Connect with us

Kabar

Gajah dan Harimau Hantui Warga Kampar

Published

on

Foto: ilustrasi.

Bekawan.com –Kawanan gajah liar kembali merusak lahan perkebunan sawit milik Warga Karya Indah, Kecamatan Tapung, Minggu (30/6), hingga saat ini tak menemukan pihak terkait belum bisa menemukan  solusi guna mengatasi sekawanan gajah yang sudah sering kali memasukan perkebunan warga.

Pj Kepala Desa Karya Indah, Rudi Anrico mengatakan bahwa kejadian saat ini sudah berlangsung sekitar 2 minggu lamanya, ia juga menyebut kawanan gajah ini sudah berulangkali melintas diwilayah Desa Karya Indah.

“Memang benar adanya segerombolan gajah liar masuk melewati kebun warga, dan berdasarkan informasi warga kepada kami sudah banyak kebun mereka akan tanamannya yang dirusak porak-porandakan oleh segerombolan gajah itu, dan yang kini sudah berlangsung sekitar dua minggu inilah,”  ungkap Rudi, Minggu (30/6).


Penampakan gerombolan gajah liar dikebun warga Desa Karya Indah.

Anrico juga mengatakan, sejauh ini pihaknya hanya bisa sebatas melakukan pengusiran oleh warganya bekerjasama dengan Anggota BKSDA Kabupaten Kampar, ia juga mengaku belum mendapatkan solusi agar tidak kembali terulang.

Menyikapi tindaklanjut hal ini, selain sudah menyampaikan perihal terkait tersebut via telepon seluler ke BKSDA Pusat, Rudi Anrico juga akan segera menyurati pihak terkait lainnya untuk mencari langkah dalam menangani permasalahan tersebut.

Kotoran gajah yang ditemukan warga dikebun mereka.

Ia juga menambahkan, yang terkena dampak serangan gajah liar tersebut bukan hanya sekedar kebun sawit milik warga, tetapi juga tanaman lain milik masyarakat desa juga tak luput dari  gerombolan warga  diperkirakan berkisar belasan ekor.

“Bukan cuma kebun sawit aja bang, tapi juga tanaman lainnya. Harapan saya selaku pemerintahan desa kepada pihak terkait agar segera mengambil tindakan, agar gajah liar itu segera dipindahkan kehabitat asalnya ataupun kepenangkaran, karna sudah sangat merugikan masyarakat desa Karya Indah khususnya, maupun nanti desa-desa lain yang akan dilalui oleh gajah liar tersebut,” harap Pj. Kepala Desa Karya Indah.

Sementara itu, sejak sepekan terakhir Warga Desa Sibiruang Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kampar dihebohkan dengan banyaknya ditemukan jejak kaki yang diduga kuat milik Harimau yang berkeliaran didalam kebun Karet milik masyarakat setempat, tepatnya didaerah Batu Gajah kearah jalan lingkar Desa Sibiruang.

Dari Informasi yang diperoleh, diduga jejak kaki Harimau tersebut tidak hanya ditemukan di perkebunan Karet warga Sibiruang saja namun juga ditemukan di desa tetangga yakni Desa Bandur Picak.

“Iya memang benar sejak sepekan belakangan ini masyarakat heboh memberbincangkan masalah banyaknya temuan diduga jejak kaki harimau yang berkeliaran didalam kebun karet milik warga kami, tepatnya didaerah atas Batu Gajah kearah jalan lingkar desa Sibiruang,” terang Sekdes Sibiruang, Firman Rezri Dini, Jumat sore (28/6/2019).

Ia mengungkapkan, aejak ditemukannya jejak harimau tersebut masyarakat desanya takut untuk beraktivitas keperkebunan karet, sawit maupun ke hutan.

Sekdes Binamang tengah mengukur jejak yang diduga milik Harimau.

Ia juga mengaku melihat langsung diduga kuat jejak kaki Harimau tersebut dengan ditemani oleh Ketua RT serta warga,”kami menemukan begitu banyak jejak harimau disekitar perkebunan karet milik masyarakat kami yang tidak jauh dari Puskesmas Siberuang lebih kurang 800 Meter dan jejak kaki tersebut berkusar 10 sampai 12,” sambungnya.

Dikatakan Doni, dirinya juga telah laporkan temuan jejak harimau ini kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau.

“Pihak BKSDA meminta saya untuk mengirim foto serta menyuruh saya untuk mengukur jejak itu guna untuk mereka teliti terlebih dahulu dan kami dari pihak Pemdes Sibiruang juga telah memberikan himbauan- himbauan kepada warga kami agar beraktivitas didalam perkebunan karet, sawit maupun masuk kehutan supaya berhati – hati serta selalu waspada,” pungkasnya.
(Has/Har).

Continue Reading

Kabar Kampar

Universitas Pahlawan Bangun Museum Rumah Lontiok di Kebun Raya Bangkinang

Published

on

Progres pembangunan Rumah Lontiok di Kawasan UP. sumber : FB Univ.pahlawan

Bekawan.com – Rumah adat Lontiok atau Rumah Pancalang yang kini kian langka di Kabupaten Kampar, perlahan mulai dibangkitkan kembali. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) membangun Museum Sejarah dan Budaya khusus Rumah Lontiok di kawasan Kebun Raya Universitas Pahlawan, Jalan Datuk Seribu Garang, Bangkinang.

Langkah ini menjadi upaya konkret menyelamatkan warisan arsitektur tradisional Kampar yang hampir punah tergerus modernisasi.

Rektor Universitas Pahlawan, Prof. Dr. Amir Luthfi Dt. Bandaro Sati, mengatakan museum tersebut akan terdiri dari dua unit bangunan Rumah Lontiok asli. Pembangunan satu unit pertama saat ini dilaporkan hampir rampung, dan akan disusul satu unit lagi di sampingnya.

“Ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah identitas. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat Kampar tidak lupa dengan akar budayanya sendiri. Rumah Lontiok adalah filosofi hidup orang Kampar,” ujar Prof. Amir Luthfi saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2026).

Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di dalam kawasan Taman Kebun Raya bukan tanpa alasan. Selain sebagai ruang edukasi, museum ini nantinya akan menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan destinasi wisata edukasi budaya baru di Bangkinang.

Selama ini, Rumah Lontiok yang beratapkan ijuk dan berbentuk perahu dengan ujung lancip ke atas itu sudah sangat sulit ditemukan di perkampungan Kampar. Padahal, rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai simbol status sosial dan kearifan lokal masyarakat Kampar tempo dulu.

Dengan adanya museum ini, UP berharap generasi muda tidak hanya mengenal Rumah Lontiok dari buku pelajaran, tetapi bisa melihat, menyentuh, dan mempelajari langsung konstruksi serta makna filosofis di balik setiap sudut rumah adat tersebut. (Sumber : FB. Univ.pahlawan) *dikembangkan menggunakan Meta AI

Continue Reading

Kabar Kampar

Satlantas dan OPT Samsat Bangkinang Gelar Ramp Check Operasi Lancang Kuning 

Published

on

Kasatlantas Polres Kampar AKP. Wulan saat melakukan pengecekan Kenderaan di Simpang Panca Salo.

Bekawan.com— Satlantas Polres Kampar bersama UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang (Samsat) dan sejumlah instansi terkait menggelar pemeriksaan kendaraan bermotor atau ramp check di Simpang Panca Salo, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 untuk meningkatkan keselamatan berkendara dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kampar, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar, Dinas Perhubungan Kampar, serta Jasa Raharja. Pemeriksaan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi, meliputi aspek keselamatan kendaraan dan kelengkapan administrasi.

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis, disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan operasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan di jalan raya.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Karena itu, edukasi dan pendekatan humanis menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas,” ujar Wulan.

Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, membawa dokumen kendaraan yang dipersyaratkan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang, Ade Syaputra, S.E., M.Si., mengatakan keterlibatan Samsat dalam kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.

Menurut Ade, kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor sesuai ketentuan merupakan bagian dari tanggung jawab pemilik kendaraan. Sinergi dengan kepolisian dan instansi terkait juga diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pelayanan dan kewajiban administrasi kendaraan.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kampar bersama UPT Samsat Bangkinang berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, menjaga kelayakan kendaraan, dan memenuhi kewajiban administrasi. Upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Kampar.

Continue Reading

Kabar Kampar

Percepat Respons Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Baru untuk Damkar

Published

on

Bupati Kampar menyerahkan bantuan Kenderaan untuk Damkar Kampar.

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat armada penyelamatan. Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyerahkan satu unit mobil rescue baru dan sejumlah sepeda motor kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan di wilayah Kampar.

Penyerahan dilakukan secara simbolis usai apel rutin Senin pagi di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar. Mobil rescue tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kampar, Yuricho Efril, Senin (26/10/2026).

Kepala Dinas Damkar Yuricho Efril bersama Bupati melihat unit Kenderaan untuk operasional.

Bupati Ahmad Yuzar mengatakan, penambahan armada ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas operasional dan keselamatan masyarakat.

Ia menginstruksikan jajaran Damkar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memangkas waktu respons (response time) saat menerima laporan dari masyarakat.

“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat. Fasilitas ini harus dirawat dengan baik dan digunakan secara optimal. Masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan prima,” ujar Ahmad Yuzar dalam amanatnya.

Menurutnya, keberadaan mobil rescue baru ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi personel Damkar di lapangan dalam menjalankan tugas penyelamatan dan penanggulangan bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar.

Continue Reading

Trending