Connect with us

Karya Kawan

Muara Selaya, Desa Bagaikan Kota

Published

on

Oleh : Repol S.Ag (Anggota DPRD Kampar)

Muara Selaya adalah satu dari 20 desa di Kecamatan Kampar Kiri, tahun 2018 ini saya dan keluarga berkesempatan merayakan Idul Adha di desa yg berada di sebuah lembah yg kelilingi bukit-bukit yang dihiasi hijaunya pepohonan.

 

Saya bersama istri, Erni Haerani, S.Pd, MM datang ke kampung ini pertama kali tahun 2004 silam, sebelum saya dilantik pada periode pertama saya sebagai wakil rakyat, untuk menikmati sejuknya Muara Selaya diwaktu malam dan subuh hari.

Anggota DPRD Kampar Repol, S.Ag menyaksikan pemotongan hewan kurban miliknya di Desa Muara Selaya.

Kala itu Muara Selaya adalah kampung tanpa cahaya serta gelap tanpa lampu listrik di malam hari, yang ada hanya lampu pelita gantung dangan minyak tanah bahan bakarnya.

Tahun 2005 setelah dilantik sebagai wakil rakyat saya kembali datang ke sana dan atas usulan Kades bang Edison, saya memasukkan Anggaran pada APBD Tahun 2007 pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Alhamdulillah setelah PLTMH dibangun masyarakat sudah merasa agak merdeka karena sudah mendapatkan penerangan listrik siang dan malam diwaktu musim hujan, jika dimusim kemarau, listrik hanya bisa hidup pada malam hari saja.

Alhamdulillah lebaran Idul Adha tahun ini jaringan PLN sampai ke desa yg memiliki air terjun yg indah ini bahkan sudah bisa menikmati jaringan seluler plus internetnya.

Pemotongan hewan kurban dilaksanakan warga dipinggir sungai.

Dilain sisi jalan yg dulunya tanah berlumpur diwaktu hujan dan kerikil yg berdebu diwaktu kemarau sekarang jalannya sudah di rigid (beton semen) yang konon kabarnya menelan biaya lebih kurang 7 milyar rupiah /KM seperti jalan di Rimbo Panjang.

Selamat merdeka Muara Selaya, selamat merayakan hari kemerdekaan, selamat Idul Adha dan selamat menikmati masakan daging kurbannya.
Ucapan terima kasih kepada masyarakat Muara Selaya khususnya Pak Kades Edison dan Istri sekeluarga atas hidangan tumis lompok ayam kampungnya yg khas, jangan bosan jika kami kembali lagi..***

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Karya Kawan

Zalka Putra, Kades 2 Periode ke Caleg Nomor 2

Published

on

By

Terlahir sebagai lelaki satu-satunya dari 5 bersaudara dan dibesarkan dari keluarga petani yang sangat sederhana di Desa Rimbo Panjang, menjadikan sosok Zalka Putra, sudah terbiasa berjuang untuk menghidupi keluarganya sejak kelas 3 SMP.

Ia mengorbankan masa mudanya dengan bekerja sebagai buruh tani. Pekerjaan itu juga yang akhirnya menghantarkan dirinya bisa menimba ilmu di bangku perkuliahan.

Bagi Zalka Putra, kehidupan yang sulit sudah biasa dia jalani sejak usia belia, namun ia bertekad agar apa yang ia alami jangan sampai dirasakan oleh orang-orang sekitarnya.

Tahun 1994, Jurusan manajemen di Fakultas Ekonomi UNRI (UR) menjadi pilihan Zalka Putra untuk mengenyam pendidikan di Perguruan tinggi, belum genap 3 tahun menjalani pendidikan di UNRI, Zalka muda sudah mendapatkan amanah untuk menjadi Ketua RT di Rimbo Panjang.

Sosok Zalka Putra dikenal hobi berorganisasi

Sehingga ada motivasi lain dalam diri Zalka Putra untuk memutuskan bersusah payah mencari biaya kuliah disamping menghidupi keluarganya, yakni agar ilmu yang didapatnya tak hanya bermanfaat bagi dirinya namun juga bermanfaat bagi orang-orang disekililingnya dan masyarakat.

Berperan aktif sebagai Ketua RT di Rimbo Panjang menjadi awal kiprahnya ditengah masyarakat, semenjak itu Zalka bertekad untuk terus melayani dan memberikan pelayanan serta memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Terlibat dibanyak organisasi seperti OPRIS menjadi pilihan Zalka Putra agar berguna ditengah masyarakat, karena dirinya meyakini untuk dapat melayani dan memberi pelayanan bagi masyarakat harus banyak ikut terlibat di organisasi kemasyarakatan.

Zalka Putra Bersama Generasi muda

Zalka Putra turut aktif membina anak anak muda melalui sepak bola dan bola voli, upayanya pun berbuah manis, karena binaannya kini telah menjadi atlit di Porda Kampar dan Pekanbaru, bahkan sudah ada yang bekerja di berbagai instansi pemerintah dan non-pemerintah.

Selain melakukan pembinaan terhadap anak anak muda melalui olahraga, Zalka Putra juga memfasilitasi pendidikan atlit yang berprestasi hingga mereka dapat merasakan bangku perkuliahan. Hal itu dilakukanya karena Ia tidak ingin perjuangan yang begitu pahit yang dialaminya dahulu, dirasakan oleh anak-anak binaannya.

Pembinaan generasi muda, begitu penting dimata Zalka, karena menurutnya selain untuk mewujudkan minat, bakat dan cita-cita, pembinaan juga bisa menjaga dan menjauhkan generasi muda dari perbuatan negatif seperti narkoba dan pergaulan bebas, yang dinilainya sangat membahayakan generasi muda, para penerus perjuangannya kelak.

Selain bidang olahraga dan pendidikan yang menjadi perhatiannya, Zalka Putra juga menjadi bagian dari remaja masjid, bahkan dirinya dititipkan amanah sebagai Ketua remaja masjid saat itu, seiring dengan itu Zalka Putra juga menjadi guru ngaji dan MDA hingga tahun 2004.

Berdialog bersama masyarakat

Semua dilakukan semata-mata agar dirinya terus dapat melayani dan memberikan pelayanan bagi seluruh elemen masyarakat.

Zalka menilai, usahanya membangun masyarakat ditingkat organisasi dirasakan masih sangat kurang, untuk itu, setelah selesai menjalani tugas sebagai Ketua RT dan berbagai organisasi di tingkat masyarakat, Zalka Putra diberi amanah untuk menjadi sekretaris LPM hingga terpilih menjadi Kepala Desa Rimbo Panjang pada tahun 2005 hingga 2017.

Pada saat menjadi kepala Desa, Zalka Putra mulai membenahi apa yang tidak bisa ia benahi saat terlibat di berbagai organisasi kemasyarakatan, diantaranya melakukan pembenahan terhadap lembaga sosial dan sarana Pendidikan di Rimbo Panjang.

Ia juga membangun pusat restorasi gambut dan pengendalian Karhutla yang selalu menjadi masalah di Rimbo Panjang, melanjutkan pembangunan generasi muda melalui sepak bola, bola voli dan memfasilitasi pendidikan atlit berprestasi, hingga pada puncak kepemimpinanya, bersama–sama masyarakat berhasil mendirikan SMK N 1 Tambang yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bersama simpatisannya

Dirinya juga dipercaya langsung oleh masyarakat untuk menjadi ketua Komite sehingga dapat terus mengawal dan melayani masyarakat yang hendak melanjutkan Pendidikan di SMKN 1 Tambang.

Dari pengalamannya sebagai Kades, Zalka Putra menyadari bahwa kompleksnya persoalan didesa serta rendahnya kemampuan desa untuk mewujudkan berbagai kebutuhan masyarakat, untuk itu ia memandang perlu keterlibatan Anggota DPRD yang menyerap aspirasi masyarakat desa.

Untuk itu, berdasarkan pengalaman dan pengabdiannya selama menjadi Kepala Desa, dirinya memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih jauh, agar kebutuhan masyarakat di desa dapat terpenuhi.

“Saya memegang prinsip bahwa dalam menjalani hidup, melayani dan memberikan pelayanan bagi masyarakat sudah menjadi rutinitas dalam setiap hari, sehingga tidak ada satu haripun yang saya lewatkan tanpa melayani dan memberi pelayanan bagi masyarakat,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (11/4/2019).

Setelah tugasnya melayani dan memberikan pelayanan bagi masyarakat di Desa Rimbo Panjang hingga tahun 2017 selesai, Zalka Putra memutuskan untuk tetap melayani dan memberikan pelayanan bagi masyarakat melalui DPRD di Kabupaten Kampar.

Melalui Partai Keadilan Sosial atau PKS Nomor Urut 2, beliau saat ini merupakan Calon Anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Daerah Pemilihan Tambang, Kampar, Kampa, Rumbio Jaya, dan Kampar Utara.

Zalka Putra memanggil dan mengajak bagi masyarakat Tambang, Kampar, Kampa, Rumbio Jaya, dan Kampar Utara untuk ikut berkontribusi bersama dirinya dalam melayani dan memberikan pelayanan bagi masyarakat melalui DPRD Kampar, “Yuk tanggal 17 April 2019 datang ke TPS, Lalu buka surat suara warna hijau, cari partai PKS dan coblos nomor urut 2 atas nama Zalka Putra,” ajaknya.

Continue Reading

Karya Kawan

Kagumi Sosok Soeharto, Isthu Nyaleg Lewat Partai Berkarya

Published

on

Bekawan.com -Meski sudah berkecimpung didunia politik sejak 2009 silam dan pernah bergabung dengan sejumlah Partai Politik, namun Isthu Swandana melabuhkan pilihannya untuk maju menjadi Calon Legislatif melalui Perahu Partai Berkarya.

Selain restu dari orang tua dan keluarga, kekagumannya terhadap sosok Presiden Soeharto melabuhkan pilihannya ke partai No 7 yang di nakhodai Hutomo Mandala Putra atau yang akrab yang disapa Tomi Suharto ini.

Isthu Swandana saat berziarah ke Makam Presiden Soeharto dan Ibu Tin Suharto.

“Dari 2009 saya mulai aktif ikut Parpol dan organisasi sayap partai, meski ada beberapa partai yang pernah ngajak saya, namun kekaguman saya kepada sosok Pak Harto membuat saya memilih Partai Barkarya, dan Alhamdulillah orang tua dan keluarga besar merestui pilihan saya,” ungkap Isthu ditemui dikediamannya, Jl. Datuk Tabano Bangkinang Kota.

Kekagumannya Caleg Berkarya No urut 6 ini bukan tanpa alasan, menurutnya sosok Presiden ke 2 Indonesia ini dikenal tegas dan tidak kejam ke masyarakat sehingga masyarakat merasa aman.

“Ketika Pak Harto masih memimpin mungkin saya masih Kelas 3 SMP, tapi saya pernah merasakan uang jajan itu 50 rupiah 1 hari, yang bikin saya lebih kagum beliau pemimpin yang tegas, beliau tidak kejam ke masyarakat beliau lebih kejam ke premanisme sehingga kita lebih aman dan tentram,” papar Isthu.

“Dia seorang prajurit TNI yang banyak strategi, saya rasa beliau lebih hebat daripada raja-raja sebelumnya yang pernah berkuasa di Indonesia, terbukti dengan 32 Tahun dia bisa memimpin NKRI tanpa gejolak sebelum kerusuhan 98 terjadi,” pungkas Isthu.

Selain itu, lanjut Isthu, sosok Soeharto juga yang tegas dan berwibawa serta kharismatik ditambah lagi politik luar negeri yang tegas menjadikan beliau pemimpin yang disegani dunia.

Berikut foto-foto kedekatan Isthu Swandana dengan Keluarga Cendana :

Continue Reading

Karya Kawan

Isthu Swandana, Siap Jadikan Kampar yang Lebih Baik Mandiri dan Agamis

Published

on

Bekawan.com -Muda, enerjik dan visioner, gambaran itu nampak pada diri seorang Isthu Swandana, Calon Legislatif DPRD Kampar Dapil 1 dari Partai Berkarya ini.

Ditemui disela-sela kesibukannya menyiapkan Alat Peraga Kampanye (APK), Pria murah senyum ini mengungkapkan secara gamblang program yang ia tawarkan ke masyarakat serta motivasinya terjun ke dunia politik.

“Potensi desa yang besar, mendorong kita untuk menjadikan ekonomi kreatif berbasi UMKM di setiap desa yang berbasis Home Industri dan desa mandiri,” ungkapnya, Kamis (28/3/2019).

Perlahan tapi pasti programnya untuk memperjuangkan masyarakat menengah kebawah sudah mulai dirintis Isthu meski dirinya belum menjadi Anggota Dewan dengan mengajak warga menanam Ubi Gajah atau Ubi Racun yang memiliki potensi tinggi dengan membantu penyediaan bibit dan penjualan setelah panen.

“Jika warga memiki lahan kosong, kita bantu mereka menanam Ubi Gajah, bagi yang belum memiliki lahan, mereka (warga,red) bisa bekerjasama dengan warga lainnya yang memiliki lahan dengam sistem yang sama-sama menguntungkan,” papar Alumni S1 Ilmu Pemerintahan ini.

Salah satu kegiatan Isthu Swandana saat turun meninjau usaha warga disalah satu desa.

Ia mengungkapkan, setelah dirinya sosialisasi ke lapangan, salah satu kendala dunia pertanian Kampar yang ditemuinya adalah ketersediaan pupuk bersubsidi, “itu nggak pernah sampai ke masyarakat, hal seperti ini yang mau kita perbaiki kedepannya. Tahun 2015 saya punya pengalaman untuk pupuk subsidi, cara pengambilannya seperti apa, pengalaman itu yang kita manfaatkan,” ungkapnya.

Caleg DPRD dari Partai Berkarya, Nomor urut 6 ini mengulas, Desa Mandiri akan dikelolah oleh masyarakat, sedangkan untuk tim yang membantu perjuangan dirinya bisa menjadi bagian koperasi yang fokusnya untuk pembinaan ekonomi kreatif perkebunan perikanan maupun perikanan.

“Yang penting ada kemaun dari masyarakat, nanti kita bina, masyarakat tidak perlu memikirkan modal, sayapun siap dengan gaji saya pribadi, saya sumbangkan untuk pembinaan ini, setelah ada hasil, semoga Pemda tidak tutup mata lagi harapan kita seperti itu,” terang Isthu.

Sebagai Kabupaten yang bergelar Serambi Mekahnya Riau ditambah lagi Kota Bangkinang yang dikenal dengan slogan Kota Beriman, Isthu Swandana menilai perlu menguatkan program di bidang agama, untuk itu ia berencana membuat Rumah Singgah Tahfidz, “konsepnya Sabtu sore anak-anak pulang sekolah bisa langsung diantar ke rumah singgah, setelah sholat Isya malam Seninnya, orang tua bisa menjemput anak-anaknya, jadi kita buat semi Pesantren, minimal 1 Rumah Singgah Tahfidz untuk Kabupaten Kampar sebagai percontohan, jika memungkinkan kita buat hingga Kecamatan dan desa,”
paparnya.

Visi dan Misi Isthu Swandana Caleg Nomor urut 6 Partai Berkarya.

Slogan Serambi Mekah lanjut Isthu harus jadi pemicu semangat semua element yang ada di Kabupaten Kampar untuk meningkatkan program religi.

“Kita menyandang gelar Kabupaten Serambi Mekahnya Riau, dari segi Islamic Centre kita kalah dari kabupaten tetangga, apalagi dibidang akidah, makin kesini orang tua makin khawatir terhadap perkambangan anak-anaknya,” tambahnya.

Meski sudah lama berkecipung di dunia politik, namun kesuksesan mengantarkan Pasangan Calon Bupati Alm. Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto meraih suara terbanyak pada Pilbup 2017 lalu, menjadi pemicu semangat Isthu untuk berkiprah demi masyarakat melalui jalur legislatif.

“Sebenarnya dari awal saya juga nggak ambil pusing politik, belakangan ini kita mau nggak mau sudah terjun di gelombang politik saat membantu pemenangan Almarhum Pak Azis sama apa Catur, makin kesini makin ada dorongan dari teman-teman dari keluarga dari tokoh-tokoh partai,” jawab Isthu saat ditanya alasannya memutuskan berjuang melalui Calon Legislatif.

Selain itu, lanjutnya, menjadi Serjana dibidang Ilmu Pemerintahan dan Politik semakin membuatnya tertarik dan tertantang, “karena ada tantangan disitu yakni mewujudkan janji menjadi kenyataan yang selama ini yang kita dapatkan di lapangan banyak pejabat setelah Pilkada maupun Pileg, masyarakat hanya dijadikan tempat perolehan suara, begitu duduk mereka lupa akan janjinya. Kita ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat, bahwa tidak semua Anggota DPR itu lupa kan janji mereka,” pungkas Isthu.

Continue Reading

Trending