadi agenda rutin ke depan, sehingga terus memberikan dampak positif bagi pembinaan olahraga sekaligus mempererat kebersamaan di Kabupaten Kampar.

Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas elemen dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Continue Reading

Hiburan

Eko Sutrisno Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Festival Kreatif 

Published

on

Bekawan.com – Anak Jati Kampar Kiri yang juga Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival Kreatif Lipatkain, ia juga menegaskan menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan festival budaya yang digelar oleh Kelurahan dan masyarakat Lipat Kain dalam rangka menjaga dan melestarikan budaya Kampar, khususnya di Kecamatan Kampar Kiri,” ujar Eko Sutrisno saat memberikan sambutan dalam acara Festival Kreatif Lipat Kain yang digelar di halaman Kantor Lurah Lipat Kain, Kecamatan Kampar Kiri, Rabu (8/4/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kampar beserta rombongan yang dinilai memberikan dukungan nyata terhadap upaya pelestarian budaya di daerah.

“Kami juga sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Kampar dan seluruh rombongan yang sangat mendukung kegiatan pelestarian budaya di Kampar ini, dengan kebersamaan ini kita tentu berharap pelestarian budaya tentunya akan dapat terus kita lakukan,” tambahnya.

Menurut Eko, kehadiran pimpinan daerah menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat. Hal ini terbukti dari antusiasme warga dalam menyukseskan berbagai rangkaian kegiatan festival.

“Kehadiran Bupati Kampar dan rombongan menjadi penyemangat dan inspirasi bagi masyarakat, sehingga berbagai kegiatan dalam rangka menyukseskan Festival Kreatif Lipat Kain dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Eko Sutrisno menambahkan bahwa kegiatan festival seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang hiburan semata, tetapi juga memiliki dampak strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Ia menilai, melalui festival ini pelaku UMKM lokal dapat mempromosikan produk-produk unggulan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga produk budaya lainnya yang memiliki nilai jual tinggi.

“Festival ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi. Kita berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan lebih meriah di masa mendatang,” harapnya.

Festival Kreatif Lipat Kain sendiri diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti pertunjukan seni budaya, pameran produk UMKM, lomba-lomba tradisional yang melibatkan masyarakat setempat serta menyuguhkan lomba makanan khas Tumi Lompok Ayam yang telah menasional.

 

Continue Reading

Hiburan

Wara-wiri di Sejumlah Podcast, Kini Sosok Kocak Itu Telah Tiada

Published

on

Bekawan.com – Dunia musik dan komedi tanah air kembali berduka pasca Penyanyi, musisi dan komedian m Gusti Irwan Wibowo alias Gustiwiw diumumkan meninggal dunia pada Minggu (15/6/2025) pagi.

Pria yang sukses memproduseri sejumlah penyanyi dengan lagu-lagu hits itu dikabarkan meninggal usai terjatuh di kamar mandi.

Kepergian Pelantun lagu “Diculik Cinta” yang mendadak menghebohkan jagad dunia maya, sejumlah fans langsung menyerbu akun Medsos Gusti untuk menyampaikan ucapan duka.

Diantara komen, ada yang masih tidak percaya, idolanya telah dipanggil yang kuasa, tidak hanya fans, ucapan berbelasungkawa juga diucapkan penyanyi seperti Zivamagnolya, stand up komedian Arie Kriting hingga Ernest Prakasa.

“Saya gak terima Gus,” tulis Ernest.

Selamat jalan Gusti, tingkah dan karya mu abadi.. dihati kami.

 

 

Continue Reading

Trending