Kabar Kampar
Diserang Penyakit, Peternak Desa Gunung Bungsu Harapkan Bantuan Kerbau Pejantan dari Disbunnak Keswan
Kondisi ternak kerbau di Desa Gunung Bungsu. Foto : Bekawan.com
Bekawan.com – Masyarakat Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar di hebohkan dengan matinya puluhan ekor kerbau milik masyarakat yang sudah berlangsung selama 2 minggu terakhir.
Menurut keterangan Ketua Persatuan Ternak Kerbau Desa Gunung Bungsu (PTKGB) Hamdani menjelaskan bahwa fenomena ini sudah berlangsung dari 16 Agustus yang lalu namun sampai saat ini belum belum berakhir.
“Jumlah kerbau yang ada di Desa Gunung Bungsu sekitar 300 ekor, sampai hari ini ternak yang sudah terjangkit tersebut lebih kurang 180 ekor, penyakit ini mulai dari tanggal 16 Agustus yang sakit pertama itu anak-anaknya sebelum akhirnya merambah ke induk-induk ternak, yang awalnya peternak di Desa Gunung Bungsu ini berjumlah 75 Kepala Keluarga (KK) namun sekarang hanya tinggal sekitar 30 KK yang di sebabkan karena ada yang habis karena terkena penyakit dan ada juga yang habis karena di jual lantaran takut kerbaunya nantinya juga tertular,” jelas Hamdani, Selasa (30/8/2022).
Kemudian Hamdani juga berharap agar Disbunnak Keswan dapat memberikan solusi terbaik dalam mengatasi masalah ini karena peternakan merupakan salah satu faktor penggerak ekonomi di Desa Gunung Bungsu.
“Kami mewakili masyarakat berharap kepada Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar hendaknya masalah ini menjadi perhatian serius, karena beternak di Desa Gunung Bungsu adalah salah satu faktor ekonomi yang di harapkan oleh masyarakat, yang mana peternak Gunung Bungsu setiap tahunnya mampu menghasilkan 70-80 ekor hewan kurban setiap tahunnya,” harapnya lagi.
Selanjutnya tokoh adat Desa Gunung Bungsu Indra Fika menambahkan bahwa karena penyakit ini harga jual hewan kerbau di Desa Gunung Bungsu menjadi sangat anjlok dan merugikan para peternak.
“Kami bersama keluarga sudah menjual semua hewan ternak kami karena sudah terjangkit, ada juga kawan-kawan yang hewan ternaknya mati begitu saja, ada juga yang disembelih sehingga harga penjualannya sudah tidak stabil lagi, yang harga biasa untuk induk kerbau adalah 16 juta sekarang tinggal sekarang harganya 3 sampai 4 juta lagi,” jelasnya.
Kemudian salah seorang peternak kerbau Desa Gunung Bungsu Zulbi berharap agar kedepannya pemerintah daerah melalui PPKH dapat memberikan bantuan kerbau pejantan kepada peternak di Desa Gunung Bungsu karena penyakit ini telah menewaskan semua kerbau jantan yang nantinya akan berdampak kepada perkembangbiakan kerbau di Desa Gunung Bungsu.
“Saya beternak kerbau sudah 15 tahun, baru ini mengalami fenomena penyakit yang luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya, dalam hitungan jam hewan ternak ini mati, jadi sekarang kami setiap malamnya begadang untuk menunggui hewan ternak ini untuk berjaga agar tidak mati begitu saja dan kalau di memungkinkan untuk di sembelih kami sembelih, jadi harapan kami ke Pemda Kampar untuk memerhatikan peternak di desa kami entah itu bibit atau apa namanya yang jelas kami memerlukan pejantan untuk keberlangsungan peternakan kerbau kami di Desa Gunung Bungsu ini,” pungkas Zulbi.
Dari pantauan Bekawan.com di lapangan, terlihat jelas banyaknya kandang kerbau yang kosong karena mati dan di jual untuk mengurangi kerugian, meskipun ada hewan sapi di daerah peternakan ini namun sampai saat ini belum ada laporan adanya sapi yang terjangkit penyakit ini.
Kabar Kampar
Suksesnya Pergelaran Lawik Ombun Tanah Batuah Tepak Squad
Bekawan.com – Grup Musik Ethnic Modern asal Kampar sukses menggelar konser tunggal yang diberi nama Pergelaran Lawik Ombun tanah Batuah di Anjung Seni Idrus Tintin, Sabtu (17/10/2026) malam.
Dengan menggabungkan unsur tradisi dan alat musik modern, Tepak Squad mengangkat tradisi dan budaya Kampar kedalam setiap penggalan lirik yang penuh makna dan berhasil membius penonton yang hadir.
Selain masyarakat umum, gelaran seni Tepak Squad juga dihadiri Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, PAPPRI, Balai Bahasa Provinsi Riau, Diskominfo kabupaten Kampar, Yayasan Palangka Swarna Nusantara, Bujang dan Dara Kampar, Sekolah Musik Mutiara serta berbagai sanggar dan komunitas.
Pergelaran Lawik Ombun Tanah Batuah ini disupport langsung oleh kementrian kebudayaan Republik Indonesia dalam program dana Indonesiana tahun 2025 dan dilaksanakan pada tahun 2026.
“Kami sangat berterima kepada seluruh komponen yang telah mensupport sehingga terlaksana pergelaran lawik Ombun tanah Batuah ini,” ucap Mido Pulma Deslala selaku penerima manfaat dana Indonesiana.
Dalam wawancara dengan Radio Swara Kampar, Founder sekaligus Pencipta lagu Tepak Squad ini juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat mereka juga akan mengeluarkan single tentang Pahlawan asal Kampar.
“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan mengeluarkan single tentang Pahlawan asal Kabupaten Kampar,” jelas Mido.
Kabar Kampar
Perkuat Kepatuhan Pajak Kendaraan, Samsat Bangkinang Sambangi PT Virajaya
Bekawan.com — Upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan terus dilakukan UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang. Kali ini, sosialisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menyasar kalangan dunia usaha melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) di PT Virajaya Riau Putra.
Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi perpajakan kepada pelaku usaha, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran akan pentingnya memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor sebagai salah satu kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Kedatangan tim UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang disambut langsung oleh General Manager (GM) PT Virajaya Riau Putra, Armaini, S.T., M.T., didampingi Manager Pabrik Bambang Yutrawendi, S.T.
Kepala UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang, Ade Syaputra, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa sosialisasi langsung kepada pelaku usaha merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan informasi perpajakan sekaligus meningkatkan pemahaman wajib pajak mengenai pentingnya memenuhi kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor.
Menurutnya, peningkatan kepatuhan wajib pajak membutuhkan edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan, termasuk melalui pendekatan langsung kepada perusahaan yang memiliki kendaraan untuk mendukung kegiatan operasionalnya.
“Kami terus berupaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat, termasuk kalangan dunia usaha, terhadap kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor. Melalui sosialisasi ini, kami berharap informasi perpajakan dapat dipahami dengan baik sehingga tumbuh kesadaran untuk memenuhi kewajiban pajak secara tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ade Syaputra.
Ia juga menegaskan bahwa dunia usaha merupakan salah satu mitra penting dalam mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan sektor swasta perlu terus diperkuat melalui komunikasi, edukasi, serta penyebarluasan informasi yang mudah diakses dan dipahami.
Dalam kegiatan tersebut, tim UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang menyampaikan informasi mengenai Pajak Kendaraan Bermotor, pentingnya ketepatan waktu pembayaran pajak, serta kewajiban perpajakan kendaraan yang digunakan untuk menunjang aktivitas operasional perusahaan.
Pendekatan langsung kepada pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai kewajiban perpajakan sekaligus membangun hubungan komunikasi yang positif antara pemerintah daerah dan sektor industri.
Melalui kegiatan ini, UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang berharap semakin banyak pelaku usaha yang berperan aktif dalam mendukung kepatuhan pajak kendaraan bermotor. Kepatuhan tersebut tidak hanya mencerminkan tanggung jawab wajib pajak, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi bersama dalam mendukung pembangunan daerah.
UPT Pengelolaan Pendapatan Bangkinang berkomitmen untuk terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi perpajakan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk dunia usaha, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak serta mendukung optimalisasi pendapatan daerah Provinsi Riau.
Kabar Kampar
Badikiu Gubano Asal Kampar Pukau Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Bekawan.com – Sejumlah anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar terlihat memainkan musik sambil melantunkan syair-syair, memukau Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan tamu undangan yang hadir dalam acara puncak Peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 yang digelar Ahad (18/10/2026) di Pekanbaru.
Anak-anak dari UPT SDN 016 Bukit Ranah dibawah pimpinan Dina Susanti ini tengah menampilkan tradisi lisan Badikiu Gubano yang masih dijaga dan dilestarikan, lirik dari gubano merupakan zikir dan puji-pujian kepada Allah dan memberikan pesan semangat bergotong-royong dalam bermasyarakat.
“Suatu kebanggan bagi kami dan anak-anak bisa tampil didepan Menteri Kebudayaan RI Bapak Fadli Zon,” ungkap Dina Susanti.
Menurutnya, selaku pimpinan Gubano BERKAT, pengaplikasian budaya memang harus diterapkan di lintas generasi dan generasi muda ini lah tunas yang harus kita mulai dan jaga untuk keberlangsungan kebudayaan kelak.

Foto bersama tim asal Kampar bersama Fadli Zon.
“Semoga di tahun depan kita bisa menampilkan arak-arakan keberagaman budaya yang lebih meriah dari tahun ini dan bisa menampilkan keberagaman budaya yang lebih unik yang ada di Kampar,” harapnya.
Dalam rangka memperingati hari Kebudayaan Nasional, Provinsi Riau juga mengadakan pawai arak-arakan keberagaman yang diadakan di gedung LAMR Kota Pekanbaru dan dihadiri langsung Menteri kebudayaan Fadli Zon.
Selain menampilkan Badikiu Gubano, dalam kegiatan ini kabupaten Kampar membawakan keberagaman budaya, seperti parade baju adat Kampar yang langsung diwakili para Datuk-datuk dari Kampar beserta tim Palangka project, Himpunan Siompu Kampar (HSK), dan Bujang Dara Kampar sebagai mempelai.
-
Kabar8 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik8 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik7 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik10 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik7 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
