Karya Kawan
Isthu Swandana, Siap Jadikan Kampar yang Lebih Baik Mandiri dan Agamis
Bekawan.com -Muda, enerjik dan visioner, gambaran itu nampak pada diri seorang Isthu Swandana, Calon Legislatif DPRD Kampar Dapil 1 dari Partai Berkarya ini.
Ditemui disela-sela kesibukannya menyiapkan Alat Peraga Kampanye (APK), Pria murah senyum ini mengungkapkan secara gamblang program yang ia tawarkan ke masyarakat serta motivasinya terjun ke dunia politik.
“Potensi desa yang besar, mendorong kita untuk menjadikan ekonomi kreatif berbasi UMKM di setiap desa yang berbasis Home Industri dan desa mandiri,” ungkapnya, Kamis (28/3/2019).
Perlahan tapi pasti programnya untuk memperjuangkan masyarakat menengah kebawah sudah mulai dirintis Isthu meski dirinya belum menjadi Anggota Dewan dengan mengajak warga menanam Ubi Gajah atau Ubi Racun yang memiliki potensi tinggi dengan membantu penyediaan bibit dan penjualan setelah panen.
“Jika warga memiki lahan kosong, kita bantu mereka menanam Ubi Gajah, bagi yang belum memiliki lahan, mereka (warga,red) bisa bekerjasama dengan warga lainnya yang memiliki lahan dengam sistem yang sama-sama menguntungkan,” papar Alumni S1 Ilmu Pemerintahan ini.

Ia mengungkapkan, setelah dirinya sosialisasi ke lapangan, salah satu kendala dunia pertanian Kampar yang ditemuinya adalah ketersediaan pupuk bersubsidi, “itu nggak pernah sampai ke masyarakat, hal seperti ini yang mau kita perbaiki kedepannya. Tahun 2015 saya punya pengalaman untuk pupuk subsidi, cara pengambilannya seperti apa, pengalaman itu yang kita manfaatkan,” ungkapnya.
Caleg DPRD dari Partai Berkarya, Nomor urut 6 ini mengulas, Desa Mandiri akan dikelolah oleh masyarakat, sedangkan untuk tim yang membantu perjuangan dirinya bisa menjadi bagian koperasi yang fokusnya untuk pembinaan ekonomi kreatif perkebunan perikanan maupun perikanan.
“Yang penting ada kemaun dari masyarakat, nanti kita bina, masyarakat tidak perlu memikirkan modal, sayapun siap dengan gaji saya pribadi, saya sumbangkan untuk pembinaan ini, setelah ada hasil, semoga Pemda tidak tutup mata lagi harapan kita seperti itu,” terang Isthu.
Sebagai Kabupaten yang bergelar Serambi Mekahnya Riau ditambah lagi Kota Bangkinang yang dikenal dengan slogan Kota Beriman, Isthu Swandana menilai perlu menguatkan program di bidang agama, untuk itu ia berencana membuat Rumah Singgah Tahfidz, “konsepnya Sabtu sore anak-anak pulang sekolah bisa langsung diantar ke rumah singgah, setelah sholat Isya malam Seninnya, orang tua bisa menjemput anak-anaknya, jadi kita buat semi Pesantren, minimal 1 Rumah Singgah Tahfidz untuk Kabupaten Kampar sebagai percontohan, jika memungkinkan kita buat hingga Kecamatan dan desa,”
paparnya.

Slogan Serambi Mekah lanjut Isthu harus jadi pemicu semangat semua element yang ada di Kabupaten Kampar untuk meningkatkan program religi.
“Kita menyandang gelar Kabupaten Serambi Mekahnya Riau, dari segi Islamic Centre kita kalah dari kabupaten tetangga, apalagi dibidang akidah, makin kesini orang tua makin khawatir terhadap perkambangan anak-anaknya,” tambahnya.
Meski sudah lama berkecipung di dunia politik, namun kesuksesan mengantarkan Pasangan Calon Bupati Alm. Azis Zaenal-Catur Sugeng Susanto meraih suara terbanyak pada Pilbup 2017 lalu, menjadi pemicu semangat Isthu untuk berkiprah demi masyarakat melalui jalur legislatif.
“Sebenarnya dari awal saya juga nggak ambil pusing politik, belakangan ini kita mau nggak mau sudah terjun di gelombang politik saat membantu pemenangan Almarhum Pak Azis sama apa Catur, makin kesini makin ada dorongan dari teman-teman dari keluarga dari tokoh-tokoh partai,” jawab Isthu saat ditanya alasannya memutuskan berjuang melalui Calon Legislatif.
Selain itu, lanjutnya, menjadi Serjana dibidang Ilmu Pemerintahan dan Politik semakin membuatnya tertarik dan tertantang, “karena ada tantangan disitu yakni mewujudkan janji menjadi kenyataan yang selama ini yang kita dapatkan di lapangan banyak pejabat setelah Pilkada maupun Pileg, masyarakat hanya dijadikan tempat perolehan suara, begitu duduk mereka lupa akan janjinya. Kita ingin mengembalikan kepercayaan masyarakat, bahwa tidak semua Anggota DPR itu lupa kan janji mereka,” pungkas Isthu.
Kabar
Pengamat Politik: Polisi Dibawah Kementrian Sebuah Kemunduran dan Ancaman Serius
Bekawan.com – Pengamat Politik Boni Hargens menilai meletakkan instansi Polri dibawah kementrian adalah cacat logika, cacat tata negara dan melawan prinsip demokrasi. Hal itu ditegaskan dalam acara dialog di salah satu tv nasional, Selasa (10/2/2026) malam.
“Isu soal penempatan Polri di bawah kementerian bagi saya ini cacat logika, cacat tata negara dan melawan prinsip demokrasi, kenapa saya katakan demikian, karena demokrasi yang kita anut dibangun di atas tiga pilar yang namanya eksekutif, legislatif dan yudikatif, kenapa Trias politika itu ada dalam konteks bukan hanya separation of power tapi distribution of power,” ungkapnya.
Pembahasan itu mencuat usai sejumlah tokoh yang mengkritisi pemerintah bertemu dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu untuk membahas sejumlah persoalan, dalam pertemuan itu Presiden juga mengungkapkan perihal adanya usulan Polri dibawah kementrian.
Dosen Universitas Indonesia ini juga menjelaskan bahwa menentukan posisi Polri juga bicara soal distribusi kekuasaan, demokrasi mengatur tidak adanya konsentrasi kekuasaan pada satu tangan dan kepolisian adalah bagian dari namanya yudikatif bagian dari fungsi penegakan hukum.
“Polri bertanggung jawab kepada Presiden di situ dalam kapasitas kepala negara bukan kepala pemerintahan, karena sebagai kepala negara, presiden di atas semuanya, tapi sebaliknya kalau sebagai kepala pemerintahan, presiden hanya di atas kelompok politiknya dan birokrasi pemerintahan yang sedang berjalan. Kalau misalnya kepolisian ditaruh di bawah kementerian, kementerian itu artinya bicara kabinet, kabinet adalah pembantu presiden dalam kapasitas sebagai kepala eksekutif, kepala pemerintahan bukan kepala negara, maka ini juga akan menjadi pelemahan terhadap kewenangan presiden sebagai kepala negara. Presiden sebagai kepala negara itu akan kehilangan ruang dari aspek hukum untuk ikut terlibat di dalam menjamin kepastian hukum keadilan dan sebagainya,” paparnya.
Ia menilai meletakkan Polri di bawah kementerian adalah sebuah kemunduran dan sebuah ancaman yang serius sebagai penegakan hukum di masa depan, karena memberi ruang politisasi terhadap penegakan hukum.
Karya Kawan
Tantangan Utama Tranformasi Digital di Kampar
Bekawan.com – Nunik Handriani, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Lancang Kuning di bawah bimbingan Dr. Richa Afriana Munthe, SE., MM., menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya dalam pengembangan layanan digital di Kabupaten Kampar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kemampuan organisasi mengelola sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak dapat digantikan.
Di Kabupaten Kampar, tantangan utama meliputi kompetensi SDM teknologi informasi, infrastruktur digital yang belum merata, serta kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung inovasi. Nunik menilai bahwa pendekatan berbasis Resource-Based View (RBV) diperlukan agar organisasi mampu memaksimalkan potensi sumber daya internal secara lebih terarah.
Ia mengusulkan analisis menyeluruh terhadap sumber daya yang dimiliki, memperkuat kolaborasi dengan universitas dan perusahaan teknologi, serta menyediakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi secara berkelanjutan. Penguatan infrastruktur seperti data center dan jaringan internet juga menjadi prioritas untuk memastikan layanan digital yang cepat dan transparan.
Nunik menekankan perlunya pengembangan kapabilitas dinamis agar organisasi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memastikan kebijakan berbasis data yang mendukung efisiensi dan akuntabilitas. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sumber daya akan menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam pandangan Dr. Chandra Bagus sebagai masyarakat sekaligus peneliti Ilmu Manajemen, isu yang diangkat Nunik menunjukkan bahwa transformasi digital menuntut lebih dari sekadar kesiapan teknis. Ia menilai bahwa gagasan Nunik memperlihatkan pemahaman yang matang mengenai pentingnya tata kelola yang konsisten dan sinergi lintas sektor, serta memberi arah strategis bagi daerah yang ingin membangun layanan digital yang benar-benar berkelanjutan.
Karya Kawan
Tak ada Disharmonisasi di Kampar (Renungan kita, untuk melawan lupa)
By : Nur Adlin (Wakil Ketua Partai Golkar Pemenangan Pemilu Wilayah I)
Bekawan.com – Sekitar 8 tahun Kampar tak memiliki Wabup, plus 5 tahun sebelumnya (ada tapi tak ada), dalam rentang jarak total 13 tahun, ada Catur sugeng hadir sebagai Wabupnya Alm. Azis zaenal, juga berkeadaan miris dalam fungsinya, artinya bukan sebagai pelengkap, tapi lebih bawah dan lebih rendah dari itu.
Namun kini, Pemerintahan baru hasil Demokrasi telah berjalan setahun, walaupun saya sebagai penulis bukan bagian dari tim pemenangan, namun merasa patut dan boleh menyampaikan opini saya, terutama terkait tuduhan yang sengaja diberitakan tanpa parameter yang jelas, dan terkesan pikiran sporadis, tentang Disharmonisasi antara seorang Wabup yang dianggap over fungsi oleh orang yang menyampaikan berita.
Untuk itu perlu kita kembali tahu atau mengingat bahwa tugas Wakil Bupati adalah membantu Bupati menyelenggarakan pemerintahan daerah, memberikan saran, mengoordinasikan instansi vertikal, memantau pemerintahan kecamatan/desa, serta melaksanakan tugas Bupati saat berhalangan sementara (tahanan/sakit), atau tugas lain yang didelegasikan Bupati, termasuk menjadi Bupati definitif jika Bupati berhalangan tetap. Wakil Bupati bekerja di bawah arahan Bupati dan bertanggung jawab kepada Bupati.
Maka jelas Job Deskripsinya bukan sebagai pelengkap, atau diam-diam saja, tapi bagaimana mendorong efektivitas pemerintahan lebih baik, khusus Kampar, wajar ada keterkejutan yang dialami beberapa orang, karena sudah sekitar 13 tahun Kampar serasa memiliki Pimpinan tunggal, dan ketika sekarang posisi Wabup difungsikan sebagai mana mestinya-untuk optimalkan roda pemerintahan yang mempunyai beban kerja- tentu bagi yang gagal paham ada keanehan di frasa pikirannya, karena menemukan kerja Wabup yang aktif, yang sudah lama tak ditemukan di Kabupaten Kampar.
Dengan demikian, tulisan ini ada agar pemikiran yang ber-sakwasangka yang dapat membuat simpang siur itu menjadi lebih bijak dan arif. Kritikan adalah hal yang lumrah, tapi yang tendensius tentu saja kurang afdhol.
Bupati adalah pemimpin eksekutif tertinggi di daerah tentu saja akan memanfaatkan formasi kepemimpinannya termasuk juga Wakilnya untuk pencapaian Visi Misi dengan anggaran yang telah ditetapkan bersama DPRD dalam tahun berjalan dan juga mempersiapkan program dimasa kedepan, tentu saja dilengkapi dengan evaluasi untuk memaksimalkan apa yang akan dicapai.
Akhir dengan tulisan ini, izinkan saya untuk mengisi media sebagai wahana berfikir kita bersama dan memperkokoh kebersamaan dalam membangun negeri kita ini, walaupun fungsi kita sebagai masyarakat dengan berbagai latar belakang juga terhitung sebagai patriot yang sportif.
-
Kabar7 tahun agoTumpukan Uang dalam Kardus Hasil Korupsi
-
Karya Kawan4 tahun agoPermasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar
-
Kabar Asik7 tahun agoTernyata Ini Filosofi Warna Seragam SD, SMP hingga SMA
-
Kabar Kampar6 tahun agoTanpa Penolakan Warga, Tim Gugus Covid Kampar Makamkan PDP Covid-19 di Gunung Sahilan
-
Kabar Asik6 tahun agoMunculnya Puluhan Ikan monster penghuni Sungai Kampar Hebohkan Warga
-
Kabar Asik4 bulan agoWarga di Kampar Tangkap Ikan Tapah Seberat 85 Kilogram
-
Kabar Asik6 tahun agoBazar MTQ Ke XXXVIII Riau Digelar Di Atas Jembatan WFC Bangkinang
-
Kabar Kampar7 tahun agoBersolek, Objek Wisata Danau Rusa Jadi Primadona
