Kabar
Komitmen Pemkab Pelalawan Wujudkan Masyarakat Sehat
Bupati Pelalawan HM.Harris. (internet)
Bekawan.com- Kesehatan merupakan salah satu dari tiga Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Artinya kesehatan adalah kebutuhan yang harus mendapat perhatian serius karena dengan sehat maka orang bisa produktif.
Oleh karena itulah pelayanan kesehatan (Yankes) harus diperbanyak, sebab kesehatan adalah hak mendasar bagi setiap warga negara.
Guna meningkatkan IPM di Kabupaten, Pemerintah setempat membuat sebuah strategi dalam bidang kesehatan yang dinamai Pelalawan Sehat.
Pelalawan Sehat
Dimana program ini merupakan satu dari tujuh program strategis yang menjadi andalan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Program ini mulai dicanangkan sejak 2011 lalu.

Munurut Bupati Pelalawan, program tersebut diciptakan sebagai upaya untuk meningkatkan IPM di Negeri Amanah, dimana sehat itu dimulai dari keluarga, lingkungan dan masyarakat luas.
Pada tahun ini, Program Pelalawan Sehat sudah memasuki 7 tahun pelaksanaannya.
Salah satu langkah untuk bisa hidup sehat di tengah masyarakat adalah dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam membersihkan lingkungan pemukiman.
Pelalawan Sehat pada sisi kesehatan individual, Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan serta memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin yang akhirnya dapat meningkatkan program Kesehatan Nasional.
Dikatakan HM Harris, ada 4 Faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan individu diantaranya eksogen, endogen, perilaku manusia dan yang terakhir adalah kepadatan penduduk. Dan Program Pelalawan Sehat merupakan solusi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pelalawan.
Dengan berjalannya Program Pelalawan Sehat, dampak yang bisa dirasakan masyarakat saat ini yaitu berkurangnya angka kesakitan, berkurangnya endemi penyakit menular, dan meningkatnya umur harapan hidup masyarakat dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.
Upaya yang paling utama dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan dengan cara memberikan pengobatan gratis melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Terutama daerah-daerah yang menjadi endemi suatu penyakit yang menonjol.
Untuk fasilitas Kesehatan juga terus mengalami peningkatan, pada 2011 Puskesmas Rawat Inap hanya empat, non rawat inap delapan, Poskesdes 40 unit, Puskel darat 13 unit, Puskel air 2 unit. Sementara, pada 2017 Puskesmas Rawat Inap 13 dan Pustu 40 unit, Poskesdes 78 unit, Pusling 25 unit, Ambulance 9 unit dan Puskel air 5 unit.

Melalui Pelalawan Sehat, Pemerintah terus berfokus dalam mencurahkan perhatian terhadap kualitas kesehatan masyarakat, dengan cara memperluas jangkauan layanan kesehatan, memberikan pelayanan gratis bagi seluruh penduduk di Puskesmas, serta memberikan layanan rujukan gratis bagi penduduk miskin dan mendekati miskin.
“Untuk saat ini Pelalawan sudah terlepas dari kategori daerah tertinggal. Tidak ada lagi masyarakat yang tak bisa berobat, pada program kesehatan gratis, kita tidak melihat latar belakang, apapun sukunya dan agamanya. Karena semuanya sudah ditanggung okeh pemerintah,” ujar HM Harris.
Data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Pelalawan, dengan berjalan Program Pelalawan Sehat, salah satu dampak dampak positif adalah meningkatnya Angka Harapan Hidup yakni rata-rata 69,30 tahun pada tahun 2014-2015, dari sebelumnya rata-rata 68,82 tahun pada tahun 2010. Dan kini, umur harapan hidup sampai tahun 2021 rata-rata dimulai dari 70,13 menjadi 72 tahun.
“Pemerintah akan tetap komitmen untuk memberi jaminan kesehatan kepada masyarakat. Tapi yang perlu diingat, sehat itu mahal, selagi masih bisa mempertahankan hidup sehat, maka pertahankan,” ajak Harris.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, dr Endid Romo Pratikno menjelaskan, dengan berjalannya Puskesmas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini dapat meningkatkan pelayanan, selain itu kebutuhan Puskesmas dapat dipenuhi.
Dalam mengimplementasikan Program Pelalawan Sehat, masyarakat yang ada di daerah daerah terpencil tidak lagi kesulitan datang ke RSUD Selasih yang ada di Pangkalan Kerinci untuk menjalani Rawat Inap, karena Puskesmas yang ada di tingkat kecamatan sudah bisa menampung pasien atau Rawat Inap.
Disisi lain, khusus untuk desa yang berada di kawasan terpencil dan sulit untuk dijangkau dengan pembangunan fisik maka pelayanan kesehatan disiasati dengan cara Puskesmas Keliling. Seperti masyarakat yang tinggal di Desa Bukit Kesuma dan Desa Toro tetap mendapatkan pelayanan kesehatan sama dengan masyarakat lainnya.
Selain itu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat juga bisa lebih mudah untuk berobat tingkat dasar atau berobat ke Puskesmas terdekat dengan gratis, warga cukup hanya memperlihatkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) Kabupaten Pelalawan.
Tidak sampai disitu saja, pelayanan kesehatan juga ditunjang oleh tenaga medis yang cukup di setiap fasilitas kesehatan yang ada, tersebar di 12 Kecamatan kini telah memiliki tenaga medis Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tenaga Honorer Kabupaten,Tenaga Honor Provinsi dan PTT Pusat diperkirakan tenaga kesehatan berkisar 1.100 orang.
Pada dasarnya, apa yang diciptakan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan sejalan dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat, karena setiap manusia mempunyai hak untuk hidup sehat dan Negara bertanggung jawab untuk mengatur agar terpenuhi hak hidup sehat bagi seluruh penduduknya tanpa terkecuali, hal ini sesuai dengan yang tertuang dalam Konstitusi Kesehatan Dunia (WHO,1948), UUD 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang nomor 36 tahun 2009. (Advertorial)
Kabar Kampar
Kepala Bapenda Kampar Zamhur Pimpin Rapat Percepatan Penerimaan PAD
Bekawan.com – Pemkab Kampar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tengah menyusun kajian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada. Hal itu diungkapkan Kepala Bapenda Kampar Zamhur, ST, MM dalam rapat Percepatan Penerimaan PAD kabupaten Kampar yang berlangsung di Aula Bapenda, Selasa (8/9/2026) siang.
“Pemkab Kampar melalui Bapenda sedang menginisiasi sebuah kajian bagaimana potensi daerah kita tergarap maksimal dan masing-masing OPD memiliki terget berdasarkan potensi yang ada, jadi kita bikin kajian itu baik dari sisi retribusi maupun pajak daerah,” papar Zamhur.
Dengan kajian potensi ini, Kepala Bapenda menyebut akan ada perubahan metode dalam menentukan jumlah target PAD masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap tahunnya.
“Jika selama ini kita selalu berdasarkan realisasi tahun sebelumnya, jika tercapai target di tahun sebelumnya, maka tahun ini di tingkatkan, jika tidak tercapai, lalu diturunkan tergetnya, kedepan tidak seperti itu lagi. Ketika kita sudah tahu potensi pajak dan retribusi daerah, tercapai atau tidak hanya satu satu indikator, ada indikator utama yaitu potensi pajak dan retribusi daerah,” papar Zamhur didepan perwakilan OPD Penghasil PAD.

Sejumlah perwakilan OPD saat mengikuti rapat yang dipimpin Kepala Bapenda Kampar.
Langkah ini, lanjut Zamhur juga akan berdampak terhadap penilaian kemampuan kepala OPD dalam memimpin instansinya. Bahwa khusus bagi OPD penghasil PAD akan sangat mudah menentukan apakah Kepala OPD tersebut berhasil atau tidak memimpin instansinya.
“Salah satunya indikatornya adalah keberhasilan merealisasikan target yang tetapkan, Bapenda Kampar juga telah memastikan bahwa saat ini target yang diberikan ke masing-masing OPD sesuai dengan potensi yang ada. Sehingga apabila tercapai, itu ada prestasi bagi kepala OPD, namun jika tidak tercapai ini tentu akan ada evaluasi dari pimpinan, karena kita telah menetapkan sesuai potensi yang ada sesuai dengan ketentuan yang ada,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut masing-masing OPD juga memaparkan persentase target yang telah dicapai hingga peluang peningkatan PAD, mulai dari penyewaan Billboard di Diskominfo Kampar, Tenaga Kerja Asing (TKA) hingga memaksimalkan potensi wisata di Kawasan Danau Rusa.
Kabar Kampar
Terpilih Aklamasi, Sekda Ardi Mardiansyah Pimpin Korpri Kampar
Bekawan.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Korpri Kabupaten Kampar periode masa sisa 2025 – 2030 dalam Muskablub Korpri Kabupaten Kampar di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (2/9/2026). Ia mendapat dukungan dari seluruh unsur Korpri kecamatan, OPD serta pengurus Korpri Kabupaten Kampar setelah ketua Korpri sebelumnya Refizal mengundurkan diri.
Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada Ardi Mardiansyah. Ia menilai, secara ex officio Sekda memang memiliki posisi strategis dalam kepengurusan Korpri dan diyakini mampu membawa organisasi tersebut menjadi lebih aktif serta memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Kami yakin Pak Sekda dapat membawa Korpri bekerja secara profesional, menjadi tempat mengadu dan tempat bernaung bagi seluruh ASN dan PPPK. Rangkul semuanya, jangan ada yang merasa ditinggalkan. Mari kita besarkan rumah kita bersama ini,” tegasnya.
Ia meminta kepengurusan segera disusun dengan melibatkan seluruh unsur, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja yang menyentuh kebutuhan anggota.
“Segera susun kepengurusan dan program kerja. Setelah itu kita lakukan pelantikan. Saya berharap Korpri ke depan semakin aktif, semakin besar manfaatnya dan kegiatan-kegiatannya dapat dirasakan langsung oleh anggota,” katanya.
Di balik harapannya terhadap masa depan Korpri, Ahmad Yuzar juga memberikan perhatian khusus terhadap para ASN yang memasuki masa purnabakti.
Ia mengapresiasi kepengurusan sebelumnya di bawah Ketua Korpri Refizal yang telah menghidupkan berbagai kegiatan, termasuk pemberian penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama anggota.
Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilanjutkan secara berkala. Sebab, setiap hari selalu ada ASN yang mengakhiri masa tugasnya setelah puluhan tahun mengabdikan diri untuk negara dan masyarakat.
“Kegiatan seperti penghargaan, santunan dan kepedulian terhadap sesama ini harus terus dilanjutkan. Bahkan kalau bisa dilakukan secara berkala, karena setiap hari ada ASN yang memasuki masa pensiun,” ujarnya.
Kabar Kampar
Ekspos Kejari Kampar: Perkara Dugaan Manipulasi Hasil Pemeriksaan di Inspektorat hingga Lanjutan KUR BRI
Bekawan.com – Kepala Kejaksaan Negeri Kampar memimpin ekspos Capaian kinerja selama Tahun 2026 yang digelar Rabu (2/9/2026) sore. Sejumlah perkara diungkapkan Kajari didampingi Para Kasi di instansinya, mulai dari Perkara KUR BRI hingga perkara dugaan manipulasi hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Kampar.
“Di tahun 2026 kita lakukan 2 sprin penyidikan, pertama dugaan tindak pidana korupsi manipulasi pelaporan hasil pemeriksaan keuangan di Inspektorat Pemkab Kampar, dan saat ini kita dalam penyelesaian perkara KUR BRI, ditahap pertama kita telah sidangkan KUR dengan terdakwa AH cs, sebagian besar sudah inkrah, dan masih ada yang upaya hukum, akan kita selesaikan,” papar Kajari.
Kajari Kampar Dwianto Prihartono, SH, MH juga memaparkan bahwa dari kasus KUR BRI, pihaknya berhasil melakukan penyelamatan sebesar Rp. 331 juta rupiah, dan uang pengganti sebanyak Rp. 190 juta rupiah.
Namun ditanya lebih jauh terkait manipulasi laporan keuangan di Inspektorat, Kajari Kampar belum berkenan menjelaskan lebih jauh, hanya menyebut dugaan manipulasi terjadi di tahun 2025.
“Mungkin sekarang, hanya itu dulu informasi yang kami berikan. itu (perkara) di tahun 2025,” ungkap Kajari.
Selain dua kasus diatas, Kajari juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan dari bidang-bidang yang ada di instansinya, mulai dari legal asisten, LO maupun tindakan hukum lain sebanyak 4 kegiatan yaitu dengan Bapenda, termasuk pelayanan hukum lain, seperti layanan hukum gratis sebanyak 10 kegiatan serta 3 kegiatan MoU.
“Sedangkan untuk penyelamatan pemulihan keuangan negara sebesar sekitar Rp. 754 Juta rupiah,” papar Kajari.
-
Kabar8 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik9 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik7 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
