Connect with us

Karya Kawan

Kagumi Sosok Soeharto, Isthu Nyaleg Lewat Partai Berkarya

Published

on

Bekawan.com -Meski sudah berkecimpung didunia politik sejak 2009 silam dan pernah bergabung dengan sejumlah Partai Politik, namun Isthu Swandana melabuhkan pilihannya untuk maju menjadi Calon Legislatif melalui Perahu Partai Berkarya.

Selain restu dari orang tua dan keluarga, kekagumannya terhadap sosok Presiden Soeharto melabuhkan pilihannya ke partai No 7 yang di nakhodai Hutomo Mandala Putra atau yang akrab yang disapa Tomi Suharto ini.

Isthu Swandana saat berziarah ke Makam Presiden Soeharto dan Ibu Tin Suharto.

“Dari 2009 saya mulai aktif ikut Parpol dan organisasi sayap partai, meski ada beberapa partai yang pernah ngajak saya, namun kekaguman saya kepada sosok Pak Harto membuat saya memilih Partai Barkarya, dan Alhamdulillah orang tua dan keluarga besar merestui pilihan saya,” ungkap Isthu ditemui dikediamannya, Jl. Datuk Tabano Bangkinang Kota.

Kekagumannya Caleg Berkarya No urut 6 ini bukan tanpa alasan, menurutnya sosok Presiden ke 2 Indonesia ini dikenal tegas dan tidak kejam ke masyarakat sehingga masyarakat merasa aman.

“Ketika Pak Harto masih memimpin mungkin saya masih Kelas 3 SMP, tapi saya pernah merasakan uang jajan itu 50 rupiah 1 hari, yang bikin saya lebih kagum beliau pemimpin yang tegas, beliau tidak kejam ke masyarakat beliau lebih kejam ke premanisme sehingga kita lebih aman dan tentram,” papar Isthu.

“Dia seorang prajurit TNI yang banyak strategi, saya rasa beliau lebih hebat daripada raja-raja sebelumnya yang pernah berkuasa di Indonesia, terbukti dengan 32 Tahun dia bisa memimpin NKRI tanpa gejolak sebelum kerusuhan 98 terjadi,” pungkas Isthu.

Selain itu, lanjut Isthu, sosok Soeharto juga yang tegas dan berwibawa serta kharismatik ditambah lagi politik luar negeri yang tegas menjadikan beliau pemimpin yang disegani dunia.

Berikut foto-foto kedekatan Isthu Swandana dengan Keluarga Cendana :

Continue Reading

Kabar Kampar

Cerita Siswa SMA di Kampar tentang Sekolah Tatap Muka

Published

on

Bekawan.com – Sejumlah sekolah jenjang SMA/SMK sederajat di Kabupaten Kampar mulai membuka kembali sistem pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19, Senin (18/01/2021).

Salah satu nya adalah SMAN 1 yang berlokasi di jalan Pangkalan baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten kampar. Proses pembelajaran tatap muka dimulai Pukul 08:00 WIB, dengan mengenakan Masker dan Face Shield kedatangan siswa disambut para guru di depan sekolah. Para guru tersebut memakai peralatan lengkap Protokol kesehatan Covid-19.

Sejumlah siswa tengah mengantri saat memasuki sekolah.

Sebelum masuk kelas para siswa juga di haruskan mencuci tangan setelah itu mereka di cek suhu tubuh nya dengan menggunakan Thermogun.

Siswa kelas XII Ipa 1, Rifaldo Bagus Saputra mengaku senang bisa kembali masuk sekolah tatap muka. Selain bertemu dengan teman-temannya, dirinya juga merindukan suasana belajar di kelas.

“Senang bisa kesekolah lagi, rindu juga dengan suasana belajar di kelas,” kata Faldo Kamis pagi (21/01/2021), ia menyebut dengan sekolah tatap muka dirinya bisa lebih memahami materi yang di sampaikan di sekolah ketimbang belajar online di rumah.

“Lebih memilih sekolah tatap muka karna ada hal yang tidak kami tau itu bisa langsung kami tanyakan, Kalau secara online itu kan bingung ini jalan nya dari mana cara nya kayak mana,” ujarnya.

Faldo juga berharap agar Pandemi Covid-19 ini cepat berlalu agar semua kembali normal dan proses pembelajaran bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Harapannya ya pandemi ini cepat berlalu, agar proses pembelajaran bisa berjalan seperti biasa nya,” tutupnya,

Penulis : Firmansyach Putra
Mahasiswa UIN Suska Riau

Continue Reading

Karya Kawan

Pemuda Pelopor Nasional Asal Riau Terbitkan Buku Pendidikan Karakter

Published

on

Bekawan.com – Salah seorang Pemuda Pelopor Nasional asal Riau, Susanto Al-Yamin, baru saja menerbitkan buku berjudul “Pendidikan Karakter: Mewujudkan Generasi Unggul” dengan nomor International Standard Book Number (ISBN) 978-623-283-309-8.

Di sela-sela kesibukannya, penerima penghargaan Pemuda Pelopor Nasional bidang pendidikan tahun 2014 ini berhasil menyelesaikan naskah buku dan menerbitkannya di salah satu penerbit nasional, Kreatif Publishing. Menurut Susanto, buku ini ditulis sebagai sumbangan pemikiran dalam mengatasi krisis karakter yang sedang melanda generasi bangsa ini.

“Buku ini saya tulis dengan mengeksplorasi nilai-nilai ajaran Islam dan budaya bangsa sebagai pedoman dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang saya tawarkan di sini bukan hanya terfokus pada pendidikan formal semata, tetapi juga dapat diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari”, demikian ungkap pemuda yang pernah juara MMQ nasional ini.

Susanto juga menambahkan bahwa buku ini merupakan buah karyanya yang keenam yang telah diterbitkan dalam bentuk buku. Ia berharap kehadiran karya-karyanya di tengah masyarakat dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pencerahan yang bermanfaat dalam mewujudkan generasi bangsa yang berkarakter unggul dan berdaya saing. Buku ini telah dipasarkan secara nasional melalui Tokopedia, Shopee, dan Buka Lapak. (Won)

Continue Reading

Karya Kawan

Hutan Mangrove Pesisir Riau dan Sejuta Potensinya

Published

on

foto: Samudranesia.id

Bekawan.com – Ada yg tau luas hutan mangrove di Pesisir Riau?
Kalau ada yg tau itu bagus tapi kalau belum tau cobelah cari tau.
Pentingkah? Tidaklah terlalu penting tapi paling tidak menambah pengetahuan.

Tapi yang lebih penting lagi adalah sudah seberapa besar potensi mangrove ini telah di manfaatkan? Pada umumnya masyarakat pesisir menjadikan hutan mangrove untuk pembalakan liar (teki dalam bahasa Melayu Selatpanjang,red) kemudian di jual kepada tokeh untuk di jadikan arang.

Hutan Mangrove Pesisir Riau.

Salahkah mereka? tidak salah juga, mengapa mereka melakukan hal tersebut sebab itulah salah satu sumber penghidupan mereka. Sebenarnya jika menilik lebih jauh akan potensi dan manfaat mangrove sangat besar. Secara ekologis kehadiran mangrove merupakan tempat perkembangbiakan ikan. Jadi semakin lebat hutan mangrove maka akan banyak ikan.

Kemudian dari sisi ekonomi, banyak olahan-olahan yang bahan dasarnya mangrove misalnya Sirup mangrove, dodol mangrove, bedak mangrove dan baru-baru ini di daerah Banyuwangi telah ada kopi mangrove. Tidak hanyak sampai disitu dengan ide kreatif masyarakat setempat hutan mangrove bisa disulap menjadi tempat wisata. Keren kan..!!!.

Tantangan kedepan adalah bagaimana pemanfaatan hutan mangrove ini bisa di manfaatkan secara maksimal dan siapa yang bisa memanfaatkan potensi ini. Perlunya langkah2 yang strategis didalam memberikan pemahaman kepada masyarakat didalam memanfaatkan mangrove ini.

Kemudian perlu ide-ide kreatif terutama para aktivis akademisi dan lembaga lembaga non pemerintah untuk turut serta. Paling tidak masyarakat di berdayakan dengan program pemberdayaan dari hulu sampai kehilir.
Mudah-mudahan ada orang-orang yang mempunyai niat tulus ikhlas didalam mengerakkan masyarakat. (Ahmad, Penggiat Lingkungan)

Continue Reading

Pos-pos Terbaru

Trending