Connect with us

Kabar

Riau Raih Penghargaan Kearsipan dari Pusat

Published

on

Bekawan.com – Pemerintah Provinsi Riau berhasil meraih penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai peringkat VIII “Baik” pada Kategori Pemerintah Daerah Provinsi berdasarkan hasil pengawasan kearsipan Kementerian Lembaga dan Pemda Tahun 2019 dari Tim Penilai ANRI.

Penghargaan tersebut langsung diterima Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution yang diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo di dampingi oleh Plt. Kepala ANRI M. Taufik di Hotel Sunan Solo, Rabu (26/2/2020).

Penghargaan pertama kali diterima oleh Provinsi Riau terkait dengan bidang kearsipan dari Arsip Nasional RI ini, Wakil Gubernur Riau didampingi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau Rahima Erna.

Selain Riau, sebanyak 102 kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menerima penghargaan serupa. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 30 Tahun 2018 Tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah, pengawasan kearsipan menjadi salah satu indikator penilaian ANRI dalam evaluasi reformasi birokrasi.

“Alhamdulillah, penghargaan ini baru pertama kali. Kita tidak boleh berpuas diri dengan kategori baik, karena masih ada kategori yang lebih dari Baik yaitu sangat memuaskan,” ungkap Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau Dr. Hj. Rahima Erna usai mendampingi Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution saat menerima piagam penghargaan tersebut dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo.

Selain pemerintah Provinsi Riau, untuk Kabupaten/Kota dengan hasil memuaskan diraih oleh kota Pekanbaru. Piagam penghargaan langsung diterima oleh Wakil Walikota Pekanbaru, Firdaus. ” Saya sangat bangga,” ucap Rahima seraya berharap untuk lembaga kearsipan Kabupaten/Kota se- Provinsi Riau menjadi lebih bersemangat dalam pengelolaan arsip secara profesional. “Selamat, ini hasil kerja keras kita semua,”ungkapnya.

Penghargaan ini lanjut Rahima lagi, tak luput dari kerja keras pemerintah provinsi Riau terhadap upaya pembenahan terhadap pengelolaan arsip yang merujuk pada tujuh aspek yaitu regulasi kearsipan tata kelola kearsipan baik itu membina kepada OPD, masyarakat dan organisasi politik, memberi penghargaan, sumberdaya manusia kearsipan, pengeloaan arsip inaktif pengembangan sdm, sarana dan prasarana serta membuat berbagai regulasi Perda kearsipan maupun peraturan gubernur.

“Kuncinya dukungan gubenur dan wakil gubernur sebagai strong leader mendorong perbaikan tata kelola kearsipan yang kedepan digitalisasi arsip menuju tata kelola pemerintahan yang terpercaya. Kemudian organisasi team work sinergi dan kolaborasi semua stakeholders kearsipan. Dan yang terpenting tersedianya infrastruktur deparsip dan tersedianya sdm tenaga fungsional arsiparis yang profesional,” terangnya.

Untuk terus membenahi kearsipan di provinsi Riau maupun kabupaten kota ke depan sambung Rahima, adalah antara lain komitmen yang menjadi pedoman tata naskah dinas adalah sepakat berpedoman pada arsip nasional, mendirikan sekolah tinggi kearsipan, mendorong pemda agar urusan kearsipan mejadi skala prioritas di dalam RPJMD provinsi dan kabupaten kota, agar didaerah didukung anggaran yang mencukupi untuk tata kelola kearsipan.

“Kedepannya pengelolaan arsip ini masih terus kita benahi,” ujar Rahima yang menyebutkan tahun ini juga pemerintah provinsi Riau sedang berbenah untuk mensukseskan penyelenggaraan Rakornas Kearsipan dan puncak hari Kearsipan ke 49 tahun 2020 pada bulan Juni nanti. (Azw)

Continue Reading

Kabar Kampar

Kepala Bapenda Kampar Zamhur Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD

Published

on

Kepala Bapenda Zamhur saat memimpin rapat percepatan penerimaan PAD Kabupaten Kampar.

Bekawan.com – Pemkab Kampar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menyusun kajian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MM dalam rapat Percepatan Penerimaan PAD kabupaten Kampar yang berlangsung di Aula Bapenda, Selasa (8/9/2026) siang.

“Pemkab Kampar melalui Bapenda sedang menginisiasi sebuah kajian bagaimana potensi daerah kita tergarap maksimal dan masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada, jadi kita bikin kajian itu baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah,” papar Zamhur.

Dengan kajian potensi ini, Kepala Bapenda menyebut akan ada perubahan metode dalam menentukan jumlah target PAD masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya.

“Jika selama ini kita selalu berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, jika tercapai target di tahun sebelumnya, maka tahun ini di tingkatkan, jika tidak tercapai, lalu diturunkan tergetnya, kedepan tidak seperti itu lagi. Ketika kita sudah tahu potensi pajak dan retribusi daerah, tercapai atau tidak hanya satu satu indikator, ada indikator utama yaitu potensi pajak dan retribusi daerah,” papar Zamhur didepan perwakilan OPD Penghasil PAD.

Sejumlah perwakilan OPD saat mengikuti rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Kampar.

Langkah ini, lanjut Zamhur juga akan berdampak terhadap penilaian kemampuan kepala OPD dalam memimpin instansinya. Bahwa khusus bagi OPD penghasil PAD akan sangat mudah menentukan apakah Kepala OPD tersebut berhasil atau tidak memimpin instansinya.

“Salah satunya indikatornya adalah keberhasilan merealisasikan target yang tetapkan, Bapenda Kampar juga telah memastikan bahwa saat ini target yang diberikan ke masing-masing OPD sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga apabila tercapai, itu ada prestasi bagi kepala OPD, namun jika tidak tercapai ini tentu akan ada evaluasi dari pimpinan, karena kita telah menetapkan sesuai potensi yang ada sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut masing-masing OPD juga memaparkan persentase target yang telah dicapai hingga peluang peningkatan PAD, mulai dari penyewaan Billboard di Diskominfo Kampar, Tenaga Kerja Asing (TKA) hingga memaksimalkan potensi wisata di Kawasan Danau Rusa.

Continue Reading

Kabar Kampar

Terpilih Aklamasi, Sekda Ardi Mardiansyah Pimpin Korpri Kampar

Published

on

Sekda Kampar Ardi Mardiansyah.

Bekawan.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Korpri Kabupaten Kampar periode masa sisa 2025 – 2030 dalam Muskablub Korpri Kabupaten Kampar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (2/9/2026). Ia mendapat dukungan dari seluruh unsur Korpri kecamatan, OPD serta pengurus Korpri Kabupaten Kampar setelah ketua Korpri sebelumnya Refizal mengundurkan diri.

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Ardi Mardiansyah. Ia menilai, secara ex officio Sekda memang memiliki posisi strategis dalam kepengurusan Korpri dan diyakini mampu membawa organisasi tersebut menjadi lebih aktif serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

“Kami yakin Pak Sekda dapat membawa Korpri bekerja secara profesional, menjadi tempat mengadu dan tempat bernaung bagi seluruh ASN dan PPPK. Rangkul semuanya, jangan ada yang merasa ditinggalkan. Mari kita besarkan rumah kita bersama ini,” tegasnya.

Ia meminta kepengurusan segera disusun dengan melibatkan seluruh unsur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja yang menyentuh kebutuhan anggota.

“Segera susun kepengurusan dan program kerja. Setelah itu kita lakukan pelantikan. Saya berharap Korpri ke depan semakin aktif, semakin besar manfaatnya dan kegiatan-kegiatannya dapat dirasakan langsung oleh anggota,” katanya.

Di balik harapannya terhadap masa depan Korpri, Ahmad Yuzar juga memberikan perhatian khusus terhadap para ASN yang memasuki masa purnabakti.

Ia mengapresiasi kepengurusan sebelumnya di bawah Ketua Korpri Refizal yang telah menghidupkan berbagai kegiatan, termasuk pemberian penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama anggota.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilanjutkan secara berkala. Sebab, setiap hari selalu ada ASN yang mengakhiri masa tugasnya setelah puluhan tahun mengabdikan diri untuk negara dan masyarakat.

“Kegiatan seperti penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama ini harus terus dilanjutkan. Bahkan kalau bisa dilakukan secara berkala, karena setiap hari ada ASN yang memasuki masa pensiun,” ujarnya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Ekspos Kejari Kampar: Perkara Dugaan Manipulasi Hasil Pemeriksaan di Inspektorat hingga Lanjutan KUR BRI

Published

on

Kajari Kampar didampingi)Ara Kasi saat ekspos Kinerja Kejari Kampar.

Bekawan.com – Kepala Kejaksaan Negeri Kampar memimpin ekspos Capaian kinerja selama Tahun 2026 yang digelar Rabu (2/9/2026) sore. Sejumlah perkara diungkapkan Kajari didampingi Para Kasi di instansinya, mulai dari Perkara KUR BRI hingga perkara dugaan manipulasi hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Kampar.

“Di tahun 2026 kita lakukan 2 sprin penyidikan, pertama dugaan tindak pidana korupsi manipulasi pelaporan hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Pemkab Kampar, dan saat ini kita dalam penyelesaian perkara KUR BRI, ditahap pertama kita telah sidangkan KUR dengan terdakwa AH cs, sebagian besar sudah inkrah, dan masih ada yang upaya hukum, akan kita selesaikan,” papar Kajari.

Kajari Kampar Dwianto Prihartono, SH, MH juga memaparkan bahwa dari kasus KUR BRI, pihaknya berhasil melakukan penyelamatan sebesar Rp. 331 juta rupiah, dan uang pengganti sebanyak Rp. 190 juta rupiah.

Namun ditanya lebih jauh terkait manipulasi laporan keuangan di Inspektorat, Kajari Kampar belum berkenan menjelaskan lebih jauh, hanya menyebut dugaan manipulasi terjadi di tahun 2025.

“Mungkin sekarang, hanya itu dulu informasi yang kami berikan. itu (perkara) di tahun 2025,” ungkap Kajari.

Selain dua kasus diatas, Kajari juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dari bidang-bidang yang ada di instansinya, mulai dari legal asisten, LO maupun tindakan hukum lain sebanyak 4 kegiatan yaitu dengan Bapenda, termasuk pelayanan hukum lain, seperti layanan hukum gratis sebanyak 10 kegiatan serta 3 kegiatan MoU.

“Sedangkan untuk penyelamatan pemulihan keuangan negara sebesar sekitar Rp. 754 Juta rupiah,” papar Kajari.

Continue Reading

Trending