Connect with us

Karya Kawan

Zalka Putra, Kades 2 Periode ke Caleg Nomor 2

Published

on

Terlahir sebagai lelaki satu-satunya dari 5 bersaudara dan dibesarkan dari keluarga petani yang sangat sederhana di Desa Rimbo Panjang, menjadikan sosok Zalka Putra, sudah terbiasa berjuang untuk menghidupi keluarganya sejak kelas 3 SMP.

Ia mengorbankan masa mudanya dengan bekerja sebagai buruh tani. Pekerjaan itu juga yang akhirnya menghantarkan dirinya bisa menimba ilmu di bangku perkuliahan.

Bagi Zalka Putra, kehidupan yang sulit sudah biasa dia jalani sejak usia belia, namun ia bertekad agar apa yang ia alami jangan sampai dirasakan oleh orang-orang sekitarnya.

Tahun 1994, Jurusan manajemen di Fakultas Ekonomi UNRI (UR) menjadi pilihan Zalka Putra untuk mengenyam pendidikan di Perguruan tinggi, belum genap 3 tahun menjalani pendidikan di UNRI, Zalka muda sudah mendapatkan amanah untuk menjadi Ketua RT di Rimbo Panjang.

Sosok Zalka Putra dikenal hobi berorganisasi

Sehingga ada motivasi lain dalam diri Zalka Putra untuk memutuskan bersusah payah mencari biaya kuliah disamping menghidupi keluarganya, yakni agar ilmu yang didapatnya tak hanya bermanfaat bagi dirinya namun juga bermanfaat bagi orang-orang disekililingnya dan masyarakat.

Berperan aktif sebagai Ketua RT di Rimbo Panjang menjadi awal kiprahnya ditengah masyarakat, semenjak itu Zalka bertekad untuk terus melayani dan memberikan pelayanan serta memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Terlibat dibanyak organisasi seperti OPRIS menjadi pilihan Zalka Putra agar berguna ditengah masyarakat, karena dirinya meyakini untuk dapat melayani dan memberi pelayanan bagi masyarakat harus banyak ikut terlibat di organisasi kemasyarakatan.

Zalka Putra Bersama Generasi muda

Zalka Putra turut aktif membina anak anak muda melalui sepak bola dan bola voli, upayanya pun berbuah manis, karena binaannya kini telah menjadi atlit di Porda Kampar dan Pekanbaru, bahkan sudah ada yang bekerja di berbagai instansi pemerintah dan non-pemerintah.

Selain melakukan pembinaan terhadap anak anak muda melalui olahraga, Zalka Putra juga memfasilitasi pendidikan atlit yang berprestasi hingga mereka dapat merasakan bangku perkuliahan. Hal itu dilakukanya karena Ia tidak ingin perjuangan yang begitu pahit yang dialaminya dahulu, dirasakan oleh anak-anak binaannya.

Pembinaan generasi muda, begitu penting dimata Zalka, karena menurutnya selain untuk mewujudkan minat, bakat dan cita-cita, pembinaan juga bisa menjaga dan menjauhkan generasi muda dari perbuatan negatif seperti narkoba dan pergaulan bebas, yang dinilainya sangat membahayakan generasi muda, para penerus perjuangannya kelak.

Selain bidang olahraga dan pendidikan yang menjadi perhatiannya, Zalka Putra juga menjadi bagian dari remaja masjid, bahkan dirinya dititipkan amanah sebagai Ketua remaja masjid saat itu, seiring dengan itu Zalka Putra juga menjadi guru ngaji dan MDA hingga tahun 2004.

Berdialog bersama masyarakat

Semua dilakukan semata-mata agar dirinya terus dapat melayani dan memberikan pelayanan bagi seluruh elemen masyarakat.

Zalka menilai, usahanya membangun masyarakat ditingkat organisasi dirasakan masih sangat kurang, untuk itu, setelah selesai menjalani tugas sebagai Ketua RT dan berbagai organisasi di tingkat masyarakat, Zalka Putra diberi amanah untuk menjadi sekretaris LPM hingga terpilih menjadi Kepala Desa Rimbo Panjang pada tahun 2005 hingga 2017.

Pada saat menjadi kepala Desa, Zalka Putra mulai membenahi apa yang tidak bisa ia benahi saat terlibat di berbagai organisasi kemasyarakatan, diantaranya melakukan pembenahan terhadap lembaga sosial dan sarana Pendidikan di Rimbo Panjang.

Ia juga membangun pusat restorasi gambut dan pengendalian Karhutla yang selalu menjadi masalah di Rimbo Panjang, melanjutkan pembangunan generasi muda melalui sepak bola, bola voli dan memfasilitasi pendidikan atlit berprestasi, hingga pada puncak kepemimpinanya, bersama–sama masyarakat berhasil mendirikan SMK N 1 Tambang yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Bersama simpatisannya

Dirinya juga dipercaya langsung oleh masyarakat untuk menjadi ketua Komite sehingga dapat terus mengawal dan melayani masyarakat yang hendak melanjutkan Pendidikan di SMKN 1 Tambang.

Dari pengalamannya sebagai Kades, Zalka Putra menyadari bahwa kompleksnya persoalan didesa serta rendahnya kemampuan desa untuk mewujudkan berbagai kebutuhan masyarakat, untuk itu ia memandang perlu keterlibatan Anggota DPRD yang menyerap aspirasi masyarakat desa.

Untuk itu, berdasarkan pengalaman dan pengabdiannya selama menjadi Kepala Desa, dirinya memutuskan untuk mengambil langkah yang lebih jauh, agar kebutuhan masyarakat di desa dapat terpenuhi.

“Saya memegang prinsip bahwa dalam menjalani hidup, melayani dan memberikan pelayanan bagi masyarakat sudah menjadi rutinitas dalam setiap hari, sehingga tidak ada satu haripun yang saya lewatkan tanpa melayani dan memberi pelayanan bagi masyarakat,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (11/4/2019).

Setelah tugasnya melayani dan memberikan pelayanan bagi masyarakat di Desa Rimbo Panjang hingga tahun 2017 selesai, Zalka Putra memutuskan untuk tetap melayani dan memberikan pelayanan bagi masyarakat melalui DPRD di Kabupaten Kampar.

Melalui Partai Keadilan Sosial atau PKS Nomor Urut 2, beliau saat ini merupakan Calon Anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Daerah Pemilihan Tambang, Kampar, Kampa, Rumbio Jaya, dan Kampar Utara.

Zalka Putra memanggil dan mengajak bagi masyarakat Tambang, Kampar, Kampa, Rumbio Jaya, dan Kampar Utara untuk ikut berkontribusi bersama dirinya dalam melayani dan memberikan pelayanan bagi masyarakat melalui DPRD Kampar, “Yuk tanggal 17 April 2019 datang ke TPS, Lalu buka surat suara warna hijau, cari partai PKS dan coblos nomor urut 2 atas nama Zalka Putra,” ajaknya.

Continue Reading

Karya Kawan

Suku Akit dan Alam

Published

on

Suku Akit Bengkalis. Foto : Resinta

 

Bekawan.com – Manusia dan alam merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan tidak terpisahkan. Dalam kehidupan, manusia dan alam saling berkaitan dan bersifat fungsional satu sama lain. Sebagai makhluk Tuhan, hidup bersama didunia antara manusia dengan alam sama juga hidup dalam kerja sama dan tolong menolong.

Menjaga hubungan harmonis dengan alam dengan merawat dan tidak merusaknya, alam yang sangat banyak memberikan manfaat kepada manusia sebagai pemenuhan kebutuhan hidup, menarik manusia untuk bertanggung jawab dalam memelihara dan melestarikan sumber daya alam bagi kehidupan generasi dimasa yang akan datang.

Berkaitan lagsung dengan kehidupan Suku Akit yang ada di Pulau Bengkalis Desa Teluk Papal dapat menjadi contoh bagaimana manusia dan alam saling bekerjasama dalam kehidupan.

Pada kearifan lokal Suku Akit, kita temukan banyak tanda-tanda secara verbal maupun non-verbal yang dengan kreatif bersama menjaga dan memelihara lingkungan sehingga dapat menginterpretasikan makna dan pesan yang terdapat pada kearifan lokal dalam kebudayaan Suku Akit.

Dapat dilihat 50% kehidupan Suku Akit berasal dari alam. Contohnya adalah pelestarian mangrove. Bagi Suku Akit yang hidup dan tinggal di pesisir pantai hutan mangrove atau yang biasa disebut dengan pohon bakau memiliki manfaat yang sangat besar. Pohon bakau merupakan tumbuhan yang dapat menahan arus air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai, sehingga dapat menimalisir terjadinya abrasi.

Selain itu, batang mangrove juga dapat menjadi bahan utama dalam membuat sampan atau kapal sebagai alat mata pencaharian Suku Akit, berlayar mengambil hasil laut untuk dikonsumsi. Lalu masih dengan fungsi batang mangrove yang digunakan sebagai material pembuatan rumah, lalu dipadukan dengan daun rumbia yang disusun dengan rapat agar bisa digunakan sebagai atap dan kayu bakau yang digunakan sebagai bahan bakar arang.

Rumbia atau disebut juga dengan pohon sagu yang merupakan sejenis palma penghasil tepung sagu digunakan Suku Akit sebagi pakan ternak. Suku Akit juga bercocok tanam, seperti menanam umbi umbian, penyadapan pohon karet, pengolahan buah pinang, dan beberapa pohon sawit.

Selanjutnya Suku Akit berburu binatang di hutan. Salah satunya adalah berburu babi, kegiatan yang dilakukan kaum laki laki yang dibantu oleh anjing sebagai binatang pemburunya. Biasanya berburu babi akan dilakukan dalam kurun waktu seminggu atau dua minggu sekali. Dan lokasi berburunya akan berpindah pindah, hutan yang banyak ditumbuhi semak belukar yang mana diperkirakan masih banyak hama babi yang berada didalamnya akan menjadi tempat penjelajahan. Hasil buruan akan dikonsumsi atau juga di kembangbiakkan.

Oleh : Resinta, S.I.Kom

Continue Reading

Karya Kawan

Pembangunan Kemitraan Antar UMKM dan Pengusaha Media Digital

Published

on

 

Oleh: H. Fahmil, SE, ME

 

Bekawan.com – Lesunya perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap tumbuh-kembang lebih dari 80% Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tanah air. Padahal, menurut laporan Kementerian Koperasi dan UMKM, sebanyak 99,99% bisnis di Indonesia adalah UMKM, dengan total 64 juta unit dan mampu menyerap 97% tenaga kerja. Di Kabupaten Kampar saja, berdasarkan laporan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kabupaten Kampar, terdapat 8 bidang usaha dari total 18380 UMKM yang tersebar di 21 kecamatan.

Berkurangnya permintaan dan pasokan produk-produk UMKM selama masa pandemi berdampak pada keuangan yang dimiliki oleh para pelaku usaha. Keadaan ini semakin diperunyam oleh minimnya penguasaan platform digital sebagai media pemasaran yang efektif. Inilah kemudian menjadi penyebab banyaknya UMKM yang harus gulung tikar dan meningkatnya angka pengangguran.

Dukungan yang diberikan oleh Pj Bupati Kampar untuk memasukkan produk-produk UMKM di Kabupaten Kampar ke dalam aplikasi belanja online, e-katalog, yang dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP), menjadi angin segar bagi para pelaku usaha yang tergolong ke dalam kriteria UMKM. Dukungan ini merupakan langkah awal yang baik untuk meningkatkan daya saing dan perluasan pasar bagi produk-produk UMKM di Kabupaten Kampar.

Menurut hemat penulis, menjadikan platform e-katalog sebagai media pemasaran produk-produk UMKM dari Kab. Kampar akan lebih bijak bila langkah ini dimulai dengan memberikan penyadaran akan pentingnya penguasaan platform digital bagi pelaku usaha serta edukasi yang berkelanjutan, sehingga mereka bisa memanfaatkan pasar-pasar digital yang lain.

Selain itu, kualitas produk dan jaminan mutu menjadi faktor penentu bagi pelaku usaha agar dapat bertahan di pasar terbuka dalam jaringan tersebut. Tanpa adanya upaya peningkatan kualitas dan jaminan mutu produk-produk UMKM Kab. Kampar akan membuat daya saing mereka lemah di tengah semakin ketatnya persaingan usaha. Hal ini harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah dan seluruh pihak terkait dalam menyelenggarakan perencanaan dan pelaksanaan upaya-upaya pengembangan UMKM di Kabupaten Kampar.

Meningkatkan kompetensi pelaku usaha dan menjadikan potensi daerah sebagai basis produksi yang berorientasi pasar merupakan fondasi utama bagi terciptanya iklim UMKM yang berdaya saing tinggi. Kunci untuk membangun fondasi utama tersebut adalah dengan melakukan pengawasan yang ketat serta pengendalian secara terpadu seluruh kebijakan pemerintah terkait pengembangan UMKM di Kabupaten Kampar.

Dari pemaparan di atas, kita lantas bertanya, mana yang lebih prioritas dalam membangun UMKM di Kabupaten Kampar? Penguasaan platform digital atau peningkatan daya saing.

Keduanya harus sama-sama digesa dengan membangun kemitraan antar UMKM dalam hubungan yang saling menguntungkan, mulai dari penyediaan bahan baku berbasis potensi daerah, proses produksi, dan membangun kemitraan UMKM dengan pengusaha media digital; media informasi dan e-commerce.

Kemitraan yang sehat antar UMKM penyedia bahan baku berbasis potensi daerah dengan UMKM yang bergerak dalam produksi dapat membuka peluang bermunculannya usaha-usaha baru dalam sektor UMKM dan meningkatkan serapan tenaga kerja guna mengurangi angka pengangguran. Kemitraan ini juga berguna untuk mencegah terjadinya penguasaan pasar atau monopoli bisnis dari hulu ke hilir yang jelas-jelas bertentangan dengan falsafah ekonomi Pancasila yang berkeadilan.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait dalam upaya pengembangan UMKM di Kabupaten Kampar juga harus mampu menciptakan kemitraan antara UMKM dengan pengusaha media digital. Kemitraan ini sangat berguna dalam mempermudah pembentukan bank data dan jaringan informasi bisnis. Sebagaimana tugas media dalam mengadakan dan menyebarluaskan informasi, kemitraan ini akan saling menguntungkan.

Bagi pelaku UMKM yang masih minim penguasaan platform digital dapat mengandalkan para pengusaha media untuk menjembatani mereka dengan pasar berbasis digital. Dan, bagi pengusaha media, kemitraan ini menjadi penunjang bagi keberlangsungan bisnis mereka.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar dari fraksi PKS, penulis berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah, baik itu berupa program mau pun regulasi dalam bentuk peraturan daerah untuk menumbuhkan iklim berusaha bagi UMKM dan terbangunnya kemitraan antar UMKM dan kemitraan antara UMKM dengan pengusaha media berbasis digital.

Penulis adalah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar dari Fraksi PKS

Continue Reading

Karya Kawan

Permasalahan Menggunakan Media Pembelajaran Di Sekolah Dasar

Published

on

Ilustrasi. Foto : Istimewa

Bekawan.com – Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Namun kadang-kadang dalam proses pembelajaran terjadi kegagalan komunikasi. Artinya materi pelajaran atau pesan yang disampaikan guru tidak dapat diterima oleh siswa dengan optimal, artinya tidak seluruh materi pelajaran dapat dipahami dengan baik oleh siswa, lebih parahnya lagi siswa sebagai penerima pesan salah menangkap isi pesan yang disampaikan guru. Anak didik cepat merasa bosan dan kelelahan tentu tidak dapat mereka hindari, disebabkan penjelasan guru yang sukar dicerna dan dipahami.

Guru yang bijaksana tentu sadar bahwa kebosanan dan kelelahan anak didik adalah berpangkal dari penjelasan yang diberikan guru simpang siur, tidak fokus pada akar masalah. Untuk menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi pembelajaran dengan memanfaatkan media sebagai alat bantu.Dalam proses belajar mengajar
kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara.

Media Pembelajaran merupakan Sebuah sarana pembelajaran yang digunakan oleh seseorang dengan menggunakan alat yang dibuat untuk memudahkan dalam penyampaian materi ketika mengajar di Sekolah.

Proses belajar mengajar media pembelajaran juga dapat membangkitkan semangat belajar dan minat dari siswa yang tinggi, selain itu juga dapat membangkitkan motivasi belajar siswa, dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.

Pemakaian atau penggunaan media juga dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap pelajaran di Sekolah. Media dimanfaatkan memiliki posisi alat bantu guru dalam proses mengajar, misalnya slide, foto, grafik, film, maupun pembelajaran menggunakan komputer yang berguna untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual dan verbal. Sebagai alat bantu dalam mengajar, media juga diharapkan dapat memberikan pengalaman konkret, motivasi belajar, mempertinggi daya serap serta retensi belajar siswa.

Menurut (Kustandi 2016:6) perkembangan media pembelajaran menuntut agar guru/pengajar mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Media pembelajaran ini sangat membantu guru dalam mengajar di Sekolah dan merupakan solusi untuk membuat siswa senang ketika belajar dan tidak merasa jenuh. Agar siswa mendapat hasil yang diharapkan, maka guru dapat memperkenalkan pembelajaran yang tadinya berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa sementara guru hanya sebagai fasilitator saja. Dengan melibatkan siswa dalam setiap kegiatan dan memberi rasa nyaman pada siswa, sehingga mereka tidak jenuh dalam pembelajaran dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.

Media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta
peralatannya. Media dalam penggunaannya sebaiknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan dibaca. Pengertian media pembelajaran dapat diartikan sebagai perpaduan antara bahan dan alat.

Media pembelajaran bisa dipahami sebagai media yang digunakan dalam proses dan tujuan pembelajaran. Pada hakikatnya, proses pembelajaran juga merupakan komunikasi, maka media pembelajaran bisa dipahami sebagai media komunikasi yang digunakan dalam proses komunikasi belajar-mengajar tersebut.

Menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Berikut beberapa masalah dalam media pembelajaran di SD, diantaranya adalah:

1.Kurangnya Minat Guru untuk Memanfaatkan Media Pembelajaran

Dalam memanfaatkan media pembelajaran banyak sekali permasalahan yang dihadapi,
salah satunya adalah ada pada pendidik itu sendiri. Banyaknya media(terutama media modern) tidak memanjamin guru di sekolah dasar termotivasi untuk menggunakanya, bahkan semakin berat beban mental guru karena belum bisa menggunakannya, di sisi lain guru tidak mencari jalan keluar.

Dapat kita jumpai masih banyak guru di sekolah dasar yang menggunakan metode ceramah saja dalam pembelajarannya, tak ada media lain yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Banyak diantara pendidik yang tak pernah berpikir untuk membuat sendiri media pembelajarannya. Guru yang kreatif tak akan pernah menyerah dengan keadaan.

2. Ketidaktertarikan Peserta Didik pada Media Pembelajaran yang Digunakan

Banyak kita jumpai di sekolah dasar jumlah media pembelajaran kurang, kualitasnya buruk, dan media yang tidak accessible (mudah didapat/ diakses). ketidak tertarikan siswa terhadap pemanfaatan media tidak hanya berasal dari keadaan media itu sendiri, akan tetapi berasal dari bagimana pendidik dalam mengolah materi pembelajaran untuk disampaikan melalui media tersebut. Seperti telah dipaparkan dalam pembahasan sebelumnya bahwa satu media tertentu belum tentu cocok digunakan untuk semua materi pembelajaran.

Kecocokan antara materi pembelajaran dengan media belum tentu akan menghasilkan proses pembelajaran yang baik apabila pendidik tidak menyampaikan materi melalui media pembelajaran dengan baik pula. Oleh karena itu, kadang kala siswa akan merasakurang tertarik untuk memanfaatkan media pembelajaran karena membutuhkan proses lama untuk mencerna materi pembelajaran.

3. Keterbatasan Sarana Prasarana Media Pembelajaran

Kekurangan alat dan fasilitas media pembelajaran sebagai faktor dominan terhadap keberhasilan pembelajaran keterampilan harus diatasi. Sekolah sebagai penyelenggaran pendidikan formal haruslah memiliki sarana dan prasarana yang memadai, sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan baik. Demikian pula dengan media pembelajaran, sebagai pendidikan yang pelaksanaannya bersifat praktek harus ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk kelancaran pembelajaran. Dalam kondisi seperti ini guru dituntut untuk mampu mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dan siswa dapat mengerti dan memahami materi yang disampaikan.

Solusi Dalam Mengatasi Permasalahan Media Pembelajaran :

1. Melakukan pelatihan kepada Pendidik Dalam Meningkatan Manajeman Pemanfaatan Media Pembelajaran

Meningkatkan kualitas guru dalam memanfaatkan media pembelajaran, membentuk mindset berfikir untuk secara sadar menggunakan media pembelajaran dalam mengajar, setelah itu baru mengadakan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran. Fungsi pelatihan adalah membantu pendidik dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi
dan mengembangkan media pembelajaran, karena kesadaran untuk memanfaatkan media jauh lebih penting dari pada pelatihan memanfaatkan media tertentu, apa faedanya jika guru mahir memanfaatkan media tetapi tetap malas menggunakannya atau memanfaatkan media hanya untuk menggantikan posisi kehadirannya. Pelatihan bisa dilakukan dengan membentuk sebuah forum
nonformal yang mengundang ahli media pembelajaran.

Bentuk manajeman pengelolaan media pembelajaran (terutama media modernatau media yang jumlahnya terbatas di sekolah) dapat dilakukan dengan membuatdaftar jumlah media
pembelajaran yang tersedia di sekolah, membuat jadwal pengguna media pembelajaran, membentuk tim pengelola pemeliharaan media, danmembuat catatan-catatan lain yang relevan untuk manajeman pengelolaan media pembelajaran.

2. Mengkomunikasikan Rencana Pemanfaatan Media Pembelajaran kepada Peserta Didik

Kesuksesan pembelajaran adalah peserta didik itu sendiri, maka mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media tertentu kepada peserta didik sangat penting. tujuan pemanfaatan media adalah untuk memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran sebagai subjek pembelajaran. Bukan semata hanya untuk memudahkan guru dalam mengajar, serta terdapat kecenderungan pada siswa untuk menyukai atau tidak media pembelajaran tertentu sangat mungkin terjadi.

Mengkomunikasikan rencana pemanfaatan media pembelajaran kepada peserta didik adalah agar peserta didik dapat mempersiapkan dirinya untuk memanfaatkan media pembelajaran dengan mempelajari materi pelajaran yang akan disajikan melalui media pembelajaran dan mempersiapkan fasilitas yang diperlukan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran melalui media tersebut. Dari sisi guru sendiri, ada tuntutan agar guru lebih mempersiapkan dirinya mengenai materi pelajaran yang akan dibahas serta mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan (dalam kondisi baik) agar tidak menjadi hambatan sewaktu pemanfaatan media pembelajaran dilaksanakan.

3. Pendidik Harus Kreatif dan Inovasi Dalam Keterbatasan Media Pembelajaran

Kreativitas Guru keterampilan dalam mengatasi keterbatasan sarana prasarana. Guru keterampilan mempunyai sikap kreatif dalam pembelajaran praktek, hal tersebut dilakukan dalam mengatasi keterbatasan sarana prasarana media pembelajaran agar pembelajaran tetap dapat berlangsung dan dapat dipahami siswa.

Media pembelajaran sederhana menggunakan lingkungan sebagai media adalah dengan memanfaatkan objek langsung yang tersedia di lingkungan kita. Penggunaan media objek langsung dalam kegiatan pembelajaran, berarti siswa dapat belajar melalui lingkungan. Hal tersebut berarti bahwa guru dapat menjadikan lingkungan sebagai sumber dan media pembelajaran sekaligus dan media objek langsung, dapat digunakan guru sebagai sumber belajar, sekaligus menjadi media yang digunakan dalam kegiatn pembelajaran.

Penggunaan media objek langsung ini akan sangat membantu siswa dan guru untuk mengajar dan memahami suatu materi yang dipelajari atau di ajarkan. Untuk memanfaatkan media pembelajaran sederhana dengan menggunakan atau memanfaatkan media objek langsung ini dapat ditempuh langkah sebagai berikut:
Guru menetapkan standar kompotensi dan kompotesi dasar yang akan dicapai.

Membuat dan menyusun RPP dengan memasukkan penggunaan media pembelajaran atau objek langsung yang akan di masukkan pada bagian Media atau sumber belajar dari RPP. (Sekedar mengingatkan bahwa komponen RPP sekurang-kurangnya terdiri dari: SK, KD, Waktu, Materi, Kegiatan Pembelajaran, Media dan Sumber Belajar, serta Evaluasi).

Membuat langkah-langkah aktivitas siswa dan aktivitas guru pada saat memanfaatkan media sederhana yang bersumber dari lingkungan yang terdiri dari aktivitas Siswa sekurang-kurangnya terdiri dari; persiapan alat tulis, menulis atau mencatat hasil pengamatan terhadap objek, menyusun laporan hasil pengamatan serta menyampaikan hasil pengamatan. Untuk guru mata pelajaran, hendaknya telah menetapkan terlebih dahulu apakah aktivitas tersebut dilakukan secara mandiri atau berkelompok. Sehingga kegiatan siswa sampai pada pembuatan dan penyusunan laporan dilakukan secara kelompok atau mandiri.

Dosen Pengampu : Purba Wijaya,SPd.,M.Pd

Penulis : Andini Salsabila Lestari, Bella Kartika Br Lubis, Yusri Kurniati

 

Continue Reading

Trending