Connect with us

Kawan Ngopi

Potret Kekhidmatan Rapat Paripurna Hari Jadi Ke-69 Kabupaten Kampar

Published

on

Bekawan.com – Usia 69 Tahun bukan usia yang dianggap muda lagi, sebuah perjalanan panjang telah terbentang ribuan peristiwa, gagasan, fikiran dan tenaga telah dituangkan, semangat kebersamaan telah pula dijalin dalam sebuah proses panjang membangun Kabupaten Kampar “serambi Mekahnya Riau”.

Hari jadi Kabupaten yang telah “melahirkan” Kabupaten Pelalawan dan Rokan Hulu ini setiap tahun diperingati meriah seperti lahirnya Kabupaten-Kabupaten lain di Indonesia.

Berbagai agenda sempena HUT Kampar digelar, dengan harapan agar hari jadi tanah peradaban ini bisa dirasakan dan dinikmati oleh segenap lapisan masyarakat hingga ke daerah pelosok negeri yang dulu konon bernama Minanga Kampua ini.

Mulai dari bakti sosial yang berisi pengobatan, khitan massal gratis, pembagian paket sembako hingga Karnaval budaya dan Festival Lemang salah satu jajanan khas Kabupaten Kampar, puncak peringatan HUT Kampar berlangsung dalam gelaran nan khidmat Rapat Paripurna DPRD Kampar yang dipimpin Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri S.Ag didampingi unsur pimpinan dewan lainnya, bersanding dengan Plt. Bupati Catur Sugeng Susanto.

sejumlah tamu kehormatan dan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat dan mantan pejabat Kampar duduk berdampingan menyaksikan prosesi Paripurna istimewa tersebut, berikut potret kekhidmatan Paripurna Istimewa Hari jadi ke-69 Kabupaten Kampar :

 

 

  • Mantan Gubernur Riau dan Bupati Kampar Saleh Djasit saat memberikan Sambutan di Rapat Paripurna HUT Kampar.

  • Pimpinan Rapat Paripurna HUT Kampar bersama Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.

  • Anggota DPRD Kampar saat mengikuti Paripurna HUT Kampar.

  • Tamu undangan terlihat khidmat mengikuti Sidang Paripurna Istimewa.

  • Anggota dewan Triska Felly, Firman Wahyudi, Syahrul Aidi, Saat mengikuti sidang Paripurna HUT Kampar ke 69.

  • Anggota DPRD Kampar.

  • Anggota DPRD Kampar, Sri Rahayu Mulyani, Zulfan Azmi dan Jamris

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Karya Kawan

Hutan Mangrove Pesisir Riau dan Sejuta Potensinya

Published

on

foto: Samudranesia.id

Bekawan.com – Ada yg tau luas hutan mangrove di Pesisir Riau?
Kalau ada yg tau itu bagus tapi kalau belum tau cobelah cari tau.
Pentingkah? Tidaklah terlalu penting tapi paling tidak menambah pengetahuan.

Tapi yang lebih penting lagi adalah sudah seberapa besar potensi mangrove ini telah di manfaatkan? Pada umumnya masyarakat pesisir menjadikan hutan mangrove untuk pembalakan liar (teki dalam bahasa Melayu Selatpanjang,red) kemudian di jual kepada tokeh untuk di jadikan arang.

Hutan Mangrove Pesisir Riau.

Salahkah mereka? tidak salah juga, mengapa mereka melakukan hal tersebut sebab itulah salah satu sumber penghidupan mereka. Sebenarnya jika menilik lebih jauh akan potensi dan manfaat mangrove sangat besar. Secara ekologis kehadiran mangrove merupakan tempat perkembangbiakan ikan. Jadi semakin lebat hutan mangrove maka akan banyak ikan.

Kemudian dari sisi ekonomi, banyak olahan-olahan yang bahan dasarnya mangrove misalnya Sirup mangrove, dodol mangrove, bedak mangrove dan baru-baru ini di daerah Banyuwangi telah ada kopi mangrove. Tidak hanyak sampai disitu dengan ide kreatif masyarakat setempat hutan mangrove bisa disulap menjadi tempat wisata. Keren kan..!!!.

Tantangan kedepan adalah bagaimana pemanfaatan hutan mangrove ini bisa di manfaatkan secara maksimal dan siapa yang bisa memanfaatkan potensi ini. Perlunya langkah2 yang strategis didalam memberikan pemahaman kepada masyarakat didalam memanfaatkan mangrove ini.

Kemudian perlu ide-ide kreatif terutama para aktivis akademisi dan lembaga lembaga non pemerintah untuk turut serta. Paling tidak masyarakat di berdayakan dengan program pemberdayaan dari hulu sampai kehilir.
Mudah-mudahan ada orang-orang yang mempunyai niat tulus ikhlas didalam mengerakkan masyarakat. (Ahmad, Penggiat Lingkungan)

Continue Reading

Kabar Kampar

KKI Mulai Serah Terima Kavlingan Kurma, November Target 300 Konsumen

Published

on



Bekawan.com – Kawasan Kurma Indonesia (KKI), Sabtu (09/11) melakukan serah terima kavlingan kurma dan sekaligus mengajak langsung para konsumemnya le lokasi kaplingan kawasan kurma, di Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Aris Sutopo, selaku konsumen mengaku sangat takjub dengan lokasi kawasan kurma. Karena lokasinya menjanjikan untuk tempat wisata. ” Jadi tidak salah tempat saya melakukan investasi kedepanya. Sebab lokasinya memang indah,”ujar warga Kota Pekanbaru ini.

Lanjutnya mengenai, Investasi lahan kurma ini kemungkinan baru bisa dia nikmati 4 sampai 5 tahun kedepan. Hal ini dikarenakan Kurma ini tanaman yang manja. “Jadi saya mengerti sedikit mengenai penanaman kurma perlu perawatan yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik. Jadi wajar saja agak lama menunggu sedikit,”ucapnya.

Aris Sutopo, mengatakan kalau dia selaku nasabah KKI Cabang Raiu sudah hampir 2 tahun. Hari ini dia baru punya kesempatan datang untuk melihat kaplingan miliknya. “Sekaligus kedatangan ini untuk membuktikan adanya isu isu mengenai lahannya tidak jelas. Tetapi, ternyata semua itu bohong, setelah saya datang dan melihat langsung lokasinya,”tuturnya.

Ia berpesan, agar para nasabah yang lain jangan langsung percaya jika ada kabar berita yang sumbang. Untuk para nasabah lebih baik datang langsung ke sumber yang tepat. ” Ya, seperti saya ini bisa langsung datang dan melihat lokasinya,”ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Nasrul, mengenai dirinya selaku Nasabah percaya terhadap KKI, meskipun ada hal yang miring di social media. Namun dengan menghubungi langsung pihak perusahaan dan juga datang langsung ke lokasi menjadi bukti, kalau semua itu tidak benar. 

“Kalaupun ada keterlambatan biasa biasa saja, yang penting semua berjalan. Seperti halnya kaplingan milik saya semua sudah ditanami kurma dan lainynya sesuai dalam akad,”ungkap warga Kabupaten Pangkalan Kerinci ini.

Namun dirinya dalam hal ini, berharap KKI agar tepokus dengan misi yang dijalankannya dan tidak terpengaruh dengan berita berita miring. Karena nasabah pastinya  sangat  berharap agar bisnis investasi kurma dapat berjalan dengan baik. “Saya percaya dengan KKI, karena sudah membuktikan sendiri lahannya,”tuturnya.

Sampai Maret Lavering Berlangsung

Legal Kawasan Kurma Indonesia-Riau (KKIR) Cabang Riau Aidil, menyebutkan perusahaan komitmen dengan apa yang sudah disepakati bersama nasabah. “Karena itu dalam Lavering yang dilaksanakan ini, kami langsung membawa nasabah ke lokasi kaplingan yang mereka miliki,”ujarnya.

Dengan tahunya nasabah Kaplingan mereka ini, bisa langsung melihat lihat kapan punya waktu para nasabah. “Bahkan kalau nasabah kesulitan alat transportasi, perusahaan siap membantu dengan armada yang dimiliki, serta jadwal yang sudah di sediakan”jelasnya.

Dan untuk diketahui juga kata Aidil, KKIR akan mengadakan Lavering ini tiap minggu. Waktunya dimulai dari Bulan November sampai Maret 2020.  

” Kami akan menghubungi dan menjadwalkan Nasabah yang akan serah terimakan. Jadi jika nasabah yang punya waktu silahkan datang dan kami akan mengantarkannya,”jelasnya lagi.

Selain itu untuk Lavering bulan November ini lahan yang akan dibagikan untuk blok A,B,C dan D. Sedangkan untuk bulan Desember blok E,F,G da H.

“Begitu juga untuk blok berikutnya akan dilanjutkan ke blok blok nasabah lainnya. Jadi nasabah akan tahu dimana miliknya,”sebutnya.

Terkait mengenai Lavering ini, Nasabah yang ingin mendapatkan kejelasan lebih mendalam lagi, diharapkan bisa langsung menghubungi pihak perusahaan atau langsung ke Kantor KKIR. ” Agar para nasabah tidak mendapat penjelasan yang simpang siur mengenai informasi yang diberikan,”harapnya. (rilis).

Continue Reading

Kawan Ngopi

Selama 32 Tahun Menunggu, Warga Sinama Nenek dan PTPN V teken Perjanjian Kerjasama

Published

on

Bekawan.com – Warga Desa Sinama Nenek melalui Koperasi Nenek Eno menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Perkebunan Nusantara V (PTPN V) tentang pengelolaan kebun kelapa sawit dan karet di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar, Rabu (16/10).


Perjanjian kerjasama pengembalian lahan eks. PTPN V ini ditandatangani oleh Ketua Koperasi Nenek Eno KH.Muhammad Alwi Arifin, Sekretaris Kurnia Sejahtera, Bendahara Harpin S.sos dengan Direktur Utama PTPN V Jatmiko Krisna Santosa, dengan saksi-saksi Kadisbunnak Keswan Ir. Bustan dan Kadis Perdagangan, Koperasi dan UMK Zamzami Hasan SE, MSi mengetahui Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto SH.

Bupati Kampar H. Catur bersalaman dengan Dirut PTPN V Jatmiko.


Direktur Utama PTPN V Jatmiko Krisna Sentosa memaparkan bahwa perjanjian kerjasama antara pihaknya dan Warga Sinama Nenek menjadi hari yang istimewa sejak rapat terbatas dengan Presiden Ir. H. Joko Widodo tentang penyelesaian atas lokasi pengembalian lahan kebun eks PT. Perkebunan Nusantara V seluas 2.800 Ha.


“Hari ini pula berangkat dari keinginan bersama baik dari PTPN V dan masyarakat Sinama Nenek untuk bekerjasama, seluas 2.800 hektar lahan kebun sudah kami serahkan ke negara dan negara sudah menyerahkan ke masyarakat Sinama Nenek. Insyallah kami sampaikan  sepenuh hati akan bekerjasama sehingga 5 tahun kedepan dapat bapak peroleh hasil yang  maksimal,” terang Dirut ptpn V.

Bupati Kampar teken perjanjian kerjasama.


Berdasarkan paparan Kakanwil BPN Riau, pihaknya telah membuat 1.835 sertifikat melalui Program Tora dari luas lahan 2.800 hektar. Ia juga berharap PTPN V dan koperasi bisa menjaga ketertiban masing-masing.

Sementara itu, Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto SH membeberkan proses panjang yang sudah dilalui dalam menyelesaikan sengketa lahan PTPN V dan Sinama Nenek. dan berharap perjanjian kerjasama akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sinama Nenek.

Ketua Koperasi menandatangani perjanjian kerjasama.


“Saya masih ingat waktu itu Pak Presiden menghampiri saya menyampaikan bahwa ada masyarakat yang menjumpai beliau, kemudian Pak Presiden meminta waktu 2 bulan, tahu-tahu 2 minggu Pak Presiden mengundang kami ke istana untuk rapat terbatas terkait penyelesaian ini.  Mudah-mudahan ini menjadi jawaban menuju masyarakat Sinama Nenek yang sejahtera dimasa yang akan datang,” jelas Bupati Kampar.

Kadisbunnak Keswan Ir. Bustan meneken perjanjian sebagai saksi.


Harapan yang sama juga diungkapkan Kadisbunnak Keswan Ir. Bustan, ia berharap setelah penandatanganan perjanjian, terwujudnya kerjasama yang baik antara koperasi dengan perusahaan.


“Sehingga tidak ada persoalan dikemudian hari. Pemerintah juga akan melakukan pendampingan terhadap koperasi,” harap Bustan.

Continue Reading

Trending