Connect with us

Kawan Ngopi

Déjà vu dan Kenangan kepada Entah

Published

on

Penulis: Herman Attaqi

 

Pernahkah kawan mengalami deja vu? Atau tahukah kawan apa itu deja vu? Dari bahasanya kita bisa menduga deja vu berasal dari bahasa Prancis yang artinya ‘pernah merasa atau melihat’. Semacam kenangan kepada seseorang atau sesuatu tapi entah kapan dan dimana. Tapi, kajian kita kali ini lebih melihat secara ilmiah atau proses saintifiknya dan bukan menggambarkan perih getir atau sisi dramatik hidup ini. (Kalau itu biarlah pujangga menuliskannya di kala hujan sambil minum secangkir kopi).

 

Seperti saat kawan berkunjung ke sebuah tempat, lalu tetiba terlintas dalam pikiran seolah – olah pernah berada disana. Tempat itu sepertinya tidak asing padahal kawan sama sekali belum pernah kesana. Pengalaman itulah yang disebut deja vu.

 

Istilah deja vu diciptakan pada tahun 1876 oleh filsuf Prancis Emile Boirac untuk menggambarkan perasaan yang kuat bahwa pengalaman yang kawan alami sekarang sudah pernah dialami di masa lalu. Menurut How Stuff Works, 70 % manusia pernah mengalami hal ini dan yang paling sering berada dalam rentang usia 15 – 25 tahun.

 

Meskipun deja vu bukanlah hal yang terlalu asing, namun tak banyak ilmuwan yang mampu menjelaskan secara komprehensif. Bahkan sampai hari inipun para peneliti masih berupaya mengembangkan teori – teori yang ada.

 

Pada tahun 2006, beberapa ilmuwan di Leeds Memory Group menyatakan bahwa mereka berhasil menciptakan sensasi serupa di laboratoriumnya. Mereka menggunakan pendekatan hipnosis untuk memicu bagian dari proses pengenalan otak. Dasar teori yang dipakai adalah ada dua proses penting terjadi di dalam otak ketika manusia mencoba mengenali sesuatu yang sudah familiar atau tidak asing lagi.

 

Coba kawan perhatikan proses yang terjadi di otak kita. Sebagai proses awal, otak akan berusaha mencari ‘file lama’ di dalam ‘folder’ ingatan apakah kita pernah mengalami kejadian tersebut atau tidak. Kemudian jika otak menemukan ingatan yang sesuai, sebuah area (space) terpisah dari otak akan mengidentifikasinya sebagai sesuatu yang familiar. Proses kedua dalam deja vu bisa dipicu secara tidak sengaja. Untuk mengetahui hal ini, para peneliti merekrut 18 peserta untuk melihat 24 kata umum. Para peserta kemudian dihipnotis untuk menganggap bahwa kata – kata yang berada dalam bingkai berwarna merah adalah kata – kata yang familiar. Sementara kata – kata dalam bingkai hijau tidak dimasukkan ke dalam daftar.

 

Setelah dihipnotis, para peserta diberi rangkaian kata dalam bingkai warna berbeda, termasuk juga kata – kata yang ada di dalam daftar. Dari semua peserta, 10 orang berkata bahwa mereka merasakan sensasi aneh saat mereka melihat kata baru dalam bingkai berwarna merah. 5 orang diantaranya bahkan menyebutkan bahwa perasaan itu seperti deja vu. Dengan kata lain, ini melompati mekanisme yang biasanya digunakan otak untuk menyimpan informasi. Inilah penjelasan paling ilmiah tentang rasa yang kita alami tentang kenangan masa lalu.

 

Para ilmuwan juga pernah menjelaskan apakah deja vu merupakan gangguan sirkuit memori jangka panjang dan memori jangka pendek di otak. Artinya, informasi baru dapat mengambil jalan pintas langsung ke ingatan jangka panjang.

 

Penelitian terkait memori ini dilakukan oleh Akira O’Connor dan rekan – rekannya di University St Andrews, Inggris. Akira berhasil mengetahui apa yang terjadi pada otak selama deja vu. Dalam penelitiannya, Akira dan timnya berusaha untuk menciptakan sensasi deja vu kepada partisipan dengan cara menanamkan memori palsu. Tim kemudian memindai otak partisipan yang mengalami deja vu itu dengan menggunakan fMRI.

 

Pada awalnya, para ilmuwan mengira bahwa area otak yang terlibat dengan pengelolaan memori, seperti hiprokampus, akan aktif selama fenomena ini, namun ternyata tidak demikian. Tim justru menemukan lobus frontal, area otak yang terlibat dalam pengambilan keputusan menjadi lebih aktif. Oleh karena itu, Akira berpikir bahwa daerah frontal otak bisa membolak balik ingatan kita. Area tersebut mengirimkan sinyal jika ada ketidak cocokan antara apa yang kita pikir telah dialami dengan apa yang sebenarnya.

 

Temuan ini kemudian dipresentasikan dalam Konferensi Memori Internasional di Budapest. “Daerah otak yang terkait dengan konflik memori, bukan memori palsu, tampaknya mendorong pengalaman deja vu”, tulis Akira.

 

Penemuan ini juga menunjukkan deja vu merupakan tanda bahwa sistem pengecekan memori pada otak bekerja dengan baik. Hal tersebut cocok dengan apa yang disebut efek usia pada memori, sebab deja vu lebih umum terjadi pada orang – orang berusia muda dan jarang terjadi pada orang berusia tua. Pada orang berusia tua mulai mengalami gangguan penurunan memori. Penelitian Akira dan tim seakan mematahkan hasil penelitian ilmuwan Leeds Memory Group yang menyatakan bahwa deja vu terjadi akibat adanya kesalahan memori.

 

Deja vu juga bisa dikaitkan dengan area korteks rhinal, yakni area di otak yang membuat kita merasa akrab. Sayangnya, belum diketahui bagaimana mengaktifkan area ini tanpa memicu area lain terkait memori. Itulah mengapa sangat sulit untuk menentukan apa yang terasa akrab dengan deja vu. Sebab, rasa akrab itu biasanya samar, tidak spesifik pada orang ataupun obyek. Seperti aku yang merinduimu, sesungguhnya yang aku rindui bukan kamu, tapi segala ingatan tentangmu. Begitulah kiranya. (Dari berbagai sumber).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Kampar

Finalis Putera Pelajar Indonesia Asal Kampar Silaturahmi dengan Kadiskominfo

Published

on

Finalis Putera Puteri Pelajar Indonesia perwakilan Riau asal Kampar.

Bekawan.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Lukmansyah Badoe, S.Sos, MSi menerima audiensi Finalis Putera Puteri Pelajar Indonesia perwakilan Riau asal Kampar Nofri Qosdiansyah, Selasa (31/3/2026) pagi, Siswa SMKN I Bangkinang Kota itu terpilih mewakili Riau ke tingkat nasional yang akan digelar 24 hingga 27 Juni 2026 di Jakarta.

Kepada Nofri, Kadiskominfo Kampar mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan berharap mendapatkan hasil terbaik saat mengikuti Ajang Putera dan Puteri Pelajar Indonesia di tingkat nasional.

“Mudah-mudahan ananda Nofri bisa mengukir prestasi ditingkat nasional dan mengharumkan nama daerah serta nama sekolahnya, semoga langkah Nofri bisa menjadi motivasi bagi generasi muda Kampar untuk berprestasi disetiap bidang yang diminati,” harap Kadis didampingi Kabid PIKP Bambang.

Sementara itu, Nofri Qosdiansyah, Pelajar Kelas 11 Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) SMKN I Bangkinang Kota mengucapkan terimakasih atas support yang diberikan Kadiskominfo Kampar, ia berharap support yang diberikan. Pemda Kampar menjadi pelecut semangat bagi dirinya memberikan yang terbaik untuk Riau dan untuk Kabupaten Kampar.

“Saya Nofri Qosdiansyah selalu Putera Pelajar Provinsi Riau Wakil II Riau mengucapkan terimakasih atas dukungan dan apresiasi yang tinggi dari Pak Kadiskominfo, Insyaallah Nofri akan jadi yang terbaik, selalu dukung Nofri untuk membawa dan mengharumkan Kampar dan Riau,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Diskominfo Kampar Bambang, MSi menyebut bahwa Diskominfo siap memberikan support publikasi termasuk penggunaan Videotron maupun podcast melalui radio LPPL Swara Kampar 103,8 FM.

Dalam ajang Putera Puteri Pelajar Indonesia 2026, Perwakilan Kampar berhasil mengutus 3 kandidat ke ajang nasional setelah terpilih di tingkat Provinsi Riau, yakni Nofri dari SMKN I Bangkinang Kota, dan 2 lainnya adalah Ratu dan Atika masing-masing berasal dari SMAN 1 Bangkinang Kota dan SMPN 1 Bangkinang Kota.

Continue Reading

Kabar Kampar

Bahas Nasib Guru Helda Arianti, Ini Hasil Pertemuan Komisi II DPRD Kampar dengan KemenPAN-RB

Published

on

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kampar bersama jajaran BKPSDM Kampar foto bersama usai menggelar pertemuan dengan KemanPAN-RB di Jakarta bebarapa waktu lalu.

Bekawan.com – Komisi II DPRD Kampar bersama Kepala BKPSDM Kampar Riedel Fitri dan jajaran melakukan pertemuan dan koordinasi dengan Asisten Deputi KemenPAN-RB di Jakarta terkait nasib guru honorer yang gagal dilantik PPPK Paruh Waktu.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kampar, Rinaldo Saputra, mengatakan, dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa Helda Arianti, guru honorer yang gagal dilantik jadi PPPK Paruh waktu karena human eror masih dapat menjalankan tugas seperti biasa dan tetap menerima gaji, meskipun status pengangkatannya belum memperoleh kepastian.

“Intinya, Helda diminta untuk bersabar. Untuk sementara tetap bekerja dan tetap digaji sambil menunggu kebijakan pembukaan perbaikan data dari kementerian,” ujar Rinaldo, Jumat (19/12/2025).

Terkait kemungkinan pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Rinaldo menyebutkan bahwa KemenPAN-RB belum memberikan jaminan resmi. Namun demikian, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kampar akan menyurati Dinas Pendidikan sebagai dasar hukum agar Helda tetap bekerja di sekolah tempatnya bertugas.

“Belum ada jaminan pengangkatan. Namun, BKPSDM akan mengirimkan surat ke Dinas Pendidikan agar yang bersangkutan tetap bekerja dan memiliki kejelasan status,” katanya.

Rinaldo menambahkan, persoalan data tenaga honorer tidak hanya terjadi di Kabupaten Kampar. KemenPAN-RB mencatat sedikitnya 101 instansi di berbagai daerah mengalami permasalahan serupa, termasuk kesalahan administrasi yang cukup serius.

“Di daerah lain bahkan ada kasus pegawai yang masih hidup tetapi tercatat meninggal dunia dalam sistem. Karena itu, kementerian sangat berhati-hati sebelum membuka portal perbaikan data agar tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” ujarnya.

Saat ini, kata Rinaldo, seluruh permasalahan data tersebut sedang dihimpun untuk dibahas di tingkat kementerian guna menentukan langkah perbaikan yang tepat. Sementara itu, Helda Arianti dipastikan tetap berstatus sebagai honorer aktif.

“Kesimpulannya, Helda tidak diberhentikan, tetap bekerja sebagai honorer sambil menunggu proses perbaikan data di KemenPAN-RB,” pungkas Rinaldo.

Continue Reading

Kabar Asik

Bahas Program Prioritas, Bupati Ahmad Yuzar Bicara Soal Beras dan Seragam Gratis

Published

on

Bupati Kampar Ahmad Yuzar didampingi Wabup Misharti dan Sekda Hambali dalam rapat percepatan program prioritas.

Bekawan.com – Bupati Kampar Ahmad Yuzar memimpin rapat percepatan program pembangunan di Kabupaten Kampar, sejumlah program prioritas yang dibahas diantaranya bantuan beras dan seragam sekolah gratis untuk yang membutuhkan.

Program beras gratis bagi masyarakat kurang mampu dan penyandang disabilitas merupakan program prioritas di Dinas Sosial. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat yang kurang mampu.

Dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, akan segera digulirkan program pembagian seragam sekolah gratis untuk siswa-siswi yang membutuhkan.

Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti menegaskan agar pendistribusian dilakukan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran. “Seragam gratis ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada dunia pendidikan. Kita ingin memastikan tidak ada anak Kampar yang terhambat sekolah hanya karena tidak mampu membeli seragam,” ujar Wakil Bupati Kampar.

Sementara itu, Dinas Kesehatan juga menjadi perhatian khusus dalam rapat ini, terutama terkait program percepatan penanganan stunting. Bupati menekankan agar camat, kepala puskesmas, dan perangkat desa terus berkolaborasi memberikan edukasi gizi, meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memastikan bantuan pangan bergizi tepat sasaran.

“Stunting bukan sekadar persoalan gizi, tapi menyangkut masa depan generasi kita,” ingat Ahmad Yuzar, dalam rapat di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati, Senin (8/92025).

Dalam arahannya, Bupati Kampar menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia meminta seluruh OPD bekerja maksimal agar program yang sudah direncanakan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh warga. “Kita harus memastikan program yang sudah dicanangkan benar-benar sampai ke masyarakat. Pemerintah hadir bukan hanya memberi janji, tetapi bukti,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Bupati Ahmad Yuzar didampingi Wakil Bupati Dr. Misharti, Sekretaris Daerah Hambali, Asisten I Tengku Said Hidayat, Asisten III Ir. Azwan, para Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kepala Bagian, serta para camat se-Kabupaten Kampar.

 

Continue Reading

Trending