Connect with us

Kabar Kampar

PN Bangkinang Raih Sejumlah Capaian Selama 2021

Published

on

 

Bekawan.com – Pengadilan Negeri Bangkinang Kelas I B berhasil meraih sejumlah capaian selama 2021 diantaranya akreditasi penjaminan mutu (APM) dengan predikat “A” (excellent) sejak tahun 2018. Selanjutnya dalam lomba Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tingkat nasional yang digelar Dirjen Badilum RI, PN Bangkinang meraih juara kedua pada tahun 2021 dan juara pertama pada 2020.

Hal ini diungkapkan Ketua PN Bangkinang I Dewa Gede Budhy Dharma Asmara menggelar press release kinerja Pengadilan Negeri Bangkinang Kelas IB tahun 2021 sekaligus ramah tamah dengan pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar dan insan pers di ruang sidang Cakra PN Bangkinang Kelas IB, Jum’at (31/12/2021).

“Capaian ketiga adalah instansi pelayanan publik ramah terhadap penyandang disabilitas dan kaum rentan. Sedangkan capaian keempat adalah PN Bangkinang Kelas IB sebagai pilot project implementasi SPPT-TI (Sistem Peradilan Pidana Terpadu berbasis Teknologi Informasi,red),” ungkap Pria yang akrab disapa Dewa ini.

Sementara berkaitan rasio persentasi penangangan perkara PN Bangkinang Kelas IB selama tahun 2021 mencapai 84,19 persen. Kasus narkotika masih merupakan jenis perkara terbanyak sepanjang tahun 2021 dengan jumlah perkara sebanyak 278 perkara atau (37,98 %).

Disusul kasus pencurian 207 perkara (28,28 %), kejahatan perjudian 65 perkara (8,88 %), perlindungan anak 48 perkara (6,56%), penganiayaan 33 perkara (4,51%), penggelapan 30 perkara (4,10 %), penghancuran atau perusakan barang 11 perkara (1,50 %), penadahan, penerbitan, dan percetakan 11 perkara (1,50 %), tindak pidana senjata api dan benda tajam 10 perkara (1,37 %), kejahatan 6 perkara (0,82 %) dan lain-lain 33 perkara (4,51%).

Pria kelahiran Kalimantan Barat ini juga mengungkapkan sejumlah inovasi yang berhasil diciptakan PN Bangkinang Kelas IB. Diantaranya adalah sistem informasi penelusuran perkara (SIPP), e-court dan e-ligitasi, eraterang (elektronik surat keterangan), direktori putusan dan Siwas Mari (Sistem Informasi Pengawasan).

Inovasi lainnya adalah antrian PTSP dan antrian persidangan, aplikasi Mext SIPP (Monitoring Eksternal SIPP), aplikasi SIGAPP (Sita, Geledah dan Perpanjangan Penahanan Online), Viral (Virtual Layanan Asisten PN Bangkinang), JDIH PN Bangkinang dan e-Brosur.

Di PN Bangkinang juga terdapat ruang sidang online yang terdapat di Ruang Sidang Cakra (Utama) dan Ruang Sidang Kartika. Fasilitas lainnya juga ramah terhadap penyandang disabilitas, telah terdapat Ruang bermain anak, ruang laktasi, ruang kesehatan, meja protokoler persidangan hingga pojok media bagi insan pers yang ingin meliput persidangan.

Sementara itu Ketua PWI Kampar Akhir Yani mengapresiasi kepada PN Bangkinang Kelas IB yang telah menjaga kegiatan ini, ia berharap pihak PN Bangkinang Kelas IB selalu membuka keran informasi sesuai Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik dan amanah Undang-undang Pokok Pers.

“Melalui kegiatan ini insan pers Kabupaten Kampar bisa menjalin keakraban dengan PN Bangkinang dan mendukung tugas-tugas peliputan wartawan kedepan,” harap Akhir.

Turut hadir pada acara ini Wakil Ketua PN Bangkinang Dedi Kuswara, Panitera Siti Fatimah, Sekretaris Ricko Oktavius, Humas Ersin, sejumlah hakim, panitera dan 20an orang wartawan dari media cetak, elektronik dan online.

Kabar Kampar

Universitas Pahlawan Bangun Museum Rumah Lontiok di Kebun Raya Bangkinang

Published

on

Progres pembangunan Rumah Lontiok di Kawasan UP. sumber : FB Univ.pahlawan

Bekawan.com – Rumah adat Lontiok atau Rumah Pancalang yang kini kian langka di Kabupaten Kampar, perlahan mulai dibangkitkan kembali. Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) membangun Museum Sejarah dan Budaya khusus Rumah Lontiok di kawasan Kebun Raya Universitas Pahlawan, Jalan Datuk Seribu Garang, Bangkinang.

Langkah ini menjadi upaya konkret menyelamatkan warisan arsitektur tradisional Kampar yang hampir punah tergerus modernisasi.

Rektor Universitas Pahlawan, Prof. Dr. Amir Luthfi Dt. Bandaro Sati, mengatakan museum tersebut akan terdiri dari dua unit bangunan Rumah Lontiok asli. Pembangunan satu unit pertama saat ini dilaporkan hampir rampung, dan akan disusul satu unit lagi di sampingnya.

“Ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah identitas. Kami ingin mahasiswa dan masyarakat Kampar tidak lupa dengan akar budayanya sendiri. Rumah Lontiok adalah filosofi hidup orang Kampar,” ujar Prof. Amir Luthfi saat dikonfirmasi, Senin (27/10/2026).

Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di dalam kawasan Taman Kebun Raya bukan tanpa alasan. Selain sebagai ruang edukasi, museum ini nantinya akan menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan destinasi wisata edukasi budaya baru di Bangkinang.

Selama ini, Rumah Lontiok yang beratapkan ijuk dan berbentuk perahu dengan ujung lancip ke atas itu sudah sangat sulit ditemukan di perkampungan Kampar. Padahal, rumah ini memiliki nilai sejarah tinggi sebagai simbol status sosial dan kearifan lokal masyarakat Kampar tempo dulu.

Dengan adanya museum ini, UP berharap generasi muda tidak hanya mengenal Rumah Lontiok dari buku pelajaran, tetapi bisa melihat, menyentuh, dan mempelajari langsung konstruksi serta makna filosofis di balik setiap sudut rumah adat tersebut. (Sumber : FB. Univ.pahlawan) *dikembangkan menggunakan Meta AI

Continue Reading

Kabar Kampar

Satlantas dan OPT Samsat Bangkinang Gelar Ramp Check Operasi Lancang Kuning 

Published

on

Kasatlantas Polres Kampar AKP. Wulan saat melakukan pengecekan Kenderaan di Simpang Panca Salo.

Bekawan.com— Satlantas Polres Kampar bersama UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang (Samsat) dan sejumlah instansi terkait menggelar pemeriksaan kendaraan bermotor atau ramp check di Simpang Panca Salo, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 untuk meningkatkan keselamatan berkendara dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor.

Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kampar, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar, Dinas Perhubungan Kampar, serta Jasa Raharja. Pemeriksaan dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi, meliputi aspek keselamatan kendaraan dan kelengkapan administrasi.

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis, disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramdhani, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan operasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan di jalan raya.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Karena itu, edukasi dan pendekatan humanis menjadi bagian penting untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas,” ujar Wulan.

Ia mengimbau masyarakat agar mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, membawa dokumen kendaraan yang dipersyaratkan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang, Ade Syaputra, S.E., M.Si., mengatakan keterlibatan Samsat dalam kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor.

Menurut Ade, kepatuhan membayar Pajak Kendaraan Bermotor sesuai ketentuan merupakan bagian dari tanggung jawab pemilik kendaraan. Sinergi dengan kepolisian dan instansi terkait juga diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pelayanan dan kewajiban administrasi kendaraan.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kampar bersama UPT Samsat Bangkinang berharap masyarakat semakin disiplin dalam berlalu lintas, menjaga kelayakan kendaraan, dan memenuhi kewajiban administrasi. Upaya tersebut diharapkan mendukung terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Kampar.

Continue Reading

Kabar Kampar

Percepat Respons Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Baru untuk Damkar

Published

on

Bupati Kampar menyerahkan bantuan Kenderaan untuk Damkar Kampar.

Bekawan.com – Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat armada penyelamatan. Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyerahkan satu unit mobil rescue baru dan sejumlah sepeda motor kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) untuk mempercepat penanganan kegawatdaruratan di wilayah Kampar.

Penyerahan dilakukan secara simbolis usai apel rutin Senin pagi di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar. Mobil rescue tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Damkar Kampar, Yuricho Efril, Senin (26/10/2026).

Kepala Dinas Damkar Yuricho Efril bersama Bupati melihat unit Kenderaan untuk operasional.

Bupati Ahmad Yuzar mengatakan, penambahan armada ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas operasional dan keselamatan masyarakat.

Ia menginstruksikan jajaran Damkar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memangkas waktu respons (response time) saat menerima laporan dari masyarakat.

“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat. Fasilitas ini harus dirawat dengan baik dan digunakan secara optimal. Masyarakat harus merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan prima,” ujar Ahmad Yuzar dalam amanatnya.

Menurutnya, keberadaan mobil rescue baru ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi personel Damkar di lapangan dalam menjalankan tugas penyelamatan dan penanggulangan bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar.

Continue Reading

Trending