Connect with us

Kabar Kampar

Edukasi Anggaran Bisnis Batako Oleh Mahasiswa Managemen UMRI

Published

on

 

Bekawan.com – Untuk mengetahui potensi usaha batako serta edukasi anggaran bisnis, sejumlah Mahasiswa Prodi Manajemen UMRI mendatangi dan melakukan wawancara dengan salah satu pengusaha Batako.

Wawancara ini dilakukan oleh Fazil Saputra, Hafidh Fahnel, Sy Farah Aulia Safira, dan M.Rafiq Kurnia dan dibimbing oleh Dosen Anggaran Perusahaan Intan Diane Binangkit, SE, M.Si.

Tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui kendala dan strategi yang dihadapi pengusaha Batako dalam mengoperasikan usaha batako sejak berdiri hingga sekarang.

Bapak Khaidir (36) merupakan salah satu pemilik usaha Batako Maju Jaya yang beralamat di Desa Pulau Tarap Kabupaten Kampar. Pak Khaidir sudah cukup lama berkecimpung dalam menjalankan usaha Batako dari harga semen Rp. 6.000 sampai sekarang dengan harga Rp. 65.000.

Saat ini, Usaha Batako “Maju Jaya” memiliki 2 orang karyawan tetap yang memproduksi batako setiap harinya. Selain sebagai pengelola usaha batako, beliau juga bekerja sebagai seorang petani sawit.

Dalam menjalankan Usaha Batako “Maju Jaya” ini, Pak Khaidir menemui beberapa kendala. Salah satu kendala diantaranya adalah karena tidak adanya penganggaran penjualan dalam usaha. Tidak adanya proses perencanaan keuangan dan penganggaran ini berdampak pada kurang luasnya target pemasaran dan belum optimal distribusi penjualan.

Kendala lain yang dihadapi Pak Khaidir adalah lokasi usaha yang berada di tempat kurang strategi dan jauh dari jalan raya membuat pengantaran bahan baku menjadi lama. Kendala terakhir yang dihadapi adalah faktor cuaca seperti intensitas hujan yang tinggi dan tentunya hal tersebut dapat mempengaruhi proses penjemuran batako.

Untuk menyiasati kendala tersebut, Usaha Batako “Maju Jaya” telah melakukan beberapa strategi. Salah satu strategi yang beliau lakukan adalah melakukan kerjasama dengan pemborong atau pemilik rumah. Strategi ini cukup efektif karena sebagian besar penjualan batako merupakan pesanan dari pembangunan perumahan.

Usaha Batako “Maju Jaya” juga menawarkan penjualan langsung yakni penjualan ke konsumen langsung baik untuk batako yang sudah jadi maupun dengan sistem pre-order (batako dibuat setelah konsumen melakukan pemesanan,red).

Sistem Pre-Order ini cukup membantu Pak Khaidir dalam menghandle stok batako dan menekan biaya upah harian pekerja. Salah satu tujuan kedatangan tim adalah mengedukasi penting nya anggaran bagi kelangsungan bisnis terutama yang kecil. Anggaran operasional merupakan catatan kegiatan yang menghasilkan pendapatan dari sebuah usaha, seperti penjualan dan persediaan barang.

Setelah menyusun anggaran operasional dengan lengkap dan mendapatkan harga pokok produk per unit, pelaku UMKM dapat menyusun anggaran keuangan untuk mengetahu total aset yang dimiliki dan proporsi pendanaan internal dan eksternal. Setiap anggaran yang dibuat memiliki fungsi dan perannya masing masing. Pelaku usaha perlu menyusun anggaran dengan baik guna membantu dalam proses sistem pengendalian keuangan dan memudahkan penyusunan laporan keuangan.

Tanggapan Pak Khaidir setelah kegiatan edukasi materi tentang anggaran operasional sangat antusias sekali karena materi anggaran memiliki peran penting keuangan dalam perkembangan usahanya di masa mendatang.

Saran yang sebaiknya Usaha Batako “Maju Jaya” lakukan adalah, pertama memperluas pemasaraan agar masyarakat banyak yang mengetahui tentang usaha yang dia tekuni. Pak Khaidir dapat melakukan promosi atau publikasi produk dengan menyebarluaskan info mengenai produk batako dengan melalui media sosial seperti Instagram dan facebook agar semua kalangan mengetahui dan mengenal produk batako “Maju Jaya”.

Kedua, dengan managemen keuangan terencana maka dapat menargetkan peningkatan cara kerja dengan teknologi yang lebih canggih dan juga bisa menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan. Ketiga, mencari pemasok bahan baku yang lebih dekat dengan usaha sehingga dalam mensuplai bahan baku tidak lama diperjalanan.

Memulai belajar penganggaran usaha merupakan suatu hal yang penting agar pelaku usaha memiliki pemahaman bagaimana mengatur keuangan dengan baik. Selain itu, mempelajari proses penyusunan anggaran akan mengurangi risiko ketidakpastian dalam setiap pengambilan keputusan manajemen terutama keputusan tentang perencanaan misalnya dalam perencanaan pemasaran.

“Demi kestabilan dan keberhasilan bisnis yang ada di Desa Pulau Tarap kabupaten Kampar, mari bersama membangun literasi perencanaan dan pengendalian usaha bersama Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Riau,” ungkap Dosen Pembimbing Intan Diane.

Sebagai wadah promosi, Bagi warga Riau yang membutuhkan batako “Maju Jaya” dengan harga bersaing, silakan menghubungi Pak Khaidir (+62 852-7522-4702) Mari galakkan dukungan pada industri kecil di masa PPKM ini. Bersama kita pasti bisa!

Continue Reading

Kabar Kampar

Baru Ditinggal Suami, Rumah Mualaf 3 Anak di Kampar Ludes Terbakar

Published

on

Kondisi rumah warga Desa Gunung Bungsu yang terbakar Jumat sore.

Bekawan.com – Cobaan berat menimpa seorang warga Desa Gunung Bungsu Kecamatan XIII Koto Kampar, Reni (31) Mualaf sekaligus janda 3 anak yang kehilangan suaminya beberapa bulan yang lalu, kembali berduka karena rumahnya hangus dilalap si jago merah, jumat (5/6/2026) sore.

Api dengan cepat menghanguskan bangunan rumah semi permanen beserta seluruh isinya sekitar pukul 16.00 Wib saat kejadian, didalam rumah hanya ada 3 orang anak Reni, sedangkan dirinya sedang mencari nafkah.

“Saat kejadian Reni tidak berada di rumah karena mencari nafkah, dirumah hanya ketiga anaknya yang masih kecil, material bangunan yang di dominasi kayu membuat api membesar dalam hitungan menit,” ucap Sekdes Gunung Bungsu Hamdani.

Sisa-sisa bangunan dan barang-barang pasca kebakaran.

Beruntung, ketiga anaknya yang masih kecil berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan cepat tetangga sekitar.

Janda 3 anak itu, tak kuasa menahan tangis saat mendapati rumahnya sudah rata dengan tanah, begitu juga dengan harta benda termasuk dokumen penting dan perlengkapan sekolah anak-anaknya tidak ada yang bisa diselamatkan.

Tidak ada barang dan harta benda yang selamat dari kebakaran rumah termasuk pakaian dan peralatan dapur maupun perlengkapan sekolah anak.

Saat ini pihak desa dan masyarakat sekitar menempatkan janda yang ditinggalkan suami karena sakit dan ketiga buah hatinya di salah satu rumah warga. mereka juga melakukan penggalangan dana untuk meringankan Reni dan ketiga buah hatinya.

Continue Reading

Kabar Kampar

Soroti Turunnya Harga TBS Sawit, Disbun Kampar Minta PKS Patuhi Aturan dan Harga Pemerintah

Published

on

Bekawan.com – Penurunan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kampar.

Kondisi tersebut dikeluhkan petani karena terjadi di tengah biaya produksi yang terus meningkat, sementara harga komoditas sawit di pasar internasional justru relatif stabil bahkan menunjukkan tren menguat.

Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar melalui Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim menyampaikan bahwa berdasarkan perkembangan pasar global, harga minyak sawit mentah (CPO) internasional tidak mengalami penurunan yang signifikan.

Bahkan dalam beberapa periode terakhir harga CPO dunia cenderung bergerak stabil dan sesekali mengalami penguatan seiring meningkatnya kebutuhan pasar global terhadap minyak nabati.

“Oleh karena itu, masyarakat mempertanyakan mengapa harga pembelian TBS di tingkat petani justru mengalami penurunan. Pertanyaan ini wajar muncul karena kondisi pasar internasional tidak menunjukkan adanya penurunan yang drastis,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan harga pembelian TBS, seperti kebijakan tata niaga, biaya operasional pabrik, biaya logistik, kualitas bahan baku, hingga strategi pemasaran produk turunannya. Namun demikian, faktor-faktor tersebut harus tetap mengacu pada mekanisme penetapan harga yang telah ditetapkan pemerintah guna menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan kesejahteraan petani.

Pemerintah pusat sendiri terus melakukan pembenahan tata kelola perdagangan komoditas strategis nasional, termasuk sektor sumber daya alam dan perkebunan. Kebijakan penguatan peran negara melalui badan usaha milik negara (BUMN) dalam pengelolaan dan perdagangan komoditas strategis bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, nilai tambah, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan kebijakan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Setiap kebijakan yang diterbitkan pemerintah pada prinsipnya dilakukan melalui kajian yang komprehensif dan terbuka, sehingga seluruh pelaku usaha dapat memahami tujuan dan dampaknya terhadap sektor pertanian dan perkebunan nasional.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki kebijakan yang bertujuan menekan harga TBS petani. Sebaliknya, pemerintah terus berupaya menciptakan tata niaga yang sehat, transparan, dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, hingga negara.

Di sisi lain, petani sawit saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Harga pupuk terus mengalami kenaikan, biaya pemeliharaan kebun semakin besar, sementara upah tenaga kerja untuk panen dan perawatan kebun juga meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menyebabkan biaya produksi perkebunan rakyat menjadi semakin tinggi.

“Ketika harga TBS turun sementara biaya pupuk, tenaga kerja, dan operasional kebun meningkat, maka pendapatan petani tentu akan tergerus. Karena itu harga yang diterima petani harus mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar telah mengambil berbagai langkah konkret. Salah satunya dengan menyurati seluruh PKS yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar agar membeli TBS masyarakat sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah melalui mekanisme tim penetapan harga TBS.

Surat tersebut sekaligus menjadi pengingat kepada perusahaan agar menjalankan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tidak melakukan pembelian di bawah harga yang dapat merugikan petani. Disbun Kampar juga terus melakukan komunikasi, koordinasi, dan pembinaan kepada pihak perusahaan serta menyampaikan berbagai aspirasi petani yang berkembang di lapangan.

Selain itu, Disbun Kampar akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, asosiasi perusahaan kelapa sawit dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan terciptanya hubungan yang harmonis antara petani dan perusahaan serta menjaga stabilitas harga TBS di Kabupaten Kampar.

Pemerintah Kabupaten Kampar berharap seluruh PKS dapat menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan petani sawit dengan menerapkan harga pembelian yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Langkah ini dinilai penting mengingat sektor perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah dan sumber penghidupan bagi puluhan ribu kepala keluarga di Kabupaten Kampar.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan petani, diharapkan tata niaga kelapa sawit dapat berjalan lebih adil, transparan, dan berkelanjutan sehingga manfaat pembangunan sektor perkebunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Kadisbun Kampar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Continue Reading

Kabar Kampar

Pimpin Apel Perdana di PUPR, Ini Pesan Penting yang Disampaikan Rusdi Hanif

Published

on

Kadis Rusdi Hanif memberikan arahan kepada jajaran pegawai di PUPR Kampar.

Bekawan.com – Usai dilantik sebagai Plt. Kadis PUPR Kampar, Jumat (22/5) lalu, Rusdi Hanif, ST, MT, lngsung tancap gas membenahi dinas yang telah lama membesarkannya tersebut. Dalam apel perdana yang ia pimpin, Selasa (26/5/2026) pagi, ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjalankan program mewujudkan visi misi pimpinan daerah.

“Kita diamanahkan, diberi jabatan untuk membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam merealisasikan visi dan misi serta program-program untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar,” ucap Hanif.

Pria yang memulai karir ASN nya di PUPR tersebut juga mengajak seluruh ASN yang berkerja di OPD yang ia pimpin untuk menunjukkan dedikasi dan kinerja agar instansi tersebut tetap eksis dalam menjalankan program-program yang telah diamanahkan oleh pimpinan daerah dalam memajukan Kabupaten Kampar.

“Saya tegas demi kesuksesan program yang telah tertuang dalam DPA Dinas Pekerjaan Umum, sebagai pembantu kepala daerah, itu tugas yang mesti kita laksanakan dengan penuh tanggungjawab dan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Plt. Kadis PUPR Rusdi Hanif.

Selain pesan untuk meningkatkan disiplin, kinerja, loyalitas dan skill, ASN yang telah dinas di PUPR sejak 27 tahun lalu juga mengingatkan arti penting dari kebersamaan dan kekompakan, “tanpa kebersamaan tanpa kekompakan tidak akan pernah hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan. Jangan menggunting dalam lipatan, jangan jadi musuh dalam selimut,” ingat Hanif.

Selain memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh pegawai PUPR Kampar, Rusdi Hanif juga mendorong untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dengan melakukan kegiatan gotong-royong rutin sesuai dengan program yang telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto yakni Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai program nasional untuk menangani sampah dan menciptakan lingkungan bersih.

Pegawai PUPR Kampar gotong royong membersihkan lingkungan kantor.

“Ini sesuai yang diajarkan oleh agama kita bahwa kebersihan itu sebagian dari iman, kalau lingkungan kerja kita bersih, ruang kerja kita nyaman, kita juga tentu akan nyaman dalam bekerja, ini semua demi kemajuan dan kesuksesan kita dalam menjalankan tugas yang diamanahkan oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Kampar dalam mendukung dan mewujudkan program dan visi misi Pimpinan Daerah,” pungkasnya. Usai Apel, Kadis PUPR Kampar Rusdi Hanif bersama Sekretaris Syarkani Arief dan seluruh ASN di PUPR melaksanakan Goro di lingkungan kantor PUPR Kampar.

Sebelumnya, Kadis Perkim Rusdi Hanif kembali ke Dinas PUPR Kampar setelah dilantik Jumat (22/5) lalu, ia dipercaya memegang 2 OPD sekaligus yakni sebagai Kadis Perkim dan Plt. Kadis PUPR Kampar.

Continue Reading

Trending