Connect with us

Karya Kawan

Permainan Dalam Pembelajaran Tematik Daring SD

Published

on

 

Bekawan.com – Belajar pada dasarnya merupakan suatu kegiatan yang kurang diminati oleh siswa, terlebih lagi siswa sekolah dasar. Mereka belum menyadari betapa pentingnya belajar dan lebih suka bermain. Hal tersebut seringkali membuat guru merasa kesulitan, karena siswa tidak dapat menyerap pembelajaran dengan baik sebagaimana mestinya. Contohnya dalam pembelajaran tematik.

Pembelajaran yang dirancang untuk dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa dengan mengembangkan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama pada akhirnya tidak berjalan sesuai dengan harapan, terutama saat pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah, membuat siswa enggan mendengarkan dan merasa jenuh ataupun bosan.

Hal tersebut seharusnya tidak menjadikan guru hanya diam dan juga pasrah, melainkan membuat mereka membuka mata lebar-lebar dan menyadari bahwa metode yang digunakan tidaklah efektif lagi untuk digunakan.

Saat ini, zaman telah berkembang secara pesat. Ada banyak hal yang bisa digunakan sebagai pemecahan terhadap masalah tersebut. Dalam pembelajaran tematik, media yang dapat digunakan sebagai penunjang dalam proses pembelajaran tidak hanya terbatas pada buku-buku tebal yang membuat siswa merasa tertekan, tapi juga menggunakan media lain yang lebih mengasyikkan seperti halnya teknologi.

Apalagi disaat pandemi seperti saat ini, penggunaan teknologi juga menjadi salah satu kebutuhan agar pembelajaran daring yang dilakukan tetap berjalan dengan baik. Sehingga, penggunaan media ini tentunya tidak asing lagi bagi siswa.

Membicarakan perihal bermain, guru dapat menggunakan cara itu dalam pembelajaran tematik. Memadukan pembelajaran dengan cara-cara menarik seperti permainan yang mengedukasi akan memberikan suasana yang nyaman bagi siswa dan membuat siswa tertarik untuk mencoba.

Cara tersebut juga dapat digabungkan dengan penggunaan teknologi yang dilakukan dalam proses belajar daring, semisal bermain dengan menggunakan aplikasi WhatsApp, Zoom, maupun aplikasi belajar lainnya sehingga mudah untuk diikuti.

Ada berbagai macam jenis permainan yang bisa dipadukan dalam pembelajaran tematik daring, seperti:

1. Sambung Lagu

Permainan ini cocok digunakan dalam pembelajaran tematik siswa SD kelas rendah (Kelas 1, 2, dan 3). Untuk memainkan permainan ini, aplikasi yang digunakan adalah aplikasi komunikasi melalui video, seperti Zoom dan Google Meet.

Cara memainkannya :

  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
  • Guru menyanyikan lagu yang sesuai dengan tema pembelajaran (misal tema anggota tubuh, maka bisa menyanyikan lagu dua mata saya) sembari mempraktikkan gerakannya beberapa kali
  • Guru menunjuk siswa secara acak untuk menyanyikan bagian-bagian tertentu dari lagu, kemudian menunjuk siswa lainnya untuk melanjutkan
  • Guru melakukan kegiatan tersebut secara berulang
  • Evaluasi
  • Kesimpulan

Dengan menggunakan permainan ini, guru tidak hanya mengajarkan siswa berdasarkan teori, tetapi langsung dengan praktiknya. Selain membuat siswa menggerakkan tubuh layaknya olahraga ringan, permainan ini juga membuat siswa fokus agar tidak salah lagu saat tiba-tiba ditunjuk guru untuk melanjutkan.

2. TTS

Permainan ini cocok digunakan dalam pembelajaran tematik siswa SD kelas tinggi (Kelas 4, 5, dan 6). Selain dimainkan secara individu, permainan ini juga bisa dimainkan secara berkelompok untuk menumbuhkan rasa semangat dan bersaing, sehingga permainan yang dilakukan menjadi lebih seru. Untuk aplikasi yang digunakan, bisa menggunakan WhatsApp.

Cara memainkannya :

  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
  • Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok kecil (3-4 anggota)
  • Guru membagikan TTS yang harus dikerjakan oleh kelompok (terdiri dari 5 soal mendatar dan 5 soal menurun) sesuai tema yang tengah dipelajari
  • Kelompok yang mengumpulkan paling pertama dan benar semua akan menjadi pemenangnya
  • Evaluasi
  • Kesimpulan

Setelah memainkan permainan ini, guru dapat memberikan apresiasi pada tiap kelompok, baik berupa pujian, nilai, kritik, dan juga saran. Guru tidak boleh menekan kelompok yang kurang cepat ataupun salah dalam menjawab TTS.

Sebaliknya, justru guru harus mencari apa yang membuat siswa kesulitan, dan bersama-sama menemukan solusi dari permasalahan tersebut. Sehingga, siswa akan merasa eksistensinya di kelas dibutuhkan, dan bersemangat dalam belajar.

3. Penggunaan platform belajar berbasis game

Jika biasanya siswa suka bermain game melalui ponselnya, maka guru dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk mengajak siswa bermain sambil belajar. Saat ini, ada banyak platform belajar berbasis game, seperti Kahoot!, Quizizz, Quizlet, Wordwall, Educandy, dll.

Guru hanya harus membuat beberapa soal yang berhubungan dengan tema pembelajaran, kemudian meminta siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu layaknya bermain game.

Model pembelajaran dimana siswa diberikan pilihan ganda untuk menjawab pertanyaan melalui permainan terkesan lebih efektif untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, dan lagi lebih asyik untuk dilakukan ketimbang mengerjakannya di kertas biasa. Sehingga, siswa akan lebih semangat dalam mengerjakan.

Ada banyak permainan lain yang bisa digunakan dalam pembelajaran tematik daring seperti saat ini. Guru harus lebih rajin dalam mengevaluasi keberhasilan metode pembelajaran yang ia gunakan, kemudian mengembangkannya untuk meningkatkan persentase keberhasilan pembelajaran.

Dengan demikian, tujuan pembelajaran yang dicita-citakan akan terwujud meski dengan segala keterbatasan yang saat ini tengah kita hadapi.*

 

*Penulis: Amelia Nurul Annisa, Andini Salsabila Lestari, Mega Saputri, Mutia Mei Sandra // Mahasiswa Program Studi PGSD Angkatan 2020 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau.

Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah pembelajaran tematik SD
Dosen pengampu: Dea Mustika, S.Pd., M.Pd.

Continue Reading

Kabar

Pengamat Politik: Polisi Dibawah Kementrian Sebuah Kemunduran dan Ancaman Serius 

Published

on

Pengamat Politik Boni Hargens. Foto : sc inews

Bekawan.com – Pengamat Politik Boni Hargens menilai meletakkan instansi Polri dibawah kementrian adalah cacat logika, cacat tata negara dan melawan prinsip demokrasi. Hal itu ditegaskan dalam acara dialog di salah satu tv nasional, Selasa (10/2/2026) malam.

“Isu soal penempatan Polri di bawah kementerian bagi saya ini cacat logika, cacat tata negara dan melawan prinsip demokrasi, kenapa saya katakan demikian, karena demokrasi yang kita anut dibangun di atas tiga pilar yang namanya eksekutif, legislatif dan yudikatif, kenapa Trias politika itu ada dalam konteks bukan hanya separation of power tapi distribution of power,” ungkapnya.

Pembahasan itu mencuat usai sejumlah tokoh yang mengkritisi pemerintah bertemu dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu untuk membahas sejumlah persoalan, dalam pertemuan itu Presiden juga mengungkapkan perihal adanya usulan Polri dibawah kementrian.

Dosen Universitas Indonesia ini juga menjelaskan bahwa menentukan posisi Polri juga bicara soal distribusi kekuasaan, demokrasi mengatur tidak adanya konsentrasi kekuasaan pada satu tangan dan kepolisian adalah bagian dari namanya yudikatif bagian dari fungsi penegakan hukum.

“Polri bertanggung jawab kepada Presiden di situ dalam kapasitas kepala negara bukan kepala pemerintahan, karena sebagai kepala negara, presiden di atas semuanya, tapi sebaliknya kalau sebagai kepala pemerintahan, presiden hanya di atas kelompok politiknya dan birokrasi pemerintahan yang sedang berjalan. Kalau misalnya kepolisian ditaruh di bawah kementerian, kementerian itu artinya bicara kabinet, kabinet adalah pembantu presiden dalam kapasitas sebagai kepala eksekutif, kepala pemerintahan bukan kepala negara, maka ini juga akan menjadi pelemahan terhadap kewenangan presiden sebagai kepala negara. Presiden sebagai kepala negara itu akan kehilangan ruang dari aspek hukum untuk ikut terlibat di dalam menjamin kepastian hukum keadilan dan sebagainya,” paparnya.

Ia menilai meletakkan Polri di bawah kementerian adalah sebuah kemunduran dan sebuah ancaman yang serius sebagai penegakan hukum di masa depan, karena memberi ruang politisasi terhadap penegakan hukum.

Continue Reading

Karya Kawan

Tantangan Utama Tranformasi Digital di Kampar

Published

on

Nunik Handriani, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning.

Bekawan.com – Nunik Handriani, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE., MM., menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya dalam pengembangan layanan digital di Kabupaten Kampar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi mengelola sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak dapat digantikan.

Di Kabupaten Kampar, tantangan utama meliputi kompetensi SDM teknologi informasi, infrastruktur digital yang belum merata, serta kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung inovasi. Nunik menilai bahwa pendekatan berbasis Resource-Based View (RBV) diperlukan agar organisasi mampu memaksimalkan potensi sumber daya internal secara lebih terarah.

Ia mengusulkan analisis menyeluruh terhadap sumber daya yang dimiliki, memperkuat kolaborasi dengan universitas dan perusahaan teknologi, serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi secara berkelanjutan. Penguatan infrastruktur seperti data center dan jaringan internet juga menjadi prioritas untuk memastikan layanan digital yang cepat dan transparan.

Nunik menekankan perlunya pengembangan kapabilitas dinamis agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memastikan kebijakan berbasis data yang mendukung efisiensi dan akuntabilitas. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sumber daya akan menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, isu yang diangkat Nunik menunjukkan bahwa transformasi digital menuntut lebih dari sekadar kesiapan teknis. Ia menilai bahwa gagasan Nunik memperlihatkan pemahaman yang matang mengenai pentingnya tata kelola yang konsisten dan sinergi lintas sektor, serta memberi arah strategis bagi daerah yang ingin membangun layanan digital yang benar-benar berkelanjutan.

 

 

 

 

Continue Reading

Karya Kawan

Tak ada Disharmonisasi di Kampar (Renungan kita, untuk melawan lupa)

Published

on

By : Nur Adlin (Wakil Ketua Partai Golkar Pemenangan Pemilu Wilayah I)

Bekawan.com – Sekitar 8 tahun Kampar tak memiliki Wabup, plus 5 tahun sebelumnya (ada tapi tak ada), dalam rentang jarak total 13 tahun, ada Catur sugeng hadir sebagai Wabupnya Alm. Azis zaenal, juga berkeadaan miris dalam fungsinya, artinya bukan sebagai pelengkap, tapi lebih bawah dan lebih rendah dari itu.

Namun kini, Pemerintahan baru hasil Demokrasi telah berjalan setahun, walaupun saya sebagai penulis bukan bagian dari tim pemenangan, namun merasa patut dan boleh menyampaikan opini saya, terutama terkait tuduhan yang sengaja diberitakan tanpa parameter yang jelas, dan terkesan pikiran sporadis, tentang Disharmonisasi antara seorang Wabup yang dianggap over fungsi oleh orang yang menyampaikan berita.

Untuk itu perlu kita kembali tahu atau mengingat bahwa tugas Wakil Bupati adalah membantu Bupati menyelenggarakan pemerintahan daerah, memberikan saran, mengoordinasikan instansi vertikal, memantau pemerintahan kecamatan/desa, serta melaksanakan tugas Bupati saat berhalangan sementara (tahanan/sakit), atau tugas lain yang didelegasikan Bupati, termasuk menjadi Bupati definitif jika Bupati berhalangan tetap. Wakil Bupati bekerja di bawah arahan Bupati dan bertanggung jawab kepada Bupati.

Maka jelas Job Deskripsinya bukan sebagai pelengkap, atau diam-diam saja, tapi bagaimana mendorong efektivitas pemerintahan lebih baik, khusus Kampar, wajar ada keterkejutan yang dialami beberapa orang, karena sudah sekitar 13 tahun Kampar serasa memiliki Pimpinan tunggal, dan ketika sekarang posisi Wabup difungsikan sebagai mana mestinya-untuk optimalkan roda pemerintahan yang mempunyai beban kerja- tentu bagi yang gagal paham ada keanehan di frasa pikirannya, karena menemukan kerja Wabup yang aktif, yang sudah lama tak ditemukan di Kabupaten Kampar.

Dengan demikian, tulisan ini ada agar pemikiran yang ber-sakwasangka yang dapat membuat simpang siur itu menjadi lebih bijak dan arif. Kritikan adalah hal yang lumrah, tapi yang tendensius tentu saja kurang afdhol.

Bupati adalah pemimpin eksekutif tertinggi di daerah tentu saja akan memanfaatkan formasi kepemimpinannya termasuk juga Wakilnya untuk pencapaian Visi Misi dengan anggaran yang telah ditetapkan bersama DPRD dalam tahun berjalan dan juga mempersiapkan program dimasa kedepan, tentu saja dilengkapi dengan evaluasi untuk memaksimalkan apa yang akan dicapai.

Akhir dengan tulisan ini, izinkan saya untuk mengisi media sebagai wahana berfikir kita bersama dan memperkokoh kebersamaan dalam membangun negeri kita ini, walaupun fungsi kita sebagai masyarakat dengan berbagai latar belakang juga terhitung sebagai patriot yang sportif.

 

Continue Reading

Trending